SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 57


__ADS_3

Tania dan Reagen tiba di kediaman orang tua Reagen, mereka turun dari mobil. Reagen menggendong Ezer lalu mereka masuk kedalam rumah. Nyonya Sonia menyambut Reagen dan Tania


“Querido, Te extrano tanto.” Kata Nyonya Sonia dalam Bahasa Spanyol. (Bahasa resmi negeri Venezuela adalah Bahasa Spanyol)


“Aku juga sangat rindu padamu mom.” Kata Reagen kemudian dia memeluk dan mencium kedua pipi Nyonya Sonia.


“Ini pasti Ezer?” Kata Nyonya Sonia sambil memegang pipi Ezer.


“Iya benar sekali mom, dan ini Tania. Tania ini mommyku.” Kata Reagen


Tania tersenyum dan menyalami Nyonya Sonia.


“Senang bertemu dengan Anda Nyonya.” Kata Tania kemudian dia mencium kedua pipi Nyonya Sonia.


Nyonya Sonia tersenyum kepada Tania


“Terima kasih Tania. Ayo masuk.”


Mereka masuk lalu Reagen menurunkan Ezer, tapi Ezer tidak mau karena dia masih merasa asing di rumah Nyonya Sonia


Reagen duduk dan memangku Ezer, Tania duduk di samping Reagen


“Mommy Reagen sangat baik.” Kata Tania dalam hati sambil memperhatikan Reagen dan Nyonya Sonia berbincang.


“Bagaimana perusahanmu sayang.” Tanya Nyonya Sonia sambil memegang tangan Ezer


“Perusahanku berjalan dengan baik mom.” Jawab Reagen sambil tersenyum.


“Oh ya sayang, kalau kalian lelah, istirahat saja dulu. mommy sudah menyiapkan kamar kalian.” Kata Nyonya Sonia sambil berdiri.


“Ummm.. aku ingin ke toko sebentar mom. Aku ingin membelikan box untuk Ezer.” Kata Reagen


Tania mengambil Ezer dari Reagen.


“Kamu akan pergi sekarang?” Tanya Tania sambil memangku Ezer.


“Iya sayang, kamu istirahat saja dulu ya.” Kata Reagen sambil membelai rambut Tania.


“Baiklah.” Kata Tania sambil berdiri


“Aku akan mengantarmu ke kamar.” Kata Reagen kemudian dia mengantar Tania pergi ke kamar.


Sampai di kamar Ezer ingin ikut dengan Reagen


“Sayang papi hanya pergi sebentar.” Kata Tania sambil menahan Ezer.


“Noo… mommy.” Kata Ezer sambil tangannya memegang kemeja Reagen. Reagen tertawa lalu dia mengambil Ezer dari Tania.


“Biarkan saja dia ikut denganku.” Kata Reagen sambil mencubit pipi Ezer lalu Ezer tertawa.


Reagen keluar dari kamar kemudian dia memanggil sopir untuk mengantar dia pergi ke toko perlengkapan bayi.


Sementara itu Tania keluar kembali dan berjalan berkeliling rumah, dia keluar dan berjalan jalan di halaman rumah.


“Hmmm… rumah ini begitu luas.” Kata Tania dalam hati lalu dia berpapasan dengan Nyonya Sonia.


Nyonya Sonia tersenyum kepada Tania.


“Kamu tidak istirahat Tania?” Tanya Nyonya Sonia sambil berjalan menghampiri Tania.


“Tidak Nyonya, lagipula aku tidak lelah.” Jawab Tania sambil tersenyum


“Oh..” Gumam Nyonya Sonia. “Oh ya Ezer mana?” Tanya Nyonya Sonia sambil matanya mecari Ezer


“Umm.. dia ikut dengan Reagen. Ezer tidak bisa lepas dari Reagen Nyonya.” Jawab Tania lalu Nyonya Sonia tertawa.


“Reagen memang senang dengan anak kecil.” Kata Nyonya Sonia kemudian dia menarik nafas panjang. “Ayo kita duduk di situ.” Ajak Nyonya Sonia kepada Tania kemudian mereka berdua duduk di taman.


“Reagen banyak bercerita tentangmu kepadaku.” Kata Nyonya Sonia sambil tersenyum. “Dia sangat menyayangi Ezer. Pertama kali dia melihatmu dia langsung menghubungiku dan mengatakan kalau dia mempunyai karyawan yang cantik.


“Pertama kali dia melihatmu dia langsung menyukaimu, aku sangat senang mendengarnya. Karena selama ini dia tidak pernah dekat dengan perempuan.”


Tania menatap Nyonya Sonia


“Apakah Reagen pernah di sakiti sampai dia tidak dekat dengan perempuan?” Tanya Tania dengan penasaran


“Tidak, dia menutup diri dengan perempuan bukan karena dia pernah di sakiti. Tapi dia takut menyakiti perempuan. Selama ini dia tidak pernah pacaran, selesai sekolah dia langsung pulang ke rumah. Begitu juga saat dia kuliah.


“Jadi selama ini Reagen tidak pernah pacarana Nyonya?” Tanya Tania dengan heran


“Iya Tania, Reagen tidak pernah pacaran. Makanya saat dia bertemu denganmu, dia begitu semangat bercerita tentangmu. Dia sudah jatuh cinta padamu, apalagi mendengar tentang kisahmu dan Ezer, dia teringat aku dan masa kecilnya.” Kata Nyonya Sonia. Raut wajahnya berubah.

__ADS_1


“Nyonya kenapa dengan masa kecil Reagen.” Tanya Tania lagi


Nyonya Sonia menatap Tania, lalu dia menceritakan masa lalunya kepada Tania.


“Aku dulu punya seorang kekasih, kami saling mencintai tapi orang tuaku tidak menyutujui hubungan kami, aku ingin lari bersama kekasihku tapi orang tuaku mengancam akan membunuh kekasihku. Dan akhirnya untuk menyelamatkan kekasihku, aku meninggalkan dia. Aku pergi jauh darinya tetapi aku tidak tahu kalau aku sedang mengandung anaknya.


“Mendengar aku hamil, orang tuaku meminta aku untuk menggugurkan kandunganku, tapi aku tidak mau. Lalu aku melarikan diri dari rumah pamanku dan pergi bersama temanku ke Negara ini. Temanku sangat baik, dia membiayai semua keperluanku disini. Tapi sayang temanku itu meninggal dibunuh oleh suruhan orang tuaku.


“Aku hidup berpindah pindah di kota ini, untuk menyelamatkan diriku dari kejaran orang tuaku. Mereka ingin menggugurkan kandunganku. Tapi mereka tidak berhasil, grandpa Reagen meninggal dan mereka berhenti mencariku. Waktu granpa Reagen meninggal aku tidak pulang karena aku sangat membencinya.


“Dari dalam kandungan Reagen tidak merasakan kasih sayang Ayahnya, dan sampai saat ini Reagen juga tidak tahu siapa Ayahnya.” Kata Nyonya Sonia kepada Tania kemudian dia menatap Tania.


“Aku sangat bahagia mendengar dia jatuh cinta kepada seorang wanita, tapi aku sangat takut kalau dia di kecewakan. Tania dia sangat mencintaimu, bahkan dia menganggap Ezer itu anaknya dia sangat menyayangi Ezer. Dia tidak ingin Ezer seperti dirinya yang tidak merasakan kasih sayang dari seorang ayah.


“Aku harap kamu tidak mengecewakan Reagen.” Kata Nyonya Sonia sambil memegang tanga Tania.


Tania menatap Nyonya Sonia.


“Aku janji, aku tidak akan mengecewakan Reagen, aku sudah bersedia untuk menikah dengan Reagen.” Kata Tania kepada Nyonya Sonia.


Nyonya Sonia menatap Tania dengan gembira


“Benarkah Tania? Kamu ingin menikah dengan Reagen?” Tanya Nyonya Sonia


“Iya Nyonya, aku akan menikah dengan Reagen. Dia sangat baik dan aku sangat menyukai Reagen.” Kata Tania lagi lalu Nyonya Sonia memeluk Tania.


“Bahagiakan Reagen, dia sangat mencintaimu.” Kata Nyonya Sonia lagi.


“Iya Nyonya Aku janji.”


“Terima kasih Tania.” Ucap Nyonya Sonia sambil memegang pipi Tania.


Torrance


Terlihat Kairos sedang bersiap siap di kamarnya, dia mengambil koper dan membawanya keluar. Kairos turun dan menuju ke kamar Jessica dan Carlos. Kairos mengetuk pintu lalu pintu kamar terbuka, dia melihat Jessica dan menyapanya


“Selamat pagi mam, aku akan pergi ke Airport sekarang.” Kata Kairos kepada Jessica


“Kamu akan pergi kemana?” Tanya Jessica sambil melihat koper Kairos


“Aku akan pergi ke Indonesia.” Jawab Kairos


“Baiklah. Hati hati!”


“Beri kabar terus kepada mama.” Bisik Jessica dan Kairos menganggukan kepala.


Kairos melihat Carlos masih berbaring lalu dia masuk dan menghampiri Carlos.


“Pap aku pergi dulu.” Pamit Kairos kepada Carlos.


“Baiklah, hati hati!” Kata Carlos sambil berdiri dari tempat tidur.


Kairos memeluk Carlos dan mencium kedua pipi Carlos


“Maafkan aku pap.” Bisik Kairos.


Carlos memeluk Kairos


“Baik baiklah kamu disana.” Kata Carlos kemudian Kairos menganggukan kepala.


Kairos keluar dari kamar kemudian dia pergi memasukan kopernya kedalam bagasi. Emil dan Bane mengantar Kairos ke Airport.


Tiba di Airport Kairos turun dan mengambil kopernya kemudian dia masuk ke dalam.


Tania terbangun saat dia merasakan kecupan Reagen di lehernya, dia membuka matanya dan tersenyum kepada Reagen.


“Good morning Sayang.” Ucap Reagen sambil mengecup bibir Tania.


“Good morning honey.” Balas Tania kemudian dia memegang pipi Reagen.


Reagen mendekatkan wajahnya ke wajah Tania lalu dia mencium bibir Tania, mereka saling berciuman. Reagen menindih tubuh Tania dan kembali mencium bibir Tania. Mereka kembali saling berciuaman


Reagen membuka paha Tania lalu dia menempelkan miliknya yang masih terbungkus dengan underwear boxernya kemudian dia menggerak gerakkan pinggangnya. Tania meremas rambut Reagen dia merasakan milik Reagen yang sudah keras menyentuh miliknya yang masih terbungkus dengan cd, dia mulai merasakan kenikmatan itu.


Tania memejamkan matanya dan membiarkan Reagen mencium lehernya sambil jarinya meraba miliknya. Terdengar desahan dari bibir Tania, dia kembali meremas rambut Reagen.


Reagen mengangkat kaos Tania lalu dia mencium dan menggigit dengan lembut dada Tania sambil tangan satunya meremas dada Tania. Dia turun keperit Tania lalu dia melapaskan celana pendek dan cd Tania. Dia membuka paha Tania lalu dia langsung menerjang milik Tania dengan lidahnya.


Terdengar desahan desahan dari bibir Tania, sesekali pinggangnya Terangkat saat Reagen memainkan lidahnya dengan cepat. Dia membuka pahanya dan membiarkan jari tengah Reagen masuk dan menusuk nusuk miliknya.


Reagen memainkan jari tengahnya dengan cepat lalu pinggang Tania terangkat, dia meletakkan kakinya di punggung Reagen dan meremas rambut Reagen.

__ADS_1


Reagen lebih cepat memainkan Jari dan lidahnya, tiba tiba tubuh Tania tersentak. Reagen langsung melepaskan underwear boxernya kemudian dia menuntun miliknya masuk kedalam milik Tania.


Tania melihat milik Reagen lebih besar dari Kairos, dia langsung memejamkan matanya. Saatn Reagen mengarahkan miliknya, Tania meremas tangan Reagen


“Honey pelan pelan.”


“Iya sayang.” Kata Reagen sambil berusaha memasukan miliknya kedalam milik Tania. Reagen mulai menekan, dia merasakan milik Tania sempit. Dia melihat baru ujung kepalanya yang masuk, Reagen menekan terus lalu dia menatap Tania yang sedang memejamkan matanya.


“Apakah sakit sayang?” Tanya Reagen sambil memegang wajah Tania lalu Tania menganggukan kepala.


“Sedikit.” Bisik Tania


Reagen tidak ingin memasukan semua, dia menggerakan pinggannya naik turun secara perlahan lahan. Dan mulai terdengar desahan dari bibir Tania. Reagen lebih tambah menekan masuk miliknya dia menekan pinggangnya sampai menempel di daerah ke wanitaan Tania.


“Ahh.. honey…” Desah Tania sambil meremas lengan Reagen.


Reagen mulai menggerakan pinggangnya dengan cepat, Reagen memegang paha Tania lalu menciumnya. Terdengar nafas mereka mulai tidak beraturan. Reagen menyanggah kedua tangannya di atas tempat tidur lalu dia memacu gerakannya dengan cepat.


Terdengar rintihan kenikmatan keluar dari bibir Tania. Bunyi cairan milik mereka berdua membuat Reagen lebih memacu gerakannya. Dan akhirnya mereka berdua saling berpelukan dengan erat dan terdengar erangan kenikmatan dari bibir mereka berdua. Reagen mengeluarkan cairannya di dalam milik Tania.


Mereka berdua saling berciuman, Reagen menatap mata Tania


“Aku sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku.” Kata Reagen sambil membelai wajah Tania


Tania memegang pipi Reagen


“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Kata Tania kemudian dia mengecup bibir Reagen


Reagen kembali memeluk Tania.


“Terima kasih sayang.” Bisik Reagen di kuping Tania kemudian dia berbaring di samping Tania dan dia menarik Tania kedalam pelukannya.


Akhirnya Kairos tiba di Kota Manado, dia keluar dari ruang bandara kemudian dia memanggil taxi. Dia masuk kedalam taxi dan meminta taxi untuk mengantarnya ke Citraland. Kairos tiba di rumah dia turun dan membayar taxi kemudian dia mengambil kopernya di bagasi lalu masuk ke dalam rumah.


Kairos langsung menuju ke kamarnya, dia meletakkan kopernya lalu dia keluar dan pergi ke kamar Angel. Kairos membuka kamar Angel, dia melihat Angel sedang berbaring di samping chantiq. Kairos menghampiri putrinya lalu dia duduk di sisi tempat tidur.


Angel terkejut melihat Kairos.


“Kairos? Kenapa tidak memberi kabar kalau mau datang?” Kata Angel kepada Kairos tapi Kairos hanya tersenyum


“Bagaimana kabar putriku? Apakah dia baik baik saja?” Tanya Kairos sambil membelai pipi Chantiq


“Iya dia baik baik saja, dia baru saja selesai minum susu dan tidur.” Kata Angel sambil duduk di tempat tidur.


“Ohh…” Gumam Kairos. “Aku ingin menggendongnya.”


“Iya gendong saja.” Kata Angel.


Kairos mengangkat Chantiq lalu dia menggendongnya, Kairos mencium kedua pipi Chantiq kemudian dia membawa Chantiq ke kamarnya. Dia duduk di sofa dan membelai pipi Chantiq, sedikit sedikit dia mencium pipi Chantiq. Kairos melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Kairos berdiri lalu dia pergi ke kamar Angel. Dia meletakan Chantiq di tempat tidur kemudian dia kembali ke kamarnya, Kairos mengambil handuk lalu dia pergi mandi.


Venezuela


Tania melepaskan pelukan Reagen lalu dia pergi ke kamar mandi. Dia membersihkan tubuhnya kemudian dia memakai pakaian. Tania keluar dari kamar mandi dan melihat Reagen sedang bersandar di sandaran tempat tidur.


Tania tersenyum kepada Reagen.


“Aku akan melihat apakah Ezer sudah bangun.” Kata Tania sambil berjalan menghampiri Reagen.


Reagen menarik tangan Tania lalu menyuruh Tania duduk di sisi tempat tidur.


“Terima kasih.” Ucap Reagen kepada Tania.


Tania tersenyum lalu dia menganggukan kepala.


“Menikah;ah denganku.” Pinta Reagen


“Iya, aku akan menikah denganmu.” Kata Tania lalu Reagen menarik Tania kedalam pelukannya.


“Aku janji, aku tidak akan pernah menyakitimu. Aku akan selalu membuat kamu dan Ezer bahagia.” Kata Reagen kemudian dia mencium bibir Tania.


Tania menghentikan ciuman Reagen.


“Aku akan melihat Ezer.” Kata Tania sambil berdiri.


“Iya sayang, aku mandi dulu.” Kata Reagen kemudian dia berdiri dan pergi ke kamar mandi.


Tania pergi ke kamar Ezer, dia membuka pintu kamar dan melihat Ezer masih tertidur.


“Hmm.. dia masih tidur, semalam dia tidur larut malam makanya belum bangun.” Kata Tania dalam hati kemudian dia menutup kembali kamar Ezer.

__ADS_1


Selamat membaca


Maaf telat up, hari ini sibuk sekali.


__ADS_2