
Carlos duduk di halaman belakang, dia masih memikirkan tentang Jessica dan Pedro. Tentang apa yang dia lihat pada malam itu, dia merasa sakit hati. “Jessi benar benar ingin membalas dendam padaku, dia menggunakan Pedro untuk membalas dendam. Dia pasti masih mencintaiku, aku tidak akan biarkan Pedro untuk memilikinya. Aku harus menyingkirkan Pedro dari Jessica.” Kata Carlos dalam hati sambil meneguk minuman yang ada di genggamannya. “Ya aku harus menyingkirkan Pedro. Aku harus membunuhnya, tapi tidak dengan tanganku. Aku akan menyewa orang untuk membunuh Pedro.
Carlos berdiri dan masuk kedalam rumah, dia mengambil kunci mobilnya dan langsung pergi ke mobilnya, dia masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin mobil kemudian dia langsung pergi. Carlos mengarahkan mobilnya ke toko Ron. Sampai di toko Carlos langsung masuk dan menemui Ron.
“Hi Ron apa kabar? Sapa Carlos pada Ron.
“Hei Carlos, seperti yang kamu lihat aku baik baik saja.” Kata Ron pada Carlos. “oh ya Carlos ada yang bsa aku bantu?”
“Iya Ron, aku ingin kamu menghubungi teman kamu yang waktu itu.”
“Hmm.., teman yang mana Carlos?”
“Teman kamu yang membawa Adrian padaku.” Kara Carlos pada Ron.
“Ohh… Arlie? Kenapa dengan Arlie Carlos?”
“Aku ingin bertemu dengannya Ron. Ada yang ingin aku bicarakan dengan dia. Bisakah kamu menghubunginya?”
“Tentu saja Carlos. Aku akan menghubungi Arlie.
“Terima kasih Ron, oh ya katakana pada arlie aku menunggu di rumahku. Kamu berikan saja alamat rumahku padanya!”
“Baiklah Carlos, nanti aku akan menyuruh dia kerumahmu.”
“Ok Ron, kalau begitu aku pamit dulu.”
“Baik Carlos.. hati hati!”
Carlos tersenyum pada Ron dan dia bangkit berdiri.
“Sekali lagi Terima kasih Ron.” Kata Carlos kemudian dia meninggalkan toko Ron dan kembali ke mobil kemudian dia langsung menjalankan mobilnya ke arah rumahnya. Carlos ingin membayar Arlie untuk membunuh Pedro, Carlos sudah bertekad untuk menghabisi pedro. Carlos tiba di rumah, dia langsung menuju ke halaman belakang. Dia menunggu kabar dari Ron.
Tidak lama kemudian handphone Carlos berbunyi dan dia melihat Ron yang menelepon, Carlos langsung menjawab telepon Ron dan terdengar suara Ron dari seberang telepon.
“Hallo Carlos Arlie sedang menuju kerumahmu.” Kata Ron dari seberang telepon.
“Terima kasih Ron atas informasinya.”
__ADS_1
“Sama sama Carlos. Tunggu saja dia pasti datang.”
“Baiklah Ron, sekali lagi terima kasih.” Ucap Carlos pada Ron kemudian Carlos menutup telepon dan dia masuk kedalam rumah dan menuju ke mini bar. Dia mengambil botol yang berisikan minuman dan kemudian dia kembali ke halaman belakang. Dia duduk dan membuka minuman itu kemudian dia menuangkannya di gelas. Kemudian dia menyalakan rokok.
Sementara itu di kantor, Jessica dan Pedro sedang duduk di sofa, mereka berdua sedang berbincang bincang.
“Jessi belum adakah rasa cintamu padaku?” Tanya Pedro sambil memegang tangan Jessica.
Jessica menatap Pedro dan tersenyum. “Aku tidak tahu Pedro, tapi sejauh ini aku merasa nyaman berada di sampingmu.”
Pedro tersenyum pada Jessica.
“Hmm.., itu pertanda kamu mulai menyukaiku.” Canda Pedro dan Jessica tertawa.
“Uumm…, bisa jadi.” Canda Jessica dan mereka berdua tertawa.
Pedro membelai wajah Jessica kemudian dia mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Pedro. Mereka berdua saling berciuman.
“Kenapa jantungku berdetak begitu cepat saat Pedro menciumku.” Kata Jessica dalam hati. “Ciumannya begitu lembut. Hmmmm…”
Pedro menghentikan ciumannya dan menatap mata Jessica.” Jessi aku benar benar mencintaimu, aku berharap kamu juga bisa mencintaiku.” Kata Pedro dengan wajah memohon.
“Iya Jessi aku akan sabar menunggumu cintamu.”
“Terima kasih Pedro. Oh ya Pedro aku lapar, bagaimana kalau kita pergi makan?”
“Hmmm… Baiklah, aku juga sudah lapar. Kalau begitu Ayo kita pergi makan.” Kata Pedro sambil berdiri dari duduknya dan di ikuti Jessica. Mereka berdua keluar dari ruangan Jessica dan pergi ke parkiran. Pedro membukakan pintu mobil untuk Jessica dan Jessica masuk kedalam mobil. Pedro berjalan kearah sisi mobil dan dia masuk kedalam mobil dan langsung menghidupkan mesin mobilnya kemudian dia menatap Jessica sambil tersenyum.
Pedro memegang tangan Jessica dan menciumnya. Jessica tersenyum menatap Pedro.
“Ayo jalan, aku sudah lapar.” Kata Jessi untuk menghilangkan rasa malu.
“Iya dear.” canda Pedro pada Jessica dan Jessica tertawa.
Pedro menjalankan mobilnya keluar dari parkiran dan menuju ke restoran.
Sementara di rumah Carlos masih menunggu Arlie. Terdengar pintu rumah di ketuk.
__ADS_1
“Itu pasti Arlie.” Kata Carlos dalam hati. Dia berdiri dan pergi membuka pintu, dia melihat Arlie dan tesenyum
“Ayo masuk Arlie.” Kata Carlos pada Arlie.
“Terima kasih Tuan.” Ucap Arlie pada Carlos. Mereka berdua masuk kedalam rumah, Arlie mengikuti Carlos pergi ke halaman belakang.
“Silahkan duduk Arlie.”
“Terima kasih Tuan, oh ya ada apa Tuan memanggilku?” Tanya Arlie pada Carlos.
“Begini Arlie aku ingin memberikan tugas padamu dan tugas ini sedikit berat. Dan apabila kamu sanggup menjalankan tugas ini aku akan membayarmu dengan tinggi.
“Hmm.., tugas apa Tuan Carlos?” Tanya Arlie penasaran.
“Sebentar Arlie.” Carlos berdiri masuk kedalam rumah dan menuju keruang kerjanya, dia mengambil sebuah photo dan kembali ke halaman belakang. Dia duduk dan memperlihatan photo pada Arlie. “Begini Arlie, aku ingin kamu membunuh pria yang ada di photo ini.” Kata Carlos sambil memberikan photo itu pada Arlie. Arlie mengambil photo itu dari tangan Carlos dan melihatnya.
“Kenapa Tuan ingin membunuh orang ini?”
“Kamu tidak perlu menanyakannya, aku ingin tahu kamu sanggup atau tidak?”
“Aku sanggup Tuan, asalkan bayarannya harus sesuai juga Tuan.” Kata Arlie pada Carlos.
“Tentu saja. Kalau kamu berhasil membunuh orang itu, aku akan membayarmu dengan tinggi. Kamu tenang saja. Kamu sudah tahu siapa aku, aku tidak pernah mengingkari janji.”
“Baiklah Tuan, aku akan melakukannya. Tapi apakah Tuan tahu pria ini tinggal dimana?”
“Uumm…, aku tidak tahu. Tapi aku beritahu padamu, dia sering berada di perusahaan Well’s Group. Kamu tunggu saja dia disana.”
“Baiklah kalau begitu Tuan, besok aku akan mengawasinya di perusahaan Well’s Group. Kalau begitu aku pamit dulu.”
“Baiklah, ingat jangan sampai gagal. Ok!”
“Tenang saja Tuan, besok Tuan akan mendapat kabar dariku. Aku pergi dulu tuan.”
Arlie meninggalkan kediaman Carlos dan carlos kembali duduk di halaman belakang sambil merokok.
Selamat Membaca
__ADS_1
Maaf terlambat up, lagi sibuk arrange tour