SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Meminta cerai


__ADS_3

Kairos mengantar Andrew ke Airport, tiba di Airport Andrew berpamitan pada kairos.


“Terima kasih Kairos sudah mengantarku. Oh ya jaga mama serta adik adik kamu ya.”


“Iya Ndrew sama sama.” Kata Kairos pada Andrew.


Andrew turun dari mobil dan langsung masuk kedalam Airport sedangkan Kairos dia langsung pulang ke rumah.


Sampai di rumah Kairos melihat Jessica lagi bermain main dengan Isabell di sofa.


“Hi mam, mama tidak kekantor?” Tanya Kairos sambil duduk di sofa dan mencium Isabell


“Mama akan ke kantor sayang. Tapi nanti sebentar, mama lagi menunggu pengasuh untuk menjaga Isabell.


“Ohh.., kalau begitu aku mandi dulu mam.”


“Iya sayang. Nanti jangan lupa sebentar jemput kedua adikmu ya!”


“Iya mam.” Kata Kairos sambil berjalan naik ke atas dan masuk kekamar.


Jessica berdiri lalu menggendong Isabell dan membawa Isabell kekamarnya.


Dan tidak lama kemudian pengasuh Isabell datang. Jessica langsung memberikan Isabell kepada pengasuh dan dia kembali kekamar dan mandi. Selesai mandi dia mengganti pakaiannya dan bersiap siap kekantor. Dia mengambil tas dan kunci mobil, dia pergi kekamar Kairos dan melihat kairos juga lagi bersiap siap kekampus.


“Sayang mama pergi dulu ya.” Kata Jessica pada Kairos.


“Iya mam, hati hati ya!” Kata Kairos sambil memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica.


Jessica juga mencium kening Kairos dan meninggalkan kamar Kairos lalu dia pergi keluar dan masuk kedalam mobil. Dia langsung menuju ke perusahaan Well’s Group.


Sampai di kantor, Jessica langsung di sambut Mason.


“Selamat pagi Nyonya Jessi. Hmm.., pagi ini Nyonya terlihat ceriah.” Goda Mason pada Jessica.


Jessica menatap Mason dan tersenyum.


“Tentu saja Mason. Kita harus ceria walaupun masalah selalu datang.” Canda Jessica pada Mason lalu dia masuk kedalam ruangannya dan meletakkan tasnya di atas meja dan langsung menyalakan komputer. Dia duduk di kursi kerjanya dan memandang Mason


“Ada berita apa hari ini Mason?” Tanya Jessica sambil tersenyum pada Mason.


“Hemm.., berita apa ya. Sepertinya tidak ada nyonya.” Kata Mason pada Jessica kemudian dia berdiri dan meninggalkan Jessica. Jessica mengangkat kedua keningnya dan tersenyum.


Jessica hanya sebentar di kantor lalu dia meninggalkan kantornya dan pergi ke kantor yang satunya lagi. Sebelum masuk kedalam mobil, dia melihat mobil Carlos. Jessica tersenyum sinis.


”He.., masih saja mengawasiku. Dasar laki laki tidak tahu malu.” Kata Jessica dalam hati.


“sebentar lagi kamu akan menderita Carlos, tunggu saja pembalasanku. Aku tahu kamu masih mencintaiku. Kalau kamu sudah tidak mencintaiku lagi untuk apa kamu selalu mengawasiku?”


Jessica masuk kedalam mobil dan dia meninggalkan kantor, dia melihat dari kaca spion mobil Carlos mengikutinya. Jessica membiarkan Carlos mengikutinya, sampai di perusahaan Global Invesment Jessica langsung masuk kedalam dan sempat juga dia melihat mobil Carlos. Jessica menuju keruangannya dan terdengar Billy memanggil Jessica sambil berlari lari menghampiri Jessica.


“Nyonya Jessi sebentar.” Panggil Billy


Jessica berhenti dan membalikkan badannya melihat Billy yang sedang berlari ke arahnya.


“Ada apa Billy? Aku pikir kamu di proyek?”


“Iya aku tadi di proyek, tapi ada yang ingin bertemu dengan nyonya.” Kata Billy pada Jessica.


“Ohh begitu, mereka ingin bertemu sekarang?”


“Iya Nyonya, mereka ingin mertemu dengan Nyonya Jessica sekarang.” Jawab Billy.


“Baiklah, nanti kalau mereka sudah datang kamu antar saja mereka ke ruang meeteing nanti aku kesana!”


“Baik Nyonya Jessi sebentar lagi mereka tiba.”


“Baiklah kalau begitu, aku keruanganku dulu.” Kata Jessica kemudian dia masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian terdengar pintu ruangan Jessica di ketuk.


“Tok... Tok.. Tok..”


“Masuk saja.” Kata Jessica


Pintu terbuka dan Jessica melihat Billy yang masuk. “Bagaimana Billy mereka sudah datang?”


“Iya nyonya, mereka sekarang di ruang meeting Nyonya.”


“Baiklah Billy ayo kita kesana.” Kata Jessica sambil berdiri dan keluar dari ruangannya dan menuju keruang meeting.


Dia masuk keruangan meeting dan Billy langsung mengenalkan Tuan Benjamin dan rekan rekannya pada Jessica.


“Nyonya Jessi ini tuan Benjamin, Tuan Benjamin ini Nyonya Jessica pemilik dari perusahaan ini.


“Hi Nyonya Jessica senang bertemu dengan Anda.” Sapa Tuan Benjamin.


“Sama sama Tuan Benjamin, senang bertemu dengan Anda juga. Silahkan duduk!” Kata Jessica pada Tuan Benjamin.


Mereka duduk dan Jessica tersenyum pada Tuan Benjamin.


“Ada yang bisa aku bantu tuan?” Tanya Jessica.


“Iya benar sekali Nyonya Jessica. Begini Nyonya aku mempunyai lahan sebesar 11ha di dekat pantai, dan rencananya aku ingin membangun perumahan real estate. Karena aku masih baru di dunia bisnis ini aku ingin meminta Nyonya untuk membantu saya dalam mengembangkan bisnis ini.


“Hmm..., sambil mengangguk anggukan kepala. “Apakah anda sudah memiliki perusahaan?” Tanya Jessica lagi.


“Belum ada Nyonya. Tapi kalau nyonya mau, bisa saja pakai perusahaan Nyonya.”


“Lahan itu milik anda sendiri atau milik bersama?”


“Itu milik keluargaku tapi semua keluargaku sudah setuju Nyonya.” Kata Tuan Benjamin.


“Begini, aku tidak bisa memutuskan sekarang dan kami juga harus survey lokasinya. Aku harus berdiskusi dengan konsultan keuanganku dan Billy juga.”


“Baiklah, nanti aku kabarkan secepatnya. Aku harus membicarakan ini dengan Billy dan konsultan keuanganku. Ok itu saja?” Kata Jessica pada Tuan Benjamin.


“Iya Nyonya, itu saja. Kalau begitu aku permisi.”


“Baiklah Tuan, kami akan kabarkan secepatnya.” Kata jJssica lalu dia berdiri dan bersalaman dengan Tuan Benjamin. Kemudian Jessica mengantar Tuan Benjamin sampai depan pintu keluar, kemudian dia kembali ke ruangannya dan memanggil Billy untuk ikut ke ruangannya.


Jessica duduk di kursi kerjanya dan Billy duduk tepat di depan meja kerja Jessica.


“Bagaimana menurutmu Billy?”


“Begini Nyonya, sebenarnya sulit juga karena lahan itu milik keluarga kecuali seluruh keluarganya membuat surat pernyataan bersama.”


“Ehmm..., aku juga tertarik untuk menjadi Developer. Bagiamana kalau kita beli saja lahan mereka Billy?”


“Hemm.., itu juga bagus Nyonya. Kalau lahan sudah menjadi milik perusahaan, kita bisa bangun apa saja disana Nyonya. Dan aku pikir tidak akan ada kendala. Tapi kalau masih milik keluarga walappun sudah ada surat pernyataan bersama, terkadang ada resikonya juga.


“Kalau begitu nanti kamu hubungi Tuan Benjamin katakan saja padanya, bagaimana kalau lahannya kita beli saja.” Kata Jessica pada Billy.


“Baiklah Nyonya nanti aku tanyakan dulu, tapi sebaiknya kita survey dulu lokasinya.


“Iya Billy. Kamu atur saja.” Kata Jessica


“Iya Nyonya, kalau begitu aku pamit dulu. Aku harus kembali ke proyek.”


“Baik Billy, nanti kabari aku terus ya!”


“Iya Nyonya.” Kata Billy, kemudian dia meninggalkan ruangan Jessica.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya Jessica mengirim pesan lewat Wa pada Andrew.

__ADS_1


“Hi Ndrew sebelumnya aku minta maaf. Selama aku menikah denganmu kamu tidak pernah menganggap aku istrimu, jadi sebaiknya urus saja perceraian kita. Supaya kamu bisa bebas dariku dan aku bisa bebas dari kamu. Thank you.”


Lalu Jessica mengirim pesan itu kepada Andrew.


Dan tidak lama kemudian Andrew membalas pesan itu. “Baiklah Jessi secepatnya aku akan mengurus perceraian kita.”


“Ok Thanks ya Ndrew, kamu sudah menjadi sahabaku.” Balas Jessica pada Andrew.


“Iya Jessi, sama sama.”


Jessica bersandar di kursi dan memejamkan matanya. “Hem.., dua kali bercerai.” Kata Jessica dalam hati.


Tiba tiba pintu di ketok.


“Tok.. Tok.. Tok..”


“Iya masuk.” Kata Jessica dengan suara malas.


Pintu terbuka dan terdengar suara Pedro.


“Selamat siang cantik.” Kata Pedro sambil masuk kedalam ruangan Jessica dan menutup pintu kembali lalu dia duduk di depan meja kerja Jessica.


“Selamat siang Pedro. Ada yang bisa aku bantu?” Canda Jessica pada Pedro.


“Ehmm...., sepertinya iya. I need your help!”


“Ohh.., really? So, what can i do for you? Just tell me!”


“Uhmm... i needed you for lunch with me.” Kata Pedro pada Jessica sambil mengangkat kedua keningnya.


Jessica tersenyum


“Ehmm.., aku akan pergi bersamamu untuk makan siang. Tapi makan siang dimana?”


“Terserah kamu Jessi, kamu mau dimana?” Tanya Pedro


“Bagusnya dimana Pedro?”


“Terserah kamu saja Jessi?” Kata Pedro lagi


“Hemm...” Sambil berpikir. “Bagaimana kalau kita pergi ke Brio Coastal Bar and Kitchen?”


Pedro mengangguk anggukan kepala.


“Boleh juga, ayo kita pergi sekarang, aku sudah lapar Jessi.”


“Baiklah Pedro, ayo!”


Jessica dan Pedro meninggalkan ruangan dan pergi keluar. Mereka menuju ke parkiran dan Jessica sempat melihat mobil Carlos. “Kenapa dia selalu mengikutiku?” Tanya Jessica dalam hati.


“Jessi mau pakai mobil kamu atau mobilku?” Tanya Pedro.


“Ehmm.., pakai mobil kamu saja Pedro.” Kata Jessica.


“Baiklah Jessi, ayo masuk!”


Jessica masuk kedalam mobil dan dia langsung mengirim pesan pada Charlie karena dia tidak ingin Carlos melukai Pedro.


“Charlie tolong awasi Carlos, dia akan mengikuti aku dan Pedro.” Jessica mengirim pesan itu via wa dan Charlie membalasnya.


“Tenang saja Jessi, ada orang kita yang sedang mengikuti kalian.”


Jessica membaca pesan Charlie dan dia menjadi tenang. Jessica dan Pedro langsung menuju ke restaurant. Sampai di restaurant mereka berdua masuk dan pelayan mengantar mereka berdua ke meja dan mereka berdua duduk lalu pelayan memberikan buku menu kepada mereka.


Mereka berdua memesan makanan. Sambil menunggu pesanan, mereka berdua berbincang bincang.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan Lupa like dan komentar ya


__ADS_2