
Sesudah dari kantor Carlos Charlie langsung menuju ke tempat Tania di sembunyikan. Charlie toba di persembuyina Tania kemudian dia masuk ke dalam. Charlie langsung mencari Jack, dia melihat Jack sedang merokok di pinggir kolam renang.
Charlie menghampiri Jack dan menyapa Jack
“Hi Jack, apakah semua baik baik saja?”
“Hi charlie, ya semua baik baik saja. Kairos dan Tania sedang di kamar.”
“Oh … Kairos disini juga? Aku pikir dia tadi kembali ke kantor.”
“Iya Charlie, dia sudah dari tadi di sini.” Jawab Jack sambil menghisap rokoknya dan menyemburkan asap keluar dari mulutnya.
“Oh … begitu. Oh ya Jack ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Charlie kepada Jack sambil duduk di depan Jack.
“Ada apa Charlie?”
“Um … begini Jack, tadi aku baru saja dari kantor Carlos dan di sana juga ada Mike. aku mengatakan kepada Mike tentang penembakan terhadap Tania, aku mengatakan padanya kalau target sebenarnya adalah Reagen. Tapi Tania melindungi Reagen.”
“Terus bagaimana raut wajah Mike?”
Charlie tertawa
“Kamu tahu Jack? Raut wajahnya langsung berubah menjadi panik. Oh ya dia meminta aku untuk mencari orang yang bisa mengawal dia dan Reagen.”
“Itu bagus Charlie, kalau yang akan mengawal Reagen dan Mike orang kamu juga maka dengan mudah kita bisa menjebak Mike dan Reagen.”
“Benar sekali Jack, aku juga akan meminta Osvaldo untuk membantuku mencari orang yang bisa mengawal Mike dan Reagen.”
Sementara mereka berdua berbincang bincang, Kairos datang dan langsung duduk bergabung dengan Charlie dan Jack.
“Hi Charlie, sudah lama kamu disini?” Tanya Kairos sambil mengambil kursi dan duduk.
“Em … belum lama.” Jawab Charlie sambil tersenyum. “Oh ya, bagaimana dengan Tania? Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Charlie kepada Kairos
“Iya dia baik-baik saja, Tania sedang tidur.”
“Oh ya Kairos, apakah kamu akan menginap disini?” Tanya Jack
“Iya Jack, aku akan tidur disini.” Jawab Kairos kemudian dia mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya.
“Aku tidak sabar lagi ingin membongkar kedok Paman Mike dan Reagen.” Kata Kairos sambil menghisap rokoknya.
“Sabar saja Kairos, kita tidak boleh gegabah. Mike itu orangnya juga pintar apalagi Sonia, mereka juga pasti sedang merencanakan sesuatu.” Ujar Jack kepada Kairos.
“Iya, apa yang di katakan oleh Jack itu benar. Aku harus cepat menghubungi Osvaldo, ok kalau begitu aku pergi dulu. Nanti aku akan beri kabar padamu kalau sudah ada jasad di rumah sakit.” Kata Charlie kepada Kairos
“Baiklah Charlie, aku tunggu kabar darimu.” Kata Kairos kemudian dia berdiri dan masuk ke dalam
Charlie langsung meninggalkan tempat persembunyian Tania
__ADS_1
Sedangkan Kairos, dia masuk kedalam kamar lalu dia berbaring di samping Tania. Dia memeluk Tania dan Tania terbangun, Tania tersenyum kepada Kairos lalu dia melatakan kepalanya di dada Kairos.
“Maaf aku membangunkanmu.” Bisik Kairos
Tania mengangkat kepalanya lalu dia menatap Kairos
“Tidak apa apa honey.”
Tania naik di atas tubuh Kairos lalu dia mencium bibir Kairos, mereka saling berciuman dan memainkan lidah. Kairos membelai rambut Tania
“Kamu ingin melakukannya?” Tanya Kairos kemudian dia mengecup kening Tania
“Iya honey.” Jawab Tania dengan suara pelan
“Baiklah sayang.”
Tania turun dari atas tubuh Kairos lalu dia melepaskan pakaiannya dan pakaian Kairos kemudian dia mencium kembali bibir Kairos.
Kairos membalas ciuman Tania dengan lembut, tangannya memegang kedua pipi Tania dan membelai wajah Tania, kemudian dia mencium leher Tania. Tangannya meremas dada Tania kemudian di turun ke dada Tania.
Tania meremas rambut Kairos, lalu mereka melakukan hubungan itu. Kairos terbaring di samping Tania kemudian Tania meletakkan kepalanya di dada Kairos.
"Honey, terima kasih sudah membawa aku keluar dari rumah paman Mike." ucap Tania kepada Kairos sambil memainkan jari telunjuknya di dada Kairos
Kairos membelai rambut Tania
"Sekarang kita tinggal menunggu rencana kematianmu. Aku ingin segera meninggalkan negara ini, aku lelah honey."
"Iya sayang, Charlie akan membantu kita. Charlie akan mencari jasad dulu. Kamu harus sabar ya."
"Iya honey." Kata Tania lalu dia memejamkan matanya
Sementara itu Charlie mengarahkan mobilnya menuju ketempat Osvaldo. Tiba di rumah Osvaldo Charlie langsung turun dari mobilnya lalu dia pergi mengetuk pintu rumah Osvaldo
Tok .. tok .. tok ..
Pintu terbuka lalu Charlie tersenyum dan menyapa Osvaldo
" Hi Osvaldo, apakah aku mengganggumu?"
"Ah .. tidak sama sekali, ayo masuk Charlie." Ajak Osvaldo lalu Charlie masuk mengikuti Osvaldo dari belakang.
"Silahkan duduk Charlie."
"Terima kasih Osvaldo." ucap Charlie sambil duduk
"Ada apa kamu ingin bertemu denganku? Apakah semua baik baik saja?" tanya Osvaldo
"Umm ... iya Osvdo, semua baik baik saja. Oh ya, aku datang kesini karena ada hal yang harus aku bicarakan denganmu."
__ADS_1
"Oh .. begitu? Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" Tanya Osvaldo dengan penasaran
"Begini Osvaldo....
Charlie menceritakan tentang kematian palsu Tania kepada Osvaldo lalu Osvaldo terkejut.
"Apa?? Jadi kematian Tania hanya rekayasa saja?"
"Iya Osvaldo." Jawab Charlie
"Apa yang terjadi Charlie?" Tanya Osvaldo lagi.
Charlie menarik napas panjang dan menceritakan kepada Osvaldo tentang rencana Mike. Terlihat raut wajah Osvaldo berubah menjadi merah, dia menjadi emosi mendengar apa yang di katakan Charlie.
"Kuranga ajar si Mike, dia tidak tahu berterima kasih. Kalau bukan Carlos, dia bukan siapa siapa." Kata Osvaldo dengan geram
"Kamu tahu Charlie, Carlos yang membuat Federico memungut Mike dari jalanan dan sekarang dia ingin membunuh Acel. Dasar tidak tahu diri. Charlie, aku tidak akan membiarkan Mike menyentuh keluarga Carlos sekalipun nyawaku taruhannya."
"Osvaldo, kamu tenang saja. Aku kesini juga ingin meminta bantuanmu untuk mencari orang buat Mike."
"Buat Mike? Untuk apa Charlie?" Tanya Osvaldo dengan heran.
"Um .. begini Osvaldo...
Charlie menceritakan semua rencananya kepada Osvaldo, terlihat Osvaldo mengangguk anggukan kepala.
"Rencanmu sangat bagus Charlie, aku akan membantumu. Besok aku akan membawa mereka kepadamu."
"Terima kasih Osvaldo." Ucap Charlie sambil tersenyum. "Kita akan mengatur semuanya dan secepatnya masalah ini selesai."
"Iya Charlie, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Carlos dan keluarganya. Kita harus cepat bergerak.
"Betul sekali Osvdo, nanti setelah ini aku akan pergi ke rumah sakit. Aku ingin bertemu dengan temanku, mungkin saja ada mayat laki laki di rumah sakit."
"Bagus Charlie, aku juga akan menemui teman temanku."
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu."
"Ok Charlie, nanti beri aku kabar terus."
Iya Osvaldio, aku pergi dulu." pamit Charlie, kemudian dia berdiri dan meninggalkan kediaman Osvaldo.
Charlie mengarakan mobilnya ke rumah sakit.
Selamat membaca
Maaf kondisi belum fit.
Selamat membaca
__ADS_1