SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Perkelahian


__ADS_3

Terdengar desahaan-desahaan dari kamar gadis itu, terlihat pria itu sedang bekerja di antara paha kekasihnya. Terjangan lidahnya membuat gadis itu merintih kenikmatan.


Jilatan-jilatan yang di lancarkan membuat tubuh mungil itu serasa terbang, aliran darah begitu cepat mengalir ke seluruh organ tubuh.


Gadis itu meremas rambut coklat itu, dia tidak tahan dengan serangan lidah sang kekasih. Dia mengangkat pinggangnya dan mengalami pelepasan.


Kembali pria itu naik ke atas tubuh kekasihnya dan melakukan pekerjaannya lalu terdengar desahaan dari bibir gadis itu.


“Ah …,” desaah Cella dengan meremas tangan sang kekasih yang berada di pinggangnya


“Kamu suka, Sayang,” tanya Logan dengan menekan pinggulnya sehingga gadis itu memejamkan mata dan mengerutkan dahi.


“Iya … aku suka ….” Kembali gadis itu mendesaah lalu Logan menyanggah tubuhnya dengan kedua tangan di letakkan di tempat tidur kemudian menggerakkan pinggulnya dengan perlahan-lahan, dia tidak ingin bermain kasar dan cepat karena dia tidak mau terjadi sesuatu dengan kandungan sang kekasih.


“Aku mau keluar,” ujar Cella dengan memejamkan matanya dan memegang tangan pria itu.


“Iya, keluarkan saja,” sahut Logan kemudian dia menggerakkan pinggulnya sedikit cepat lalu Cella melingkarkan kakinya di pinggang Logan, dia mengalami pelepasan.


Logan tidak berhenti, dia terus menggerakkan pinggulnya kemudian dia mengalami pelepasan juga. Logan menghentakkan pinggangnya kemudian  mengecup bibir wanita berperut buncit itu.


Dia berbaring di samping kekasihnya lalu wanita itu memutar tubuhnya menghadap Logan dan meletakkan kepalanya di dada bidang itu.


“Sebentar lagi kita turun sarapan,” ujar Cella seraya memainkan telunjuknya di dada bertato itu.


“Iya, nanti saja kalau mereka sudah selesai sarapan baru aku turun,” sahut Logan kemudian melepaskan pelukan wanita itu dan pergi ke kamar mandi.


Cella berdiri dan mengambil handuk kemudian ikut masuk ke kamar mandi. Selesai,  dia dan Logan turun ke ruang makan, Cella mengambilkan makanan untuk kekasihnya lalu mereka berdua sarapan bersama.


“Aku akan pergi ke rumah orang tua Maurent, aku ingin mengambil motorku yang aku titipkan disana,” ujar Logan seraya menyuap makanan ke dalam mulutnya.


“Jangan pergi sendiri, ajak Bane dan yang lainnya, aku khawatir mereka masih mengincarmu,” kata Cella sambil menatap kekasihnya. Dia cemas terjadi sesuatu kepada pria itu.


“Iya, nanti aku akan mengajak mereka,” sahut Logan kemudian mengambil juice dan meminumnya.


Mereka berdua selesai sarapan kemudian Logan kembali ke kamar. Sedangkan Cella, dia pergi menemui kedua orang tuanya. Dia mengetuk pintu lalu terdengar suara mamanya menyuruh dia masuk.


Cella membuka pintu dan masuk, dia langsung menghampiri mamanya yang sedang duduk di depan cermin.


“Mam, aku ingin Bane menemani Logan pergi ke rumah bossnya,” pinta Cella sambil memperhatikan Jessica dari cermin. Mendengar Logan akan pergi Carlos langsung menatap putrinya.

__ADS_1


“Untuk apa dia kesana?” tanya Carlos sambil merapikan kemejanya.


“Dia ingin mengambil motornya yang dia titipkan di sana,” sahut Cella seraya membantu mengatur kemeja papanya.


“Kalau begitu ajak juga yang lainnya untuk ikut bersama Bane,” ujar Carlos kemudian dia berterima kasih kepada Cella yang sudah membantu merapikan kemejanya.


“Iya, Sayang. Ajak saja mereka untuk menemani Logan.” Jessica berdiri kemudian dia mengecup kening putrinya, “Mama hanya sebentar di kantor, nanti begitu kembali kita ke dokter kandungan.” Cella tersenyum dan menganggukkan kepala.


“Papa juga akan ikut, papa hanya sebentar di kantor,” sambung Carlos lalu Jessica tersenyum, dia sangat senang melihat Carlos yang bersemangat ikut bersama mereka.


“Baiklah, Mam. Aku kembali ke kamarku,” ujar Cella kemudian keluar dan kembali ke kamarnya.


Cella masuk ke dalam kamar dan memberitahukan Logan agar mengajak Bane dan rekan-rekannya untuk ikut dengan dia.


Sementara di dalam kamar Jessica menghubungi Colby pengawal pribadi kepercayaannya, Colby adalah bodyguard khusus yang mengawasi Jessica dari jarak jauh. Dia adalah penembak jitu yang handal. Jessica meminta untuk mengawasi Logan yang akan pergi ke rumah mantan bossnya. Mendapat perintah dari Jessica, Colby langsung meluncur ke kediaman Carlos.


Logan bersiap-siap untuk pergi, dia menyelipkan pistol di pinggangnya kemudian  mengecup bibir kekasihnya. Logan keluar dari kamar dan pergi ke depan, di sana sudah menunggu Bane dan rekan-rekannya. Logan menghampiri dan menyapa mereka.


“Hi, Bane. Aku akan pergi sekarang, tapi kalian harus hati-hati karena anak buahnya juga banyak dan aku tidak tahu mereka seperti apa,” ujar Logan.


“Tenang saja, Logan. Kami sudah terbiasa menghadapi orang seperti mereka,” canda canda salah satu dari rekan Bane lalu Bane tertawa dan menepuk punggung rekannya.


Colby tiba lalu dia bergabung bersama Bane dan rekan-rekan. Mereka semua masuk ke dalam mobil kemudian langsung meluncur ke tempat orang tua Maurent.


Melihat anak buah orang tua Maurent, Bane dan rekan-rekannya langsung turun dari mobil. Logan memberi isyarat kepada Bane agar tenang.


Logan menyapa mereka, terlihat mereka berbincang-bincang lalu salah satu dari mereka mengajak Logan masuk ke dalam untuk bertemu dengan orang tua Maurent.


Logan ikut masuk ke dalam kemudian dia duduk. Tidak lama kemudian orang tua Maurent keluar dan menemui Logan dan menyapanya.


“Hi, Logan. Aku dengar dari Maurent kamu sudah mengundurkan diri,” ujar Tuan itu seraya duduk dan berusaha tersenyum kepada Logan.


“Iya, Tuan. Aku akan menikah jadi aku mengundurkan diri dari pekerjaanku,” sahut Logan seraya tersenyum, matanya terus mengawasi orang-orang di sekitarnya. Dia memperhatikan pergerakan mereka sambil tangan satunya masuk ke dalam jacket dan memegang pistol.


“Oh … begitu, tidak ada masalah lain?” tanya Tuan itu untuk memastikan.


“Tidak ada, Tuan. Pacarku sudah hamil jadi aku ingin bertanggung jawab, aku ingin menikahinya makanya aku berhenti,” jawab Logan dengan tenang.


“Bukannya putriku yang telah menyelamatkanmu dari orang tua kekasihmu?” Logan terdiam dan menatap pria tua itu.

__ADS_1


“Benar, putri Anda yang telah menyelamatkanku tapi dia juga menyekapku dan meminta untuk melayani nafsunya. Walau aku masih dalam keadaan sakit harus mengikuti permintaan putri Anda.” Nampak wajah pria itu berubah marah.


“Aku tidak percaya putriku melakukan hal itu, kamu hanya mengada-ada saja.” Sambil berucap dia menatap pengawalnya dan mengedipkan sebelah matanya.


“Baiklah, ada keperluan apa kamu datang kesini?” Pria itu akhirnya mengalihkan permbicaraan.


“Bukankah Anda yang memintanku untuk datang mengambi motor di garasi Anda?” sahut Logan dengan mengerutkand dahi seraya mata memperhatikan beberapa anak buah pria itu.


“Oh … baiklah kalau begitu.” Tuan itu menatap anak buahnya dan memberi perintah kepada mereka.


“Antarkan dia mengambil motornya.” Logan sempat melihat Tuan itu mengedipkan sebelah mata kepada anak buahnya, dia langsung bersiap-siap.


Mereka mengajak Logan keluar dari rumah dan mengantarnya ke garasi bagian belakang. Logan melihat motornya, saat dia akan pergi mengambil  tiba-tiba salah satu dari mereka menahannya dan melayangkan pukulan ke wajahnya.


Logan terjatuh kemudian  bangkit berdiri, saat salah satu dari mereka ingin memukulnya, dengan cepat dia menghindar sambil melayangkan tendangan ke perut pengawal itu. Seketika lawannya  jatuh.


Yang lain berusaha menahan Logan tapi dengan lihai kekasih Cella melepaskan diri dan memberika pukulan masin-masing ke wajah mereka.


Sedangkan Bane, dia terlihat gelisah menunggu Logan. Dia mengajak dua rekannya  masuk ke dalam lalu mengeluarkan pistol dan  mencari Logan.


Di garasi Logan semakin terdesak dia mulai kewalahan menghadapi empat orang berbadan besar, satu pukulan mengenai wajahnya lalu dia terjatuh.


Salah satu dari mereka melepaskan tendangan ke arah wajahnya tapi dia masih bisa menangkis dengan tangannya kemudian  bangkit berdiri.


Satu persatu dia mengajar mereka lalu Bane dan kedua rekannya tiba, mereka berdua langsung membantu Logan menghadapi para pengawal itu.


Akhirnya mereka bisa di lumpuhkan oleh Logan, Bane dan kedua rekannya. Logan langsung naik ke motor gedenya kemudian  membawa kendaraan roda dua itu keluar dari garasi.


Mauricio dan Colby datang membantu dengan menodongkan pistol ke arah mereka. Sedangkan salah satu rekan mereka menunggu   di mobil.


Logan membawa motornya keluar dari kediaman orang tua Maurent di ikuti Bane dan yang lainnya. Mereka melangkah mundur sambil menodongkan pistol ke arah para pengawal itu.


Logan berhasil keluar dari kediaman orang tua Maurent. Begitu Juga Bane, Colby dan rekan-rekannya.


Mereka masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan kediaman orang tua Maurent, dan langsung kembali ke kediaman Carlos.


Sementara itu Logan melajukan motornya, sesekali matanya memperhatikan spion. Dia ingin melihat kalau ada yang mengikutinya, Logan menangkap ada motor yang sedang berusaha mengejarnya.


Logan lebih melajukan motornya, dia berusaha untuk menjauh dari pengejarnya itu. Dia masuk ke lorong yang kecil, kekasih Cella mencoba untuk menghilangkan jejak agar mereka tidak bisa menemukannya.

__ADS_1


Logan tembus di jalan utama kemudian dia melajukan kembali motornya. Dia tidak ingin mereka mengikuti sampai di kediaman Carlos, Logan tidak ingin terjadi kekacauan.


Dia melihat lagi di Spion tapi mereka sudah tidak ada, Logan langsung meluncur ke kediaman orang tua Cella. Dia tiba dan melihat Bane dan rekan-rekannya sudah berada di sana.


__ADS_2