
Usia kandungan Jessica sudah masuk tiga bulan dan hari ini Carlos akan mengantar Jessica untuk memeriksa kandungannya.
“Sayang kamu sudah selesai?” Carlos dan Kairos menghampiri Jessica yang lagi di depan cermin.
“Sudah beb.” Jessica melihat Kairos dan tersenyum. “Kesayangan mama sudah tampan.” Jessica menggendong Kairos dan menciumnya.
“Mama kairos ikut ya!”
“Tentu saja sayang. Muaachh.... Muaacchh.” Jessica mencium pipi Kairos. “Ayo beb kita jalan sekarang.
“Iya sayang, ayo Kairos papa gendong.” Carlos mengambil Kairos dari Jessica, mereka bertiga turun ke bawah dan bertemu dengan Liliana.
“Mom kami akan pergi ke dokter.” Kata Carlos pada Liliana
“Iya sayang, Kairos juga ikut?”
“Iya mom, nanti selesai dari dokter aku dan Jessica mau jalan jalan dengan Kairos.”
“Sayang, oma sendiri di rumah.”
“Oma... Kairos hanya sebentar, ok.”
Jessica dan Carlos tertawa melihat Kairos.
“Mom kami berangkat dulu ya.”
“Hati hati ya sayang.”
“Iya mom.” Carlos dan Jessica mencium kedua pipi Liliana. “ Ayo sayang kita berangkat.” Mereka bertiga keluar dan Carlos membuka pintu mobil
“Sayang booster seat Kairos mana?”
“Ohh di mobilku beb, sebentar aku ambil.” Jessica kembali masuk ke dalam rumah mengambil kunci mobilnya kemudian dia keluar dan membuka pintu mobilnya lalu mengambil booster seat dan memberikan pada Carlos.
“Sayang turun dulu ya papa mau atur tempat duduk Kairos.” Carlos menurunkan Kairos dan mengatur booster seatnya untuk Kairos.
“Beb pasang yang benar ya!”
“Iya sayang, tenang saja. Nah selesai, sini sayang.” Carlos mengangkat Kairos dan mendudukan Kairos di booster seatnya dan memakaikan Kairos double safety belt.
kemudian Carlos dan Jessica masuk ke dalam mobil, Carlos menghidupkan mesin mobilnya. Dia menatap Jessica, mereka saling bertatap mata lalu Carlos mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Jessica. Jessica membalas ciuman Carlos dan mereka berciuman.
“Papa ayo pergi!” Carlos dan Jessica berhenti berciuman, mereka berdua menatap kairos lalu tertawa.
“Ayo jalan beb Kairos sudah tidak sabar lagi.”
“Iya sayang.” Carlos langsung mejalankan mobilnya menuju rumah sakit. “Sayang nanti selesai dari dokter kita ke Barbershop dulu ya, aku mau rapikan rambutku.”
“Iya beb, sekalian dengan rambut Kairos. Rambutnya mulai panjang.”
“Iya sayang.” Carlos melihat Kairos dari spion. “Sayang, anak kita lagi menikmati perjalanannya.”
Jessica menengok kebelakang melihat Kairos dan dia tersenyum. “Iya beb.”
Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit, Carlos dan Jessica turun dari mobil dan Carlos menurunkan Kairos. Mereka bertiga berjalan menuju ke ruangan Dokter kandungan.
Carlos mendaftarkan Jessica dan kemudian dia kembali duduk dekat Kairos dan Jessica, mereka masih menunggu giliran dan akhirnya Jessica di suruh masuk ke ruangan.
Carlos langsung menggendong Kairos dan mereka masuk ke dalam dan duduk di depan dokter.
“Bagaimana Nyonya Jessica?”
“Biasa dok, mau kontrol saja.”
“Kalau begitu silahkan berbaring di tempat tidur.
Jessica berdiri dan berbaring di tempat tidur, Dokter mengoles gel di perut Jessica dan menggerakkan alat usg di perutnya.
“Wouuww...” Dokter melihat ke monitor, Carlos juga ikut melihat.
“Ada apa dok? Apakah kandunganku baik baik saja?” Jessica merasa khawatir.
“Iya kandunganmu baik baik saja dan sepertinya anda akan memiliki bayi kembar,
karena disana ada dua janin.”
“Haah....? apa benar dok?” Jessica terkejut.
“Iya benar, coba kamu lihat!” Dokter menunjukkan pada Jessica di monitor, Carlos sangat senang mendengarnya.”
Kairos berbisik pada Carlos. “Papa mama kenapa?”
“Mama lagi di periksa dokter.” Bisik Carlos.
Kairos berbisik lagi. “Mama sakit papa?”
“Tidak sayang, mama tidak sakit.”
“Ohhh...”
Jessica selesai di usg dan dia kembali duduk di samping Carlos.
“Vitamin di minum terus ya, supaya kandungannya sehat terus juga banyak istirahat.”
“Baik dok.”
__ADS_1
Carlos dan Jessica berpamitan dengan dokter, lalu mereka keluar dari rumah sakit. Mereka naik kemobil dan Carlos langsung menjalankan mobilnya.
Carlos memegang perut Jessica. “Sayang aku sangat bahagia, anak kita kembar. Kairos sebentar lagi kamu akan memiliki dua adik.”
“Adiknya mana papa.”
“Masih ada dalam perut mama sayang.”
Jessica tersenyum melihat Carlos yang begitu bahagia.
“Haaaaaa? Papa, kenapa adik ada di dalam perut mama? Mama makan adiknya papa?” Jessica dan Carlos langsung tertawa.
“Beb dia belum mengerti.”
“Iya sayang dia belum mengerti.” Carlos melihat Kairos dari spion dan tertawa. “Anak kita lucu sekali sayang.”
“Sayang rambutnya di potong pendek ya?”
“Noo.. Mama.”
“Kenapa sayang?”
“Kairos tidak mau mama.”
“Tidak apa apa sayang, rambutnya juga bagus seperti itu.”
“Ya sudah kalau begitu, rambutmu juga masih bagus beb. Nanti saja kita ke Barbershop.”
“Jadi kita sekarang mau kemana sayang?”
“Kita ke tempat bermain anak anak saja beb.”
“Baiklah sayang, tempat bermain di mall saja ya.”
“Iya terserah, yang penting Kairos bisa bermain beb.”
“Ok, istriku yang cantik dan manja. Kita ke mall.” Jessica mencubit pinggang Carlos dan Carlos tertawa.
Sampai di mall mereka turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam mall. Carlos menurunkan Kairos dan membiarkan dia berjalan sendiri.
“Beb pegang tangan Kairos!”
“Iya sayang.” Carlos memegang tangan Kairos dan mereka masuk ke tempat bermain, mereka membeli tiket dan masuk ke arena bermain. Carlos mengawasi Kairos yang lagi bermain, Jessica duduk dan membaca buku. Sesekali matanya melihat Carlos dan Kairos yang lagi bermain.
Tidak lama kemudian Kairos merasa lelah, Kairos berlari menghampiri Jessica.
“Mama Kairos lelah, Kairos mau pulang.”
“Carlos datang mendekat dan memakaikan sepatu pada Kairos.
“Dia kelelahan sayang dan sepertinya dia juga sudah mengantuk.”
“Iya sayang, kamu tidak beli sesuatu di mall?”
“Tidak usah beb kasihan Kairos sudah mengantuk.”
“Baiklah sayang, kita langsung pulang saja.” Carlos menggendong Kairos dan keluar dari tempat bermain, mereka berjalan ke arah pintu keluar dan bertemu dengan Tuan Jeremmy.
“Hallo Jessica, kamu disini juga?” Tuan jeremmy juga melihat Carlos. “Kamu Carloskan?”
“Iya tuan, anda Tuan Jeremmykan?”
Jessica menatap heran Pada Carlos dan Tuan Jeremmy.
“Benar sekali Carlos, ternyata anda masih ingat padaku.”
“Tentu saja Tuan aku masih ingat, mana mungkin aku melupakan orang yang sudah menyelamatkan istriku.”
“Sebentar sebentar.” Jessica menyela pembicaraan Carlos dan Tuan Jeremmy. “Jadi kalian sudah saling kenal?” Jessica menatap Carlos dan Tuan Jeremmy.
“Tentu saja sayang, Tuan Jeremmy yang sudah menyelamatkan kamu. Tuan Jeremmy yang telah mendonorkan darahnya untuk kamu.”
“Jadi Carlos Jessica ini istri kamu?”
“Iya benar sekali Tuan, tapi bagaimana anda mengenal istriku Tuan?”
“Beb aku mengenal Tuan Jeremmy dari teman di kampusku, waktu itu aku mendapat tugas dari dosen dan temanku mengantar aku ke perusahaan Tuan Jeremmy.
“Iya begitu Carlos, apa yang di ceritakan Jessica itu benar.”
“Ohh..Begitu ya.”
“Jadi ini anak kalian berdua?”
“Iya benar Tuan ini anak aku dengan Carlos.” Jessica menatap Carlos dan tersenyum.
“Wahh... Anak kalian berdua sangat tampan, lihat matanya mirip sekali denganmu Jessica.”
Carlos dan Jessica tertawa.
“Anakku tidak mirip denganku?”
“Kalau bentuk wajahnya ikut kamu Carlos.”
Jessica dan Carlos tertawa lagi.
__ADS_1
“Papa pulang, kairos mengantuk.”
“Anak kalian sudah minta pulang.”
“Iya Tuan dia kelelahan bermain, lagipula ini jam tidurnya.”
“Ohh.. Begitu ya.”
“Iya, kalau begitu kami pulang dulu Tuan. Senang bertemu dengan anda Tuan.”
“Sama sama Carlos, kapan kapan kita makan malam bersama ya.”
“Tentu saja Tuan, Terima kasih.”
Jessica dan Carlos pergi ke parkiran dan masuk kedalan mobil, Carlos mendudukan Kairos di booster seatnya kemudian dia masuk ke dalam mobil dan mereka pulang kerumah. Jessica menoleh ke belakang melihat Kairos.
“Beb anak kita sudah tertidur.” Carlos melihat dari kaca spion dan tertawa.
“Dia kelelahan sayang.” Carlos memegang tangan Jessica dan tersenyum.
Sampai dirumah mereka turun dari mobil, Carlos mengangkat Kairos yang masih tertidur dan mereka masuk ke dalam rumah, disana ada Liliana dan Federico.
“Kalian sudah pulang.”
“Sssttttsss, Kairos lagi tidur.” Carlos membawa Kairos dan membaringkannya di kamar mereka dan kembali turun ke bawah.
Jessica keruang makan mengambil air minum dan meminumnya kemudian dia kembali ke ruang Tv dan duduk di samping Carlos.
“Bagaimana kandunganmu sayang?”
“Baik mom.”
“Mom.. Dad, kami akan memiliki bayi kembar.”
Federico terkejut
“Benarkah itu Nak?”
“Iya dad, benar bayi kita kembar.”
Liliana berdiri dan duduk di dekat Jessica, dia memeluk Jessica.
“Sayang aku sangat bahagia mendengarnya.”
“Rumah ini akan semakin hidup, aku senang sekali Nak.” Federico memeluk Carlos. “Aku sangat bahagia.”
“Mom dad, kalian sudah makan?”
“Sudah Carlos, kalian berdua sudah makan?”
“Belum dad, tadi rencana mau makan di luar tapi Kairos sudah lelah dan mengantuk.”
“Kalau begitu makan dulu, Jessica sedang hamil jangan terlambat makan!”
“Iya mom, sayang ayo kita makan!”
Jessica dan Carlos menuju ruang makan, Carlos menarik kursi untuk Jessica duduk kemudian dia duduk di samping Jessica. Carlos mengambil makanan.
“Aku suapin kamu ya sayang.”
“Beb, aku makan sendiri saja.”
“Sayang, aku ingin menyuapi kamu ok!”
“Ya sudah.” Carlos tersenyum melihat Jessica.
Jessica mengambil satu sendok lagi.
“Aku akan menyuapi kamu juga.” Jessica mengambil makanan dengan sendoknya.
“Buka mulutnya beb!” Carlos membuka mulutnya dan Jessica menyuapi Carlos, begitu juga Carlos dia, menyuapi Jessica.
Mereka bercanda dan tertawa, sesekali Jessica mengerjai Carlos.
Fedrico dan Liliana melihat mereka berdua.
“Sayang lihat mereka berdua, Carlos kembali seperti anak kecil.” Liliana tertawa melihat Carlos dan Jessica.
“Iya Federico, kadangkalah mereka kejar kejaran di dalam rumah seperti anak kecil.”
“Aku senang melihat mereka berdua, semoga mereka bisa bersatu terus sampai tua.”
“Iya Federico, semoga mereka seperti kita berdua.”
Federico memeluk Liliana dan mencium kening Liliana. “Aku akan kembali ke kantor sayang.”
“Baiklah, hati hati ya!”
“Iya sayang.”
Carlos dan Jessica selesai makan dan mereka naik ke atas dan masuk ke dalam kamar. Mereka berdua duduk di teras, Carlos memberikan buku pada Jessica.
“Terima kasih beb.” Dan Carlos mencium bibir Jessica, Jessica membalas ciuman Carlos.
“Aku sangat mencintaimu sayang.” Sambil membelai rambut Jessica.
__ADS_1
“Aku juga mencintaimu beb.” Carlos mengambil handphonenya dan duduk dekat Jessica, dia bermain game di handphonenya dan Jessica membaca novel.
Selamat Membaca