SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Peternakan


__ADS_3

Pagi hari Cella terbangun, dia mendengar begitu ramai di luar. Dia berdiri dan berjalan ke teras, Cella melihat suaminya sedang berbincang dengan kelurganya, mereka sedang bersenda gurau di taman. Cella tersenyum kemudian  pergi ke kamar mandi.


Tidak lama kemudian Cella keluar dari kamar dan menemui Jessica, dia tersenyum melihat mamanya yang sedang membantu pelayan dan bibi Logan memasak di dapur. Dia berjalan menghampiri Jessica, lalu mencium kedua pipi mamanya.


“Selamat pagi, Mam.” Jessica tersenyum dan memeluk serta mencium kedua pipi putrinya, Cella juga menyapa bibi Logan.


“Selamat pagi, Sayang. Sebentar lagi kita sarapan,” ujar Jessica dengan membelai perut putrinya yang sudah besar itu. “Oh ya selesai sarapan papa ingin pergi ke peternakan kuda. Kamu tahu sendiri papa kamu sangat hobby dengan berkuda,”


“Iya, Mam. Mama juga akan ikut mereka?” tanya Cella sembari mengambil gelas dan mengambil air dari kran dan meminumnya.


“Iya, mama akan ikut ke peternakan. Kamu juga ikutkan?” tanya Jessica seraya mengatur sarapan di meja makan.


“Hem … hem,” jawab Cella dengan bergumam dan menganggukan kepala.


Selesai mengatur sarapan, Jessica pergi memanggil mereka untuk sarapan. Semua masuk dan duduk, sedangkan Cella memilih pergi ke taman. di sana dia melihat Nasya sedang mengambil foto dirinya dengan latar perkebunan. Cella tersenyum kemudian menghampiri sahabatnya itu, mereka berdua foto bersama-sama lalu Cella mengajak Nasya untuk sarapan.


***


Mereka semua bersiap-siap untuk pergi ke peternakan, Logan dan Cella keluar dari kamar dan menemui keluarga yang sudah menunggu di luar. Logan membuka pintu mobil lalu Cella masuk di ikuti kedua orang tuanya, kendaraan beriringan ke peternakan.


Mereka tiba lalu Miguel mengajak Carlos langsung menuju ke peternakan kuda, semua langsung mengikuti Miguel dari belakang. Paman Logan masuk ke dalam kandang kuda kemudian  memanggil Carlos.


Carlos berdiri di depan kandang dan membelai moncong kuda itu, Logan memperhatikan hewan itu di depan Carlos kemudian mengayunkan kaki ke kandang lain.


“Ada berapa jenis kuda yang ada di kandang ini?” tanya Carlos sambil memperhatikan kandang yang sudah di sekat-sekat dan berisikan kuda.


“Disini ada 7 jenis kuda, yang sedang kamu pegang itu jenisnya mustang.” Miguel mengajak Carlos melihat salah satu kuda yang ada di tengah lalu Carlos memperhatikan kuda yang berwarna coklat dengan poni yang panjang.


“Ini jenis apa?” tanya Carlos seraya memegang dan mengusap punggung kuda itu. kuda mengikik, Carlos terkejut lalu sedikit menjauh  dari kuda itu.

__ADS_1


“Genio, tidak boleh begitu,” ujar Miguel dengan mengusap dan mencium moncong kuda itu lalu kuda itu diam. “Oh ya kalau ini jenis kuda arab.” Carlos mengangguk-anggukkan kepala sambil memperhatikan kuda yang di pegang Miguel.


“Oh … begitu,” guma Carlos sambil memperhatikan kuda yang di beri nama Genio.


“Iya, jenis ini adalah ras tertua. Jenis kuda ini berasal dari semenanjung arab, Diperkirakan, kuda ini memiliki garis silsilah hingga 3000 SM,” jelas Miguel kepada Carlos tampak mata Carlos terbuka lebar


“Oh ya? berapa tinggi dan berat kuda ini?” tanya Carlos penasaran.


“Ehm, tingginya kalau tidak salah 155cm dan berat 410kg,” tutur Miguel sambil tersenyum.


Logan dan Kairos juga memperhatikan penjelasan Miguel.


“Mengapa aku menamakan kuda ini Genio? Karena dia genius, dia ini kuda paling pintar. Dia bisa mengerti apa yang kita mau.” Carlos tersenyum dia sangat kagum kepada Miguel yang tahu jenis-jenis kuda.


“Aku ingi mencoba menungganginya,” ujar Carlos sedangkan Logan dia berjalan ke sisi lain dan pergi ke salah satu kandang lalu  mengeluarkan hewan kesayangannya dari kandang. Carlos melihat kuda yang di keluarkan Logan lalu dia bertanya kepada Miguel.


“Itu jenis apa?” Miguel melihat kuda yang sedang di elus-elus oleh logan.


“Apakah kamu ingin menungganginya?” tanya Logan seraya menepuk-menepuk pelan tubuh kuda itu.


“Berapa tinggi kuda ini?” tanya Carlos lagi.


“Tingginya sekitar 170cm,” jelas Miguel seraya mencium moncong kuda itu.


“Aku ingin menunggangi Genio,” ujar Carlos lalu Logan tertawa.


“Bagaimana kalau kita saling balap?” tantang Logan dengan bercanda lalu Carlos tertawa. Kairos  menghampiri Carlos dan Logan lalu  ikut memegang kuda yang berwarna hitam itu.


“Aku juga ingin menunggang kuda,” ujar Kairos.

__ADS_1


Miguel mengeluarkan beberapa kuda keluar dari kandang lalu memanggil pekerja untuk memasang pelana di masing-masing kuda. Logan memegang kuda berwarna hitam sedangkan Carlos dia ingin menunggangi Genio. Dia naik dan mengelus-ngelus punggung Genio dengan lembut.


“Wah, kelihatannya Genio mulai suka padamu Carlos,” canda Logan di ikuti tawa mereka.


Logan dan Kairos naik ke atas kuda, begitu juga Miguel lalu mereka pergi ke pacuan kuda. Keempat pria itu masuk ke dalam pacuan, terlihat Carlos dan Logan juga Kairos sedang bersiap-siap.


Yang lain memperhatikan dari tempat duduk. Jessica dan Cella tersenyum melihat Carlos dan Logan yang semakin dekat.


Carlos, Logan, dan Kairos mencoba kuda yang mereka tunggangi. Mereka berpacu di pacuan, sedangkan Acel dia hanya duduk dengan Nicky dan memperhatikan mereka di pacuan.


Terlihat Carlos turun dari kuda di bantu Miguel. Logan serta Kairos ikut turun lalu mereka berjalan keluar dari pacuan. Keempat pria itu bergabung dan duduk. Mereka berbincang-bincang dan bersenda gurau.


****


Akhirnya kedua orang tua Carlos dan Jessica kembali ke Amerika. Begitu juga anak tertua Carlos dia kembali ke Mexico berserta istrinya dan kembar Cella juga kembali ke Amerika bersama istrinya.


Carlos dan Jessica masih tinggal di Brazil, Logan mengajak mereka pergi ke Rio de Janeiro dan tinggal di rumahnya.


Cella terkejut mengetahui suaminya memiliki rumah di kota itu, dia lebih terkejut kediaman suaminya sangat besar. Logan membawa mereka ke rumahnya lalu menunjukan kepada  Cella yang akan dia dan istrinya tempati.


“Apakah kamu suka, Sayang?” tanya Logan seraya memeluk istrinya dari belakang. Cella memegang tangan Logan yang melingkar di perutnya.


“Iya, aku suka. Kamu selalu membuat kejutan padaku,” sahut Cella kemudian dia memutar tubuhnya menghadap Logan, dan melingkarkan tangannya di punggung sang suami.


“Terima kasih,” ucap Cella lalu dia mengecup bibir Logan.


“Aku ingin kamu bahagia bersamaku, aku sudah berjanji kepada orang tuamu untuk membahagiakanmu.” Cella tersenyum lalu dia melepaskan tangannya dari punggung pria itu dan berjalan melihat kamarnya.


Cella menatap mata Logan, mereka berdua saling bertatap mata lalu pria itu tersenyum.

__ADS_1


“Aku sangat mencintaimu, aku tidak pernah bertemu wanita sepertimu yang mau berjuang untuk mempertahankan aku.” Kembali Cella tersenyum dan memegang kedua pipi suaminya.


“Karena aku sangat mencintaimu, kamu cinta pertamaku,” ujar Cella kemudian mereka berdua berpelukan dengan erat. Terpancar kebahagiaan di wajah pasangan suami istri itu.


__ADS_2