
Pedro tiba di kantor Jessica. Dia langsung menuju keruangan Jessica, dia masuk dan melihat Jessica sedang merapikan perkerjaannya di atas meja.
“Hi dear sudah siap untuk pulang.” Tanya Pedro kepada Jessica.
Jesssica tersenyum
“Iya Pedro, tapi sebentar aku matikan komputerku dulu.”
“Baiklah dear.” Kata Pedro sambil mengecup kening Jessica.
Jessica mematikan komputernya kemudian dia melingkarkan tangannya di pinggang Pedro.
“Oh ya, seharian di rumah apa saja yang kamu lakukan.”
“Hmmm tidak ada, aku hanya bermain dengan isabell. Dan begitu Isabell tidur aku masuk kekamar dan tidur juga.” Bohong Pedro pada Jessica.
“Ohh behitu. Tidak bosan sendiri di rumah?”
“Uumm.., tidak dear, karena ada Isabell jadi aku tidak bosan.” Kata Pedro sambil mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Pedro. Dan mereka berdua saling berciuman dan saling memainkan lidah di dalam mulut. Jessica menghentikan ciumannya dan menatap Pedro sambil tersenyum.
“Kita pulang sekarang Pedro.”
“Baiklah. Ayo!” Ajak Pedro kepada Jessica dan mereka berdua keluar dari ruangan lalu menuju ke parkiran. Pedro membukakan pintu mobil kepada Jessica dan Jessica masuk, kemudian pedro berjalan kesisi mobil dan dia juga masuk kedalam mobil. Pedro menghidupkan mesin mobil dan langsung menjalankannya ke ruma Jessica.
Sementara di kediaman Carlos, terlihat Carlos sedang mondar mandir di dalam rumah.
“Kenapa Colby belum juga memberi kabar padaku?” Tanya Carlos dalam hati.
Dia mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi Colby. Ada nada panggil tapi Colby tidak menjawab telepon Carlos, Carlos semakin penasaran. “Kenapa dia tidak menjawab teleponku?” Carlos mencoba menghubungi Colby lagi tapi tetap sama. Colby tidak menjawa telepon Carlos. Dan tidak lama kemudian masuk pesan wa dari Colby.
“Hi Tuan Carlos aku tidak bisa menjawab telepon Tuan karena aku lagi ada pertemuan. Oh ya Tuan Carlos, aku ingin beritahu Tuan juga kalau aku tidak bisa membunuh orang yang ada di foto itu. Karena dia di kawal dengan ketat dan yang mengawal dia adalah orang orang yang sagat berpengalaman. Lebih baik tuan mencari orang lain saja. Terima kasih.”
Carlos membaca pesan Colby dan dia menjadi kesal pada Colby. Berarti aku sendirilah yang akan membunuh Pedro.” Kata Carlos dalam hati.
Sementara itu Pedro dan Jessica baru saja sampai di rumah. Kairos, Acel dan Cella sudah bersiap siap di dalam rumah. Kairos menghidupkan camera yang dia letakkan di dekat Tv. Begitu juga dengan Acel, dia langsung menghidupkan cameranya yang dia letakkan di pojok ruangan. Sedangkan Cella bersiap siap juga merekam lewat ponselnya. Kairos menyalakan DVD dan memutar lagu “ ALL OF THE ABOVE.
Jessica masuk kedalam rumah dan mendengar lagu yang di putar oleh Kairos dan dia menatap Pedro.
“Siapa yang memutar lagu ini?” Tanya Jessica kepada Pedro sambil berjalan ke ruang santai.
Pedro memegang tangan Jessica dan berjalan bersama Jessica.
Pedro dan Jessica sampai di ruang santai dan melihat Kairos, Acel dan Cella lagi tersenyum pada mereka berdua. Pedro langsung mengedipkan sebelah matanya pada Cella dan Cella mengerti maksud Pedro.
Jessica menatap ketiga anaknya.
“Kenapa ruangan ini menjadi lain.” Tanya Jessica pada ketiga anaknya
Dan Cella menghampiri Jessica lLU memberikan kotak cincin kepada Jessica. Jessica menatap Cella.
__ADS_1
“Apa ini sayang?” Tanya Jessica pada Cella.
Sementara Kairos dia langsung membuka media socialnya dan live dari Fb-nya.
Jessica membuka kotak itu dan dia melihat sebuah cincin berlian lalu dia menatap Cella.
“Sayang ulang tahun mama masih lama kenapa kamu memberikan hadia pada mama.” Tanya Jessica dengan heran. Kairos dan Acel langsung tertawa.
Jessica masih kebingungan dan Pedro memegang tangan Jessica
“Dear, will you marry me?” Ucap pedro kepada Jessica dan Jessica terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.
“Pedro kamu jangan bercanda.” Kata Jessica.
“Dear, aku tidak bercanda aku sangat serius. “ will you marry me?”
Jessica tidak bisa menjawab dia memandang ketiga anaknya.
“Apakah kalian yang merencanakan semua ini?” Tanya Jessica kepada ketiga anaknya dan mereka tertawa. Cella langsung mendekati Jessica.
“Iya mama, kami ingin mama menikah dengan Pedro. Kami ingin mama bahagia.”
Jessica menatap Cella dan memeluknya.
“Sayang…, mama tidak tahu harus jawa apa.” Kata Jessica pada Cella.
Dan Cella tertawa kembali.
“Ayo mam, jangan buat Pedro menunggu. Ya atau tidak mam.” Kata Kairos.
Jessica menatap Pedro dan dia menganggukan kepalanya.
“Kamu mau menikah denganku dear?” Tanya Pedro lagi untuk memastikan arti dari anggukan kepala Jessica
“Uum…, iya Pedro aku mau.” Jawab Jessica dan Pedro langsung memeluk Jessica dengan erat.
Ketiga anak Jessica juga langsung memeluk Jessica.
“Kami sangat bahagia mam.” Kata Kairos kepada Jessica. “Selamat ya Pedro.” Kata Kairos sambil memeluk Pedro.
“Terima kasih Kairos. Aku sangat bahagia.” Kata Pedro dan dia memeluk Kairos dengan erat.
“Selamat Pedro, akhirnya berhasil.” Kata Cella kepada Pedro dan dia juga memeluk Pedro.
Pedro mengambil cincin itu dan memasangkan di jari manis Jessica kemudian mereka berdua saling berciuman. Dan Kairos tidak tinggal diam dia merekam Jessica dan Pedro yang saling berciuman. Acel juga merekam moment yang indah itu. Dia tersenyum melihat Jessica dan Pedro.
Sementara itu, Carlos melihat video yang di share Kairos. Dia melihat video itu dari awal sampai akhir.
“Jadi kalian berdua akan menikah. Aku akan membuat kalian berdua berpisah untuk selamanya. Aku tidak akan membiarkan kamu memiliki Jessica. Kita lihat saja pedro.” Kata Carlos dalam hati. “Aku harus membunuhnya, aku tidak akan membiarkan Pedro memiliki Jessica. Besok aku akan mengawasi kantor Jessica. Aku tidak peduli anak anak membenciku.” Kata Carlos lagi.
__ADS_1
Sementara di Santa Barbara, Jessica Pedro dan ketiga anak Jessica berbincang bincang di ruang santai, tampak kebahagiaan di wajah Pedro dan anak anak Jessica. Mereka sangat bahagia karena Jessica mau menikah dengan Pedro.
“Oh ya Pedro, bagaimana kalau kita merayakan keberhasilanmu hari ini. Malam ini kita makan di luar, kita cari restoran yang bagus.”
“Ah.. ide yang bagus Kairos. malam ini kita makan di luar, tapi bagusnya kita makan di restoran mana?”
“Tenang saja Pedro, aku akan membawa kalian di salah satu restoran yang terkenal di kota ini.” Kata Kairos pada Pedro. Dia berencana membawa mereka kerestoran tempat Tania bekerja.
“Ok, kalau begitu ayo kita siap siap saja sekarang.” Kata Jessica. Dan mereka semua berdiri lalu masuk ke kamar mereka masing masing. Jessica pergi ke kamar Isabell dan menggendong Isabell lalu membawa Isabell ke kamarnya. Jessica masuk ke kamar dan Pedro langsung mengambil Isabell dari tangan Jessica.
“Ayo sini sayang papa gendong.” Kata Pedro. “ Dear kamu mandi saja lebih dulu nanti selesai itu aku.” Kata Pedro lagi.
“Baiklah Pedro, kalau begitu aku mandi lebih dulu.” Jessica mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi kemudian dia mandi. Tidak lama kemudian Jessica keluar dari kamar mandi. “Ayo Pedro mandi, Isabell biar aku yang gendong.” Kata Jessica Pada Pedro kemudian dia mengambil Isabell dari Pedro.
“Sayang sama mama dulu ya papa mau mandi.” Kata Pedro kemudian dia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Jessica membawa Isabell ke kamar Isabell dan menggantikan pakaian pada isabell.
“Hmm.., sayang kamu sudah terlihat cantik.” Kata Jessica pada Isabell dan Isabell tersenyum.
Jessica meletakkan Isabell di box. “Sayang sebentar ya mama ganti pakaian dulu.”
“Iya mama.” Jawab Isabell pada Jessica. Jessica mencium pipi Isabell kemudian dia keluar dari kamar Isabella dan pergi ke kamarnya.
Dia masuk ke kamar dan melihat Pedro sudah selesai mandi. Jessica membuka lemari dan mengambil pakaiannya kemudian dia melepaskan kimononya.
Pedro melihat Jessica dan tersenyum, dia memeluk Jessica dari belakang.
“Dear kamu sudah melahirkan empat anak tapi tubuhmu masih terlihat indah, seperti belum pernah melahirkan.” Bisik Pedro di kuping.
Jessica membalikkan badannya menghadap Pedro dan melingkarkan tangannya di leher Pedro.
“Hmmm.., benarkah? Kata Jessica.
“Tentu saja dear.” Jawab Pedro kemudian dia mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman pedro, mereka saling berciuman dan Pedro membaringkan Jessica di ranjang. Dan dia kembali mencium bibir Jessica. Jessica menghentikan ciumannya dan menatap Pedro.
“Pedro pintunya tidak di kunci nanti anak anak masuk.” Kata Jessica lalu Pedro pergi mengunci pintu kamar kemudian dia kembali ke tempat tidur dan kembali mereka berdua berciuman.
“ pedro lakukan dengan cepat nanti anak anak menunggu kita.” Kata Jessica pada Pedro
“Iya dear, aku akan melakukannya dengan cepat.” Kata Pedro sambil menindiih tubuh Jessica dan mereka melakukan hubungan itu. Terdengar desahan desahan mereka berdua dan akhirnya mereka saling berpelukan dengan erat. Pedro tersenyum menatap Jessica dan mengecup bibir Jessica. “Terima kasih dear, aku suka mendengar desahanmu.” Goda Pedro dan Jessica tertawa
“Jangan mulai menggodaku ya.” Kata Jessica dan Pedro tertawa.
Ayo kita ke kamar mandi.” Ajak Pedro dan mereka berdua masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh mereka. Selesai membersihkan tubuh, mereka berdua keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian mereka. Dan tidak lama kemudian mereka keluar dari kamar dan Jessica langsung pergi ke kamar Isabell dan mengendong Isabell, kemudian dia keluar dari kamar dan pergi menemui Pedro dan anak anak yang sudah menunggunya di luar.
Mereka masuk kedalam mobil dan Kairos langsung menjalankan mobilnya ke restoran tempat Tania bekerja.
Selamat membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih