
Akhirnya Logan berangkat ke Amerika, kini dia sudah berada di kediaman Federico opa dari Cella. Saat tiba dia melihat Sabrina berlari dan memanggilnya.
Cella membiarkan Sabrina berlari ke arah Logan, walau’pun masih dalam keadaan kesal dia menyambut suaminya.
Cella memeluk Logan lalu dia mengajak pria itu ke dalam. Cella langsung membawa Logan ke kamar Federico.
Logan duduk di sisi tempat tidur dan menyapa Federico, walaupun sudah tidak bisa bicara lagi tapi tampak kebahagiaan di wajah pria tua itu.
Carlos masuk lalu dia menyapa Logan dan mengambil Sabrina dari suami Cella.
“Bagaimana bisnismu?” tanya Carlos sambil duduk dan memangku Sabrina
“Semakin baik,” jawab Logan dengan tersenyum lalu kembali menatap Federico.
“Mengapa tidak di bawah ke rumah sakit?”
“Dia tidak mau, kami semua sudah membujuknya tapi dia hanya ingin di rawat di rumah,” sahut Carlos dengan raut wajah yang sedih.
“Oh begitu,” gumam Logan lalu dia melihat Cella yang berdiri di depan pintu sedang memerhatikan dirinya.
Logan berdiri lalu menghampiri Cella dan menarik tangan sang istri, mereka berdua keluar dari kamar Federico kemudian Logan dan Cella pergi ke taman. Logan menarik Cella untuk duduk di pangkuannya.
“Mengapa kamu diam saja, apakah kamu marah padaku?” tanya Logan dengan membelai pipi Cella.
“Aku tidak marah, aku hanya kesal kepadamu. Kamu selalu curiga padaku, kenapa?”
“Bukan begitu, Sayang. Aku tidak curiga padamu, ya ku akui aku cemburu kamu dengan Frank dan aku pikir itu wajar karena sangat mencintaimu.” Cella berdiri kemudian duduk di seberang Logan, dia menatap sang suami dengan kesal.
“Aku juga mencintaimu, tapi aku tidak pernah curiga setiap kali kamu minta ijin untuk makan bersama Dylla. Tapi kenapa kamu selalu curiga aku dan Frank? Apakah kamu punya hubungan dengan Dylla sehingga kamu berpikir aku juga punya hubungan dengan Frank?”
Logan menjadi gugup dengan perkataan Cella, dia berdiri dan menarik kursi kemudian duduk di depan sang istri dan memegang tanga wanita berperut buncit itu.
“Mengapa kamu berkata begitu? Aku dan Dylla hanya rekan bisnis saja tidak lebih. Aku ….”
“Ya sama seperti aku dan Frank, kami hanya teman bisnis saja. Aku juga banyak belajar dari Frank,” sella Cella lalu Logan terdiam.
“Maafkan aku,” ucap Logan kemudian berdiri dan mengajak Cella untuk pergi ke kamar.
Cella berdiri dan berjalan di belakang Logan, mereka berdua menuju ke kamar. Lalu terdengar suara Sabrina memanggi Cella.
“Mommy gendong,” pinta Sabrina sambil berlari menghampiri Cella.
“Sayang, jangan berlari nanti kamu jatuh. Mommy tidak bisa menggendong mu, Sayang” Cella memanggil pengasuh Sabrina dan meminta untuk membawa putrinya bermain.
“Charlotte, tolong bawa Sabrina bermain bersama Chantiq dan Clau!” perintah Cella kepada Charlotte.
“Baik, Nyonya.” Charlotte mengajak Sabrina dan membawa gadis itu ke halaman.
__ADS_1
Cella masuk ke kamar dan melihat Logan sedang berbaring di tempat tidur dengan hanya menggunakan underwear boxer. dia menghampiri pria itu dan duduk di sisi tempat tidur. Logan meraih tangan Cella lalu menuntunnya untuk menyentuh miliknya.
Cella naik ke tempat tidur kemudian dia mengelus milik Logan denga lembut. Logan duduk dan melepaskan satu persatu pakaian Cella, kemudian membaringkan wanita itu di tempat tidur.
Logan mencium bibir Cella dengan lembut, perlahan dia masukkan lidahnya ke dalam mulut Cella dan memainkannya.
Cella menyambut lidah Logan dan menggigitnya dengan lembut sambil jari jemarinya masuk kembali ke dalam underwear boxer dan memainkan milik Logan yang sudah mulai keras.
“Apakah kamu merindukannya?” tanya Logan dengan membelai pipi Cella
“Iya, empat hari tidak menyentuhnya,” jawab Cella dengan bercanda lalu Logan tertawa.
Dia kembali mencium bibir Cella, tangannya juga tidak tinggal diam. Dia meremas dada Cella dengan lembut dan memainkan puncu yang sudah mengeras itu.
Logan turun mencium leher Cella, tangannya juga turu kebawah dan membelai paha mulus itu. Jarinya mulai merabah inti istrinya lalu terdengar desahaan dari bibir wanita itu.
Logan melakukan penyatuan dengan istrinya, dia bermain dengan lembut karena wanita itu sedang hamil.
“Ah … cepat sedikit,”pinta Cell dengan mendesaah sambil meremas rambut Logan.
Logan mengikuti permintaan Cella, dia menggerakan pinggul dengan sedikit cepat sambil tak berhenti mencium bibir wanita itu.
“Uhm … lebih dalam lagi,” pinta Cella sambil meremas tangan Logan yang sedang bertumpu di tempat tidur.
Logan lebih menekan miliknya masuk sehingga Cella memejamkan mata dan mengerutkan dahinya.
“Iya, aku suka,” sahut Cella dengan mendesaah dan menikmati setiap tusukan-tusukan yang di berikan Logan.
Logan menggerakkan pinggangnya sedikit cepat lalu terdengar rintihan kenikmatan dari bibir Cella.
“Ah … aku suka, Logan.” Cella menarik tangan Logan pria itu mencium bibir Cella sambil menggerakkan pinggulnya lebih cepat, dia ingin memuaskan istrinya. Terdengar napas Cella semakin cepat dan tidak teratur.
“Aku mau keluar,” ucap Cella dengan meremas lengan Logan.
“Iya, keluarkan saja.” Logan lebih cepat menggerakkan pinggulnya lalu badan Cella tersentak, dia menarik Logan dan memeluk tubuh kekar itu dengan erat.
Logan tidak berhenti dia terus memacu gerakkannya lalu menyentakkan pinggulnya, dia mengalami pelepasan. Dia memeluk Cella dengan erat dan melepaskan cairannya di dalam milik sang istri. Logan mengangkat kepalanya dan mencium bibir Cella.
Cella membalas ciuman Logan dan membelai jenggot tipis itu. Mereka berdua saling bertatap mata, lalu kembali Logan mengecup bibir sang istri.
“Aku mencintaimu,” ujar Logan dengan setengah berbisik.
“Aku juga mencintaimu,” balas Cella dengan menatap mata Logan.
Logan tidak tahan dengan tatapan Cella kemudian dia turun dari atas tubuh istrinya dan berbaring di samping wanita itu.
“Apakah hubunganmu dengan Frank hanya sebatas teman bisnis?” tanya Logan tanpa memandang wajah cella.
__ADS_1
Cella memutar tubuhnya menghadap Logan, dia menyanggah kepala dengan tangan satunya
.
“Mengapa kamu bertanya begitu? Baiklah aku ingin bertanya padamu, apakah hubunganmu dengan Dylla hanya sebatas teman bisnis atau lebih dari itu?”
“Sayang, aku dan Dylla hanya teman bisnis tidak lebih dari itu.”
“Begitu juga aku dan Frank, hanya teman bisnis saja. Seperti kamu dan Dylla tidak lebih dari itu.” Cella bangun dan pergi ke kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya kemudian memakai pakaiannya.
“Aku akan melihat Sabrina,” ujar Cella lalu dia meninggalkan Logan sendiri di kamar. Logan bangun dan duduk di tempat tidur, dia memikirkan Cella dan Frank.
“Aku akan menyelidikinya, tidak mungkin kalau hanya teman bisnis. Pasti lebih dari itu.” kata Logan dalam hati kemudian memakai pakaiannya dan pergi keluar sambil terus memikirkan hubungan sang istri dan Frank.
“Aku akan menyadap telepon Cella, kalau dia punya hubungan dengan Frank, aku akan memberi pelajaran kepada pria itu,” kata Logan lagi sambil matanya mencari Cella.
Dia melihat Cella sedang berbincang di telepon, Logan menghampiri istrinya dan ingin mendengar wanita itu menerima telepon dari siapa. Logan mendengar Cella menyebut Frank, dia langsung merampas ponsel Cella dan berbicara kepada Frank.
“Ada apa kamu menghubungi istriku?” tanya Logan dengan ketus. Cella menjadi marah dan merampas kembali ponselnya dari tangan Logan menutupnya.
“Ada apa denganmu? Mengapa kamu merampas ponselku?”
“Aku tidak suka kalau bersamaku kamu menerima telepon dari Frank.”
“Aku terima telepon dari Frank karena itu sangat penting. Mengapa kamu seperti itu?” Cella begitu kesal kepada Logan
“Kalau ada aku jangan pernah terima telepon dari siapapun!” tegas Logan kepada Cella
“Kenapa? Katakan alasannya!”
“Tidak perlu aku katakan alasannya,” ujar Logan dengan marah.
“Aku jadi curiga padamu, semenjak kamu bertemu Dylla sikap kamu menjadi aneh. Kamu menjadi posesif. Jangan-jangan kamu seperti itu karena punya hubungan dengan Dylla.” Logan menjadi salah tingkah dan memegang tangan Cella.
“Tidak mungkin aku mengkhianatimu, kamu tahu aku sangat mencintaimu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu saja, kamu masih mudah dan banyak laki-laki yang tertarik padamu. Aku juga lihat Frank menyukaimu.” Cella menggeleng-gelengkan kepala dan menatap mata Logan.
“Lihat mataku, apakah aku berbohong padamu? Aku selalu jujur padamu, aku hanya mencintaimu.” Cella meninggalkan Logan dan masuk ke dalam menuju ke kamar.
Cella terlihat marah kepada suaminya, dia masuk ke kamar dan membaringkan tubuhnya di ranjang. ‘Mengapa dia menjadi posesif seperti itu? Aku jadi tidak mengerti dengannya,’ kata Cella dalam hati kemudian dia memejamkan mata.
Sementara itu Logan duduk di halaman belakang lalu ponselnya berbunyi, dia melihat Dylla yang menelepon. Logan langsung menjawab telepon dari Dylla.
“Sudah berapa kali aku katakan padamu, jangan telepon aku kalau sedang bersama keluargaku. Mengerti kamu!” tegas Logan kepada Dylla dan menutup telepon.
Logan berdiri dan pergi ke kamar, dia masuk dan berbaring di samping Cella.
“Maafkan aku dengan sikapku tadi,” ucap Logan tapi Cella hanya memutar tubuhnya membelakangi Logan.
__ADS_1
Logan memeluk Cella dari belakang dan membujuk wanita itu untuk memaafkannya.