SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Aku tidak perduli


__ADS_3

Ketidak sukaan Acel kepada Logan membuat hubungan kaka beradik itu menjadi renggang, biasanya mereka bercanda sekarang hanya ada saling diam.


Gadis itu tidak suka kembarnya mencampuri urusan pribadinya dengan Logan. Hari ini mereka berdua bertengkar di dapur, Cella tidak terima Acel menghina kekasihnya.


“Coba kamu lihat, pria yang sudah tua dan tidak memiliki apa-apa dengan masa lalu yang buruk. Itukah yang kamu banggakan, itu yang kamu cintai? Apakah sudah tidak ada laki-laki di Amerika untuk dijadikan kekasih?” Acel menatap Cella dengan pandangan yang meremehkan.


“Aku tidak perduli dia lebih tua jauh dariku, aku tidak perduli dengan masa lalu sekalipun masa lalunya buruk, dan aku tidak perduli dia tidak memiliki apa-apa. Tapi kamu tanyakan kepada Sheren, sebelum dia bertemu denganmu apakah dia anak orang kaya, apakah dia seorang pengusaha, apakah dia wanita karir? bukankah kamu bertemu dia di jalan juga?” Cella mulai membalas bicara kasar kepada kembarnya.


Acel tidak suka dengan ucapan Cella, dia meletakkan gelas di atas meja dan menatap marah kepada kembarnya.


“Jangan bawah-bawah Sheren,” ujar Acel dengan kesal tanpa dia sadari juga ucapannya itu sudah membawa-bawah nama Logan.


“Ya, kamu juga jangan mencampuri urusanku, urus saja rumah tanggamu, kalau bisa jadilah seperti Kairos menjadi mandiri tidak berharap dari papa dan mama.” Cella menatap Acel kemudian dia meninggalkan kembarnya sendiri di dapur. Acel terdiam, dia hanya bisa memandang Cella dengan wajah yang penuh amarah.


Aku akan memisahlan kamu dengan Logan, kata Acel dalam hati.


Sedangkan Cella, dia pergi ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Dia benar-benar marah kepada kembarnya, dia tidak habis pikir mengapa Acel seperti itu.


“Kenapa dia menjadi sombong seperti itu? Dia tidak pernah merendahkan orang lain tapi kenapa sekarang dia merendahkan Logan?” Cella tidak habis pikir dengan kelakuan Acel.


Dia bangun kemudian lalu keluar dan mencari Logan, dia melihat sang kekasih sedang duduk di teras belakang, Cella menatap Logan dari jauh. Timbul rasa kasihan di hatinya saat mengingat hinaan-hinaan yang di lontarkan Acel saat mereka berdua bertengkar di dapur.


Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, apapun yang terjadi, gumamnya. Aku tahu Acel pasti akan mengadu kepada papa dan meminta papa untuk memisahkan aku dan Logan. Itu tidak akan terjadi, sekalipun papa mengusirku dari rumah aku akan tetap mencintai Logan.


Dia berjalan menghampiri Logan kemudian  memegang punggung yang kekar itu, saat Logan menoleh Cella langsung tersenyum dan duduk di pangkuan pria itu.


“Apa yang kamu pikirkan?” tanya Cella sambil menatap mata Logan lalu pria itu menarik napas panjang dan berusaha tersenyum kepada Cella.


 “Aku tidak mengerti, kenapa Acel tidak suka padaku. Tadi aku menyapanya tapi dia hanya melihatku seperti sampah,” sahut Logan dengan sedih dan menundukkan kepala lalu Cella memegang pipi pria itu dan membelainya.

__ADS_1


“Kamu tidak usah perdulikan Acel, tadi juga aku bertengkar dengannya di dapur.” Cella menarik napas panjang. “Apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu,” sambungnya kemudian  memeluk pria itu dengan erat.


“Aku hanya takut saja dia memisahkan aku darimu,” ujar Logan dengan sedih kemudian dia memejamkan mata dan merasakan belaian tangan lembut di rambutnya.


“Tidak ada yang dapat memisahkan kita berdua, kita akan berjuang bersama-sama.” Cella menenangkan kekasihnya kemudian dia melihat Acel, dia melepaskan pelukannya lalu Cella mencium bibir Logan. Dia sengaja melakukannya untuk menunjukan kepada Acel kalau dia sangat mencintai pria yang ada di hadapannya.


Acel melihat Cella dan Logan berciuman, dia juga melihat tangan Logan meremas dada kembarnya, dia menjadi emosi dan menghampiri Cella juga Logan. Dia menarik sang adik dan melayangkan pukulan di wajah pria itu. Cella menjadi marah lalu menampar Acel.


“Berani sekali kamu memukul Logan, aku sudah katakan padamu jangan mencampuri urusanku. Urus saja rumah tanggamu.” Dia menatap kembarnya dengan tatapan kebencian.


Acel tidak terima Cella menamparnya, dia ingin membalas adiknya tapi tangan Logan begitu cepat menahan Acel.


“Aku tidak akan segan-segan menghajarmu apabila kamu menampar wanita yang aku cintai. Kamu memukulku buatku tidak masalah, tapi kalau kamu menyentuhnya aku tidak akan memandangmu siapa.” Wajah Logan berubah mejadi merah menahan marah.


“Berani sekali kamu padaku, tunggu saja kalau papa dan mama sudah pulang. Kita lihat apa yang akan terjadi,” ancam Acel kepada Cella tapi Cella hanya tersenyum smirk menunjukkan kepada kembarnya kalau dia tidak akan terpengaruh dengan ancaman sang kembar.


“Oh, kamu pikir aku takut. Kamu mau mengadu kepada papa dan mama? Silahkan, aku tunggu aduanmu itu.” Cella hanya meledek Acel bahkan menantang kembarnya itu.


“Kamu pasti habis bertengkar dengan Cella, aku sudah katakan padamu jangan mencampuri urusan Cella. Selama aku bersamamu apakah Cella mengusik hubungan kita?” ujar Sheren sambil duduk di tempat tidur.


“Sudah, diam kamu!” bentak Acel dengan kasar lalu Sheren terdiam kemudian  keluar dari kamar, Sheren malas meladenin suaminya.


Sementara itu Cella menyeka sedikit darah di ujung bibir Logan, dia mengambil kain dan membersihkan sudut bibir kekasihnya.


“Aku minta maaf atas perlakuan Acel padamu,” ucap Cella dengan sedih. Logan tersenyum kemudian dia memegang leher Cella dengan kedua tanganya dan meyandarkan dahinya di dahi gadis itu.


“Tidak apa-apa. Yang terpenting dia tidak menyentuhmu, aku tidak ingin melihat orang yang aku cintai di sakiti,” ujar Logan sambil membelai wajah Cella dan memeluknya


“Bagaimana kalau kita ke condominium?” bisik Logan lalu gadis itu menganggukan kepala.

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu mereka meninggalkan kediaman orang tua Cella dan pergi ke condominium. Pasangan kekasih itu tiba lalu Cella langsung menuju ke teras, dia menarik kursi dan duduk. Logan memperhatikan kekasihnya kemudian duduk di seberang menghadap laut.


Cella menatap Logan kemudian dia berdiri dan menghampiri pria itu, dia membungkukkan badannya dan melingkarkan tangannya di leher Logan.


“Jangan terlalu banyak berpikir,” bisiknya lalu Logan meraih wajah gadis itu dan menciumnya.


Cella duduk di pangkuan Logan dan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu lalu Logan melingkarkan tangannya dan mengecup ubun kepala gadis itu.


“Kalau papa kamu menentang hubungan kita, apakah kamu mau ikut bersamaku ke Brasil?” Cella mengangkat kepalanya dan menatap mata kekasihnya.


“Aku akan ikut kemana’pun kamu pergi. Sudah aku katakan padamu, aku siap melepaskan kemewahan yang orang tuaku berikan. Aku akan ikut bersamamu.” Cella meyakinkan cintanya kepada Logan, dia tidak ingin pria itu ragu lagi padanya.


“Terima kasih, kamu tahu aku sangat mencintaimu,” ujar Logan sambil mengeratkan pelukannya.


“Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimua.”Cella berdiri dan mengajak Logan masuk ke kamar. Mereka berdua naik ke tempat tidur dan berbaring.


“Semenjak ada Acel kita sudah jarang melakukan hubungan itu,” canda Logan lalu Cella memutar tubuhnya dan membelai pipi pria itu. Dia tersenyum melihat mimik wajah kekasihnya yang berharap untuk melakukan hubungan.


“Saat ini aku tidak bisa melakukannya, aku lagi period,” ujar Cella dengan tersenyum dan mengedipkan matanya lalu Logan tertawa


“Ah … aku harus menahan diri lagi untuk beberapa hari.” Dia mengambil bantal dan menutup wajahnya lalu Logan merasakan tangan  lembut sedang masuk ke dalam celananya. Dia meletakkan bantal kemudian  menatap gadis itu.


“Kamu akan melakukannya,” tanya Logan dengan mendesah.


“Iya,” jawab Cella kemudian dia melepaskan celana pria itu dan melakukan aksinya sampai pria itu mengalami pelepasan.


Mereka berdua saling tatap mata kemudian gadis itu tersenyum, dia berdiri dan mengambil tissue. Cella membersihkan mulutnya dan pergi ke kamar mandi. Sedangkan Logan dia tetap berbaring di tempat tidur.


Jangan lupa like dan komentar ya.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2