SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Ke akrapan


__ADS_3

Carlos dan Vania sedang memasukan pakaian ke dalam Koper. Malam nanti mereka berdua akan kembali ke Indonesia.


“Sayang kamu sudah mandi?”


“Belum Carlos nanti kalau sudah selesai aku akan pergi mandi.” Kata Vania pada Carlos sambil memasukkan pakaian Carlos ke dalam koper.”


“Baiklah sayang, kalau begitu aku mandi dulu.” Kata Carlos kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi. Dia melepaskan pakaiannya dan menyalakan shower, dia membasahi tubuhnya. Dan memikirkan Jessica. “ Dia lebih memilih pedro, hmm.. Mungkin Vanialah yang akan mendampingi aku sampai aku mati.” Kata Carlos dalam hati sambil menggosok badannya dengan sabun. Kemudian dia membersihkan badannya. Selesai mandi dia melingkarkan handuk di pinggangnya lalu keluar dari kamar mandi.


“Sayang underwear boxerku mana?”


“Sebentar Carlos aku sudah masukkan kedalam koper.”


Vania membuka kembali koper dan mengambil underwear milik Carlos dan memberikannya pada Carlos.


Carlos melepaskan handuk yang melingkar di pinggangnya dan Vania membelalakkan mata kemudian dia langsung memutar badannya. Melihat Vania seperti itu, Carlos langsung tertawa. Dia memakai underwearnya dan memeluk Vania dari belakang.


“Kamu kenapa sayang?”


“Tidak apa apa Carlos.” Jawab Vania. “Kamu sudah selesai memakai celanamu?”


“Belum sayang, aku baru memakai underwearku.” Kata Carlos


“Ah.. Carlos cepat pakai celanamu!”


Carlos tertawa dan memutar tubuh Vania menghadapnya dan dia melingkarkan tangannya di pinggang Vania, sedangkan tangan Vania di dada Carlos. Dia menahan Carlos agar tidak memeluknya terlalu erat.


“Apakah kamu malu sayang?” Tanya Carlos pada Vania sambil tersenyum dan dia membelai wajah Vania.


“Carlos kitakan belum menikah.” kata Vania sambil mendorong tubuh Carlos tapi Carlos lebih erat memeluk Vania.


“Sayang sebentar lagi kita akan menjadi suami istri, kenapa kamu harus malu?”


“Bukan begitu Carlos tapi…


Carlos tertawa


“Sayang nanti setelah menikah, malah kamu tidak akan malu lagi. Apalagi setelah kamu merasakan kenikmatan itu, bukan aku lagi yang akan meminta tapi kamu yang akan memintanya padaku. Ah Carlos ayo kita lakukan itu.” Canda Carlos pada Vania dan Vania tertawa.


“Kamu gila Carlos.” Kata Vania sambil tertawa dan Carlos ikut tertawa juga.


“Carlos ayo, kamu yang sudah membuat aku merasakan kenikmatan itu, please puaskan aku.”


Canda Carlos lagi pada Vania dan Vania tertawa terpingkal pingkal. Dia mencubit perut Carlos


“Carlos cukup.” Kata Vania dan Carlos tertawa. “ Uumm, Carlos seperti apa kenikmatan itu?”


“Hmm.. Kenikmatan itu tidak bisa di katakan dengan kata kata sayang, kenikmatan itu hanya bisa di rasakan oleh perasaanmu. Saat kamu menikmatinya hanya akan terdengar desahan dan rintihan. Kamu ingin merasakan kenikmatan itu?” Bisik Carlos di kuping Vania.


“Kita belum menikah Carlos, kamu sudah janji padaku akan melakukannya kalau kita sudah menikah.”


“Iya sayang, aku tidak akan melakukannya. Kamu bisa merasakan kenikmatan itu tanpa milikku masuk ke milikmu.”


“Caranya?” Tanya Vania penasaran


“Ehm.., caranya seperti ini sayang.” Carlos membaringkan vania di tempat tidur dan dia mencium bibir vania. Mereka berdua saling berciuman dan tangan Carlos mengangkat rok Vania kemudian dia membuka paha Vania. “ Pejamkan matamu sayang.” Bisik Carlos.


“Tapi Carlos….


“Sayang aku sudah berjanji padamu.” Kata Carlos kemudian dia mencium kembali bibir Vania. Vania memejamkan matanya dan membiarkan jari jemari Carlos menyelinap disana.


Carlos ingin membuat Vania merasakan kenikmatan itu dan tiba tiba tubuh Vania tersentak


“Carlos sudah berhenti.” Pinta Vania dan akhirnya Carlos berhenti. Dia menatap Vania dan tersenyum. Vania masih memejamkan matanya.


Carlos berbaring di samping Vania dan memeluk Vania.


“Kamu bisa katakan seperti apa kenikmatan itu?” Tanya Carlos sambil membelai wajah Vania . Dan Vania menggelengkan kepala.


“Tidak Carlos, kamu benar kenikmatan itu tidak bisa terucap.” Vania menarik nafas Panjang.


“Hmmm… Aku mau ke kamar mandi.”


“Iya sayang, langsung mandi saja.” Kata Carlos pada Vania lalu dia menarik tangan Vania untuk bangun dari tempat tidur. Vania berdiri dia mengambil handphonenya dan masuk kekamar mandi. Vania mengunci pintu kamar mandi, lalu dia menghubungi Jessica. Dan terdengar suara Jessica.


“Hallo Vania, bagaimana kabarmu?” Tanya Jessica dari seberang telepon


“Baik baik saja Jessi. Oh ya Jess nanti malam aku dan Carlos akan kembali ke Indonesia. kamu serius tidak ingin kembali pada Carlos?”


“Vania aku tidak bisa meninggalkan Pedro. Aku minta maaf.”


“Baiklah Jessi, aku tidak akan memaksamu lagi. Oh ya Jessi Kairos mana?”


“Dia lagi pergi bersama Tania.” Jawab Jessica dari seberang telepon.


“Oh.. Begitu. Jess aku minta nomor Kairos ya.


“Baik Vania nanti aku kirim via wa ya.”


“Ok Jess. Thanks ya.” Kata Vania pada Jessica lalu dia menutup teleponnya.


Vania melepaskan pakaiannya dan menyalakan shower, air membasahi tubuhnya. dia membayangkan lidah Carlos yang bermain di miliknya. “Hmm Carlos membuat aku merasakan kenikmatan itu.” Kata Vania dalam hati sambil menggosok sabun di badannya. Selesai mandi Vania memakai pakaiannya dan keluar dari kamar mandi, dia melihat Carlos lagi berbaring sambil mengutak atik handphonenya.


“Carlos kita ke bandara pakai taxi?”


“Tidak sayang, Kairos yang akan mengantar kita. Sebentar lagi dia dan tania datang.”


“Oh..., begitu.”


“Iya sayang.” Kata Carlos kemudian dia menarik tangan Vania untuk berbaring di sampingnya. “Bagaimana sayang? Nikmat bukan?”


Vania tertawa dan memukul dada Carlos dengan pelan.


“Itu baru jari dan lidahku sayang, belum milikku. Kalau sudah milikku yang bermain, kamu akan menjerit dan merintih menahan kenikmatan itu. Dan pasti kamu akan berkata. Ahh… Carlos lebih cepat lagi aku sangat menyukainya, aku tidak tidak tahan lagi Carlos.” Canda Carlos dan Vania tertawa terpingkal pingka.


“Sudahlah Carlos.” Kata Vania sambil tertawa.


Sementara itu di kantor, Jessica memikirkan Carlos dan Vania. “Mereka akan kembali hari ini ke Indonesia dan mereka berdua akan menikah. Aku harus bagaimana, aku ingin kembali pada Carlos, tapi bagaimana dengan Pedro. Aku tidak tega untuk menyakiti Pedro, tapi aku juga tidak ingin kehilangan Carlos. Aah.. kenapa serumit ini?” Kata Jessica dalam hati. “Aku ingin mengajak Carlos dan Vania makan siang bersama, ini untuk terakhir kali aku akan melihat Carlos.


Jessica mengambil handphonenya dan menghubungi Vania, ada nada panggil dan terdengar suara Vania dari seberang telepon.

__ADS_1


“Hi keras kepala ada apa meneleponku?”


Jessica langsung tertawa mendengar Vania berkata begitu.


“Ehmm.. Vania apakah Carlos bersamamu?” Tanya Jessica.


“Iya Jessi dia lagi bersamaku, ada apa?”


“Umm... Aku ingin mengajak kalian berdua makan siang bersama anak anak.”


“Ok Jessi, kamu bicara pada Carlos!”


“Ah.. Vania kamu saja yang mengatakannya!”


“Mengatakan apa Jessi?” Sudah terdengar suara Carlos dari seberang telepon dan Jessica terkejut.


“Ohh..... Ehmm...” Suara Jessica agak gugup. “Begini Carlos, aku ingin mengajak kamu dan Vania untuk makan siang bersama aku dan anak anak.”


“Baiklah Jessi, apakah kita makan siang di rumahmu?”


“Uumm.... Tidak Carlos, kita makan siang di restoran saja.”


“Ok kalau begitu.. Oh ya, apakah kamu akan membawa Isabell juga?” Tanya Carlos.


“Tentu saja Carlos, aku akan membawa Isabell.”


“Ah... Terima kasih Jessi.” Ucap Carlos pada Jessica.


“Sama sama Carlos.” Balas Jessica lalu dia menutup teleponnya.


Jessica bersandar di sandaran kursi kerjanya dan memejamkan mata.


Jessica berdiri kemudian dia mengambil kunci mobil dan dia keluar dari ruangannya menuju ke parkiran. Jessica masuk kedalam mobil, dia menghidupkan mesin mobil kemudian dia langsung meluncur kerumahnya di santa barbara. Tiba di rumah, Jessica langsung masuk kedalam dan menuju ke kamar Isabell. Dia melihat Isabell lagi bermain dengan Teresa.


“Hallo kesayangan mama, kamu sedang bermain apa sayang?” Tanya Jessica pada Isabell sambil duduk di lantai.


“Aku lagi bermain ini mama.” Jawab Isabell pada Jessica sambil menunjukan bonekanya.


“Oh... Sayang lagi bermain boneka? Sayang tidak mencium mama?”


“Oh iya mama.” Isabell berdiri dan memeluk Jessica kemudian dia mencium kedua pipi Jessica.


“Terima kasih sayang. Oh ya Isabell nanti mandi ya, kita mau bertemu papa.”


“Bertemu papa Pedro mama?”


“Bukan sayang, kita akan bertemu papa Carlos. Papa Isabell.”


Isabell mengkerutkan dahinya dan Jessica tertawa. “Ah.. Dia belum mengerti.” Kata Jessica dalam hati. “Oh ya Teresa tolong kamu mandikan Isabell ya!”


“Baik Nyonya Jessica.”


“Terima kasih Teresa.” Ucap Jessica kemudian dia meninggalkan kamar Isabell dan pergi ke kamarnya. Jessica masuk kedalam kamar dan melihat Pedro lagi di depan laptop.


“Hi Pedro, kamu sedang sibuk?” Tanya Jessica pada Pedro sambil duduk di samping Pedro.


Pedro memeluk Jessica dan mencium kening Jessica.


“Uumm..., begini Pedro. Aku mangajak Carlos dan Vania untuk makan siang bersama kita.


“Anak anak juga?”


“Iya Pedro anak anak juga.” Jawab Jessica sambil melihat jam yang ada di dinding kamar. “Aku akan menelpon kairos pedro.” Kata Jessica lagi sambil berdiri dan mengambil handphonenya di dalam tas kemudian dia menghubungi Kairos dan terdengar suara Kairos dari seberang telepon.


“Hallo mam, ada apa?” Tanya Kairos.


“Sayang kamu lagi dimana?”


“Mam aku lagi bersama Tania sedang menuju ke hotel tempat papa menginap. Oh ya mam aku tidak bisa menjemput Acel dan Cella.” Kata Kairos dari seberang telepon.


“Tidak apa apa sayang, nanti mama saja yang menjemput mereka. Hati hati ya sayang!” Kata Jessica pada Kairos kemudian dia menutup teleponnya. “Pedro aku akan menjemput Acel dan Cella.”


“Baiklah sweetheart hati hati ya!”


“Iya Pedro.” Kata Jessica kemudian dia mengambil kunci mobil dan pergi menjemput Acel dan Cella.


Jessica tiba di sekolah Acel dan Cella, dia memarkirkan mobilnya dan menunggu Acel dan Cella di dalam mobil. Tidak lama kemudian terlihat Acel dan Cella keluar dari halaman sekolah. Jessica turun dari mobil dan menyambut Acel dan Cella. Dia memeluk mereka berdua, lalu mereka masuk kedalam mobil.


“Sayang kita akan makan siang bersama papa.”


“Benarkah mam?” Tanya Acel


“Iya acel, kamu mau ikut Cella?”


“Iya mama aku akan ikut, oh ya mam nanti malam papa akan kembali ke Indonesia?”


“Iya sayang, papa akan kembali ke Indonesia nanti malam. Kamu mau ikut mengantar papa ke Airport?”


“Iya mama, aku mau ikut.” Kata Cella


“Aku juga mau ikut mam.” Sela Acel.


“Baiklah sayang. AOh ya, kita kerumah dulu jemput Pedro dan Isabell ya.”


“Iya mama.” Jawab Acel dan Cella.


Jessica langsung menjemput Pedro dan Isabell di rumahnya. Tiba di rumah mereka turun dan Jessica langsung mengambil Isabell dari tangan Teresa dan Teresa langsung berpamitan pada Jessica.


Pedro keluar dari kamar sambil merapikan kemejanya.


“Kita pergi sekarang?” Tanya Pedro pada Jessica.


“Iya Pedro, kita pergi sekarang.” kata Jessica. “Acel Cella ayo naik ke mobil.”


Acel dan Cella naik kemobil, begitu juga Jessica dan Pedro. Mereka berdua juga naik ke mobil, Jessica mendudukan Isabell di booster seat.


Pedro menjalankan mobilnya ke kota Torrance. Mereka tiba di kota Torrance dan Jessica langsung meminta Pedro untuk pergi ke restoran yang sudah dia booking.


Mereka tiba di restoran dan pelayan menyambut mereka dan langsung mengantar mereka ke ruangan yang Jessica sudah booking.

__ADS_1


Sementara di hotel Vania dan Carlos sudah selesai bersiap siap.


“Sayang kamu sudah selesai?” Tanya Carlos pada Vania.


“Iya Carlos aku sudah selesai. Oh ya, Kairos dan Tania sudah dimana?”


“Mereka sudah menunggu kita di lobby sayang.” Jawab Carlos


“Kalau begitu ayo Carlos! Kasihan mereka sudah lama menunggu kita.”


“Iya sayang ayo kita pergi.” Ajak Carlos pada Vania kemudian dia mengambil kartu akses dan handphonenya kemudian dia memasukkan kedalam saku celananya dan mereka berdua keluar dari kamar menuju ke lobby.


Tiba di lobby carlos melihat Kairos dan Tania lagi duduk di sofa.


“Maaf sudah membuat kalian menunggu.” Kata Carlos sambil memeluk Kairos dan mencium kedua pipi Kairos, dia juga mencium kedua pipi Tania.


“Tidak apa apa pap.” Kata Kairos dan dia menyapa Vania. “Hi Vania.” Kairos mencium kedua pipi Vania. Begitu juga dengan Tania.


“Ayo kita pergi sekarang! Mereka sudah menuggu kita di restoran.” Kata Carlos kemudian mereka keluar dari hotel dan masuk kedalam mobil.


Kairos langsung menjalankan mobilnya ke restoran. Tiba di restoran mereka langsung turun dan pelayan menyambut mereka kemudian mengantar mereka ke dalam ruangan. Mereka masuk dan Carlos langsung menyapa Pedro.


“Hi Pedro.” Sapa Carlos pada Pedro sambil memeluk Pedro.


“Hi Carlos.” Balas pedro. “Hi Vania.” Sapa Pedro pada Vania dan mencium kedua pipi Vania. dan Vania membalas sapaan Pedro.


Jessica berdiri dan menyapa Vania.


“Hi Vania.” Sapa Jessica sambil tersenyum, kemudian mereka cipika cipiki.


“Hi Jessi, kamu membuat aku stress.” Bisik vania di kuping Jessica dan Jessica tertawa.


Jessica juga menyapa Carlos. “Carlos.” Sapa Jessica pada Carlos kemudian dia memeluk Carlos dan mencium kedua pipi Carlos.


“Hi Jessi, oh ya ini Isabell ya?” Tanya Carlos pada Jessica.


“Iya Carlos.” Jawab Jessica. “Sayang itu papa.” Kata Jessica pada Isabell dan Isabell menatap Carlos dengan bingung. Carlos mengambil Isabell dari tangan Pedro.


“Sayang papa gendong ya.” Kata Carlos pada Isabell. Carlos menggendong Isabell dan mencium pipi Isabell tapi Isabell hanya diam saja. Dia masih bingung. “Kamu cantik sekali sayang.” Kata Carlos pada Isabell dan akhirnya Isabell meminta Jessica untuk menggendongnya.


Carlos melihat Cella dan memeluk Cella.


“Ah... Papa sangat merindukanmu sayang.” Bisik Carlos di kuping Cella dan Cella memeluk erat tubuh Carlos


“Aku juga sangat rindu sama papa.” Kata Cella sambil menangis.


Carlos lebih memeluk erat Cella. “Maafkan papa ya sayang.” Kata Carlos sambil mengecup kening Cella.


“Iya pa.. Aku sangat menyayangi papa.”


“Iya sayang, papa juga sangat menyayangi Cella.”


Acel melihat Carlos dan Cella lalu dia tersenyum.


“Ehm.. Papa tidak memelukku? Masa Cella saja yang di peluk.” Canda Acel dan Carlos tertawa.


“Tentu saja papa akan memelukmu.” Kata Carlos sambil tangan yang satunya memeluk Acel dan mereka duduk. Acel duduk di samping Carlos dan Cella duduk di antara Vania dan Carlos.


“Cella belum kenal dengan calon istri papakan?”


“Iya pa.” Jawab Cella sambil tersenyum.”


“Di samping kamu itu namanya Vania, dia calon istri papa.”


Cella melihat Vania dan tersenyum. “Hi Vania senang bertemu denganmu.” Kata Cella pada Vania.


“Terima kasih Cella, senang bertemu denganmu juga.” Balas Vania.


Jessica tersenyun melihat Cella.


Dan mereka memesan makanan. Sambil memunggu pesanan, mereka berbincang bincang."


“Oh ya, aku dan Vania rencana akan menikah akhir bulan depan tanggal 28.” Kata Carlos membuka percakapan. “Aku harap kamu dan Pedro bisa hadir di pernikahanku. Kalau anak anak sudah pasti mereka harus hadir.” Kata Carlos pada Jessica.


“Ehmm.. Kalau aku tidak sibuk Carlos.”


“Ah.. Jessi, kamu pimpinan perusahaan bukan karyawan. Kamu punya asisten di perusahaanmu. masa 3-4 hari kamu tidak bisa?” Canda Carlos dan Jessica tertawa.


“Iya Tapi aku tidak janji.” Kata Jessica sambil tersenyum pada Carlos.


Carlos membelai rambut Cella dan berbisik. “Kamu tidak marahkan kalau papa menikah lagi?”


“Tidak papa. Aku tidak marah.”


“Terima kasih sayang, papa senang mendengarnya.” Kata Carlos sambil mengecup kening Cella.


Kairos dan Tania hanya senyum senyum melihat mereka.


Akhirnya pesanan mereka datang dan mereka makan. Sementara makan Pedro menerima telepon. Dia berdiri dan menjawab telepon, selesai menjawab telepon kemudian Pedro duduk kembali dan berbisik pada Jessica.


“Sweetheart, selesai makan siang aku akan bertemu Dixon, ada urusan penting.”


“Baiklah Pedro, nanti juga aku dan anak anak akan mengantar Carlos ke Airport.


“Iya tidak apa apa, nanti aku pulang pakai taxi saja.” Bisik Pedro dan Jessica menganggukan kepala.


Selesai makan Pedro langsung pamit kemudian dia naik taxi dan pergi.


Sementara itu Carlos mengangkat Isabell dan mendudukan di di pangkuannya kemudian dia bermain main dengan Isabell. Jessica tersenyum melihat Carlos dan Isabell. Isabell mulai menyukai Carlos.


Dan akhirnya Carlos mengajak mereka untuk pergi ke hotel, mereka keluar dari restoran dan masuk kedalam mobil. Mereka langsung menuju ke hotel.


Sampai di hotel mereka langsung menuju ke kamar, mereka masuk ke kamar dan Carlos meletakkab Isabell di tempat tidur lalu mereka berdua bermain main di tempat tidur. Acel dan Cella ikut naik ke tempat tidur.


Jessica dan Vania duduk di sofa dan berbincang bincang.


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan kome ya.

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2