
Jessica sedang memask di dapur dan Kairos datang menghampiri Jessica lalu melingkarkan tangan satunya ke punggu Jessica.
“Belum selesai mam?” Tanya Kairos pada Jessica.
“Sebentar lagi sayang. Kamu jemput saja pacar kamu sayang.” Kata Jessica
“Baiklah mam, kalau begitu aku pergi dulu ya.”
“Iya sayang, hati hati ya!” Kata Jessica pada Kairos.
“Ok mama kusayang.” Kata Kairos sambil memeluk Jessica dengan erat dan mencium kedua pipi Jessica. Kairos meninggalkan Jessica di dapur dan pergi menjemput Tania.
Jessica selesai memasak dan dia mengatur makanan di meja makan kemudian dia masuk kedalam kamar. Dia melihat Pedro lagi bermain dengan Isabell.
“Pedro kamu sudah mandi?” Tanya Jessica sambil menggendong Isabell.
“Belum dear, aku ingin mandi bersamamu.” Canda Pedro dan Jessica tertawa.
“Sebentar aku akan membawa Isabell ke kamarnya.” Kata Jessica kemudian di pergi ke kamar Isabell dan meletakkan Isabell di box. “Sayang sebentar ya, mama mandi dulu. Kalau Isabell kan sudah mandi.”
“Iya mama.” Jawab isabell lalu dia bermain di dalam box.
Jessica kembali kekamar dan mengambil handuk.
“Pedro ayo mandi.” Ajak Jessica pada Pedro lalu Pedro berdiri dan mengambil handuk. Mereka berdua masuk ke kamar mandi dan melepaskan pakaian mereka. Jessica menyalakan shower dan membiarkan air membasahi tubuh mereka berdua. Pedro mengambil sabun dan menggosakannya di belakang Jessica. Dan dia memeluk Jessica dari belakang dan meremas dada Jessica.
“Pedro, kamu mulai nakal ya.” Kata Jessiac dan Pedro tertawa.
Pedro mencium leher Jessica.
“Bagaimana kalau kita melakukannya sebelum mandi.” Bisik Pedro di kuping Jessica. Jessica memutar badannya menghadap Pedro dan menatap mata Pedro sambil tersenyum.
Mereka berdua berciuman dan melakukan hubungan. Terdengar desahan desahan dari bibir mereka berdua. Tidak lama kemudian terdengar erangan mereka berdua. Pedro memeluk Jessica dengan erat. Nafas mereka berdua masih tidak beraturan.
Pedro menarik nafas Panjang.
“Hmmm.. Thank you dear, kamu sangat hebat.” Kata Pedro pada Jessica.
“Sama sama Pedro, kamu juga hebat.” Puji Jessica dan Pedro tersenyum.
“Ayo kita mandi.” Kata Pedro kemudian dia menyalakan shower dan mereka berdua mandi. Selesai mandi mereka keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian mereka. Pedro memeluk Jessica dari belakang. “Aku sangat mencintaimu.” Bisik Pedro di kuping Jessica.
Jessica tersenyum dan memegang tangan Pedro yang melingkar di perutnya.
“Aku juga mencintaimu Pedro dan aku harap kamu tidak mengecewakanku.” Kata Jessica pada Pedro.
Pedro melepaskan pelukannya dan membalikkan badan Jessica menghadapnya kemudian dia memegang kedia pipi Jessica dan menatap mata Jessica.
“Aku tidak akan pernah mengecewakanmu atau menyakitimu. Aku akan buktikan padamu.”
Jessica tersenyum dan memeluk Pedro dengan erat.
“Aku percaya padamu Pedro.” Kata Jessica.
“Terima kasih dear.” Kata Pedro kemudian dia kembali mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Pedro.
Mereka saling berciuman dan Pedro membaringkan Jessica di tempat tidur lalu kembali mencium bibir Jessica dan mereka kembali melakukan hubungan.
Sementar itu.
Kairos tiba di rumah Tania, dia turun dari motornya dan mengetuk pintu rumah Tania. Pintu terbuka dan terlihat Tania di depan pintu. Dia tersenyum pada Kairos.
“Hi Kairos, kita langsung pergi atau kamu ingin masuk kedalam dulu?”
“Aku ingin bertemu papi kamu dulu. Aku ingin minta ijin padanya untuk mengajakmu makan siang.” Kata Kairos pada Tania.
“Kairos papi lagi tidak di rumah, dia lagi pergi.”
“Oh…, kalau begitu ayo kita pergi sekarang.” Ajak Kairos pada Tania. Lalu mereka meninggalkan rumah Tania.
“Kairos kita akan makan siang di mana? Tanya Tania.
“Kita makan siang di rumah Tania.”
“Apa Kairos? Kita makan siang di rumahmu?” Tanya Tania
“Iya Tania. Mamaku sudah memasak untuk kita.” Kata Kairos lalu dia melujakan motornya dan akhirnya mereka sampai di rumah. Kairos dan Tania turun dari motor.
__ADS_1
Tania menarik tangan Kairos.
“Kenapa kamu tidak katakan dari awal, kalau mau makan siang di rumahmu.”
“Kalau aku katakan dari awal, kamu pasti tidak mau.” Kata Kairos pada Tania. “Ayo masuk mama pasti sudah menunggu kita.” Kata Kairos lagi pada Tania sambil menarik tangan Tania.
Mereka masuk ke dalam dan berpapasan dengan Acel.
“Hi Kairos.” Sapa Acel pada Kairos sambil matanya melirik pada tania.” Ehem.., ini pacarmu Kairos?” Tanya Acel
“Oh iya. Tania kenalkan ini Acel adikku, Acel ini Tania.”
“Hi Acel senang bertemu denganmu.”
“Hi Tania, senang juga bertemu denganmu.” Balas Acel.
“ Acel mama mana?”
“Lagi di ruang makan. Mereka sudah menunggumu.” Kata Acel.
“Baiklah kalau begitu, ayo Tania kita ke ruang makan.” Ajak Kairos pada Tania.
“Tapi Kairos…
“Sudah Tania ayo ke ruang makan, mereka sudah menunggu kalian disana.” Sela Acel pada Tania.
“Baiklah.” Kata Tania.
Kairos memegang tangan Tania dan mereka pergi ke ruang makan. Kairos melihat mereka sudah duduk di ruang makan.
“Mam, kenalkan ini Tania.” Kata Kairos pada Jessica dan Jessica berdiri
“Hallo Tania, selamat datang di rumah ini.” Kata Jessica kemudian di mencium kedua pipi Tania.
“Terima kasih Nyonya.” Kata Tania
Kairos tersenyum melihat Jesssica dan Tania.
“Dan itu Tania, calon suami mama namnya pedro dan yang itu, { sambil menunjuk cella,} dia kembarnya Acel namanya Cella.” Kata Kairos pada Tania.
Kemudian Tania menyalami Pedro dan Cella.
Jessica menatap Tania dan tersenyum.
“Ayo silahkan duduk Tania.” Kata Jessica
“Terima kasih Nyonya.” Ucap Tania dan kemudian dia duduk.
Kairos juga duduk di samping Tania. Dan mereka makan siang Bersama.
Selesai makan, Jessica dan Cella merapikan meja makan. Sedangkan Pedro Kairos Acel dan Tania, mereka pergi ke ruang santai.
Selesai merapikan meja makan Jessica dan Cella pergi keruang santai. Mereka duduk dan berbincang bincang serta bersenda gurau. Terdengar tawa mereka, kemudian Kairos berdiri dan menarik tangan Tania.
“Mam aku dan Tania mau kekamar dulu ya.” Pamit Kairos pada Jessica dan Tania menatap Kairos.
“Tapi Kairos?” Tania merasa tidak enak kepada Jessica dan Pedro. Apalagi mau pergi kekamar.
“Kenapa Tania? Kamu tidak usah takut, aku tidak akan menyentuhmu.” Canda Kairos.
Jessica tersenyum melihat Kairos dan Tania. “Iya sayang tidak apa apa pergi saja.”
“Iya Tania tidak apa apa, Kairos kakakku yang paling baik. Dia tidak akan menyentuhmu. Yah.. paling dia hanya minta cium saja.” Canda Acel pada Tania.
“Acel kamu jangan menggoda Tania.” Kata Jessica pada Acel dan Acel langsung tertawa.
“Jangan di dengar apa kata Acel Tania, dia memang seperti itu.” Kata Jessica dan tania tersenyum.
“Iya Tania. Kairos itu pria yang baik. Kamu jangan takut, paling dia hanya minta di peluk saja.” Canda Pedro dan Jessica langsung menatap Pedro. Terdengar tawa Acel.
“Benar Pedro.” Kata Acel
“Sudah kalian jangan terus menggoda aku dan Tania. Ayo Tania ikut aku.” Kata kairos sambil menarik tangan Tania.
“Selamat bersenang senang kakaku.” Canda Cella dan mereka semua tertawa.
Kairos membawa Tania ke kamarnya. Mereka berdua masuk dan Kairos mengunci pintu kamarnya lalu memberikan kursi pada Tania.
__ADS_1
“Ayo duduk disini Tania.” Kata Kairos dan Tania duduk.
Dia memperhatikan kamar kairos yang rapi. “ Anak laki laki tapi kamarnya rapi sekali.” Kata Tania dalam hati.
Kairos menatap Tania dan tersenyum dia mengambil kursi dan duduk di depan Tania.
“Oh ya Tania papi kamu sudah mendapatkan pekerjaan?” Tanya Kairos membuka pembicaraan.
“Hemm.., belum Kairos. Dia masih mencari pekerjaan, kenapa Kairos?”
“Uumm.., begini Tania. Kalau papi kamu mau, ada perusahaan milik teman mama mereka juga perusahaan kontraktor dan mereka membutuhkan tenaga pengawas di lapangan. Mungkin saja papi kamu mau. Coba kamu tanyakan padanya.” Kata Kairos pada Tania.
“Baiklah Kairos nanti aku tanyakan pada papi. Aku pikir dia pasti mau Kairos.”
“Iya Tania. Nanti kamu beritahu aku kalau papi kamu mau ya.” Kata Kairos
“Oh ya Kairos rumah ini milik mama kamu?” Tanya Tania.
“Bukan Tania. Mama hanya mengontrak rumah ini.” Bohong Kairos pada Tania, sambil mengambil tangan Tania dan memegangnya.
“Ohh begitu ya.., rumah ini sangat besar. Pasti sewanya mahal ya.”
“Aku tidak tahu Tania, mungkin saja.” Kata Kairos sambil memegang wajah Tania.
Mereka berdua saling bertatapan mata, Kairos berdiri dan menarik tangan Tania dan Tania ikut berdiri. Kairos mengajak Tania duduk di tempat tidur dan kairos mencium bibir Tania. Mereka saling berciuman dan kairos membaringkan Tania di tempat tidur dan mereka berdua kembali berciuman.
Tania berhenti mencium Kairos dan menatap mata Kairos.
“ Aku tidak ingin melakukannya Kairos.”
Kairos tersenyum pada Tania. “Kamu tenang saja Tania, aku tidak akan mengajak kamu untuk berhubungan sex. Kalau aku mau aku tidak akan membawamu di rumah ini. Aku akan membawamu di tempat lain dan memintamu untuk melakukannya.” Kata Kairos pada Tania. Aku hanya ingin menciummu.”
“Baiklah Kairos.” Kata Tania pada Kairos.
Kairos menarik Tania lalu memeluknya dan Tania merebahkan kepalanya di dada Kairos.
“Oh ya Tania, aku boleh bertanya sesuatu padamu?”
“Tentu saja Kairos. Apa yang ingin kamu tanyakan?”
“Tapi kamu jangan marah.” Kata Kairos pada Tania dan Tania menganggukan kepala. “Sudah berapa kali kamu pacaran?”
“Dua kali Kairos, waktu aku masih di High School. Dan setelah itu aku tidak pernah pacaran lagi.” Kata Tania.
“uumm.., waktu pacaran apakah kamu melakukan hubungan sex dengan mantan pacar kamu?”
Tania mengangkat kepalanya dan menatap Kairos.
“Kenapa kamu bertanya begitu?” Tanya Tania.
“Tidak apa apa Tania, aku hanya ingin tahu saja. Tapi kalau kamu tidak ingin menjawabnya tidak apa apa.”
Tania kembali meletakkan kepalanya di dada kairos. “Aku tidak pernah melakukan hubungan sex dengan mantan pacarku.” Jawab Tania.
“Selama ini kamu tidak pernah melakukan hubungan sex?” Tanya Kairos lagi.
“Iya Kairos, aku tidak pernah melakukan hubungan sex dengan siapapun. Kalau dulu sama mantan pacar, kami hanya berciuman saja tidak lebih.”
“Ohh begitu.” Kairos memutar tubuhnya menghadap Tania dan mereka saling berhadapan. Kairos membelai wajah Tania. “Berarti kamu masih virgin?”
“Yah karena aku tidak pernah melakukannya berarti aku masih virgin.” Kata Tania.
Kairos tersenyum.
“Karena kamu masih virgin aku tidak akan menyentuhmu.”
“Oh ya? Benarkah?”
“Iya Tania, kecuali kalau kamu yang ingin.” Canda kairos dan Tania tertawa sambil mencubit perut Kairos.
“Ahh.. sakit Tania.” Kata Kairos sambil memegang tangan Tania.
Kairos menarik Tania ke pelukannya dan kembali dia mencium bibir Tania. Dan Tania membalas ciuman Kairos.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komentar ya.
__ADS_1
Terima kasih