
Aroma khas tubuhnya dan hembusan nafas yang di hembuskan di kupingku serta Kecupan yang lembut di leherku membuat aku terbangun. Tangan yang kekar memelukku dari belakang, dan mulai merabah tubuhku. “Hmmm.. Beb kamu mulai nakal lagi.” Kataku pada Carlos sambil merasakan kecupannya di leherku.
“Iya sayang aku nakal, tapi nakalnya hanya sama kamu.” Bisik Carlos di kupingku, aku memutar badanku dan berhadapan dengannya. kami saling bertatapan mata dan dia tersenyum padaku. Aku menempelkan tanganku di pipinya dan Carlos memegang tanganku. Aku langsung menerjang bibir carlos, begitu juga dengan carlos dia menerjang bibirku dengan lembut. Kami berdua seperti orang yang kelaparan sex. Kami bergulingan di atas kasur. Aku berhenti dan melepaskan pakaianku dan langsung menerjang bibir Carlos lagi.
Kami berdua begitu liar di atas ranjang, permainannya mengingatkanku saat aku dan dia di apartemen, sudah lama kami berdua tidak melakukan hubungan seperti ini. Dia mulai bermain dengan kasar tapi aku menikmatinya. Kukuku menggores punggungnya saat aku merasakan permainanya yang luar biasa. Kehangatan tubuhnya mengalahkan rasa dingin yang di hembuskan oleh angin yang masuk lewat pintu kamar yang terbuka. Dan akhirnya kami berdua terkulai lemas di atas ranjang. Carlos memelukku dengan erat, masih terasa hembusan nafasnya yang tidak beraturan, dan Kami berdua berpelukan.
“Sayang maaf kalau aku sudah bermain kasar padamu.” Bisik Carlos di kupingku, dan nafasnya belum teratur. Dia menarik nafas panjang dan memelukku erat.
“Tidak apa apa beb, aku menikmatinya juga.” Kataku pada Carlos. Aku memelukknya dan tidur di dadanya. aku merasakan jantungnya masih berdetak cepat dan Carlos mencium keningku.
“Sudah lama kita tidak melakukan hubungan seperti ini sayang, dari kamu hamil sampai melahirkan kita tidak pernah lagi melakukannya.” Kata Carlos padaku dan aku tersenyum
Ya memang dari aku hamil sampai Kairos lahir kamir berdua sudah tidak pernah lagi melakukan hubungan seperti itu, hubungan yang liar. Di rumah tidak bebas melakukannya, Tiap malam aku dan Carlos melakukan hubungan suami istri tapi kami melakukannya dengan pelan, tidak enak kalau terdengar orang.
Hari semakin sore, akhirnya aku dan Carlos meninggalkan villa dan pulang kerumah. Sampai di rumah aku langsung mencari Kairos. Aku langsung menuju kamar Kairos dan melihat dia lagi bermain, aku langsung menggendongya dan membawanya ke kamarku. Aku meletakkannya di atas tempat tidur dan bermain dengannya. Carlos masuk dan langsung berbaring dekat Kairos.
“Sayang mama minta maaf ya, mama pulang sore karena tadi papa kamu menculik mama.” Kataku pada Kairos sambil mataku melirik pada Carlos. Carlos menatapku dan tersenyum, Carlos memutar badannya menghadap Kairos dan memegang tangan Kairos.
“Iya sayang tadi papa menculik mama kamu, tapi mama kamu suka papa menculiknya.” Kata carlos pada Kairos. “Terus mama bilang sering seringlah menculik mama.” Kata Carlos lagi sambil matanya melihatku. Aku tertawa dan mencubit perut Carlos. “Ahhh.. Sakit sayang.” Kata carlos padaku sambil memegang tanganku.
“Aku tidak pernah bilang begitu padamu beb.”
“Sayang aku bisa merasakannya lewat dari desahanmu, rintihanmu yang meminta lebih dari gerakan tubuhmu. Aku bisa tahu kalau kamu ingin aku menculikmu lagi.” Kata Carlos sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum.
__ADS_1
Aku membelalakan mata pada Carlos dan aku menggigit punggung Carlos.”
“Sayang sakit..” Kata Carlos sambil tertawa, Carlos memutar badannya dan memelukku
“Kamu jangan menggoda ku beb.” Kataku pada Carlos sambil mencubit perutnya lagi.
Dan Carlos langsung tertawa.
“Sayang aku hanya bercanda. Tapi kamu sukakan kalau aku menculikmu lagi?” Kata Carlos lagi padaku dan aku hanya melidah padanya.
Aku menggendong Kairos. “Sayang papa kamu nakal, suka godain mama.”
“Iya sayang tapi mama kamu suka kalau papa godain mama.” Kata Carlos sambil bercanda.
“Iya beb aku mau mandi.” Jawabku pada Carlos sambil melepaskan pakaianku.
“Aku juga mau mandi sayang.” Carlos melepaskan pakaiannya dan menyalakan shower, kami berdua mandi bersama aku menggosok punggung Carlos dan dia meringis kesakitan.”
“Pelan pelan, cakaran kuku kamu tadi sakit sayang.” Kata Carlos padaku sambil meringis.
“Maaf beb.” Aku melihat cakaran kukuku panjang di punggung Carlos dan ada enam cakaran. “Sakit ya beb, selesai mandi aku akan menggunting kukuku,”
“Sakit sedikit sayang, tidak apa apa.” Kata Carlos lagi. “Tidak perlu di gunting, biarkan saja. Cakaran di punggungku ini tandanya kamu sangat menikmati permainanku tadi sayang.” Carlos meledek ku lagi, aku mencubit perutnya dan dia tertawa.
__ADS_1
“Beb sudah jangan menggoda aku terus, aku jadi malu.” Kataku pada Carlos dan Carlos tertawa lagi.
“Sayang kenapa harus malu pada suami sendiri, lagi pula aku hanya bercanda.” Kata Carlos sambil mencubit pipiku. Selesai mandi aku dan Carlos memakai pakaian lalu aku keluar dan menuju ke kamar Kairos, aku ingin menggendong Kairos tapi Kairos tidak di kamar. “ Liliana dan federico pasti sudah menculiknya.” Aku kembali ke kamar, aku mengambil buku dan menyetel musik kemudian aku berbaring di sofa dan membaca buku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini Kairos genap satu tahun, kami akan merayakan ulang tahun Kairos di panti asuhan. Liliana sudah memesan makanan dan membeli hadiah hadiah untuk anak anak di panti asuhan. Kami berangkat ke panti asuhan, tiba di panti asuhan kami masuk ke dalam dan banyak anak anak disana. Kairos minta turun dia ingin berjalan sendiri, aku menurunkan Kairos dan membiarkan dia berjalan tapi Carlos mengikuti Kairos dari belakang.
Aku membantu liliana dan beberapa pekerja di panti asuhan menurunkan bingkisan bingkisan dari mobil dan Federico baru sampai dari kantor dia menghampiriku. “Cucuku dimana sayang.” Tanya Federico.
“Lagi bermain di dalam dadd.” Federico membantu menurunkan bingkisan dan membawanya ke dalam. Aku juga masuk membawa bingkisan dan melihat Kairos bermain dengan anak anak.
Dia sangat senang karena disini banyak anak anak kecil. Carlos membiarkan Kairos bermain sambil memperhatikannya. Aku menghampiri Carlos. “Beb anak kita kelihatan senang sekali.”
“Iya sayang dia sangat senang, disini banyak anak anak yang mengajak dia bermain. Kalau di rumah dia kesepian. Makanya kamu cepat cepat hamil lagi sayang supaya Kairos ada teman.” bisik Carlos di kupingku. Aku tersenyum pada Carlos.
“Nanti kalau Kairos sudah berumur dua tahun kita program bayi kembar.” Candaku pada Carlos dan Carlos tertawa.
Akhirnya acara di mulai, salah satu pekerja di panti asuhan memainkan gitar dan anak anak bernyanyi dan bertepuk tangan. Kairos berdiri dari duduknya dan ikut bertepuk tangan sambil memutarkan badannya, kemudian dia menggerak gerakkan pinggangya sesekali dia terduduk di lantai karena hilang keseimbangan dan dia berdiri lagi. Aku dan Carlos tertawa melihat Kairos. Begitu juga Liliana dan Federico, mereka tertawa melihat kairos. Aku menggendong Kairos karena akan meniup lilin Carlos menyalakan lilin dan kami bertiga tiup bersama.
Akhirnya acara selesai dan kami pulang kerumah. Sampai di rumah aku meletakkan Kairos dibox, dia kelelahan bermain. Aku menciumnya dan menutup pintu kamar kairos. Aku masuk ke kamar dan berbaring, aku juga merasa lelah karena karena kairos tidak mau di gendong maunya turun dan bermain walaupun jalannya masih tertatih tatih dia tidak mau di pegang. Jadi aku dan Carlos bergantian menjaganya. Dia hari ini tampak bahagia, Kairosku semakin lucu dan menggemaskan. Aku menutup mataku dan tertidur.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya