SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 68


__ADS_3

Polisi dan Ambulance datang, petugas Ambulance langsung mengangkat dan memasukan Kiaros ke dalam Ambulace, Jack juga ikut masuk ke dalam Ambulance


Sedangkan Carlos dia menjadi seperti orang kebingungan, dia tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Colby dan Charlie mengajak Carlos meniggalkan kantor.


“Kita ke rumah sakit saja Carlos.” Kata Charlie sambil menenangkan Carlos


“Charlie, apa yang harus aku katakan kepada Jessi dan anak anak. Mereka sangat menyayangi Kairos.” Kata Carlos sambil meletakkan tangan satunya di pinggang dan tangan satunya memegang dahinya. Dia mondar-mandir di parkiran. Sesekali dia menyeka airmatanya


“Carlos, nanti aku saja yang menyampaikannya. Kita kerumah sakit sekarang.” kata Charlie sambil memegang Carlos masuk kedalam mobil.


Carlos duduk di dalam mobil lalu Charlie menjalankan mobil menuju ke rumah sakit. Mereka tiba di rumah sakit, disana juga sudah ada polisi dan Jack.


Charlie langsung menghampiri Jack dan berbisik kepada Jack lalu Jack menganggukan kepala. Tidak lama kemudian Jack meninggalkan rumah sakit. Charlie langsung menghampiri Carlos dan Colby.


“Aku akan ke rumah untuk menjemput Jessica dan anak-anak.” Kata Charlie kepada Carlos lalu Carlos menganggukan kepala kemudian dia duduk.


Charlie meninggalkan rumah sakit dan pergi ke kediaman Carlos. Charlie tiba di kediaman Carlos dan melihat Acel, Sheren Cella sedang bermain dengan Ezer di ruang santai.


Charlie menghampiri mereka,


"Acel, mama kalian dimana?"


"Mama sedang di kamar Charlie." jawab Acel sambil menyusun balok bersama Ezer.


"Bisa kamu panggilkan mama kalian?" Tanya Charlie sambil duduk dekat Ezer dan membelai rambut Ezer.


"Sebentar aku panggilkan mama." Kata Cella kemudian dia berdiri.


Cella pergi memanggil Jessica dan tidak lama kemudian dia kembali bersama Jessica.


Charlie melihat Jessica lalu dia berdiri.


"Hi Jessi, ehm..." Charlie agak ragu ragu


Jessica menatap Charlie


"Hi Charlie, ada apa?" Tanya Jessica.


"Um.. Begini Jessi, aku ingin kalian pergi ke rumah sakit.


Jessica mengernyitkan keningnya


"Siapa di rumah sakit Charlie?" Tanya Jessica lagi


"Kairos di rumah sakit." Jawab Charlie


Acel dan Sheren langsung berdiri, Cella langsung menggendong Ezer.


"Ada apa dengan Kairos Charlie?" Tanya Jessica dengan cemas


"Kita ke rumah sakit saja." kata Charlie. "Ayo Acel Cella, kalian juga ikut." kata Charlie lalu Jessica menemui Debora dan Teressa.


"Teresa aku titip Chantiq, kami harus pergi ke rumah sakit. Ayo Isabell ikut mama." Kata Jessica kepada Teressa kemudian dia dan Isabell turun ke bawah menemui Charlie.


"Ayo kita pergi." Kata Jessica kemudian mereka masuk ke dalam mobil.


Hank dan Charlie mengantar mereka kerumah sakit.


Sepanjang jalan Jessica tidak tenang, dia ingin segera tiba di rumah sakit. Acel menenangkan Jessica, dia memegang tangan Jessica.


Akhirnya mereka tiba si rumah sakit. Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah sakit. Hank mengambil Ezer dari Jessica lalu menggendongnya.


Jessica melihat Carlos lagi duduk di kursi, dia melihat banyak darah di kemeja Carlos. Jessica semakin khawatir.


"Beb, ada apa dengan Kairos? Kenapa kemejamu penuh dengan darah?" Tanya Jessica sambil memegang tangan Carlos.


Carlos menatap Jessica lalu dia menarik Jessica ke dalam pelukannya.


Acel dan Cella menghampiri Carlos


"Pap, apa yang terjadi?" Tanya Cella lalu Carlos menarik Acel dan Cella lalu memeluknya.


Jessica masih penasaran


"Apa yang terjadi? Katakanlah beb."


"Sayang, Kairos sudah tiada." Kata Carlos sambil menangis.


Jessica Acel dan Cella terkejut begitu juga Sheren. Mereka terkejut mendengar Carlos mengatakan Kairos sudah tiada.


"Tidak beb, itu tidak mungkin. Kairoa tidak mungkin mati. Kamu bohong." Kata Jessica sambil menangis.


Carlos memeluk Jessica dan menangis


Cella memeluk Acel sambil menangis


"Tidak mungkin Kairos meninggal." Kata Cella sambil menangis.


Acel memeluk Cella dan menangis. Carlos mengajak Mereka untuk masuk ke dalam ruangan.


Jessica melihat Kairos yang terbaring kaku, dia langsung berteriak histeris di dalam ruangan.


"Tidaakkkk... Kamu tidak boleh meninggalkan mama. Kamu tidak boleh pergi." Jessica memeluk tubuh Kairos, dia mengguncang tubuh Kairos


"Bangun.. Bangun, kamu tidak boleh mati. Kamu tidak boleh mati."


Jessica memukul dada Kairos.


"Bangun sayang, jangan tinggalkan mama."


Cella memeluk Kairos dan menangis


"Mengapa kamu lakukan ini Kairos, kasihan Ezer." Kata Cella sambil menangis, dia membelai pipi Kairos dan menciumnya.


Sheren memeluk Acel dan membiarkan Acel menangis di pelukannya.


Carlos memeluk Jessica lalu membawa Jessica keluar. Cela memgambil Ezer lalu mendudukan Ezer di dekat Kairos.


Ezer menepuk dada Kairos lalu dia tersenyum


"Papi Kai..papi Kai." panggil Ezer sambil menepuk dada Kairos.


Cella memeluk Ezer dan menangis. Dia membawa Ezer keluar lalu dia duduk dekat Jessica dan Carlos.


Charlie masuk lalu mengurus jasad Kairos. Dia berbisik kepada petugas lalu petugas rumah sakit menganggukan kepala.


Akhirnya jenasah Kairos di semayamkam di kediaman Kairos. Semua berkumpul di rumah Carlos. Terlihat Mike menangis di dekat peti jenasah.


Dia membelai wajah Kairos kemudian dia mencium kening Kairos.


Terlihat juga Reagen dan Nyonya Sonia hadir di kediaman Carlos.


Akhirnya jenasah Kairos di kuburkan, kepergian Kairos membawa duka yang mendalam bagi Carlos dan Jessica, terlebih Acel dan Cella. Cella selalu menangis melihat Ezer yang selalu menanyakan Kairos.


Sebulan sudah kepergian Kairos, Carlos dan Jessica mencoba menjalani hidup dengan normal. Jessica kembali bekerja di perusahaannya di bantu oleh Acel. Begitu juga Carlos dia kembali melakukan aktifitasnya.


Hari ini di kantor, Carlos kedatangan Mike. Carlos menyambut Mike, dia berdiri dan memeluk Mike.


“Bagaimana kabar Jessi dan anak anak?” Tanya Mike sambil duduk di sofa.


“Mereka baik baik saja.” Jawab Carlos

__ADS_1


“Aku senang mendengarnya. Bagaimana kalau kita makan siang diluar?”


“Ide bagus Mike, kalau begitu ayo kita pergi sekarang.” Kata Carlos sambil berdiri di ikuti Mike.


Mereka berdua masuk kedalam mobil lalu mencari restoran,


“Kita makan dimana Carlos?” Tanya Mike sambil menyetir


“Terserah kamu Mike.” Jawab Carlos


Carlos dan Mike mencari cari restoran tiba tiba Mike melihat Reagen bersama wanita lagi berdiri di depan café, mereka terlihat sangat mesrah. Mike menepikan mobilnya,


“Sebentar Carlos, aku melihat Reagen bersama perempuan di depan Café.” Kata Mike sambil melepaskan safety beltnya dan membuka pintu.


Carlos juga melepaskan safety beltnya kemudian dia turun dari mobil mengikuti Mike. Mike menghampiri Reagen kemudian dia menampar Reagen


Plaaakkkkk...


“Belum dua bulan Tania meninggal kamu sudah bersama dengan perempuan.” Kata Mike dengan emosi.


Reagen menatap marah kepada Mike sambil memegang pipinya


Carlos langsung tertawa


“Mike, Tania masih hidup saja dia sudah bersama perempuan ini apalagi sekarang Tania sudah tiada.” Kata Carlos sambil tertawa


Mike menatap Carlos


“Jadi, waktu Tania masih hidup dia sudah berselingku?” Tanya Mike kepada Carlos


“Iya Mike, aku sendiri yang melihatnya. Bahkan Tania sering melihat dia bersama perempuan ini tapi Tania hanya memilih diam. Dia bertahan dengan anakmu karena dia menghargai kamu dan Sonia.” Jawab Carlos sambil menatap sinis kepada Reagen


Mike menjadi emosi, dia melayangkan pukulan ke wajah Reagen lalu Reagen terjatuh. Carlos langsung menahan Mike.


“Sudahlah Mike.” Kata Carlos sambil menahan Mike


Mike menatap wanita itu


“Dasar pelacuur, perempuan tidak tahu malu. Kamu pikir aku akan menerimamu di rumahku?” Kata Mike lalu dia menatap Reagen


“Kamu laki laki yang tidak tahu di untung, kamu tahu Tania itu wanita baik baik, dia bukan wanita pelacuur seperti ini. Aku sangat bahagia Tania menikah denganmu karena Tania sudah ku anggap anakku, tapi lihat kamu malah mengkhinati Tania. Baru saja Tania meninggal kamu sudah bersama wanita ini."


Reagen menatap Mike


“Ya kamu menganggap Tania anakmu dan aku bukan anakmu sehingga kamu memukulku. Jangan khawatir, aku akan keluar dari rumahmu.” Kata Reagen dengan penuh amarah.


“Silahkan, aku tidak akan menahanmu.” Kata Mike lalu dia mengajak Carlos meninggalkan Reagen.


Carlos dan Mike masuk kedalam mobil kemudian Mike langsung menjalankan mobilnya.


“Kita makan di rumah saja Mike.” Kata Carlos sambil menepuk punggung Mike


“Baiklah Carlos, ah… aku tidak mengerti dengan Reagen. Mengapa dia seperti itu.” Kata Mike sambil menyetir. Sebelum aku tahu Reagen anakku, aku sudah menganggap Tania putriku. Saat aku mengetahui Tania menikah dengan anakku, aku sangat bahagia.


Carlos tersenyum


“Sudah lupakan saja Mike, Tania sudah tenang disana.” Kata Carlos.


Sementara di rumah terlihat Ezer sedang bermain dengan mobil remotenya, pintu depan terbuka dan mobil remotenya keluar. Ezer berlari keluar kemudian dia memainkan remotenya, mobil kembali berjalan.


Di depan rumah Carlos sebuah mobil sedang mengamati rumah Carlos, mereka melihat Ezer berada di luar rumah.


“Hei itu anak yang kita incar.” Kata orang itu sambil menunjukan foto Ezer.


“Oh iya benar, itu anaknya.”


“Lihat kalau ada orang di depan.”


“Sepertinya tidak ada, anak itu hanya sendirian.”


Salah satu dari mereka menutup wajahnya kemudian dia turun dari mobil lalu menghampiri Ezer yang berlari mengejar mobilnya.


Dia langsung menggendong Ezer lalu membawanya ke mobil.


"Ayo cepat jalan." perinta penculik itu.


Ezer menangis di dalam mobil lalu penculik itu membujuk Ezer dengan mainan. Ezer tersenyum lalu dia mengambil mainan itu dan bermain dalam mobil.


Salah satu dari mereka langsung menelepon seseorang. Panggilan terhububg.


"Boss target sudah bersama kami, selanjutnya bagaimana?"


Terdengar suara dari seberang telepon


"Bawa anak itu ke tempatku, apakah kalian sudah selesai mengurus paspor anak itu?"


"Sudah boss, paspor anak ini sudah selesai."


"Kalau begitu siapkan penerbangan nanti malam."


"Baik boss."


Lalu telepon di tutup.


"Kita ke tempat boss, dia meminta membawa anak ini ke tempatnya.


Sementara di kediaman Carlos, terlihat Debora sedang mencari Ezer. Debora berkeliling rumah mencari Ezer tapi dia tidak menemukan Ezer.


Debora menemui Hank.


"Hank apakah kamu melihat Ezer?" Tanya Debora


"Tidak Debora, aku baru saja dari toilet. Bukannya Ezer tadi bersamamu?"


"Iya tadi Ezer bermain denganku diruang santai lalu Chantiq menangis. Aku meninggalkan Ezer di ruang santai dan pergi melihat Chantiq. Emil dimana?" Tanya Debora


"Dia dan Alex ada di belakang." Jawab Hank lalu mobil Mike masuk.


Carlos dan Mike turun dari mobil, Carlos melihat wajah Debora dan Hank begitu panik.


Carlos menghampiri Debora dan Hank.


"Apakah semua baik baik saja?" Tanya Carlos kepada Hank.


"Umm.. Carlos Debora mencari Ezer tapi dia tidak menemukannya."


Carlos menatap Debora,


"Kamu sudah periksa seluruh rumah?" Tanya Carlos dengan tenang kepada Debora.


"Iya Tuan, aku sudah periksa sampai di kamar Acel dan Cella bahkan di gudang Tuan, tapi aku tidak menemukan Ezer." Jawab Debora sambil memangis.


Carlos langsung berlari masuk ke dalam rumah, dia mencari Ezer. Hank pergi ke belakang menemui Emil dan Alex


"Emil apakah kalian melihat Ezer?"


"Tidak Hank, ada apa?"


"Ezer tidak ada di rumah." Jawab Hank.


"Debora kemana?" Tanya Alex sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Mereka berpapasan dengan Carlos.

__ADS_1


"Kalian tidak melihat Ezer?" Tanya Carlos


"Tidak Carlos, kami tidak melihat Ezer. Coba lihat di cctv." Kata Emil kepada Hank.


Mereka pergi keruang cctv. Hank melihat di monitor dia membuka cctv dari jam hilangnya Ezer.


Hank membuka cctv kamera depan lalu mereka melihat seorang pria dengan menggunakan tutup wajah mengangkat Ezer.


Carlos terkejut mlihat rekaman itu


"Ezer di culik? Siapa yang berani menculik cucuku? Emil telepon Charlie suruh dia kesini."


"Baik Carlos."


Emil langsung menghubungi Charlie. Sementara itu Carlos mondar mandir di ruamg santai.


"Debora mengapa kamu meninggalkan Ezer sendiri?"


"Tuan Carlos, aku sedang bermain di ruangan ini tiba tiba Chantiq menangis, aku mengajak Ezer ikut denganku tapi Ezer tidak mau."


" Lalu mengapa pintu depan bisa terbuka?"


"Maaf Carlos tadi aku ke toilet dan lupa menutup pintu kembali."


"Mengapa kalian ini begitu ceroboh?" Kata Carlos dengan geram.


Tidak lama kemudian Charlie dan beberapa rekannya datang, mereka langsung menemui Carlos


"Carlos ada apa?" Tanya Charlie


"Ezer di culik Charlie." Jawab Carlos kesal.


"Bisa kami lihat cctv-nya?" Tanya Charlie lalu Carlos menganggukan kepala


"Hank antar mereka di ruang cctv."


Hank mengantar Charlie dan rekan rekannya di ruang cctv.


Mike berdiri dan menenangkan Carlos.


"Carlos duduklah, tenangkan dirimu."


"Mike bagaimana aku akan tenang, dia cucu kesayanganku. Kairos dan Tania sudah pergi dan sekarang cucuku di culik." Kata Carlos sambil menangis.


"Aku mengerti Carlos, tapi ingat kesehatanmu." Kata Mike kemudian dia menarik Carlos dan menyuruh duduk.


Jessica dan Acel tiba di rumah, mereka melihat Carlos sedang menangis


Jessica dan Acel langsung menghampiri Carlos.


"Ada apa pap? Mengapa papa menangis?" Tanya Acel sambil duduk di samping Carlos


Jessica berdiri di hadapan Carlos


"Ada apalagi beb?" Tanya Jessica dengan khawatir.


"Sayang Ezer di culik." Kata Carlos


Jessica terkejut


"Apaa?? Ezer di culik? Itu tidak mungkin." Kata Jessica sambil menangis.


Carlos memeluk Jessica


"Siapa yang menculik Ezer?" Tanya Jessica sambil menangis.


"Aku tidak tahu sayang."


"Kenapa Ezer bisa di culik? Bukankah di rumah ada Debora?" Kata Acel kepada Carlos.


Carlos mengajak Jessica untuk duduk, lalu dia menjelaskannya kepada Acel dan Jessica.


"Kenapa Debora dan Hank begitu ceroboh." Kata Jessica lalu dia memeluk Carlos.


Sementara itu penculik membawa Ezer ke suatu tempat. Mereka masuk di sebuah rumah yang terletak di pinggir kota.


Penculik itu menggendong Ezer dan membawa Ezer ke dalam rumah.


"Boss ini anaknya." Kata penculik itu sambil menurunkan Ezer.


Pria itu tersenyum lalu dia menghampiri Ezer.


"Ayo sini sayang bermain dengan paman." Ajak pria itu sambil memegang tangan Ezer dan Membawa Ezer ke kamarnya.


Dia memberikan mainan kepada Ezer. Ezer tersenyum lalu dia mengambil mainan mainan itu kemudian dia duduk di lantai dan bermain. Pria itu membelai rambut Ezer dan tersenyum.


"Kalian siapkan pesawatnya, malam ini kita harus meninggalkan kota ini sebelum polisi mencari kita."


"Baik boss, pesawat yang boss sewa sudah di landasan. Dan dokumen untuk anak itu sudah selesai.


"Bagus, kita pergi sekarang."


Pria itu masuk ke dalam kamar lalu dia menggendong Ezer.


"Kita akan pergi kesuatu tempat. Ok!" kata pria itu lalu Ezer menganggukan kepala.


Pria itu tersenyum dan mencium pipi Ezer.


Mereka tiba di landasan, disana sudah menunggu kedua temannya.


"Ayo kita berangkat sekarang."


Pria itu dan Ezer serta kedua temannya masuk kedalam pesawat dan pesawat take off.


Di kediaman Carlos terlihat Jessica dan Carlos begitu gelisah. Mereka memikirkan Ezer.


Jessica menangis terus di dalam kamar. Carlos menghampiri Jessica lalu dia memeluknya.


"Sayang jangan menangis lagi, polisi pasti akan menemukan Ezer." Kata Carlos sambil membelai rambut Jessica.


"Aku takut mereka melukai Ezer." Kata Jessica sambil menangis kemudian dia menyandarkan kepalanya di dada Carlos.


"Jangan berpikir seperti itu, Ezer pasti baik baik saja sayang." Kata Carlos lagi. "Tidur saja, mudah mudahan besok Charlie memberi kabar." Kata Carlos lagi sambil membaringkan Jessica. Dia mencium kening Jessica dan memakaikan selimut kepada Jessica.


Akhirnya sang penculik tiba di landasan yang sudah mereka sewa. Mereka turun dari pesawat lalu masuk ke dalam mobil.


Mereka pergi ke dermaga kecil lalu mereka naik speedboat. Mereka pergi ke suatu pulau.


Mereka tiba di pulau itu, disana sudah menunggu seorang pria dan wanita.


Mereka turun dari speedboat lalu Paul menggendong Ezer. Ezer melihat pria dan wanita itu kemudian dia memandang Paul dan tertawa.


Paul menurunkan Ezer lalu Ezer berlari dan berteriak.


"Mommyyyy... Papi Kai... "


Mereka bertiga saling berpelukan. Paul Ralph Jose tersenyum melihat mereka bertiga.


Kairos dan Tania memeluk Ezer dengan erat.


Jessica tidak bisa tidur tiba tiba hanphonenya berbunyi dia melihat satu pesan masuk di wa-nya. Pesan itu berupa foto. Jessica membuka pesan foto itu lalu airmatanya menetes.

__ADS_1


Airmata kebahagiaan. Jessica tersenyum lalu dia berbaring dan meletakkan kepalanya di dada Carlos kemudian dia memejamkan matanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= TAMAT \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2