SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Pertengkaran


__ADS_3

Akhirnya Logan berangkat ke Amerika, dia tidak mau berlama-lama. Pria itu tidak ingin istrinya bertemu terus dengan Frank, dia tidak tahu Frank sudah kembali ke Brazil.


Dia tiba di rumah opa istrinya, dia tidak mencari sang istri tapi dia langsung mencari kedua anaknya.


Logan melihat mereka sedang bermain di halaman berlakang bersama saudara-saudaranya, dia tersenyum melihat putranya sedang berjalan tertatih-tatih sambil tangannya di pegang pengasuh. Pria itu menghampiri Lucio dan menggendongnya, dia mencium kedua pipi putranya.


Dari teras kamar Cella melihat Logan sudah tiba, dia mengerutkan dahi kemudian  pergi ke halaman belakang. Mengapa dia datang begitu cepat, Cella menggeleng-gelengkan kepala lalu  pergi menemui suaminya.


“Aku pikir besok kamu akan datang.” Logan menoleh ke arah suara itu kemudian  memberikan Lucio kepada pengasuh dan memeluk sang istri.


“Iya, sebenarnya besok tapi aku sangat rindu kalian bertiga.” Cella tertawa kemudian  mengecup bibir sang suami.


“Benarkah?” Logan mengerutkan dahi menatap istrinya.


“Tentu saja, Sayang,” jawabnya kemudian menarik tangan sang istri pergi ke kamar. Dia mengunci pintu dan mencium bibir istrinya, lalu Cella membalas ciuman suaminya.


Satu persatu pakaian sang istri di lepasnya lalu mereka berdua melakukan hubungan itu, saat mengalami pelepasan Cella meletakkan kepalanya di dada bidang itu.


“Oh, ya. Apakah semalam hanya makan malam saja?” tanya Logan seraya membelai rambut istrinya.


“Maksudmu?” Cella mengernyitkan dahi seraya mengangkat kepala dan menatap suaminya.


“Apakah selesai makan malam kalian pergi ke hotel?” Cella tidak suka dengan pertanyaan sang suami, dia bangun dan memakai kembali pakaiannya lalu dia berdiri dan menatap tajam pria itu.


“Kamu pikir aku wanita murahan? Aku jadi curiga padamu. Semenjak kamu berbisnis dengan Dylla sikapmu sangat berubah padaku, kamu sangat posesif dan suka mencurigai aku.” Cella terlihat marah kepada suaminya.


“Sebelum bertemu dengan wanita itu, kamu tidak seperti ini, siapapun yang bertemu denganku kamu tidak pernah curiga bahkan kamu mendukungku. Tapi sekarang kamu sangat berubah.” Logan turun dari tempat tidur kemudian memeluk istrinya.


“Tidak mungkin aku mengkhianatikmu, kamu tahu aku sangat mencintaimu.” Cella menatap mata suaminya dengan dalam.


“Benarkah?” Logan memegang kedua pipi istrinya, dia ingin meyakinkan kepada istrinya agar sang wanita itu tidak curiga padanya.


“Tentu saja, Sayang. Aku memang cemburu kepada Frank, aku akui itu karena dia begitu tampan.” Cella tertawa sinis lalu dia melepaskan tangan sang suami dari pipinya.


“Frank lebih tampan dari Leo tapi kamu juga sangat cemburu kepada Leo, dan mencurigai aku dengan pria itu.” Logan tidak bisa bicara apa-apa lagi dia tidak bisa memberi alasan kepada sang istri.


“Kamu tahu, Logan. Laki-laki kalau dia bermain di belakang dia akan berpikir istrinya juga akan berbuat seperti itu, dia akan menjadi posesif dan  curiga. Sama sepertimu sekarang.” Jakun pria itu bergerak menelan saliva mendengar apa yang istrinya katakan.


“Aku tidak akan pernah cari tahu apakah kamu bermain di belakangku atau tidak, dan aku tidak akan pernah mau tahu. Kalau pun itu benar, tapi kalau aku tidak melihat dengan mataku sendiri tidak akan percaya.” Pria itu hanya membisu dan mendengarkan semua apa yang di katakan istrinya.


“Tapi saat aku melihatnya sendiri, maka saat itu juga hubungan suami istri kita berakhir. Aku akan membawa anak-anakku, aku tidak ingin kedua anakku di besarkan oleh pria yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu jangan coba-coba bermain denganku.” Cella meninggalkan suaminya sendiri kemudian pergi menemui kedua anaknya.


Logan tertegun melihat sang istri meninggalkannya, dia duduk di sisi tempat tidur dan memikirkan semua apa yang telah wanta itu katakan.


‘Aku harus lebih berhati-hati, aku tidak ingin semua rencanaku gagal. Aku juga tidak ingin kehilangan istri dan anak-anakku, aku sangat mencintainya.’


****


Opa Cella akhirnya meninggal dan di kuburkan, nampak wajah Carlos begitu sedih, Cella ingin menghibur ayahnya dengan menundah kepulangannya ke Brazil.


Logan mengajak Cella untuk kembali bersamanya ke Brazil tapi Cella menolak. Dia masih ingin tinggal di Torrance.


“Untuk apa seminggu disini, bagaimana dengan perusahaanmu?”


 “Ada assistenku, dia bisa mengurusnya. Kapan kamu akan kembali ke Brazil?” tanya Cella.


 “Aku harus segera kembali ke Brazil, tapi aku ingin kamu ikut bersamaku,” sahut Logan dengan memeluk Cella.

__ADS_1


“Tapi aku masih ingin disini, kamu saja yang pulang lebih dulu.”


“Baiklah, besok aku kembali,” ujar Logan dengan kesal kemudian melepaskan pelukkannya dan keluar dari kamar meniggalkan Cella.


Logan mencari Sabrina dan Lucio, dia pergi ke halaman dan melihat Sabrina sedang kejar-kejaran dengan Clau dan Chantiq, sedangkan Lucio bersama pengasuh. Logan tersenyum kemudian  duduk dan mengawasi Sabrina yang terlihat sangat senang.


Logan berdiri dan melihat Cella sedang berjalan ke arahnya. Saat Cella akan duduk  ponselnya berbunyi, Cella melihat panggilan dari Frank.


Cella kembali berdiri dan menerima telepon dari Frank. Logan mengikuti Cella dari belakang, dia ingin tahu pembicaraan Cella dan pria itu.


 “Hi, Frank. Apakah kamu sudah menerima email dariku?” tanya Cella sambil berjalan pergi ke kamar.


“Iya, Cella. Aku sudah membacanya dan aku pikir idemu itu sangat bagus sekali, nanti kalau kamu sudah kembali ke Brazil aku akan ke kantormu dan bicarakan semuanya dengan timku,” sahut Frank dari seberang telepon.


 “Baiklah Frank, nanti kita bertemu kalau aku sudah kembali ke Brazil.” Logan terlihat cemburu setiap kali Cella menerima telepon dari Frank. “Ok, Frank. Terima kasih ya,” ucap Cella kemudian  menutup teleponnya.


Cella menatap Logan, dia mengernyitkan dahinya saat melihat wajah sang suami yang menatapnya dengan aneh.


“Kenapa kamu menatapku seperti itu?”


“Mengapa Frank selalu menghubungimu?” Logan balik bertanya   dengan wajah yang kesal.


“Aku mengiriminya email makanya dia meneleponku.” sahut Cella sambil meninggalkan Logan dia semakin kesal dengan sikap Logan kepada dia dan Frank.


Logan menjadi marah Cella meninggalkannya begitu saja, dia mengejar istrinya dan menarik tangan wanita itu.


 “Aku belum selesai bicara mengapa kamu langsung pergi?” tanya Logan dengan kesal


“Mau bicara apalagi?”


“Tidak bisakah kalau bersamaku tidak menerima telepon dari siapapun?”


Logan mempercepat langkahnya menyusul Cella, dia masuk ke dalam kamar dan menarik istrinya.


 “Tidak bisakah kamu menghargai aku sedikit saja?” Cella menatap Logan dengan heran.


“Ada apa denganmu? Mengapa akhir-akhir ini kamu semakin aneh, sejak kapan aku tidak menghargai kamu? Katakan padaku!” Logan terdiam kemudian dia duduk di sisi tempat tidur dan memperhatikan Cella yang sedang menyalakan laptopnya. Dia berdiri kemudian  mengambil ponselnya, lalu memesan tiket pesawat.


“Besok aku kembali ke Brazil,” ujar Logan seraya berbaring di tempat tidur.


 “Terserah kamu,” sahut Cella sambil membaca email dari Frank.


Logan menjadi kesal dengan jawaban Cella seperti itu, dia bangun dan duduk di tempat tidur.


 “Kelihatannya kamu lebih suka aku cepat kembali ke Brazil agar kamu lebih bebas menerima telepon dari Frank.” Cella hanya diam saja, dia malas berdebat dengan Logan. Cella hanya mengetik dan membalas email dari Frank.


Logan lebih kesal lagi melihat Cella hanya bersikap cuek kepadanya, dia berdiri dan membanting ponselnya. Cella menatap suaminya dan tersenyum.


“Mengapa hanya di banting? Hancurkan saja sekalian, kamu banyak uang untuk membelinya lagi.” Logan semakin kesal kemudian keluar dari kamar. Cella hanya menggeleng-gelengkan kepala dan melanjutkan membaca email.


Logan kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil pakaiannya dan mengatur ke dalam koper sambil memperhatikan Cella yang sedang memangku laptop.


Cella hanya membiarkan Logan mengemas pakaiannya sendiri, dia tidak mau bertanya kemana pria itu akan pergi. Logan menjadi marah kemudian mengambil laptop yang ada di pangkuan Cella dan meletakkannya di atas meja.


 “Aku akan menginap di hotel, besok pagi aku kembali ke Brazil,” ujar Logan dengan menatap marah kepada Cella.


 “Ok, terus? Apakah aku harus menahanmu untuk tidak pergi? Bukankah itu maumu sendiri,” sahut Cella dengan menatap mata Logan.

__ADS_1


 “Aku tidak suka dengan sikapmu itu, apa karena kamu memiliki hubungan dengan Frank sampai kamu tidak menghargai aku lagi?” Mendengar Logan berkata begitu Cella langsung tertawa.


“Kamu selalu berpikiran negative kepadaku, aku menjadi curiga padamu. Jangan-jangan benar kamu mempunyai hubungan dengan Dylla sampai-sampai kamu berpikir akupun punya hubungan dengan Frank.”


“Kamu jangan sembarangan bicara, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Dylla,” sahut Logan kemudian mengambil kopernya dan meninggalkan kamar Cella. Logan keluar dan meminta Bane untuk mengantarnya ke Hotel.


Cella hanya membiarkan Logan pergi, dia merasa kesal dengan sikap Logan yang terlalu berlebihan pada Frank dan dirinya. Selalu saja pertengkaran mereka mengenai Dylla dan Frank.


Logan tiba di hotel kemudian dia chek in, lalu  pergi ke kamar. Logan masuk, dan menghempaskan tubuhnya di ranjang, dia memikirkan istrinya.


 “Aku pergi saja dia hanya diam. Dia pasti memiliki hubungan dengan Frank makanya dia seperti itu padaku,” gumam Logan kemudian  mengambil ponsel dan menghubungi Dylla. Panggilan terhubung lalu terdengar suara Dylla dari seberang telepon.


“Hallo, Sayang. Apakah kamu masih lama di Amerika? Aku sangat rindu padamu.” Terdengar suara manja Dylla.


 “Besok aku kembali ke Brazil, nanti kamu jemput aku,” sahut Logan dengan kesal


“Baiklah, aku akan menjemputmu besok. Aku segera ingin berdua denganmu,”


 “Sampai jumpa besok,” ucap Logan kemudian dia menutup telepon dan kembali berbaring di tempat tidur.


Logan mencoba menghubungi Cella tapi wanita itu tidak menjawabnya, Logan merasa gila dengan sikap sang istri seperti itu. Dia keluar dari kamar dan memanggil taxi, dan meminta untuk mengantarnya ke kediaman Federico.


Logan tiba kemudian dia membayar taxi dan langsung masuk mencari Cella, dia pergi ke kamar lalu masuk. Logan langsung menghampiri Cella yang sedang duduk di sofa.


Cella menatap Logan kemudian dia berdiri dan tersenyum.


 “Ada yang kamu lupa?” Logan hanya diam kemudian menarik Cella dan menghempaskan wanita itu di ranjang. Dia berusaha melepaskan celana Cella tapi sang istri meronta dan mendorong tubuhnya.


Logan tidak menyerah, dia melepaskan Celana Cella dengan paksa dan menindih tubuh tubuh mungil itu.


Tangan satunya berusaha membuka resleting celananya sedangkan tangan satunya lagi menahan kedua tangan Cella.


Logan mengeluarkan miliknya, tanpa foreplay dia langsung menerjang inti Cella yang masih kering dengan benda miliknya. Cella berusaha meronta tapi tangan Logan terlalu kuat menahannya.


Cella merasakan sakit di daerah intinya, dia memejamkan mata dan mengerutkan dahi. Cella hanya pasrah dengan perlakuan kasar sang suami kepadanya.


Logan terus melakukannya, dia tidak perduli dengan rintihan kesakitan dari bibir Cella. dia memacu pinggulnya sampai pada akhirnya pria itu mengalami pelepasan.


Sedangkan Cella dia tidak mengalami pelepasan, dia mendorong Logan dan memutar tubuhnya membelakangi pria itu. Logan memeluk Cella dari belakang tapi Cella menepis tangan Logan.


 “Maafkan aku,” bisik Logan tapi Cella hanya diam saja.


“Pergi saja kamu kembali ke Brazil,” ujar Cella dengan kesal.


Logan bangun dan duduk di sisi tempat tidur, dia menoleh kebelakang dan memperhatikan sang istri.


 “Baiklah aku akan pergi,” ujar Logan kemudian berdiri dan memakai pakaiannya.


Logan meninggalkan Cella sendiri di kamar kemudian mencari Sabrina dan Lucio dia pergi ke halaman dan memeluk Sabrina juga mengambil Lucio dari pengasuh lalu menggendongnya.


“Sayang, papi pergi dulu ya,”


“Papi mau kemana?” tanya Sabrina dengan melingkarkan tangannya di punggung Logan.


“Papi harus pulang, pekerjaan papi sangat banyak. Nanti ajak mommy untuk cepat pulang ke rumah ya.”


“Iya, Papi,” sahut Sabrina sambil menganggukan kepala.

__ADS_1


Logan mencium kedua pipi Sabrina dan Lucio kemudian memberikan putranya kepada pengasuh sementara Sabrina kembali bermain bersama sepupunya.


Logan langsung meninggalkan kediaman Federico dan kembali ke hotel.


__ADS_2