SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 13


__ADS_3

Kairos turun dari taxi lalu masuk kedalam Airport, dia check in dan boarding lalu tidak lama kemudian dia masuk ke dalam pesawat lalu pesawat take off. Kairos tiba di Virginia kemudian dia mencari hotel, Kairos menginap di salah satu hotel di Virginia.


Dia meninggalkan Torrance untuk melupakan Tania, karena dia berpikir Tania sudah meninggalkannya dan tidak mungkin lagi kembali kepadanya. Kairos tidak memberitahukan kepada siapapun keberadaannya. Dia menghabiskan waktunya di pantai dan gunung.


Semantara di kediaman Jessica.


Jessica sangat khawatir, dia tidak tahu Kairos di mana.


“Beb tolong cari Kairos, aku sangat khawatir padanya.” Kata Jessica sambil menangis


“Sayang aku harus cari kemana lagi, aku sudah bertanya kepada seluruh temannya tapi mereka semua tidak tahu keberadaan Kairos.”


“Aku tidak bisa ke Portugal beb, kamu saja yang pergi. Aku ingin mencari Kairos.”


Carlos memeluk Jessica,


“Sayang Kairos sudah dewasa, dia bukan anak kecil lagi. Aku percaya dia tidak akan berbuat hal buruk. Mungkin saat ini dia hanya ingin menyendiri, dia pasti akan pulang sayang.”


“Aku hanya khawatir saja.” Kata Jessica sambil memeluk Carlos


“Iya aku mengerti sayang, aku akan tetap memasukkan uang ke rekeningnya agar dia tidak berkekurangan.”


“Iya beb, aku tidak ingin dia kehabisan uang.”


“Baik sayang, sekarang istirahat ya.”


Jessica menganggukan kepala lalu dia berbaring di tempat tidur.


Sementara di Seattle


Tania mengurung diri terus di kamar, tak henti hentinya dia menangis. Dia sangat merindukan Kairos tapi dia masih belum bisa memaafkan Kairos. Saat dia berdiri Tania merasa pusing dan tiba tiba dia terjatuh, papi Tania masuk ke dalam kamar dan dia terkejut melihat Tania tidak sadarkan diri. Dia mengangkat Tania lalu membawa Tania ke rumah sakit, tiba di rumah sakit mereka membawa Tania ke dalam ruangan dan Dokter memeriksa Tania.


Papi Tania dan Aunty Joly menunggu di luar, tidak lama kemudian Dokter keluar menemui Papi Tania.


“Bagaimana Dok keadaan putriku.”


“Putri Anda baik baik saja, dia sedang hamil saja.” Jawab Dokter


Papi Tania terkejut


“Hamil Dok?” Tanya papi Tania


“Iya putri Anda sedang hamil, usia kehamilannya 7 minggu.” Jawab Dokter


“Ohh.. begitu ya. Terima kasih Dok.” Ucap papi Tania


Dokter meninggalkan papi Tania dan Aunty Joly. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan dan melihat Tania yang masih berbaring di tempat tidur, mereka berdua menghampiri Tania.


“Sayang, apakah kamu masih merasa pusing?” Tanya papi Tania


“Tidak lagi pi, kata Dokter aku sudah bisa pulang.” Jawab Tania


“Baiklah sayang, kalau begitu kita pulang sekarang.”


“Iya pi, ayo kita pulang!”


Mereka bertiga keluar dari rumah sakit dan langsung pulang kerumah. Sampai di rumah mereka masuk dan papi Tania mengajak Tania duduk bersama dengan mereka. Aunty Joly membelai rambut Tania dan mulai berbicara.


“Sayang, apakah kamu tahu kalau kamu sedang hamil?” Tanya Aunty Joly


Tania menunduk dan menggelengkan kepala


“Aku tidak tahu aunty.” Jawab Tania sambil menangis.


Aunty Joly memeluk Tania


“Sayang sekarang kamu lagi hamil dan usia kehamilan kamu sudah 7 minggu.”


Papi Tania duduk di samping Tania dan memegang tangan Tania


“Apkah Kairos yang menghamilimu?”


Tania menatap papinya dan menyeka air matanya


“Siapa lagi pi? Aku hanya berhubungan dengan Kairos.” Jawab Tania


“Sayang, apakah kamu tidak ingin memberitahukan kehamilanmu kepada Kairos?”


Tania menggelengkan kepalanya


“Tidak pi, aku tidak ingin Kairos tahu kalau aku lagi hamil. Papi tolong jangan katakan pada Kairos.” Pinta Tania


“Iya sayang, papi tidak akan mengatakannya.” Kata papi Tania sambil membelai rambut Tania.


Aunty Joly memeluk Tania


“Sayang kalau begitu kamu istirahat dulu ya.”


“Iya aunty.” Jawab Tania kemudian dia berdiri dan masuk ke kamarnya.


Tania berbaring di tempat tidur dan menangis.

__ADS_1


Virginia


Terlihat Kairos sedang duduk di pinggir pantai, dia masih memikirkan Tania. “Tania aku sangat merindukanmu, tapi aku tidak tahu dimana kamu sekarang. Kamu benar benar meninggalkanku.” Kata Kairos dalam hati.


Kairos mengeluarkan handphonenya lalu menghubungi Jose, dan terdengar suara Jose dari seberang telepon


“Hei Kairos kamu dimana? Kasihan mama kamu, dia sangat mengkhawatirkanmu.” Kata Jose


“Jose katakan kepada mamaku aku baik baik saja, aku hanya ingin menyendiri. Oh ya Jose ini nomorku ya.”


“Baiklah Kairos tapi beri tahu mama kamu keberadaanmu. Dia sangat mengkhawatirkanmu. Kasihan dia menangis terus memikirkanmu.” Kata Jose lagi


“Iya Jose nanti aku beri tahu mamaku. Sudah ya nanti aku hubungi kamu lagi, sampaikan salamku untuk Ralph dan Paul.”


“Ok Kairos, jangan lupa hubungi mama kamu.”


“Iya Jose, sudah ya. Bye.” Kairos menutup telepon lalu dia kembali ke hotel.


Kairos masuk ke dalam kamar lalu dia berbaring di tempat tidur lalu membuka handphonenya dan dia mengirim pesan kepada Jessica.


“Mam, jangan khawatirkan aku. Aku baik baik saja, saat ini aku hanya ingin menyendiri. Maafkan aku sudah membuat mama menangis, nanti kalau aku sudah tenang aku pasti pulang. Aku sangat menyayangi mama, salam buat papa juga Acel Cella dan Isabell. Aku menyayangi kalian semua.” Kairos mengirim pesan itu lalu dia mematikan handphonenya.


Torrance


Terlihat Carlos sedang bersiap siap, dia akan berangkat ke Portugal untuk pernikahan Vania


“Beb sampaikan maafku kepada Vania dan Pedro, aku tidak bisa pergi. Aku tidak bisa meninggalkan anak anak.” Kata Jessica pada Carlos


“Iya sayang, nanti aku sampaikan kepada mereka berdua. Mereka pasti mengerti.” Kata Carlos sambil membelai rambut Jessica.


Tiba tiba handphone Jessica berbunyi, Jessica mengambil handphonenya dan melihat ada satu pesan dari nomor yang tidak di kenal. Jessica membaca pesan itu


“Beb, pesan dari Kairos.”


Carlos mengambil handphone dari tangan Jessica dan membaca pesan Kairos kemudian dia memeluk Jessica.


“Kamu jangan khawatir lagi. Aku sudah katakan padamu dia pasti ingin menyendiri. Biarkan dia menenangkan dirinya.”


“Iya beb.” Ujar Jessica


“Baiklah sayang, aku harus ke Airport.” Kata Carlos


“Iya, aku akan mengantarmu.” Kata Jessica lalu dia memeluk Carlos


Carlos juga memeluk Jessica lalu dia mencium bibir Jessica. Mereka berdua saling berciuman.


“Aku mencintaimu sayang.” Bisik Carlos di kuping Jessica


Carlos melepaskan pelukannya kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan masuk kedalam mobil. Jessica menjalankan mobilnya menuju ke Airport. Tiba di Airport Jessica menghentikan mobilnya. Carlos kembali memeluk Jessica dan mencium bibir Jessica.


“Aku akan merindukanmu.” Bisik Carlos


“Aku juga akan merindukanmu beb.” Kata Jessica kemudian dia mengecup bibir Carlos


“Baiklah sayang, aku masuk ya.”


“Iya beb, hati hati ya!”


“Iya sayang, kamu juga.” Kata Carlos kemudian dia turun dari mobil lalu masuk ke dalam. Dia check in dan boarding kemudian dia masuk kedalam pesawat.


Jessica langsung meninggalkan Airport dan kembali kerumah. Tiba di rumah dia langsung menuju ke kamar Isabell, dia membuka pintu kamar Isabell dan melihat Isabell sedang bermain.


Isabell melihat Jessica, dia berdiri dan berlari ke arah Jessica


“Mama gendong.” Pinta Isabell


“Iya sayang.” Jessica menggendong Isabell dan membawa Isabell ke kamarnya.


Jessica meletakkan Isabell di tempat tidur lalu mereka berdua bermain main di tempat tidur.


Portugal


Akhirnya Carlos tiba di Portugal, dia di jemput oleh Pedro dan Vania. Melihat Carlos, Vania langsung berlari dan memeluk Carlos


“Aku sangat merindukanmu.” Bisik Vania di kuping Carlos


“Aku juga rindu padamu.” Bisik Carlos sambil memeluk erat Vania kemudian dia mencium kedua pipi Vania.


Carlos melepaskan pelukannya dan memeluk Pedro


“Apa kabar Pedro?” Tanya Carlos


“Seperti yang kamu lihat Carlos, aku baik baik saja.” Jawab Pedro sambil membalas pelukan Carlos.


Carlos melepaskan pelukannya dan tersenyum


“Senang mendengarnya.” Kata Carlos. “Oh ya kalau begitu antarkan aku ke hotel.”


“Kenapa ke hotel? Kamu akan menginap di rumah Pedro.” Kata Vania sambil menggandeng tangan Carlos


Pedro tertawa melihat sikap Vania yang manja pada Carlos.

__ADS_1


“Iya Carlos untuk apa menginap di hotel. Menginap saja di rumahku!” Kata Pedro sambil tersenyum


“Emm.. baiklah.” Sahut Carlos


Mereka bertiga berjalan ke parkiran mobil.


“Carlos kamu duduk saja di depan.” Kata Vania


“Baiklah Vania.” Ujar Carlos


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil lalu Pedro menjalankan mobilnya menuju kerumahnya. Tiba di rumah mereka turun dari mobil dan Pedro langsung mengantar Carlos ke kamarnya.


“Oh ya Carlos ini kamarmu. Selamat beristirahat.” Ucap Pedro


“Terima kasih Pedro.” Balas Carlos kemudian dia masuk kedalam kamar.


Carlos mengganti pakaiannya kemudian dia berbaring dan tertidur.


Carlos tersenyum melihat Vania yang sedang berjalan ke arahnya. Carlos duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur. Vania naik ke tempat tidur dan duduk di atas paha Carlos lalu dia melingkarkan tangannya di punggung Carlos


“Vania jangan seperti ini, tidak baik kalau di lihat Pedro.” Kata Carlos pada Vania


“Ah.. tenang saja Carlos. Pedro lagi pergi bersama Tuan Hector.” Kata Vania pada Carlos. “Ah.. Carlos aku sangat merindukanmu.


Terlihat Vania menyandarkan kepalanya di dada Carlos.


“Vania jangan begitu nanti di lihat orang.” Carlos berusaha menghindar


“Carlos disini hanya ada pelayan rumah dan mereka semua ada di belakang, mereka tidak melihatku masuk ke kamar ini.”


Vania membelai wajah Carlos lalu dia mencium bibir Carlos. Carlos mencoba menghindar.


“Jangan Vania, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Pedro.” Kata Carlos sambil menahan Vania


“Ahh… Carlos ayolah, aku sangat rindu ciumanmu, permainan lidah dan jarimu.” Bisik Vania


Carlos tertawa


“Vania, kamu akan merasakannya dengan Pedro kalau kalian berdua selesai menikah.”


“Tapi aku ingin denganmu Carlos, aku sangat mencintaimu.” Kata Vania sambil membelai wajah Carlos


Carlos membelai wajah Vania


“Kalau kamu mencintaiku, mengapa kamu melepaskan aku? Kamu tahu aku sudah bahagia bersamamu dan aku sudah mulai mencintaimu Vania.”


“Aku kasihan kepada anak anakmu Carlos. Carlos Ayolah untuk yang terakhir kali.” Kata Vania lalu dia mencium bibir Carlos


Carlos membalas ciuman Vania, Carlos membaringkan Vania dan menindih tubuh Vania lalu mereka berciuman kembali. Tangan Vania masuk kedalam celana Carlos dan merabah milik Carlos, dia memainkan milik Carlos dan Carlos mendesah.


Carlos merasakan Tangan Vania begitu lembut memainkan miliknya


“Kamu semakin pintar sayang.” Bisik Carlos dan Vania tersenyum.


Vania melepaskan Pakaian Carlos begitu juga dia melepaskan pakaiannya lalu mereka saling berpelukan dan berciuman. Cari jemari Carlos masuk di antara paha Vania dan memainkan jarinya disana.


Terdengar desahan di bibir Vania.


“Carlos aku ingin melakukan hubungan itu denganmu.” Bisik Vania di kuping Carlos


“Jangan Vania, Pedro tahu kamu masih Virgin.”


“Ah.. Carlos tidak apa apa, aku ingin memberikan virginku padamu.” Bisik Vania lagi.


Carlos menatap mata Vania


“Kenapa sayang? kenapa kamu mau melakukan hal itu?”


“Karena aku sangat mencintaimu.” Jawab Vania sambil memainkan milik Carlos


“Bagaimana kalau saat malam pertama Pedro mendapatimu tidak virgin lagi?”


“Aku akan jelaskan padanya kalau aku berbohong masih virgin.”


“Kamu benar benar ingin melakukannya Vania?”


“Iya Carlos.” Jawab Vania kemudian dia mencium bibir Carlos dan Carlos membalas ciuman Vania.


“Kamu sudah siapVania? Ini akan terasa sangat sakit sekali.”


“Iya Carlos aku sudah siap.” Jawab Vania


Lalu Carlos dan Vania melakukannya. Carlos merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Selamat mencoba


Jangan Lupa like dan komentar ya


Terima kasih


Salam

__ADS_1


__ADS_2