SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 46


__ADS_3

Akhirnya Tania dan Kairos meninggalkan kota Manado, mereka tiba di Airport Soekarno Hatta puku 19:30pm. Kairos dan Tania pindah ke terminal dua keberangkatan mereka pada Pukul 01:00 Am, mereka berdua pergi ke executive lounge. Kairos menunjukan Kartunya lalu petugas mengijinkan mereka masuk.


Kairos dan Tania duduk di sofa, kemudian Kairos berdiri dan pergi mengambil kopi. Dia dan Tania tidak saling bicara. Tania membuka handphonenya lalu dia bermain game. Dia tidak perduli Kepada Kairos yang bersikap dingin kepadanya.


Kairos kembali lalu duduk di sebarang Tania. Dia mengeluarka handphonenya lalu menelepon Angel panggilan terhubung. Di depan Tania dia memanggil Angel sayang.


“Hallo sayang. Apakah putri kita sudah tidur?” Tanya Kairos sambil matanya melirik Tania, tapi Tania cuek. Dia tetap bermain game di handphonenya


“Iya Kairos, dia sudah tertidur.” Jawab Angel. “Oh ya Kairos nanti kalau sudah di America kabari aku ya.”


“Tentu saja sayang, aku akan menelpon kamu terus bahkan kita bisa video call. Aku ingin melihat putriku setiap saat.” Kata Kairos lagi


Tania tidak mempedulikan Kairos dia hanya berpikir yang penting dia berhasil membawa Kairos kembali ke America.


“Baiklah sayang, nanti aku telepon lagi ya.” Kata Kairos kemudian dia menutup teleponnya.


“Sayang.. sayang.. dia pikir aku tidak tahu kalau dia hanya ingin menyakitiku.” Kata Tania dalam hati. “Nanti aku balas baru kamu akan merasakan sakitnya.” Kata Tania lagi sambil bermain game. “Kita lihat saja nanti kalau sikapmu masih sperti itu, masih dingin kepadaku jangan salahkan kalau aku pergi darimu.”


Akhirnya Tania dan Kairos masuk kedalam pesawat. Tania dan Kairos duduk bersebelahan Tania mengatur kursinya menjadi tempat tidur. dia mengambil penutup mata lalu menutup matanya kemudian dia berbaring membelakngi Kairos dan tidur.


Kairos memperhatikan Tania yang berbaring di sampingnya.


“Pintar sekali kamu membujuk mama untuk memintaku kembali ke America.” Kata Kairos dalam hati.


Torrance


Jessica bermain dengan Ezer di kamar lalu Acel dan Sheren masuk. Jessica tersenyum melihat Acel dan Sheren. Sheren mendorong kursi roda sampai dekat tempat tidur. Kemudian sheren duduk di sisi tempat tidur


“Ezer lagi main apa?” Tanya Sheren sambil memegang pipi Ezer.


Ezer mengambil mobil lalu menujukannya kepada Sheren


“Ohh.. Ezer lagi main mobil mobilan?” Kata Sheren lalu Ezer menganggukan kepala dan memeluk Jessica


Jessica tertawa lalu mencium kedua pipi Ezer.


“Mam, Kairos dan Tania tiba hari ini ya?” Tanya Acel sambil memegang tanga Ezer.


“Iya Acel, mereka tiba nanti malam.” Jawab Jessica sambil tersenyum. “Oh ya sayang, kalau kamu mau istirahat, istirahat saja.” Kata Jessica kepada Acel.


“Iya mam, aku ingin tidur sebentar.”


“Baiklah sayang, mama tinggalkan kalian berdua ya.” Kata Jessica kemudian dia menggendong Ezer dan meninggalkan Acel dan Sheren.


Sheren memegang Acel dan memindahkan Acel ke tempat tidur. Acel berbaring lalu Sheren duduk di sisi tempat tidur.


Acel memegang tangan Sheren


“Tidurlah di sampingku.” Kata Acel kepada Sheren lalu sheren berbaring di samping Acel


“Sekarang kamu tidur ya.” Kata Sheren.

__ADS_1


“Iya, oh ya bagaimana kalau malam ini kamu tidur disini saja?”


“Ahh.. Acel, aku malu pada orang tuamu.” Kata Sheren sambil meletakkan tangannya di atas perut Acel.


“Kenapa harus malu? Kamu sudah lihatkan papa dan mamaku sangat baik.”


“Iya Acel, papa dan mamamu sayang baik. Tapi aku malu saja.”


Acel memegang tangan Sheren


“Please tidurlah bersamaku.”


Sheren memiringkan badannya dan menyanggah kepala dengan tangannya


“Acel aku tidak membawa pakaian ganti.”


Acel tersenyum


“Aku akan meminta Hank untuk mengantarmu mengambil pakaian kamu.” Kata Acel sambil membelai pipi Sheren.


Sheren menarik nafas


“Hemmm…., baiklah.” Kata Sheren lalu Acel tersenyum dia menarik wajah Sheren lalu mencium bibir Sheren.


Sheren membalas Ciuman Acel. Mereka saling berciuman dan memainkan lidah, Acel berhenti mencium Sheren dan membelai wajah Sheren


“Naik ke atas tubuhku.” Pinta Acel kemudian Sheren naik ke atas tubuh Acel


Acel memeluk erat tubuh Sheren.


“Sheren, aku tidak ada rasa. Milikku tidak bereaksi.” Bisik Acel.


Sheren mengangkat kepalanya kemudian dia membelai wajah Acel.


“Acel kamu pasti sembuh, sekarang ini kamu masih mengikuti terapi.” Kata Sheren, dia melihat kesedihan di wajah Acel. “Kamu harus tetap semangat, sekalipun milikmu tidak bereaksi lagi, aku akan tetap berada di sampingmu.” Kata Sheren lagi lalu dia mengecup bibir Acel.


“Terima kasih Sheren. Aku mencintaimu.” Kata Acel kemudian dia memeluk Sheren.


“Aku juga mencintaimu Acel, aku akan selalu ada untukmu.” Bisik Sheren di kuping Acel.


Acel tersenyum dan mengecupu kening Sheren.


Akhirnya Kairos dan Tania tiba di Airport Lax. Emil dan Alex yang menjemput mereka berdua.


Kairos dan Tania keluar dari Airport dan masuk ke dalam mobil. Emil langsung menjalankan mobilnya menuju kekediaman Carlos. Mereka tiba di kediaman Carlos, Tania dan Kairos turun dari mobil. Mereka berdua masi saling diam. Tania dan Kairos masuk ke dalam rumah.


Carlos dan Jessica menyambut Tania. Jessica memeluk Tania dan mencium kedua pipi Tania. Kairos tanpa memberi salam kepada Jessica dan Carlos dia langsung naik ke atas. Dia pergi ke kamarnya.


Jessica dan Carlos saling pandang.


“Kenapa dia Tania?” Tanya Jessica

__ADS_1


“Dia marah karena mama memaksanya untuk kembali kesini.” Jawab Tania


Carlos menjadi tidak suka dengan sikap Kairos.


“Biarkan saja dia, aku tidak ingin kamu membujuknya.” Kata Carlos kepada Jessica.


“Oh ya mam, Ezer mana? Aku sangat merindukannya.”


“Dia ada di Acel, mama dan papa tidur di kamar Acel.” Jawab Jessica


“Baiklah mam, aku ingin melihat Ezer.” Kata Tania lalu dia naik ke atas pergi ke kamar Acel.


Tania masuk dan melihat Ezer sedang tertidur di box. Carlos dan Jessica masuk ke dalam kamar lalu menghampiri Tania.


“Dia semakin pintar Tania, dia sudah mulai belajar berjalan.” Kata Carlos sambil meletakkan tangan satunya di punggung Tania.


“Oh ya? Apakah dia sudah mulai belajar bicara?” Tanya Tania


“Iya Tania dia sudah bisa memanggil Acel dan Cella walaupun belun terlalu jelas.” Kata Jessica sambil tertawa.


“Mam, aku ingin menggendongnya tapi aku takut dia bangun.” Kata Tania sambil membelai pipi Ezer.


“Iya Tania, besok saja. lebih baik kamu istirahat saja.” Kata Jessica


‘Iya mam, tapi aku tidur di kamar tamu saja ya mam.” Kata Tania lalu Jessica mengangkat kedua keningnya


“Kenapa kamu ingin tidur di kamar tamu? Apakah kamu ada masalah dengan Kairos?” Tanya Jessica dengan heran


“Dari manado Kairos diam terus kepadaku.”


“Baiklah Tania, kamu tidur saja di kamar tamu, dan biarkan saja dia. Jangan kamu yang bicara padanya.” Kata Carlos dengan kesal.


“Terima kasih pap. Kalau begitu aku ke kamar dulu.” Kata Tania kemudian dia meninggalkan Jessica dan Carlos kemudian dia masuk ke kamar Kairos.


Tania membuka lemari lalu mengambil pakaian pakaiannya. Kairos menatap Tania


“Mau kemana dia? Mengapa dia mengeluarkan semua pakaiannya dari dalam lemari?” Tanya Kairos dalam hati.


Tania membawa semua pakaiannya dia memindahkan pakaiannya di kamar tamu. Dia mengambil handuk dan pergi mandi, selesai mandi Tania memakai pakaiannya Tania pergi ke kamar Jessica. Tania mengetuk pintu lalu Jessica membuka pintu.


“Ada apa Tania?” Tanya Jessica.


“Mam, aku ingin Ezer tidur denganku. Bolehkan?”


Jessica tersenyum lalu menganggukan kepala.


“Tentu saja Tania.” Kata Jessica lalu Tania masuk dan melihat Carlos sedang berbaring. Tania tersenyum kepada Carlos. Lalu Tania mengangkat Ezer dari box dan membawanya ke kamar tamu. Tania meletakan Ezer di tempat tidur kemudian dia mengecup kening Ezer.


“Mommy sangat merindukanmu.” Kata Tania sambil membelai pipi Ezer.


Tania berbaring di samping Ezer dan memeluk Ezer.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2