
Carlos mengarahkan pistolnya kepada Logan, dia ingin menembak pria itu tapi tubuh Cella menghalanginya. Carlos semakin emosi melihat sang putri melindungi Logan, dia langsung berteriak kepada kekasih Cella.
“Berani sekali kamu menyentuh putriku, aku akan membunuhmu, aku akan membunuhmu!” Carlos terlihat sangat emosi wajahnya berubah merah padam, kalau saja putrinya tidak menghalangi pria itu dia sudah menembaknya. Melihat Carlos seperti itu Jessica langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Cella dan Logan.
“Pakai pakaian kalian!” perintah dia kepada Cella dan Logan.
“Iya, aku akan memakai pakaianku tapi papa dan mama tunggu di luar,” pinta gadis itu dengan menahan selimut yang menutupi tubuh dia dan kekasihnya.
Jessica menatap Carlos dan meminta dia untuk keluar dari kamar Cella. Carlos keluar dan memanggil James dan Robert.
“Begitu dia ke luar, bawah laki-laki itu keluar dari rumah ini dan bunuh dia,” perintahnya kepada kedua pengawal itu.
James dan Robert menganggukan kepala dan menunggu Logan keluar dari kamar Cella, sedangkan Jessica hanya diam saja saat suaminya memerintah kedua pengawal itu. Dia tidak tahu harus berbuat apa, Jessica sudah tahu persis sifat suaminya kalau sedang emosi.
Di dalam kamar Cella dan Logan memakai pakaian mereka berdua, Cella menatap Logan yang sedang mengatur pakaiannya dan menyelipkan pistol di belakang.
Cella menghampiri sang kekasih dan memegang pipi pria itu, dia sudah tahu apa yang akan dilakukan papanya kepada Logan. Cella ingin melindungi Logan, dia tidak ingin Carlos menyentuh orang yang dicintainya.
“Berikan pistol itu kepadaku,” pinta Cella kepada Logan lalu pria itu menatap Cella dengan heran.
“Untuk apa, Cella?” tanya Logan dengan mengkerutkan dahinya.
“Berikan saja padaku, aku tidak ingin papa membunuhmu. Aku hanya ingin melindungimu,” ujar Cella sambil melingkarkan tangannya di pinggang pria itu dan mengambil pistol yang diselipkan di belakang.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Logan lagi dengan penasaran.
“Bagaimana cara menggunakannya.” Cella balik bertanya sambil memperhatikan pistol itu.
“Tapi untuk apa, Cella? Apakah kamu akan menembak papa kamu?” Logan tidak tahu apa yang akan di lakukan gadis itu.
“Apa kamu sudah gila, cepat beri tahu aku cara menggunakannya!” tegas gadis itu kepada Logan. Lalu pria itu mengajarkan cara menggunakan pistolnya kepada Cella.
“Baiklah, sekarang kita akan keluar. Kamu tetap berdiri di belakangku!” perintah Cella kepada Logan kemudian dia menarik pelatuk dan berjalan membuka pintu.
Cella melihat James dan Robert mengacung pistol kearah Logan. Begitu juga Carlos, dia mengarahkan pistolnya kepada kekasih Cella. Putri Carlos tidak tinggal diam, dia menempelkan ujung pistol di kepalanya.
“Kalian akan membunuh Logan? Ayo, lakukan dan papa akan melihat aku menembak kepalaku sendiri,” ancam Cella kepada Carlos sambil meraih tangan Logan dan menariknya.
Melihat Cella menodongkan pistol di kepala, Jessica langsung menangis. Dia menatap Carlos dan meraih pistol yang di pegang oleh suaminya.
“Lepaskan pistol kalian!” perintah Jessica kepada James dan Robert sambil mengambil pistol di tangan Carlos.
__ADS_1
“Cella kamu membuat aku kecewa,” ujar Carlos dengan wajah sedih, “Kamu Logan, jangan pikir kamu akan lolos dariku, kamu tidak akan lolos dariku,” teriak Carlos kepada Logan dengan wajah marah.
Logan hanya diam dan berjalan bersama Cella, dia tetap berada di belakang gadis itu. Sedangkan Cella, dia terus memperhatikan James dan Robert.
“Mam, suruh James dan Robert masuk ke kamar Kairos dan kunci pintunya dari luar, kalau tidak aku akan menembak kepalaku,” ancam Cella lagi.
Jessica menatap James dan Robert dan meminta mereka masuk ke kamar Kairos, kedua pengawal itu mengikuti perinta Jessica. Kemudian Jessica mengunci mereka berdua di dalam kamar itu lalu dia kembali dan memperhatikan putrinya.
“Sayang, jangan lakukan itu. Tidak akan terjadi apa-apa dengan Logan,” mohon Jessica kepada Cella sambil menangis.
“Aku akan mengantar Logan sampai di depan, sampai dia meninggalkan rumah ini dengan aman,” ujar Cella sambil berjalan bersama kekasihnya meninggalkan kamar.
Carlos hanya melihat Cella dan Logan menuruni anak tangga dengan cepat, dia meraih pistol yang ada di tangan Jessica tapi Jessica menahannya.
“Kamu ingin menembak Logan? Silahkan dan kamu akan melihat putri kesayangmu mati,” ujar Jessica dengan kesal.
Carlos menatap Jessica dengan marah kemudian dia turun lalu pergi ke ruang kerjanya. Dia membanting pintu dan duduk di kursi kerjanya.
Sedangkan Jessica pergi membuka pintu kamar Kairos dan menyuruh kedua pengawal itu keluar.
“Jangan mengejar Logan, biarkan dia pergi!” perintah Jessica kemudian dia turun pergi ke kamarnya
Sementara di luar, Cella dan Logan berjalan ke arah motor, Logan naik ke atas motor kemudian mencium kening gadis itu.
“Aku suka dengan hubungan ini, aku semakin merasa tertantang,” ujar Cella kemudian dia memegang tangan Logan. “Pergilah dan jangan lupa hubungi aku.” Logan mengecup kening gadis itu dan memeluknya dengan erat.
“Aku akan selalu mengabarimu, dan aku harap kita bisa bertemu setiap minggu,” sahutnya kemudian dia menyalakan motor
“Aku mencintaimu,” ucap Cella.
“Aku Juga,” balas Logan kemudian dia menarik gadis itu dan memeluknya kembali.
“Ayo pergi sekarang, nanti si penjilat itu mencarimu,” canda Cella lalu Logan tertawa.
Logan memakai helmnya kemudian dia langsung pergi. Cella memandang pria itu sampai tidak terlihat olehnya. Dia berjalan dengan menundukkan kepala, lalu masuk ke dalam rumah dan melihat Carlos sedang berdiri menatapnya. Sedangkan di belakang papanya terlihat Jessica sedang duduk di kursi.
“Aku kecewa padamu,” ujar Carlos dengan tatapan dingin kepada putrinya. “Mengapa kamu lakukan itu?”
“Karena aku mencintainya, aku sangat mencintai Logan,” sahut Cella sambil mengalihkan pandangannya, dia tidak tahan dengan tatapan papanya.
“Cinta?” Carlos tertawa sinis, “Kamu sudah dibutakan oleh cinta, tapi kamu tidak tahu apa itu cinta,” kata Carlos lalu dia berjalan menghampiri putrinya itu.
__ADS_1
“Kamu tidak tahu apa itu cinta sehingga kamu begitu mudahnya menyerahkan tubuhmu kepada laki-laki kurang ajar itu.” Carlos begitu marah kepada putrinya sedangkan Jessica dia hanya memilih diam. Dia juga merasa kecewa kepada putrinya.
Cella tidak suka dengan perkataan papanya, lalu dia mengangkat kepala dan menatap mata Carlos.
“Apakah Papa juga tahu apa itu cinta? Kalau Papa tahu apa itu cinta, tidak mungkin Papa akan mengkhianati Ma ….” Belum selesai dia bicara Carlos sudah menamparnya, Jessica terkejut melihat suaminya menampar Cella.
Dia menunduk dan menangis, hatinya sakit. Selama ini dia tidak pernah memukul anak-anaknya. Sedangkan Cella, dia terkejut Carlos menamparnya.
“Kenapa hanya tamparan. Bunuh saja aku sekalian,” tantang Cella dengan marah kemudian dia berlari naik dan masuk ke kamarnya.
Carlos terdiam dan melihat tangannya, dia tidak menyangka dia sudah menampar putri kesayangannya. Dengan langka gontai dia pergi ke ruang kerja, Carlos masuk dan mengunci pintu. Dia duduk di kursi kerja dan memutarnya membelakangi meja.
Carlos tertunduk dan memegang kepala dengan kedua tangannya. Dia menangis, Carlos menyesal sudah menampar Cella.
“Ini semua karena laki-laki itu, aku harus membunuhnya, aku tidak ingin melihatnya lagi.” Dia berdiri dan menghapus airmatanya, lalu keluar dari ruang kerja mencari James dan Robert.
Carlos melihat kedua pengawal itu sedang berbincang di halaman belakang, dia memanggil mereka dan pergi ke ruang kerja. James dan Robert mengikuti Carlos dari belakang, mereka masuk dan duduk di sofa.
“Cari pria itu dan bunuh dia!” perintah Carlos, wajahnya memerah menahan marah.
“Baik kami akan mencarinya,” sahut Robert kemudian mereka berdua meninggalkan Carlos sendiri di ruang kerja.
Sedangkan di kamar, terlihat Jessica masih menangis. Dia tidak suka Carlos menampar Cella, Jessica berdiri kemudian pergi ke kamar putrinya. Dia masuk dan melihat Cella sedang bebaring di tempat tidur sambil memegang bingkai foto.
Jessica menghampirinya kemudian dia duduk di sisi tempat tidur, dan membelai pipi Cella lalu gadis itu menatap Jessica lalu bangun memeluk mamanya.
“Maafkan aku, Mam. Aku sudah salah, tapi aku sangat mencintai Logan,” bisik Cella di telinga Jessica, dia tahu mamanya sangat kecewa.
Jessica melepaskan pelukkannya kemudian dia memegang pipi Cella yang di tampar Carlos kemudian dia meneteskan airmata.
“Mam, jangan menangis. Aku memang pantas di tampar papa, karena sudah menyinggungnya,” ujar Cella sambil menundukkan kepala. “Aku akan menemui papa dan meminta maaf padanya,” Jessica menganggukan kepala dan memeluk Cella dengan erat.
“Mama sangat menyayangi kalian,” bisik Jessica sambil menangis kemudian Cella memeluk mamanya dengan erat.
“Maafkan aku, Mam. Aku sudah membuat Mama menangis.” Cella menjadi merasa bersalah kemudian dia melepaskan pelukannya dan turun dari tempat tidur.
“Aku akan menemui papa,” ujar Cella.
“Jangan sekarang, Sayang. Papa masih dalam keadaan emosi,” tahan Jessica kepada Cella, “Biarkan papa tenang dulu,” katanya lagi sambil mengusap airmata.
“Baiklah, Mam.” Cella kembali duduk dan memperhatikan foto kekasihnya yang ada di meja.
__ADS_1
Jessica berdiri kemudian dia mencium kening Cella, lalu meninggalkan kamar putrinya.