
Alarm jam berbunyi, Jessica melepaskan pelukan Carlos dan bangun. Dia berdiri dan pergi ke kamar Kairos, Jessica membangunkan Kairos.
“Sayang bangun!” Jessica mencium kening Kairos, Kairos masih belum bangun juga. “Sayang ayo bangun!” Kairos membuka matanya dan menatap Jessica.
“Mam, peluk!” Jessica berbaring di samping Kairos dan memeluknya, dia membelai rambut Kairos.
“Sayang, sudah bangun ya! Terus mandi, ayo sayang!”
“Iya mam.” Kairos duduk di tempat tidur dan mencium pipi Jessica. Jessica bangun dan memeluk Kairos.
“Ayo mandi sayang! Nanti kamu terlambat kesekolah.” Jessica berdiri dan keluar dari kamar Kairos. Jessica menuju kamar Acel dia melihat Acel juga masih tidur. “Hmm.... Anakku yang satu ini masih tidur juga.”
“Acel sayang ayo bangun!” Acel membuka matanya, dia bangun dan duduk di pangkuan Jessica dan memeluk Jessica.
“Mama Acel masih mengantuk.”
“Sayang nanti kamu terlambat kesekolah, ayo bangun terus mandi!”
“Tapi mama gendong Acel kekamar mandi!”
“Acel umurmu sudah enam tahun badanmu semakin berat, mama tidak sanggup menggendongmu sayang.”
“Gendong di belakang terus kekamar mandi ma.”
“Ya sudah ayo.” Jessica menggendong acel dan membawanya ke kamar mandi. “Sekarang mandi ya!”
“Terima kasih mama, i love you.”
“I love you too.” Jessica keluar dari kamar Acel dan menuju ke kamar Cella, dia melihat Cella sedang merapikan tempat tidurnya. Cella melihat Jessica di depan pintu, dia berlari dan memeluk Jessica.
“Good morning mama.” Cella mencium kedua pipi Jessica.
"Good morning sayang.” Jessica mencium kening Cella. “Anak mama pintar.” Sambil membelai rambut Cella. “Mandi sayang!”
“Iya mama.” Cella melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi, kemudian Jessica kembali ke kamarnya. Carlos masih tertidur Pulas, Jessica menyiapkan pakaian yang akan di pakai Carlos ke kantor. Setelah itu dia keluar dan dia berpapasan dengan Kairos.
“Anak mama sudah rapi ya, bangunin papa kamu sayang!”
Acel dan Cella juga keluar dari kamar dan langsung menghampiri Jessica. “Kedua anak mama juga sudah rapi.”
Jessica mengajak Acel dan Cella ke kamar, mereka berdua langsung melompat ke tempat tidur dan memeluk Carlos.
“Good morning papa.”
“Good morning, anak anak papa sudah rapi dan harum.” Carlos memeluk mereka bertiga, Jessica tersenyum melihat mereka.
“Sudah sayang bangunin oma sama opa dulu!”
“Iya mama.”
Mereka bertiga keluar dari kamar dan turun ke bawah.
“Ayo bangun beb! Kamu ke kantorkan?” Carlos bangun dari tempat tidur dan memeluk Jessica.
“Iya sayang, aku akan kekantor.” Kemudian Carlos mencium bibir Jessica dan mereka saling berciuman, Carlos berhenti mencium Jessica. “Sayang sebentar selesai makan siang kita ke villa ya.”
“Untuk apa ke villa beb?” Dan Carlos berbisik di kuping Jessica.
“Untuk mendengar desahan juga rintihanmu.” Jessica tertawa dan mencubit perut Carlos, Carlospun tertawa dan memeluk erat Jessica. “Kita mandi sayang!”
“Iya beb, ayo.”
Mereka berdua masuk ke kamar mandi dan mandi, selesai mandi Carlos mengganti pakaiannya. Jessica mengatur kemeja Carlos. “Sudah rapi beb.”
“Terima kasih sayang.” Carlos mencium kening Jessica. “Kamu tidak ke kantor?”
“Tidak beb, aku ingin mengantar anak anak kesekolah.”
“Baiklah kalau begitu, ayo kita sarapan!” Carlos dan Jessica turun dan pergi ke ruang makan. Mereka semua sudah menunggu Carlos dan Jessica.
“Mama papa kenapa lama?”
“Acel mama pasti minta papa gendong dulu, makanya lama.” Cella bercanda dan mereka semua tertawa.
“Cella watch your mouth!!”
“Sorry papa, just kidding.”
Carlos dan Jessica tersenyum melihat Cella, selesai sarapan Carlos berpamitan pada Jessica.
“Sayang aku pergi dulu ya.”
“Iya beb, hati hati ya!”
“Iya sayang.” Carlos mencium bibir Jessica dan Cella melihatnya.
“Papa jangan mama saja yang di cium, aku juga harus di cium sama papa.” Carlos tertawa dan memeluk Cella.
“Iya ini papa cium.” Carlos mencium Cella. “Sudah berangkat ke sekolah nanti kalian terlambat!”
“Ayo anak anak, naik ke mobil mama akan mengantar kalian ke sekolah!” Mereka bertiga naik ke mobil dan Jessica menjalankan mobilnya. Sepanjang perjalanan Acel menggoda Cella.
“Mama, Cella sudah punya pacar di sekolah.”
“Hahhh... Cella, apa benar yang dikatakan Acel?”
Kairos langsung tertawa mendengar canda Acel. Cella menatap marah pada Acel.
“Mama Acel berbohong, Acel kamu jangan menggodaku ya!”
“Benar ma, mama tahu pacar Cella anaknya gemuk.” Jessica dan Kairos langsung tertawa.
Kairos menatap Cella. “Apakah benar yang dikatakan Acel, Cella?”
“Acel berbohong Kairos, kamu jangan ikut tertawa Kairos. Mama suruh acel diam!”
Jessica tertawa. “Acel sudah jangan menggoda Cella lagi.”
Tapi Acel tidak diam juga.
“Kairos nanti di sekolah aku akan tunjukan padamu anak gemuk itu.”
Cella berteriak di mobil. “Acceeelll..... Mama suruh acel diam!”
“Acel, sudah ya!”
“Iya mama.” Akhirnya mereka sampai di sekolah. Jessica turun dari mobil dan mereka bertiga juga ikut turun dari mobil. Mereka mencium Jessica.
“Kairos, jaga kedua adikmu ya!”
“Iya mama.” Mereka bertiga masuk ke dalam sekolah dan Jessica kembali ke rumah, sampai di rumah Jessica langsung ke kamar. Dia langsung mengganti pakaiannya dan menyiapkan berkas berkas yang di perlukan, Jessica turun ke bawah dan mencari Marco. Jessica keluar rumah dan melihat Marco sedang berbincang bincang dengan Albert. Jessica menghampiri Marco.
“Marco nanti sebentar tolong jemput anak anak ya!”
“Baik Nyonya.”
“Terima kasih marco.”
Jessica kembali kedalam rumah dan menelepon taxi, tidak lama kemudian taxi datang. Jessica masuk dan menyuruh sopir taxi mengantarnya ke alamat perusahaan tersebut, sampai di perusahaan Well'sGgroup Jessica melapor pada security dan security mengantar Jessica bertemu dengan Manager dan Manager mengajak Jessica masuk ke ruangannya.
__ADS_1
Mereka berbincang bincang di dalam ruangan.
“Aku melihat dari profile anda, posisi anda di perusahaan sebelumnya sangat bagus. Kenapa anda tinggalkan perusahaan itu?”
“Aku ingin bekerja sesuai dengan keahlianku Tuan.”
“Keahlianmu Accounting ya?”
“Iya benar sekali Tuan.”
“Baiklah Nyonya Jessica, tunggu sebentar!”
“Baik Tuan.”
Manager meninggalkan Jessica dan tidak lama kemudian dia kembali dengan laptop di tangannya.
“Nyonya Jessica bagaimana pendapatmu melihat ini?” Manager meletakan laptopnya di depan Jessica dan Jessica melihatnya lalu dia tersenyum.
“Tuan kenapa ini berantakan sekali?”
“Iya makanya kami mencari orang yang punya keahlian untuk menyelesaikannya, tapi banyak yang menyerah. Apakah kamu bisa?”
“Tentu saja aku bisa.”
“Berapa lama kamu bisa menyelesaikan kekacauan ini?”
“Beri waktu aku satu atau dua minggu.”
“Baik aku memberimu kesempatan, bagaimana kalau kamu mulai hari ini?”
“Bisa tuan.”
“Baiklah aku akan mengantarmu keruang kerjamu.” Mereka berdiri dan Manager mengantar Jessica keruang kerjanya.
“Ini ruanganmu.”
“Terima kasih tuan.”
Ruang kerja Jessica cukup besar, Jessica duduk di depan meja kerja dan menghidupkan komputer tapi komputernya memakai pasword. Jessica pergi keruangan Manager. Dia mengetuk pintu dan Manager menyuruhnya masuk.
“Permisi tuan.”
“Ada apa Jessica?”
“Komputernya pakai pasword.”
“Oh iya Jessica, maaf aku lupa. Ayo keruanganmu!”
Manager dan Jessica berjalan keruangan Jessica, dia langsung duduk di depan komputer dan memasukan pasword.
“Sudah Jessica, nanti paswordnya kamu ganti saja!”
“Baik tuan.”
“Jessica jangan panggil aku tuan lagi, panggil saja aku Larry!”
“Baiklah Larry, Terimah kasih.”
Larry tersenyum pada Jessica dan meninggalkan ruangan Jessica. Jessica mulai bekerja.
hari semakin siang Jessica masih bekerja, dia lupa kalau akan makan siang di rumah. Dia tetap sibuk bekerja.
Sementara Carlos pulang kerumah dan mendapati Jessica tidak dirumah. “Kemana Jessica? Debit card dan credit card semua ada di meja. Kemana dia?”
Carlos menelepon Jessica dan terdengar suara Jessica di seberang telepon.
“Ada apa beb?”
“Beb aku lagi bekerja, hari ini aku tidak bisa makan siang di rumah.”
“Bekerja? Tapi aku tidak melihatmu di kantor.”
“Beb nanti aku jelaskan kalau aku sudah di rumah. Kalian makan siang saja, tidak usah menungguku!”
Carlos menutup telepon, dia menjadi kesal pada Jessica. Dia memanggil ketiga anaknya untuk makan siang.
“Kairos panggil oma untuk makan siang!”
“Iya papa.” Kairos pergi memanggil Liliana.
“Papa, mama mana?”
“Cella mama hari ini tidak makan bersama kita, mama lagi sibuk.”
“Ohh... Papa aku mau makan sop.”
“Iya sayang.”
Carlos mengambilkan sop untuk Cella dan memberikannya pada Cella, Liliana datang dan melihat Jessica tidak ada.
“Carlos, Jessica mana?”
“Dia lagi sibuk bekerja mom.”
“Ya sudah kalau begitu kita makan sekarang!”
Akhirnya mereka makan siang tanpa Jessica, Carlos sudah terbiasa dengan Jessica. Dia tidak bersemangat makan karena tidak ada Jessica, selesai makan Carlos naik ke atas dan masuk ke kamar.
Dia mengganti pakaiannya dan pergi duduk diteras, dia tidak kembali kekantor. Dia memikirkan Jessica. “Jessica kerja dimana?”
Carlos berdiri dan keluar dari kamar dan pergi ke kamar Kairos, dia membuka pintu dan melihat Kairos dan Acel lagi bermain ps.
“Kairos Acel jangan lupa belajar ya, jangan bermain ps terus!”
Kairos dan Acel menjawab dengan serempak.. “Iya papa.” Carlos menutup pintu kamar Kairos dan pergi ke kamar cella, dia melihat Cella lagi tiduran sambil membaca. Carlos masuk dan duduk disisi tempat tidur.
“Sayang kalau membaca buku jangan sambil tiduran, nanti mata kamu rusak.” Cella duduk dan menatap Carlos.
“Iya papa.”
Cella turun dari tempat tidur dan pergi duduk di meja belajar, dia membaca buku di meja belajar. Carlos tersenyum melihat Cella.
Carlos meninggalkan Cella dan kembali kekamarnya, dia berbaring di tempat tidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara di perusahaan Well's Group Jessica telihat sangat sibuk, dia sampai lupa waktu.
Larry masuk keruangan Jessica.
“Jessica kamu belum pulang? Ini sudah jam tujuh malam dan kamu masih bekerja?”
“Hah? Sudah jam tujuh?” Jessica terkejut dan langsung membereskan pekerjaannya, dia membawa laptop perusahaan untuk melanjutkan kerjanya di rumah.
“Jessica kamu pulang naik apa?”
“Aku naik taxi saja Larry.”
“Kenapa pakai taxi? Di parkiran ada mobil perusahaan yang selalu digunakan Direktur keuangan, kamu pakai saja mobil itu!”
__ADS_1
“Terus Direktur keuangan pakai apa Larry?”
“Kamu tenang saja, Direktur keuangannya sudah di pecat sama bos besar. Sebentar aku akan mengambil kunci mobilnya.”
Larry keluar dari ruangan dan tidak lama kemudian dia kembali dengan membawa kunci mobil.
“Ini Jessica kunci mobilnya.”
“Baiklah Larry, Terima kasih.”
Larry dan Jessica meninggalkan kantor dan menuju ke parkiran. Jessica masuk ke dalam mobil dan langsung meluncur pulang kerumah, sampai di rumah dia langsung masuk ke dalam rumah dan meletakkan pekerjaannya di ruang makan kemudian dia naik ke atas dan masuk ke kamar Kairos. Terlihat Kairos sedang belajar.
Jessica mendekati Kairos dan membelai rambut Kairos. Melihat Jessica, Kairos memeluk Jessica.
“Mama sudah pulang?”
“Iya sayang, kamu sudah makan?”
“Sudah mama.”
“Bagus sayang.” Jessica mencium pipi Kairos kemudian Jessica keluar dari kamar Kairos dan pergi ke kamar Acel. Dia melihat Acel lagi tiduran di tempat tidur, Jessica masuk dan duduk di sisi tempat tidur.
“Sayang kamu sedang apa?”
Acel bangun dan memeluk Jessica
“Mama kenapa mama tidak makan siang dan malam di rumah?”
Jessica memeluk dan membelai rambut Acel
“Mama tadi banyak pekerjaan sayang, besok mama janji akan makan dirumah. Ok.”
“Benar ya ma, kalau mama bohong aku tidak akan makan.”
Kata Acel kemudian dia berbaring di tempat tidur.
“Iya sayang, mama janji. Sudah tidur ya sayang!” Jessica memakaikan selimut pada Acel dan mencium kening Acel.
“Good night mama, i love you.”
“Good night sayang, i love you too.”
Jessica berdiri dan meninggalkan kamar Acel, dia mematikan lampu kamar Acel dan menutup pintunya. Jessica pergi kekamar Cella, disana Cella masih membaca buku di meja belajar. Cella melihat Jessica dia berdiri dan memeluk Jessica.
“Sayang sudah waktunya untuk tidur, ayo naik ke tempat tidur!”
“Iya mama.” Cella naik ke tempat tidur dan berbaring, Jessica memakaikan selimut pada Cella kemudian dia mencium kening Cella.
“Good night sayang.”
“Good night mama.”
Jessica berdiri dan meninggalkan kamar Cella kemudian pergi ke kamar dia dan Carlos.
Jessica membuka pintu kamar dan melihat Carlos lagi berbaring di tempat tidur, Carlos melihat Jessica dan dia berdiri menghampiri Jessica.
“Sayang kenapa baru pulang?”
“Maaf beb, tadi aku sibuk sekali di kantor.”
“Memangnya kamu kerja dimana?”
“Aku bekerja diperusahaan Well's Group sebagai tenaga Accounting.”
“Kenapa kamu harus bekerja si perusahaan orang? Carlos dan Jessica mulai bertengkar.
“Jessi apa penghasilanku kurang bagimu sehingga kamu harus bekerja di perusahaan orang lain? Apakah penghasilanku tidak cukup bagimu?”
“Carlos kamu itu sangat aneh, saat aku bekerja diperusahaan orang tuamu malah kamu merendahkanku, kamu menghinaku. Sekarang aku ingin mandiri aku ingin bekerja di perusahaan lain malah kamu berkata begitu padaku. Kamu maunya apa Carlos?’
Carlos terdiam dan menatap Jessica, dia mendekat pada Jessica dan memeluk Jessica.
“Maafkan aku sayang, aku sudah menyinggung perasaanmu. Kembalilah bekerja di perusahaan daddy!”
Jessica melepaskan pelukan Carlos dan menatap Carlos. “Maaf Carlos aku ingin mandiri, aku tidak mau bergantung padamu juga kepada orang tuamu. Ijinkan aku untuk bekerja, please.”
Carlos menarik Jessica kedalam pelukannya, dia mencium kening Jessica. “Maafkan aku sayang, tolong lupakan perkataanku tadi di kantor! Maafkan aku, semestinya aku tidak berkata demikian padamu.
Jessica melingkarkan tangannya di pinggang Carlos
“Beb, tidak perlu minta maaf. Justru kata katamu itu menjadi motivasiku.”
“Baiklah sayang kita tidur sekarang!”
Jessica melepaskan pelukan Carlos.
“Beb kamu tidur saja, aku masih akan melanjutkan pekerjaanku. Aku hanya punya waktu dua minggu untuk menyelesaikan pekerjaanku.
“Baiklah kalau begitu.”
Carlos berbaring di tempat tidur dan Jessica pergi ke ruang makan, dia menghidupkan laptopnya dan pergi membuat kopi.
“Aku tidak pernah minum kopi, tapi karena pekerjaan aku harus minum kopi supaya tidak mengantuk.”
Selesai membuat kopi dia kembali keruang makan dan mulai bekerja.
Sementara di kamar Carlos tidak bisa tidur, dia menunggu jessica. Dia melihat jam, sudah jam dua belas. Carlos bangun dan pergi ke ruang makan, dia melihat Jessica masih bekerja.
Carlos duduk di samping Jessica dan membelai rambut Jessica, dia melihat ada kopi di dekat laptop Jessica dan dia tersenyum.
“Sayang akhirnya kamu minum kopi juga.”
Jessica menatao Carlos dan menyandarkan kepalanya di dada Carlos.
“Iya beb, supaya tidak mengantuk. Beb, ternyata kopi enak juga ya.”
“Iya sayang, kamu saja yang tidak pernah mau mencobanya.” Jessica menatap Carlos dan tertawa.
Carlos memegang wajah Jessica dan mencium bibir Jessica, Jessica membalas ciuman Carlos. Dia duduk di pangkuan Carlos dan mereka saling berciuman, tangan Carlos mulai meraba dada Jessica.
Jessica berhenti mencium Carlos.
“Kita lanjutkan di kamar beb!”
“Baiklah sayang.”
Jessica mematikan laptop dan membawanya ke kamar, sampai di kamar Carlos langsung mengunci pintu kamar dan Jessica meletakkan laptopnya di meja.
Carlos mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu sudut, Carlos mendekati Jessica dan mencium leher Jessica. Dia melepaskan pakaian Jessica dan tanganya memegang dada Jessica. Carlos mengangkat Jessica dan membaringkannya disofa. Carlos berada di atas tubuh Jessica,
Dia mencium dada Jessica kemudian turun ke perut Jessica. Terdengar desahan Jessica, Carlos kembali mencium bibir Jessica dan mereka berdua melakukan hubungan itu.
Dan akhirnya mereka berdua saling berpelukan, pelukan yang erat.
“Beb aku mau kekamar mandi.” Carlos berdiri dan menarik tangan Jessica.
“Ayo sayang.” Jessica berdiri dan pergi ke kamar mandi bersama Carlos, mereka bercanda dan tertawa di kamar mandi.
Selesai mandi Jessica memakai kimono dan berbaring di tempat tidur, Carlos memakai underwear boxernya dan berbaring di samping Jessica. Mereka berpelukan dan tidur.
__ADS_1
Selamat Membaca