SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Ini yang lapar


__ADS_3

Sementara dia kediaman orang tua Cella, terlihat gadis itu sedang mondar-mandir di kamarnya. Dia tidak bisa tidur, pikirannya tertuju kepada kekasihnya. Cella keluar dari kamar lalu  pergi ke dapur.


Dia kembali berpapasan dengan kembarnya. Cella menyapa Acel dan pergi ke dapur, Acel mengikuti gadis itu dari belakang.


“Oh ya, Cella. Aku lihat kamu dekat sekali dengan Logan, apakah kalian pacaran?” tanya Acel dengan sinis sambil mengambil gelas dan membuka keran lalu Cella menatap kembarnya dan mengernyitkan dahi, dia tidak suka dengan nada bicara Acel seperti itu.


“Kalau aku dekat dengan Logan apakah tidak boleh? Aku pacaran dengan Logan’pun itu urusanku,” jawab Cella dengan ketus. Cara bertanya Acel sangat tidak disukai oleh gadis itu, seolah-olah ingin meremehkan Logan.


Acel tidak suka dengan jawaban adik kembarnya, dia menarik tangan Cella dengan sedikit kasar, dan menatap mata gadis itu. Raut wajahnya terlihat tidak sangat marah.


“Kamu adikku aku ingin kamu mendapatkan Pria yang baik, bukan pria seperti itu.” Kembali Cella mengerutkan dahi menatap Acel, dia tidak suka dengan ucapan kembarnya. Dia melepaskan tangan Acel dari lengannya dengan kasar, lalu kembali dia menatap Acel dengan marah.


“Begini Acel, aku tidak pernah mencampuri urusan pribadimu, bahkan aku tidak pernah mengusik hubunganmu dengan Sheren. Jadi aku katakan kepadamu, aku dengan Logan atau dengan laki-laki lain itu urusanku bukan urusanmu.” Cella menjadi kesal lalu dia meninggalkan Acel dan pergi ke kamarnya.


Sedangkan Acel, dia duduk di dapur, kembar itu  bertekad untuk memisahkan Logan dan Cella. Dia memikirkan bagaimana cara untuk membuat Cella juga Logan berpisah. Acel berdiri kemudian pergi ke halaman belakang lalu duduk.


Sementara di kamar, Cella menghempaskan tubuhnya di ranjang. Pikirannya langsung tertuju kepada Acel.


“Apakah Acel sudah tahu hubunganku dengan Logan? Tapi dari siapa dia tahu? Kalau dari Kairos tidak mungkin, Tania juga tidak mungkin.” Cella bangun kemudian dia mengambil ponsel dan menelepon Kakaknya, panggilan terhubung lalu terdengar suara Kairos dari seberang telepon.


“Hallo adikku yang cantik, bagaimana hubunganmu dengan Logan. Apakah baik-baik saja?”


“Iya, Kairos. Hanya aku bingung dengan Acel, sepertinya dia sudah tahu hubunganku dengan Logan. Tapi dari mana? Yang tahu’kan hanya kamu dan Tania,” ujar Cella dengan suara manja sambil berbaring di tempat tidur.


“Um … aku curiga dia mendengar pembicaraan kita waktu itu. Saat aku keluar kamar, dia baru saja  masuk ke kamarnya. Mungin saja dia menguping pembicaraan kita,” sahut Kairos dari seberang telepon. “Ada apa dengan Acel? Apakah dia mengusik hubunganmu dengan Logan?”


“Kairos. Aku kesal kepadanya, dia tidak suka aku dengan Logan,” sahut Cella seraya memutar badannya tengkurap.


“Jangan hiraukan dia, biarkan saja,” saran Kairos  dengan nada kesal.


“Baiklah, aku tidur dulu. Salam buat Tania dan kedua keponakanku, aku rindu mereka,” ujar gadis itu seraya tersenyum.


“Iya, akan aku sampaikan. Jangan hiraukan Acel ya.”  Kairos  menenangkan adiknya, dia tidak ingin melarang hubungan Cella dan Logan karena pria itu tahu bagaimana rasanya kalau sudah saling mencintai.


“Ok, aku menyayangimu,” ucap Cella kemudian dia menutup teleponnya. “Acel bakal menjadi penghalang aku dan Logan. Pikirnya dia bisa pisahkan aku dan Logan, kita lihat saja nanti.” Cella mengambil bantal dan menutupi wajahnya.

__ADS_1


****


Keesokan pagi, Logan dengan motornya pergi ke kediaman orang tua Cella. Dia memarkirkan kendaraan roda duanya dan melepas helm kemudian  meletakkan di atas motor. Logan berjalan masuk lalu dia berpapasan dengan Acel.


“Selamat pagi, Acel,” ucap Logan sambil tersenyum tapi Acel hanya menatapnya dengan sinis, dia tidak membalas sapaan pria itu kemudian  pergi ke ruang makan. Logan mengangkat kedua alisnya dan melengkungkan bibirnya.


‘Sepertinya dia tidak suka padaku, aku tidak perduli,’ kata Logan dalam hati lalu dia melihat kekasihnya berlari turun menemuinya. Cella tersenyum melihat Logan lalu dia memeluk tubuh kekar itu dengan erat.


“Baru semalam saja tidak bersamamu aku sudah merindukanmu,” canda Cella dengan membelai jenggot  kekasihnya lalu pria itu tertawa dan mengecup kening Cella.


“Aku juga, semalam aku tidak bisa tidur memikirkanmu, apakah selesai kuliah kita akan ke condominium,” bisik Logan sambil melihat apakah Acel memperhatikan dia dan Cella.


“Tentu saja,” jawab Cella. “Ayo kita pergi,” ajak gadis itu lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan  berciuman, kemudian Logan membelai wajah Cella.


“Acel sepertinya tidak suka padaku, tadi aku menyapanya tapi dia hanya menatapku dengan dingin. Apakah dia sudah tahu hubungan kita?” tanya Logan sembari mengatur rambut gadis itu ke belakang telinga.


“Iya, Logan. Sepertinya Acel sudah tahu, semalam aku dan Kairos saling telepon dan membicarakan Acel juga hubungan kita berdua. Tapi  Kairos mengatakan padaku, jangan hiraukan dia.” Logan tersenyum dan menganggukkan kepala, dia mengerti sekarang mengapa sikap Acel seperti itu kepadanya.


“Ah … baiklah, aku hanya takut saja dia memisahkan kita. Aku sangat takut kehilanganmu, a--ku … aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu.” Logan menatap mata Cella kemudian dia menarik gadis itu ke dalam pelukannya.


“Terima kasih, baiklah aku akan mengantarmu ke kampus.” Logan menghidupkan mesin mobil kemudian  mengantar Cella, Sepanjang jalan dia memegang terus tangan gadis itu.


Akhirnya mereka tiba di kampus, Cella mencium bibir pria itu kemudian  turun. Cella berlari kecil masuk ke dalam kampus lalu Logan meninggalkan tempat kuliah sang kekasih menuju condominium. Dia tidak ingin kembali ke rumah orang tua gadis itu karena dia tidak ingin bertemu dengan kembar Cella.


Tiba di condominium Logan membuka kulkas dan mengeluarkan sayur dan daging, dia ingin memasak untuk dirinya dan Cella. Logan ingin Cella makan siang bersamanya.


Selesai memasak dia duduk di depan tv, sesekali matanya melihat jam yang tergantung di dinding. Siangnya dia kembali menjemput sang kekasih, Logan memarkirkan kendaraannya dan menunggu gadis itu di dalam mobil. Terlihat Cella berlari-lari kemudian dia masuk.


“Apakah kamu sudah lama menungguku?” tanya Cella sambil menggunakan sabuk pengaman.


“Tidak juga,” jawab Logan kemudian dia mengecup kening gadis itu. “Kita langsung ke condominium?”


“Bagaimana kalau kita makan siang dulu,” jawab Cella dengan menatap pria itu.


“Kita makan di condominium saja, aku sudah memasak untuk kita berdua,” kata Logan kemudian dia menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan parkiran kampus.

__ADS_1


“Oh … tadi kamu memasak,” goda Cella dengan mencolek pinggang Logan lalu pria itu tertawa dan memegang tangan Cella.


“Iya, aku memasak untuk orang yang aku cintai,” canda Logan dengan mencubit pipi Cella lalu gadis itu tertawa.


Mereka tiba di condominium, Cella turun di ikuti Logan lalu mereka masuk. Cella langsung menuju ke dapur dan membuka kulkas, dia mengambil sirup dan menuangnya di gelas kemudian dia menemui Logan dan memberikan sirup itu kepada kekasihnya. Mereka berdua duduk di teras dan bersenda gurau.


“Kamu belum lapar?” tanya Logan sambil meletakkan gelas di meja


“Belum, tapi kalau kamu sudah lapar aku akan ikut makan bersamamu,” canda Cella sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kepada Logan lalu pria itu tertawa.


“Aku juga belum lapar, tapi ini yang lapar,” canda Logan dengan memegang miliknya lalu Cella tertawa dan memukul lengan kekasihnya.


“Apakah kamu ingin melakukannya?” tanya Cella sambil berdiri dan duduk di pangkuan pria itu.


“Iya, aku ingin. Biasanya sebelum tidur dan bangun pagi kita berdua melakukannya, tapi semalam dan pagi tadi kamu tidak di sampingku jadi dia sangat menginginkannya.” Logan kembali bercanda dan meremas dada gadis itu dengan lembut.


“Baiklah, kita lakukan di kamar atau di depan tv?” Cella bercanda kemudian Logan mengangkat gadis itu dan membaringkan tubuh mungil itu di sofa.


“Aku bosan di kamar, aku ingin melakukan di sini,” bisik Logan di kuping sang kekasih.


Cella tersenyum kemudian dia melepaskan satu persatu pakaian yang membalut tubuhnya. Begitu juga Logan, dia melepaskan celana jeans juga kaos. Kini hanya underwear boxer yang menutup tubuhnya, begitu juga dengan gadis itu. Tak sehelai benang pun membalut tubuhnya.


Pria itu menindih tubuh kekasihnya dan mencium leher jenjang gadis itu. Mereka berdua saling berciuman, tangan lembut itu mulai menggerayangi tubuh kekasihnya. Mereka berdua melakukan foreplay, terdengar desahaan dari bibir Cella danLogan.


Mereka bermain begitu liar, tubuh gadis itu terguncang. Dia memeluk Logan lalu mengerang kenikmatan di kuping kekasihnya, dia mengalami pelepasan.


Pria itu tidak berhenti, dia terus bekerja di atas tubuh sang kekasih. Logan juga ingin mencapai puncak kenikmatan itu, napasnya semakin memburu lalu dia menyentakkan pinggangnya berulang kali.


Logan memeluk Cella dengan erat dan mengerang di kuping gadis itu. Perlahan pelukkannya mulai merenggang, dia berbaring di samping sang  kekasih. Napasnya belum teratur lalu Cella meletakkan kepalanya di dada bidang itu.


Cella dan Logan pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh mereka, setelah itu mereka pergi ke ruang makan. Mereka berdua duduk dan makan bersama.


Jangan Lupa Like dan Komentar ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2