
Logan memberi isyarat kepada Cella untuk berhenti kemudian dia berbisik kepada Cella, “kamu tunggu disini, aku akan berpura-pura bebincang dengan mereka. Aku akan mengalihkan perhatian mereka, di saat mereka berbincang denganku, kamu langsung berjalan perlahan-lahan. Kalau sudah di luar kamu langsung lari masuk ke dalam hutan nanti aku menyusul.” Cella menganggukan kepala tanda mengerti.
Logan masuk dan bergabung bersama dengan lain, dia mengajak mereka berbincang-bincang sambil matanya melihat keluar. Dia tersenyum saat melihat Cella berjalan mengendap-endap. Logan terus memancing mereka untuk bercanda dan akhirnya dia keluar dari ruangan, dia keluar dari gedung dan berlari ke dalam hutan.
Cella melihat Logan lalu dia memanggilnya, “Logan, aku disini.” Logan melihat Cella lalu dia menghampiri Cella.
“Ayo, kita harus pergi sebelum mereka sadar kamu tidak ada,” ujar Logan. Dia menarik tangan Cella, mereka masuk ke dalam hutan.
Sementara di dalam gedung salah satu dari mereka melihat Cella tidak ada, dia langsung memanggil yang lain dan mencari Cella
“Di mana Logan?” tanya yang lain
“Bukannya dia bersama dengan perempuan itu,” ujar salah satu dari mereka.
“Dia pasti yang membawa kabur perempuan itu, dia sengaja mengajak kita berbincang dengannya untuk mengalihkan perhatian kita. Bangsaatt,” umpat salah satu dari mereka
“Lebih baik kita mencari mereka berdua, mereka pasti lari masuk ke dalam hutan kalau bertemu langsung saja di tembak,” perintah boss mereka
Mereka keluar dari gedung dan masuk ke dalam hutan mengejar Cella dan Logan, mereka melihat jejak kaki Logan dan Cella. “Sudah ku duga, mereka pasti lari ke dalam hutan. Kalian berdua pikir, kalian akan lolos dariku,” ujar boss mereka. Mereka terus masuk ke dalam hutan mencari Cella dan Logan
Sementara itu Cella dan Logan semakin jauh masuk ke dalam hutan, Cella kelelahan lalu dia berhenti. Cella bersandar di pohon, nafasnya tidak beraturan. Logan melihat Cella lalu dia berhenti dan menghampiri Cella.
“Cella kita harus cepat, kalau tidak mereka bisa menemukan kita,” kata Logan kemudian dia menarik tangan Cella
“Logan aku lelah,” keluh Cella. Logan berhenti kemudian dia menyuruh Cella untuk naik di belakangnya. Logan menggendong Cella di belakang kemudian dia berjalan lagi. Mereka berdua tiba di tebing yang tinggi dengan lautan yang luas lalu Cella turun.
“Logan ini jalan buntu, kita harus bagaimana?” tanya Cella dengan khawatir. Logan melihat ke bawah dan berpikir,
“Kita tidak bisa kembali ke jalan tadi Cella, mereka akan menemukan kita,” ujar Logan sambil matanya melihat ke kiri dan kanan. Dia ingin mencari jalan yang lain.
“Logan, lebih baik kita bersembunyi dulu,” kata Cella, dia merasa khawatir mereka menemukan dia dan Logan. Logan mendengar suara orang berbincang kemudian dia menarik tangan Cella, mereka berdua masuk kedalam rerumputan, Logan menarik Cella lalu memeluknya
“Jangan bersuara,” bisik Logan di kuping Cella lalu Cella menganggukan kepala. Mereka melihat 4 orang lelaki berbadan besar, mereka adalah rekan-rekan Logan.
“Mereka mungkin tidak lewat di sini, lebih baik kita mencari ke arah yang lain,” ujar salah satu dari mereka
“Tidak, aku rasa mereka melewati jalan ini. Mereka pasti bersembunyi di sekitar sini,” timpal yang lain
Logan dan Cella memperhatikan mereka, tiba-tiba Cella merasakan sesuatu sedang merayap di kakinya. Cella melihat ke bawah lalu dia terkejut dan mengeluarkan suara kecil. Logan langsung membekap mulut Cella. Logan juga melihat ke bawa, seekor ular sedang merayap di kaki Cella. Cella meremas lengan Logan dengan kuat, dia sangat takut dengan ular.
“Jangan bersuara,” bisik Logan lagi kemudian dia mengambil ular itu dan melemparkan ke arah orang-orang itu ular itu mengenai salah satu rekan mereka lalu dia berteriak. Mereka terkejut mendengar teriakan rekan mereka.
“Kenapa kamu berteriak? Kamu membuatku terkejut,” bentak boss mereka kemudian dia menembak ular itu. “Lebih baik kita berpencar untuk mencari Logan dan perempuan itu,” perinta boss itu kemudian mereka berpencar
Logan melihat mereka sudah pergi lalu dia menarik Cella untuk berdiri. “Hampir saja mereka tahu kita disini,” ucap Logan sambil membersihkan debu di celananya.
“Sekarang kita kemana Logan?” tanya Cella dengan suara pelan
“Kita jalan berputar saja Cella, kita jangan sampai bertemu dengan mereka.” Logan mengajak Cella berjalan kembali tiba-tiba salah satu dari orang yang menculik Cella melihat Cella dan Logan, dia langsung mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan kepada Logan.
__ADS_1
Terdengar bunyi tembakan, tapi peluru itu meleset. Logan langsung menarik tangan Cella lalu mereka berdua berlari ke arah tebing. Cella dan Logan terdesak, penculik Cella melihat Logan Dan Cella di ujung tebing lalu dia menghampiri Mereka, dia menodongkan pistolnya kepada Logan.
“Berikan perempuan itu kepadaku atau kamu mati,” kata orang itu kepada Logan sambil berjalan menghampiri Cella. Dia memegang tangan Cella, baru saja dia akan menarik tangan Cella Logan sudah melayangkan kayu yang ada di tangannya ke wajah orang itu.
Orang itu terjatuh lalu dia melepaskan tembakan ke tubuh Logan, peluru itu mengenai Logan lalu Logan terjatuh ke laut. Logan sempat memegang tangan Cella, Cella ikut terjatuh ke laut bersama Logan.
“Logaaaaaannnnnn ….” Cella berteriak dia berusaha meraih tangan Logan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara di kediaman Carlos. Terlihat Acel sedang menerima telepon, dia mondar-mandir di kamarnya sambil berbincang dengan seseorang di seberang telepon.
“Ok, terima kasih atas informasinya,” ucap Acel kemudian dia menutup telepon itu. Acel berlari keluar kamar, dia berteriak memanggil Bane dan Emil.
Terlihat Bane dan Emil berlari-lari masuk ke dalam rumah, mereka berdua langsung menemuim Acel
“Ada apa, Acel? Kenapa kamu berteriak?” tanya Bane dengan khawatir
“Mereka menyekap Cella di gedung kosong di pinggir Kota, kita harus cepat kesana!” ujar Acel
“Dari mana kamu tahu Cella di sana?” tanya Emil
“Dari teman-temanku, mereka yang memberikan informasi padaku. Kita coba saja kesana,” kata Acel kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Bane langsung menelepon Alex dan Mauricio.
Emil langsung mengarahkan mobilnya menuju ke gedung kosong di susul oleh Alex dan Mauricio. Mereka tiba di gedung itu lalu Acel mengambil pistol dan langsung turun dari mobil, dia langsung berlari masuk ke dalam gedung di ikuti oleh Bane dan Emil. Mereka berlindung di balik tembok lalu mengintip ke dalam gedung itu.
Mereke melihat gedung itu seperti kosong, Acel, Bane dan Emil langsung masuk ke dalam. Acel langsung berlari naik ke lantai dua, dia masuk di salah satu ruangan dia melihat ada tikar dan selimut di situ. Acel masuk dan memeriksa ruangan itu lalu dia menemukan ponsel milik Cella. Acel langsung memanggil Emil dan Bane.
“Mereka mungkin sudah memindahkan Cella,” kata Bane lalu Alex dan Mauricio tiba. Merka berdua langsung bergabung dengan Bane dan Emil juga Acel.
“Bagaimana sekarang?” tanya Alex
“Kita harus mencarinya, mereka sudah memindahkan Cella,” jawab Acel sambil matanya melihat keluar jendela lalu dia melihat empat orang Pria sedang berjalan menuju ke gedung. “sembunyi, mereka datang.” Mereka semua langsung berpencar dan bersembunyi.
Ke empat Pria itu masuk ke dalam gedung, mereka duduk lalu berbincang-bincang. “Mereka berdua pasti sudah tenggelam di laut itu,” ujar salah satu dari mereka
“Iya, apalagi laut itu sangat dalam dan tidak ada tepi yang ada hanya dinding tebing,” timpal yang lain.
Acel menatap Bane lalu Bane memberi isyarat agar jangan bertindak. Bane mengeluarkan ponsel dari saku celananya kemudian dia mengirim pesan kepada Jack, dia memberitahukan kepada Jack posisi mereka dan meminta Jack untuk datang ke gedung.
Jack menerima pesan dari Bane kemudian dia masuk ke dalam kantor Carlos, dia langsung menuju keruangan kerja Carlos, Jack masuk dan langsung menyapa Carlos. “ Hi, Carlos.” Carlos mengangkat kepalanya dan menatap Jack
“Hi, Jack. Ada apa?” tanya Carlos sambil bersandar di sandaran kursi
“Bane mengirim pesan kepadaku, dia memberitahukan kalau mereka lagi di gedung kosong di pingggir kota. Mereka menemukan tempat Cella di sekap, mereka juga butuh bantuan.” Carlos langsung berdiri dan mengajak Jack untuk pergi
“Jack, hubungi Dennis dan Osvaldo. Kita pergi ke sana sekarang,” perinta Carlos kepada Jack, dia langsung berlari keluar dan masuk ke dalam mobil bersama Jack. Di dalam mobil Carlos menghubungi Charlie, dia meminta Charlie untuk menyusul ke gedung kosong itu. “Jack, lajukan mobilnya,” pinta Carlos, dia gelisah. Carlos ingin segera sampai di gedung itu. “Jack tambah kecepatannya!”
“Carlos ini sudah cepat,” ujar Jack sambil pandangannya lurus kedepan
__ADS_1
“Apakah kamu sudah menghubungi Dennis dan Osvaldo?” tanya Carlos
“Sudah, Carlos. Aku sudah hubungi mereka berdua, kamu tenang saja Carlos,” kata Jack kemudian dia menambah kecepatan mobilnya. Ahirnya mereka tiba di gedung itu, Jack mengentikan mobil itu jauh dari gedung.
Carlos dan Jack turun dari mobil lalu mereka menunggu Dennis, Osvaldo dan Charlie. Carlos terlihat gelisah lalu masuk pesan dari Acel, Carlos cepat-cepat membaca pesan Acel. Acel menanyakan keberadaan Carlos, lalu Carlos membalas pesan Acel
“Papa sudah berada di luar gedung, jangan bertindak sebelum kami di gedung.” Carlos mengirimkan pesan itu kepada Acel. Tidak lama kemudian terlihat beberapa mobil polisi dan mobil Osvaldo tiba, mereka berhenti di dekat mobil Carlos. Mereka turun dan menghampiri Carlos.
“Bagaimana Carlos, apakah benar itu gedungnya?” tanya Charlie sambil memperhatikan gedung kosong itu.
“Iya, Charlie. Acel, Bane, Emil dan Alex juga Mauricio sudah berada di dalam gedung itu. Mereka lagi menunggu kita, lebih baik kita masuk ke dalam saja.” Carlos mengajak mereka lalu Charlie membentuk tim untuk mengepugn gedung itu.
Carlos, Charlos dan Jack berjalan bersama sedangkan Osvaldo dia mencari tempat untuk mengawasi Carlos dari jauh. Dennis mengikuti beberapa polisi, mereka mengepung dari belakang gedung. Sedangkan Carlos dan Charlie juga Jack mereka masuk dari depan.
Mereka melihat beberapa Pria sedang duduk-duduk dan berincang, Charlie mendengar perbincangan mereka, “kita laporkan saja kepada yang membayar kita kalau perempuan yang kita culik itu sudah sudah kita bunuh,” ujar yang lain
“Bagaimana kalau mereka bertanya tentang jasad perempuan itu?” tanya yang lain lagi
“Kita bisa jawab, mayatnya sudah kita buang ke laut,” jawab boss mereka kemudian dia berdiri dan berjalan ke luar ruangan. Tiba-tiba Charlie memukul kepala orang itu dengan dengan senjata kemudian orang itu langsug terjatuh. Charlie langsung menodongkan senjata kepada orang itu.
Bersamaan rekan-rekan polisi Charlie masuk dan menodongkan senjata kepada yang lainnya. Acel, Bane, Alex dan Mauricio langsung keluar membantu polisi-polisi itu. Carlos masuk lalu dia langsung meminta ke empat pria itu untuk duduk.
“Di mana anakku?” tanya Carlos dengan suara pelan sambil duduk di depan mereka
“Kami tidak mengerti maksudmu,” ujar boss dari penculik itu
“Kamu tidak mengerti maksudku?” tanya Carlos lalu dia melayangkan pukulan ke wajah orang itu. “Aku sudah mendengar percakapan kalian dan kamu masih tidak mengerti pertanyaanku?” Carlos menjadi emosi, dia mengeluarkan pistolnya lalu dia mengharahkan kepada Pria itu. “Kamu mau jawab atau tidak?”
“Tuan, anak Tuan berserta rekan kami terjatuh dari tebing,” jawab Pria itu dengan wajah ketakutan.
Carlos menjadi emosi, dia kembali memukul pria itu berulang kali. “Berani sekali kalian menculik putriku, sekarang jawab pertanyaanku. Siapa yang menyuruh kalian untuk menculik putriku?” tanya Carlos dengan penuh emosi, dia menodongkan pistolnya di dahi Pria itu.
“Tuan kami hanya di suruh seseorang, dia pemilik Café.” Pria itu menjelaskan dan memberitahukan kepada Carlos nama Café dan nama pemilik Café. Carlos menurunkan pistolnya kemudian dia memerintahkan Alex, Bane, Mauricio dan Emil untuk masuk ke dalam hutan mencari Cella. Sedangkan Charlie dia menghubungi Rescue untuk mencari Cella di laut tempat Cella terjatuh.
Carlos mengajak Dennis dan Jack untuk ikut bersamanya, dia ingin menemui pemilik café itu.
Selamat membaca
Jangan lupa baca juga novel-novel di bawah ini:
Putra Raja/ karya Ayra Freys
Menembus Batas Cinta/ Karya Luna Hanayuki
Menikahi Bumi Yang Di Cintai Langit / karya Na-ma
Menikah Dengan Mr. Arrogant/ Karya Lady Dewi
Mutiara Kasih Sayang / Karya Permaisuri
__ADS_1
Terima kasih