
Acel mulai mengawasi pergerakan Cella, dia benar-benar ingin memisahkan Logan dan kembarnya. Pria itu sama sekali tidak suka dengan kekasih Cella, dia ingin adiknya mendapatkan laki-laki yang baik dengan umur yang tidak berbeda jauh.
Terlihat Logan tiba di kediaman orang tua Cella, dia memarkirkan motornya kemudian menyapa Bane yang sedang berbincang-bincang dengan Alex, Erick dan James.
Sambil menunggu Cella, Logan ikut berbincang-bincang dengan mereka, lalu terlihat Cella keluar dari dalam rumah diikuti Acel. Logan memperlihatkan sikap biasa-biasa saja kepada kembar kekasihnya.
“Selama pagi, Acel,” sapa Logan tapi Acel tidak menjawab dia hanya menatap Logan dengan sinis. Cella melihat sikap kembarnya kepada Logan lalu dia menegur kekasihnya itu .
“Jangan pernah menyapa orang yang tidak punya etika,” sindir Cella. “Untuk apa kamu menyapanya?” Wajah gadis itu terlihat emosi.
Logan hanya diam lalu dia mengikuti gadis itu dari belakang dan masuk ke mobil. Sedangkan Acel, dia menjadi marah dengan sindiran Cella, Acel masuk ke dalam mobil kemudian langsung meninggalkan rumah dan pergi ke kantor.
Sementara Cella dan Logan langsung meluncur ke kampus, di dalam mobil Cella memarahi kekasihnya.
“Kamu sudah tahu sikap Acel seperti itu kenapa kamu menyapanya,” ujar Cella dengan kesal dia tidak suka sang kekasih diremehkan oleh kembarnya. Logan tersenyum kemudian dia memegang tangan Cella.
“Aku bersikap seperti itu untuk menunjukkan aku tidak ingin bermusuhan dengannya, tapi sifat kembarmu itu memang berbeda.” canda Logan seraya tertawa dan meremas hidung Cella yang mancung.
“Berikut jangan pernah menyapanya lagi, aku tidak suka melihat dia meremehkanmu.” Cella tidak ingin melihat Logan terluka dengan sikap kembarnya.
Akhirnya mereka berdua tiba di kampus, Cella dan Logan berciuman kemudian Cella turun dari mobil dan masuk ke dalam kampus.
Logan meninggalkan kampus lalu pergi ke condominium. Dia tiba kemudian masuk, Logan langsung menghempaskan tubuhnya di sofa dan memikirkan sikap Acel terhadap dirinya.
‘Kalau sampai orang tuanya tidak suka hubunganku dengan Cella, aku akan membawa pergi Cella dan menikahinya. Aku tidak mau kehilangan dia, aku sangat mencintainya,’ kata Logan dalam hati.
‘Aku tidak tahu mengapa Acel tidak menyukaiku, apa salahku padanya?’ batinnya lalu dia memejamkan mata Logan tidak mengerti dengan sikap kembar Cella, dia berdiri dan membuka kulkas. Logan mengambil air dingin lalu pergi duduk di teras sambil mata memandang pantai.
Sementara di kantor Carlos, terlihat Acel sedang menuju ke ruangan papanya. Dia mengetuk pintu lalu terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk. Acel membuka pintu kemudian dia masuk, kembar Cella langsung menyapa papanya.
“Hi, Pap. Apakah Papa sibuk?” tanya Acel sambil duduk di kursi menghadap papanya yang sedang memeriksa laporan di laptop. Carlos menghentikan aktifitasnya lalu menatap Acel dan tersenyum kepada putranya itu.
“Um, papa tidak sibuk, ada apa?” tanya Carlos seraya bersandar di kursi kerjanya.
“Ada yang ingin aku katakan, Pap. Aku ingin beritahu sesuatu tentang Cella dan Logan,” Carlos mengerutkan dahinya menatap Acel.
“Ada apa dengan Cella dan Logan?” tanya Carlos penasaran, dia ingin mendengar apa yang terjadi terhadap putri kesayangannya dengan sang bodyguard.
“Mereka pacaran, Pap,” Carlos terkejut dia tidak percaya kalau Cella memilik hubungan dengan bodyguardnya.
“Benarkah? Kamu tahu darimana mereka pacaran?” tanya Carlos lagi seraya memajukan badan dan meletakkan kedua tangannya di meja.
“Aku mendengar perbincangan Kairos dan Cella waktu di Spanyol, Cella menceritakan hubungan dia dan Logan bahkan apa saja yang mereka berdua lakukan Cella menceritakannya kepada Kairos.” Acel mencerikatakan semua apa yang dia dengar saat Cella dan Kairos berbincang di kamar saat berada di Spanyol. Terlihat Wajah Carlos langsung berubah tidak suka.
“Papa akan bicara dengan Cella,” ujar Carlos.
__ADS_1
“Baiklah, Pap. Aku kembali ke ruanganku, kalau bisa pecat saja pria itu agar dia tidak menganggu Cella lagi,” sahut Acel sambil berdiri dan menatap papanya. “Aku ingin Cella mendapatkan pria yang baik, bukan seperti Logan.”
Carlos hanya menganggukan kepala, dia tidak ingin menelan mentah aduan Acel. Sepeninggal putranya, dia langsung menghubungi Kairos. Ada nada panggil lalu terdengar suara anak tertuanya.
“Hallo, Pap. Apakah kalian baik-baik saja di sana?” tanya Kairos dari seberang telepon, dia sangat senang Carlos menghubunginya.
“Iya, Kairos. Kami baik-baik saja, bagaimana dengan kabar kalian di sana? Apakah semua baik-baik saja?” jawab Carlos seraya memindahkan ponsel ke telinga satunya dan mengajukan pertanyaan kepada Kairos.
“Kami semua baik-baik saja, Pap,” balas kairos dari ujung telepon..
“Papa senang mendengarnya. Oh ya, Papa ingin menanyakan sesuatu padamu.” Carlos ingin memastikan apakah yang dikatakan Acel itu benar.
“Tanya apa, Pap?” Kembali Kairos bertanya, pria itu berpikir mungkin sang ayah ingin bertanya tentang pekerjaannya di Mexico.
“Begini, Kairos. tadi Acel bercerita tentang Cella dan Logan, katanya mereka berdua berpacaran dan sudah melakukan hal-hal yang tidak-tidak. Lalu Papa tanya dia tahu darimana, terus Acel bilang dia mendengar pembicaraan kamu dan Cella waktu di Spanyol. Apakah semua itu benar?” Terdengar tawa Kairos dari seberang telepon, ternyata apa yang dia pikirkan salah.
“Pap, Cella tidak pernah bercerita tentang dia dan Logan. Apalagi bercerita hal-hal yang privacy, itu tidak pernah, Pap.” Kairos berbohong, dia ingin melindungi Cella dan Logan. “Acel terlalu mengada-ngada.”
“Ah … papa tidak mengerti, nanti papa juga akan bertanya kepada Cella apakah itu benar.” Carlos merasa lega tapi dia heran mengapa Acel berbohong tentang Cella dan Logan.
“Pap, mana mungkin Cella jatuh cinta. Dia terlalu sibuk untuk memikirkan cinta, papa lihat saja pulang dari kampus dia langsung di kamar dan baca buku.” Kairos terus mempengaruhi papanya untuk tidak percaya dengan aduan Acel, dia sudah merasakan bagaimana terpisah dari Tania makanya Kairos tidak ingin itu terjadi kepada Cella.
“Iya. Kamu benar, Kairos. tapi nanti papa akan menanyakan juga kepada Cella. Oh ya, Cella nanti akan berlibur di Mexico, dia ingin pergi ke tempatmu,” info Carlos kepada putra tertuanya.
“Iya, Kairos. Nanti kalau dia di sana, tolong kamu perhatikan dia. Papa tidak ingin terjadi sesuatu kepada putri Papa,” ujar Carlos lalu terdengar tawa Kairos.
“Pap, tenang saja. Aku akan menjaga putri kesayangan papa itu,” canda Kairos. Pria itu tahu ayahnya sangat menyayangi Cella, lalu Carlos tertawa.
“Baiklah kalau begitu, sering-sering beri kabar kepada papa dan mama,” pesan Carlos, walau’pun mereka berjauhan tapi pria itu tidak ingin putus komunikasi dengan putra tertuanya.
“Tentu saja, Pap,” balas Kairos dari seberang telepon.
“Ok. Papa tutup teleponya,” sahut Carlos kemudian menutup teleponnya dan bersandar di sandaran kursi.
Kenapa Acel berbohong padaku? Kemarin juga terlihat dia dan Cella saling diam, tadi pagi juga saat sarapan, dia dan Acel tidak saling sapa. Biasanya mereka berdua suka bercanda di meja makan. Ada apa dengan mereka berdua? tanya Carlos dalam hati lalu dia menggeleng-gelengkan kepala kemudian kembali bekerja.
Mexico
Begitu telepon ditutup Kairos langsung meninggalkan kantor, dia ingin makan siang dengan wanita yang dicintainya serta anak-anak. Saat akan pergi, terdengar suara seorang wanita memanggilnya. Kairos berhenti lalu menoleh ke belakang lalu dia menarik napas panjang.
“Lola? Kenapa disini?” tanya Kairos dengan mengerutkan dahi, nampak wajahnya tidak suka dengan kedatangan wanita itu tanpa membuat janji.
“Aku ingin menanyakan proposal yang aku ajukan waktu itu.” Kairos menggaruk dahinya yang tidak gatal itu kemudian dia memanggil sang asisten yang kebetulan berdiri tidak jauh darinya.
“Inigo!” Mendengar namanya di panggil asisten itu langsung berlari menghampiri Kairos.
__ADS_1
“Ada apa, Tuan?” tanya Inigo sambil memperhatikan Lola, dia tahu Kairos pasti tidak suka dengan kedatangan wanita itu ke kantor.
“Tolong kamu bicarakan dengan nona Lola masalah proposal yang dia ajukan waktu itu,” perintah Kairos sambil mengeluarkan ponsel dari saku celana. “Aku ingin pulang untuk makan siang bersama keluargaku.” Tanpa banyak bicara Kairos meninggalkan Lola dan asistennya lalu pergi ke parkiran kemudian masuk ke mobil.
Kairos langsung kembali ke rumah. Sementara Lola, perginya Kairos nampak wajahnya berubah kecewa. Dia tidak menyangka pria itu begitu dingin padanya, padahal dia sudah berdandan bahkan memakai pakaian seksi untuk bertemu dengan Kairos tapi kekasih Tania itu sama sekali tidak tertarik.
“Mari kita bicarakan di dalam.” Ajakan Inigo membuyarkan lamunan Lola, wanita itu segera mengembangkan senyumnya lalu mengikuti Inigo ke ruangan pria itu.
Nampak Lola tidak bersemangat karena tidak ada Kairos, sebenarnya dia tidak berniat untuk membicarakan proposal itu tapi kedatangannya ingin menggoda kekasih Tania. Sayang di sayang pria itu tak berminat padanya, sungguh siial pikir wanita itu.
Hampir kehilangan wanita yang dicintainya membuat Kairos lebih berhati-hati, perjuangan untuk bersatu dengan sang kekasih tidaklah mudah. Demi cinta mereka berdua harus berpura-pura mati, makanya Kairos tidak ingin menyia-nyiakan lagi cintanya. Cukup sudah kesalahan di masa lalu memberinya pelajaran, jangan sampai terulang lagi.
Amerika
Acel tidak berlama-lama di kantor, dia sudah berjanji kepada Sheren untuk mengantarnya ke dokter kandungan. Kini mereka berdua sedang berada di klinik.
Dokter sedang memeriksa kandungan Sheren, dia tersenyum kepada Acel dan meminta istri pria itu untuk duduk kembali. Ada yang ingin dokter jelaskan kepada pasangan suami istri itu.
“Rahim istri Anda sehat dan bisa memiliki anak, nanti aku berikan vitamin juga obat agar istri Anda cepat hamil.” Acel tersenyum dan memegang tangan sang istri.
“Benarkah, Dok?” tanya Acel dengan mata berbinar.
“Tentu saja,” sahut dokter sambil menulis resep di lembaran kecil lalu dia menjelaskan kembali kepada Acel dan Sheren. “Obat ini diminum setiap kali sebelum kalian berdua melakukan hubungan.” Acel memperhatikan nama obat itu kemudian bertanya lagi kepada dokter.
“Fungsinya untuk apa?” Dokter tersenyum dan kembali menjelaskan kepada Acel.
“Obat ini berfungsi untuk menyatukan lebih cepat sel telur dan cairan milik Anda saat kalian berdua mengalami pelepasan.” Acel mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
“Satu hal lagi, selesai melakukan hubungan Anda jangan langsung berdiri tapi tunggu selama lima belas menit dengan meletakkan bantal di pinggul belakang.” Sheran tersenyum dan menatap sang suami.
“Baik, Dok. Terima kasih atas penjelasannya,” ucap Acel dengan mengambil resep itu dan memberikannya kepada Sheren.
“Sama-sama.” Dokter kembali tersenyum lalu Acel dan Sheren berpamitan kepada wanita itu.
Pasangan suami istri itu meninggalkan klinik dan kembali ke rumah.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Oh ya, baca juga novel terbaruku dengan judul
AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG)
Terima kasih
__ADS_1