
Carlos masih belum habis pikir dengan apa yang di perbuat oleh Mike terhadap keluarganya, dia tidak percaya Mike yang di pungut dan jalan dan di besarkan oleh orang tuanya tega melakukan ha itu terhadap keluarganya. Carlos mengumpulkan semua anak buahnya begitu juga Charlie, Carlos meminta Charlie juha untuk hadir.
Carlos mengumpulan mereka semua di kantor, Carlos mengajak Charlie untuk berbicang di ruang kerja. dia tidak ingin anak buah yang lain tahu pembicaraan dia dengan Charlie, Charlei dan Carlos duduk di sofa.
“Charlie aku tidak habis pikir dengan Mike, aku tidak menyangka Mike bisa sejahat itu terhadap keluargaku,” ujar Carlos dengan nada kecewa
“Apa yang di lakukan Mike Carlos?” tanya Charlie berpura-pura tidak tahu
“Kalau aku ceritakan padamu, kamu pasti akan terkejut Charlie,” Kata Carlos sambil menyandarkan badannya di sandaran sofa
“Katakan Carlos, supaya kita bisa mengantisipasi dari sekarang.” Charlie menjadi penasaran dia ingin tahu apa yang telah di lakukan Mike.
“Charlie, ternyata penyerangan di rumah orang tuaku adalah rekayasa Mike, dia ingin menguasi perusahaan daddy yang ada di German dan beberapa perusahaan milik daddy di sini,” jawab Carlos dengan wajah tertunduk. Dia sangat kecewa kepada Mike. Mendengar Carlos berkata begitu, Charlie terkejut
“Jadi penyerangan di rumah orang tuamu adalah Mike sendiri? Tapi bagaimana bisa Carlos?” tanya Charlie dengan penasaran, dia seakan tak percaya dengan apa yang telah di lakukan Mike kepada keluarga Carlos
“Iya, Charlie. Aku mendapatkan informasi dari orang yang aku sewa untuk mencari informasi tentang Reagen dan Sonia, tapi mereka malah memberikan kabar yang mengejutkan padaku. Mereka membuka kedok Mike, aku sangat terkejut, Charlie. Lebih membuat aku sedih, dia juga ternyata dalang kecelakaan Acel.” Carlos menangis dia sangat kecewa, Mike yang sudah dia anggap kakak malah ingin membunuh keluarganya.
Charlie berdiri lalu dia duduk di samping Carlos, dia melingkarkan tangan satunya di punggung Carlos. Dia tidak percaya kenapa Mike bisa berbuat begitu kepada Carlos dan orang tua Carlos.
“Berarti polisi yang menerima telepon Federico adalah suruhan Mike,” kata Chalie dengan wajah kesal
“Iya, Charlie. Aku berpkir begitu juga, dia juga pura-pura tertembak hanya untuk menutupi perbuatannya,” ujar Carlos sambil menyeka air matanya.
“Lalu apa yang akan kamu lakukan Carlos?” tanya Charlie lagi
“Charlie, aku tidak ingin seperti dulu lagi, aku sangat menyayangi keluargaku. Aku hanya meminta padamu, tolong cari cara bagaimana supaya keluargaku selamat.
“Carlos, kamu tenang saja. Kami semua tidak akan membiarkan salah satu anggota keluargamu terbunuh oleh Mike, kami semua akan melindungimu,” ujar Charlie menenangkan Carlos
“Terima kasih, Charlie. Kalian semua begitu setia kepada keluargaku,” ucap Carlos sambil menepuk pundak Charlie, “sekali lagi terima kasih Charlie.” C
“Sama- sama, Carlos,” balas Charlis sambil tersenyum
Carlos berdiri lalu dia mengajak Charlie untuk ke ruang meeting, dia ingin berbicara kepada Anak buahnya. Charlie dan Carlos masuk ke dalam ruang meeting, di sana sudah berkumpul semua anak buah kecuali Hank. Hank sedang mengantar Cella ke kampus. Carlos dan Charlie menyapa mereka semua kemudian dia dan Charlie duduk.
__ADS_1
Sementara di kampus terlihat Cella berlari kecil menuju mobil, Cella masuk ke dalam mobil kemudian dia menyapa Hank.
“Hi, Hank. Apakah kamu bosan menungguku?” canda Cella kepada Hank sambil duduk di belakang Hank.
“Tidak, Cella. Aku tidak pernah bosan menunggumu,” ujar Hank sambil tersenyum kepada Cella lewat kaca spion. Hank menjalankan mobilnya keluar dari kampus, “kita langsung puang Cella?” tanya Hank sambil matanya melihat ke kiri dan ke kanan lalu dia melajukan mobilnya
“Iya, Hank. Kita langsung pulang saja,” Jawab Cella
Hank langsung mengarahkan mobilnya menuju ke kediaman Carlos, tapi tiba tiba mobil Hank di salip oleh mobil Van berwarna hitam. Hank cepat mengeluarkan senjatanya dan menyuruh Cella untuk berlindung di balik Kursi, Cella menundukkan badannya lalu terdengar bunyi tembakan.
Seseorang membuka pintu mobil lalu menarik Cella keluar dari mobil dan memasukkan Cella ke dalam mobil Van lalu mereka langsung meninggalkan Hank. Sedangkan Hank, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tertembak. Orang-orang di sekitar situ melihat Hank tertembak, mereka langsung menghubungi Ambulance dan polisi.
Tidak lama kemudian Ambulance dan polisi datang, mereka langsung mengangkat Hank dan memasukan Hank ke dalam Ambulance. Di dalam Ambulance Hank berusah menelepon Charlie, panggilan terhubung
“Ha—llo, Charlie,” suara hank terbata-bata lalu ponselnya jatuh. Terdengar suara Charlie di telepon memanggil-manggil Hank.
Petuga ambulance mengambil ponsel itu dan berbicara dengan Charlie
“Maaf, Tuan. Cepat kami dalam perjalanan kerumah sakit, lebih baik Tuan ke rumah sakit saja, kami akan membawanya ke rumah sakit Samaritan,” kata petugas itu kepada Charlie sambil meraba nadi Hank kemudian dia menutup telepon dan menggelengkan kepala.
Sementara di kantor Carlos, Charlie langsung menghentikan pembicaraan. Dia menjadi khawatir kepada Hank dan Cella.
Carlos menatap Charlie, dia menjadi khawatir kepada Cella karena dia tahu Cella bersama Hank.
“Charlie ada apa dengan Hank? Terus Cella bagaimana?” tanya Carlos dengan cemas
“Aku tidak tahu Carlos, lebih baik kita pergi ke rumah sakit saja,” ujar Charlie.
Mereka semua berdiri dan langsung keluar dari ruang meeting, mereka pergi ke parkiran lalu masuk ke dalam mobil. Mereka langsung menuju ke rumah sakit. Di dalam mobil pikiran Carlos tidak tenang, dia memikirkan Cella. Carlos mengambil ponselnya kemudian dia menghubungi Teresa.
“Hallo, Teresa. Apakah Cella sudah pulang?” tanya Carlos dengan cemas, dia berharap Cella sudah pulang di rumah
“Um … belum Tuan Carlos,” jawab Teresa dari seberang telepon
Carlos menjadi khawatir, dia takut terjadi sesuatu kepada Cella. Carlos ingin segera tiba di rumah sakit, dia meminta Colby untuk melajukan mobilnya. Carlos menjadi tidak tenang.
__ADS_1
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit, Carlos langsung turun dari mobil lalu dia berlari masuk ke dalam rumah sakit. begitu juga dengan Charlie dan lainnya, mereka berlari masuk ke dalam rumah sakit. Mereka melihat ada beberapa polisi di depan ruangan. Carlos dan Charlie langsung menghampiri polisi dan bertanya,
“Apa yang terjadi?” tanya Charlie kepada polisi
“Hi, Charlie. Kami mendapatkan laporan kalau ada seseorang tertembak dan nyawanya tidak tertolong” jawab salah satu polisi kepada Charlie.
Charlie terkejut mendengar nyawa Hank tidak tertolong lagi, begitu juga dengan Carlos, dia lebih khawatir karena Hank bersama dengan Cella.
“Kenapa dia bisa tertembak?” tanya Carlos
“Menurut saksi mata, ada mobil van menghadang mereka lalu mereka melepaskan tembakan di mobil korban dan mereka membawa seorang gadis,” jelas polisi itu kepada Carlos.
Carlos lebih menjadi khawatir dia menarik Charlie dan Colby, raut wajah Carloe berubah menjadi merah.
“Charlie itu Cella, mereka membawa Cella, Charlie. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Cella, tolong cari dia sekarang,” pinta Carlos dengan wajah memohon
“Carlos tenangkan dirimu, kami pasti akan mencari Cella,” ujar Charlie kemudian dia menatap Colby, “Colby tolong kamu antar Carlos pulang, nanti aku akan meminta Bane dan Dennis juga rekan polisi akan menemani kalian.” Pikiran Charlie langsung tertuju kepada Keluarga Hank.
Colby, Dennis dan Bane mengantar Carlos pulang ke rumah. Ada beberapa polisi juga mengawal Carlos, Charlie tidak ingin terajadi sesuatu kepada Carlos. Tiba di rumah Carlos langsung masuk ke dalam menuju ke ruang kerjanya, dia mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi ponsel Cella tapi ponsel Cella sudah tidak aktif lagi. Carlos keluar dari ruang kerjanya kemudian dia menemui Colby dan Dennis, arlos melihat Colby dan Dennis sedang berincang-bincang di depan rumah. Carlos menghampiri mereka berdua.
“Colby, Dennis. Tolong kalian jemput Jessica dan Acel, aku tidak ingin terjadi apa-apa kepada mereka berdua,” pinta Carlos kepada Colby dan Dennis
“Baiklah Carlos, aku akan menjemput Jessica dan Dennis akan menjemput Acel di kantor Mike,” ujar Colby kemudian dia masuk ke dalam mobil. Begitu juga Dennis dia masuk ke dalam mobil lalu dia pergi menjemput Acel
Carlos kembali masuk ke dalam ruang kerja kemudian dia duduk di kursi kerja, pikirannya langsung tertuju kepada Mike.
“Kalau Mike menyuruh orang untuk menculik Cella, maka aku akan membunuhnya. Aku tidak akan pernah memaafkan dia,” kata Carlos dengan geram. “kita lihat saja Mike, kamu mau bermain-main denganku maka aku akan mengahabisimu.”
Carlos berdiri lalu dia mondar-mandir di ruang kerjanya, dia memikirkan Cella
Selamat membaca
NB:
Terima kasih buat Readers yang tangannya jahil sudah menurunkan rate ku lagi, aku tidak up karena aku sibuk. Aku juga punya pekerjaan lain bukan hanya menulis saja. sebenarnya aku sudah malas untuk melanjutkan cerita ini, aku berencana ingin menghapus cerita ini dari Noveltoon dan pindahkan ke platform lain di sana aku bisa buatkan bab berbayar. Tiap bulan aku bisa mendapatkan penghasilan, kalau disini sudah baca gratis tapi masih saja ada tangan iseng menurukan rate bintangku. Seolah-olah dia baca novel ini bayar. Kalau saja bukan karean readers yang lain aku sudah berhenti melanjutkan cerita ini. Buat readers yang tidak tahu berterima kasih yang tangannya jahil semoga kamu tidak akan pernah merasakan di kecewakan, aku juga mau bilang, berterima kasihlah kalian kepada Reades-readersku yang setia. Karena merekalah sampai aku mau melanjutkan cerita ini.
__ADS_1
Dan kalau author yang menurunkan rateku, aku juga mau katakan kepada kalian. aku tidak pernah meminta kalian untuk iklan di tempatku, dan aku juga tidak melarang kalian untuk iklan di sini. Kalau kalian minta feedback, maaf aku tidak bisa. Aku sibuk lagipula aku tidak pernah iklan novelku di lapak orang, kalau ada yang baca novelku aku bersyukur, kalau tidak, ya tidak apa-apa. Rejeki sudah di atur yang Maha Kuasa.
Terima kasih buat pembaca yang selalu setia menanti cerita ini, maaf kalau beberapa hari ini aku tidak up. Dan maaf juga kalau hari ini aku kesal.