
Flashback Tania
Kairos sedang memikirkan bagaimana cara mengeluarkan Tania dari rumah Mike tanpa ada korban, tiba tiba handphonenya berbunyi, dia melihat Jack yang menelepon. Kairos langsung menjawab telepon Jack
“Hallo Jack, bagaimana? Kamu sudah mendapatkan cara untuk mengeluarkan Tania dari rumah paman Mike?”
“Iya Kairos, bisa kamu datang kesini?” Tanya Jack
“Kemana Jack?” Tanya Kairos lagi
“Aku kirim alamatnya kepadamu.” Kata Jack
“Baiklah Jack, aku tunggu.”
“Ok Kiaros aku kirim sekarang alamatnya kepadamu.” Kata Jack dari seberang telepom.
“Terima kasih Jack.”
Kairos menutup teleponnya kemudian dia meninggalkan ruangannya kemudian dia pergi ke parkiran. Kairos masuk ke dalam mobilnya lalu terdengar handphonenya berbunyi, Kairos melihat pesan dari Jack. Dia membaca pesan itu lalu Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke alamat yang di berikan Jack.
Kairos tiba di alamat itu lalu dia melihat Jack sudah menunggunya di depan. Kairos turun dari mobil lalu menghampiri Jack.
“Bagaimana Jack?” Tanya Kairos kepada Jack
“Kita bicara di dalam saja Kairos.” Ajak Jack kepada Kairos lalu mereka berdua masuk kedalam.
Sampai di dalam Kairos melihat ada dua teman Jack yang sedang duduk. Jack memperkenalkan mereka satu persatu kepada Kairos.
“Oh ya Kairos mereka ini adalah teman temanku. Yang ini adalah Martin dia ahli forensic, dan yang itu dia ahli membuat topeng, dia bisa membuat topeng mirip dengan wajahmu. Dan tidak ada yang bisa mengetahui kamu memaki topeng atau tidak.
Kairos tersenyum
“Itu bagus Jack, tapi bisakah kamu jelaskan untuk apa kamu memintaku untuk datang kesini?” Tanya Kairos sambil duduk.
Jack duduk di depan Kairos
“Begini Kairos, jalan satu satunya untuk mengeluarkan Tania dari ruman Mike yaitu membuat Tania seolah olah mati.”
“Iya Jack temanku juga berkata begitu, hanya itu jalan satu satunya. Tapi bagaimana caranya?”
“Itulah yang ingin aku bicarakan denganmu, mengapa aku memanggil mereka berdua kesini karena mereka berdua akan membantu merekayasa kematian Tania.” Kata Jack kepada Kairos. “Kebetulan di minggu kemarin polisi menemukan mayat wanita tanpa identitas dan postur tubuhnya sama dengan Tania. Dan mayat wanita itu masih di ruang forensic.
“Ohh.. begitu.” Guman Kairos
“Iya Kairos, temanku ini yang akan membantu mengeluarkan mayat itu dari ruang forensic. dan temanku satu ini yang akan membuat topeng mirip Tania, dan dia yang akan memasangkan topen di jasad wanita itu.
“Bagaimana kalau mereka tahu itu bukan Tania?” Tanya Kairos.
“Kamu jangan khawatir, dia akan membuat topeng itu mirip sekali dengan Tania. Mereka tidak akan mengetahui itu asli Tania atau bukan.
__ADS_1
“Lalu selanjutnya bagaimana?” Tanya Kairos lagi
“Kita tunggu sampai Tania dan Reagen jalan bersama, kalau mereka jalan bersama aku akan meminta temanku untuk pura pura menembak Reagen lalu Tania menghalanginya. Kenapa aku buat rencana seolah olah ingin menembak Reagen?”
“Karena Mike memiliki banyak musuh, jadi disini Tania seolah olah ingin melindugi Reagen dari musuh Mike.” Kata Jack sambil tersenyum
“Wooww, Jack idemu sangat brilliant.” Kata Kairos sambil menepuk punggung Jack lalu mereka tertawa.
“Baiklah Jack, nanti dari sini aku akan kekantor papa dan menemui Tania. Aku akan bicarakan rencana kita kepadanya.”
“Itu bagus Kairos, lebih cepat lebih bagus.”
“Ok Jack, kalau begitu aku pergi dulu.” Kata Kairos sambil berdiri
“Iya Kairos, nanti kita bertemu di rumah kalian.” Kata Jack, dia juga berdiri.
Kairos berpamitan kepada kedua teman Jack lalu dia masuk kedalam mobil. Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke kantor Carlos. Tiba di kantor Carlos, Kairos langsung masuk menuju keruangan Tania. Tanpa mengetuk pintu Kairos langsung masuk dan menyapa Tania.
“Hi, apakah kamu sibuk?” Tanya Kairos sambil duduk di depan meja kerja.
“Tidak terlalu sibuk, ada apa?” Tanya Tania sambil menatap Kairos.
“Aku ingin bicara sesuatu denganmu.”
“Bicara apa Kairos?” Tanya Tania lagi.
“Baiklah tapi kamu harus pamit kepada papa.”
“Iya tentu saja, ayo!” AJak Kairos kepada Tania lalu mereka berdua meninggalkan ruangan dan pergi keruang kerja Carlos. Mereka berdua berpamitan kepada Carlos lalu mereka langsung pergi ke Villa milik Jessica.
Mereka tiba di villa lalu Kairos dan Tania duduk di dekat kolam renang.
“Apa yang ingin kamu bicarakan?” Tanya Tania
“Umm.. begini, Jack mendapatkan ide untuk mengeluarkan kamu dari rumah paman Mike.” Kata Kairos sambil memegang tangan Tania
“Ide apa Kairos?” Tanya Tania lagi
“Begini Tania, untuk mengeluarkan kamu dari rumah paman Mike tanpa ada korban, kamu harus berpura pura mati. Jack dan teman temannya akan mengatur semuanya, asalkan kamu setuju.”
“Terus bagaimana caranya aku mati?” Tanya Tania dengan heran
“Begini Tania..
Kairos menceritakan semua rencana rencana yang Jack atur bersama kedua temannya kepada Tania
“Tapi Kairos bagaimana kalalu mereka tahu itu bukan aku?”
“Sayang, kamu jangan khawatir. Mereka tidak akan tahu jasad itu kamu atau bukan. karena teman Jack sangat ahli.”
__ADS_1
“Jack bisa menjaminnya?” Tanya Tania dengan ragu
“Tentu saja. bagaimana? Kamu mau?” Tanya Kairos sambil memegang pipi Tania.
“Baiklah Kairos, tapi jangan sampai gagal. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada papa dan Ezer.” Kata Tania sambil memegang tangan Kairos yang menempel di pipinya.
“Iya sayang, kamu jangan khawatir. Aku juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada papa dan Ezer.” Kata Kairos kemudian mereka berdua berpelukan.
“Nanti kalau rencana kita berhasil, kita akan meninggalkan America.” Kata Kairos sambil membelai rambut Tania.
“Iya, aku ingin secepatnya keluar dari rumah itu.” Kata Tania sambil melepaskan pelukannya.
“Sekarang Jack menunggu kamu dan Reagen untuk jalan bersama. Lalu mereka akan melakukan aksinya.”
“Baiklah Kairos, nanti aku akan memberi kabar padamu kalau aku dan Reagen jalan bersama.”
“Itu bagus, kalau begitu kita kembali kekantor.” Kata Kairos kepada Tania.
“Iya Kairos.” Kata Tania lalu dia memeluk Kairos. “Terima kasih Kairos.” Bisik Tania di kuping Kairos.
“Sama-sama.” Balas Kairos kemudian dia mencium bibir Tania. “Aku sangat mencintaimu, aku ingin kita bersama lagi.” Kata Kairos sambil membelai wajah Tania.
“Aku juga mencintaimu.” Kata Tania kemudian dia memeluk kembali tubuh Kairos.
“Baiklah sayang kita pergi sekarang.” Kata Kairos sambil melepaskan pelukan Tania kemudian mereka berdua meninggalkan villa dan masuk kedalam mobil.
Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju kekantor Carlos. sepanjang jalan Kairos terus memegag tangan Tania.
“Aku tidak sabar lagi ingin bersamamu sayang.” Kata Kairos sambil mencium tangan Tania
Tania tersenyum lalu dia menyandarkan kepalanya di bahu Kairos.
“Aku juga, aku ingin segera meninggalkan America. Aku lelah dengan semuanya ini, aku sudah membuat kesalahan besar dengan menikah dengan Reagen.”
“Itu bukan salahmu sayang, tapi itu semua salahku. Kalau aku tidak berbuat itu padamu, kamu pasti tidak akan menikah dengan Reagen.”
“Ahh.. sudahlah. Semua sudah terjadi.” Kata Tania sambil menarik nafas yang dalam.
Akhirnya Kairos dan Tania tiba di kantor Carlos. Kairos memeluk Tania lalu mencium bibir Tania, mereka saling berciuman di dalam mobil. Tania menghentikan ciuman Kairos lalu dia menatap mata Kairos dan membelai wajah Kairos.
Kairos tersenyum kemudian dia mengecup kening Tania.
“Sudah masuk saja kedalam, aku akan kembali ke kantor.”
“Baiklah, nanti aku akan memberi kabar padamu kalau aku dan Reagen jalan bersama.” Kata Tania kemudian dia turun dari mobil dan masuk kedalam.
Kairos tersenyum memandang Tania yang sedang berjalan masuk ke dalam kantor.
Selamat membaca
__ADS_1