
Indonesia
Carlos mengantar pulang Vania. Tiba di rumah Vania, mereka berdua turun dan Vania mengajak Carlos masuk untuk menemui tante Sonya. Vania pergi memanggil tante Sonya di kamarnya.
Dan tante Sonya keluar.
“Kenapa Vania?” Tanya tante Sonya.
“Ada Carlos di depan Tan.”
“Tapi Vania tante tidak bisa berbahasa Inggris.”
“Tidak apa apa tante, nanti aku yang akan menerjemahkannya.” Kata Vania pada tante Sonya.
“Baiklah Vania.” Vania dan tante Sonya keluar dari kamar dan menemui Carlos di ruang tamu.
Carlos berdiri dan bersalaman dengan tante Sonya.
“Hi, how are you?”
Tante Sonya menatap Vania sambil tersenyum.
“Tante tidak mengerti.” Kata tante Sonya pada Vania dan Vania tertawa.
“Tante, Carlos menanyakan kabar tante.”
“Terus tante harus jawab apa?” Tanya tante Sonya lagi.
“Bilang saja Good.” Bisik Vania.
“Ohh.., good.. Good.” Kata tante Sonya pada Carlos sambil tersenyum.
Carlos tersenyum melihat tante Sonya.
“Oh ya sayang, aku pulang dulu ya.” Kata Carlos pada Vania.
“Baiklah Carlos, hati hati!”
“Iya sayang.” Kata Carlos pada Vania, dia juga pamit pada tante Sonya.
Vania mengantar Carlos sampai di samping mobil. Dan Carlos mencium bibir Vania. Mereka berdua saling berciuman di samping mobil. Dan Carlos menghentikan ciumannya lalu dia membelai rambut Vania.
“Jangan lupa bicarakan dengan tante Sonya ya.”
“Iya Carlos, aku akan bicara dengan tante Sonya.”
“Baiklah sayang aku pergi ya.” Kata Carlos lalu dia mengecup kening Vania, kemudian dia masuk kedalam mobil, dia menurunkan kaca mobil dan tersenyum pada Vania. “Hei nyalakan skypenya ya.”
“Iya Carlos. Hati hati ya!” Kata Vania.
“Iya sayang.., bye.” Ucap Carlos lalu dia menjalankan mobilnya dan kembali kerumah. Sampai di rumah dia langsung masuk kedalam kamar dan menyalakan laptopnya lalu dia menghubungi Vania lewat skype.
Portugal
Jessica dan Pedro tiba di Portugal, mereka langsung menuju ke kediaman Tuan Hector. Sampai di kediaman Tuan Hector, Acel dan Cella langsung menyambut Jessica. Mereka berdua memeluk Jessica.
“Aku sangat rindu padamu.” Kata Cella pada Jessica sambil memeluk Jessica dengan erat.
Jessica juga memeluk Cella.
“Mama juga sangat rindu pada kalian.”
Pedro tersenyum melihat Acel dan Cella, dia juga memeluk acel dan Cella lalu mereka masuk kedalam rumah.
“Mam, apakah maldivesnya bagus?” Tanya Acel sambil berjalan di samping Jessica.
“Iya sayang, sangat bagus. Nanti suatu waktu kita liburan ke Maldives ya.
“Benar ya mama.” Sela Cella pada Jessica.
“Tentu saja sayang.”
Terdengar suara Isabell memanggil Jessica.
__ADS_1
“Mama..Mama sudah pulang.” Kata Isabell sambil berlari ke arah Jessica dan Jessica langsug menggendong Isabell.
“Sayang mama sangat rindu padamu.” Kata Jessica sambil mencium kedua pipi Isabell.
“Aku juga mama.” Balas Isabell lalu dia memeluk Jessica.
“Kamu tidak rindu sama papa Isabell?”
Isabell tersenyum kepada Pedro dan meminta Pedro untuk menggendongnya. Pedro menggendong Isabell dan mencium kedua pipi Isabell.
“Hhmmm.., papa sangat rindu padamu sayang.” Kata Pedro sambil memeluk erat Isabell.
“Benarkah?”
“Tentu saja sayang.” Jawab Pedro pada Isabell lalu dia menurunkan Isabell dan membiarkan Isabell bermain kembali.
Jessica dan Pedro masuk kedalam kamar kemudian Jessica duduk di sofa.
Pedro juga duduk di samping Jessica dan Jessica menyandarkan kepalanya di dada Pedro
“Apakah kamu lelah dear?” Tanya Pedro
“Tidak Pedro. Kenapa?”
“Tidak apa apa dear. Aku hanya lagi ingin saja.” Bisik Pedro di kuping Jessica lalu Jessica tertawa.
“Pintunya belum di kunci Pedro.”
“Baiklah dear.” Pedro berdiri dan mengunci pintu. Sedangkan Jessica dia berdiri dan melepaskan pakaiannya.
Pedro juga melepaskan pakaiannya dan memeluk Jessica lalu mereka berdua berciuman. Jessica berbaring di tempat tidur dan Pedro kembali mencium bibir Jessica. Mereka berdua melakukan hubungan itu. Dan akhinya Jessica terkulai lemas di atas tubuh Pedro.
Jessica Turun dari atas tubuh Pedro dan berbaring di samping Pedro, nafasnya masih tidak beraturan. Pedro memeluk Jessica dan Jessica meletakkan kepalanya di dada Pedro.
“Pedro kita tidak bisa berlama lama tinggal di sini, kita sudah harus kembali ke Amerika.” Kata Jessica sambil memainkan jarinya di dada Pedro.
“Iya dear, besok lusa kita kembali ke Amerika.”
“Itu bagus,
Indonesia
Carlos pergi menjemput Vania di rumahnya. Sampai di rumah Vania, dia mengirim pesan pada Vania.
“Sayang aku sudah di depan.”
Dan tidak lama kemudian terlihat Vania keluar dari rumah, dia langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil. Carlos menatap Vania dan tersenyum, dia memeluk Vania dan mencium bibir Vania.
“Kita berangkat sekarang Carlos?”
“Iya sayang.” Jawab Carlos pada Vania kemudian dia menjalankan mobilnya menuju kantor vania. “Oh ya sayang, kamu sudah bicarakan dengan tante Sonya?”
“Iya Carlos aku sudah bicara dengan tante Sonya.”
“Terus tante Sonya bilang apa?” Tanya Carlos
“Tante mengijinkan aku tinggal denganmu. Tapi pesan tante, kita jangan melakukan hubungan itu sebelum menikah.” Jawab Vania pada Carlos.
“Tentu saja sayang. Aku sudah berjanji padamu, aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita menikah.” Kata Carlos pada Vania sambil membelai rambut Vania.
“Terima kasih Carlos.”
Akhirnya mereka sampai di kantor. Carlos mencium bibir Vania dan Vania membalas ciuman Carlos.
Vania berhenti mencium Carlos.
“Aku masuk kedalam ya.”
“Iya sayang, jangan lupa siang nanti aku akan mejemputmu untuk makan siang.” Kata Carlos pada Vania dan Vania menganggukan kepala kemudian dia turun dari mobil Carlos.
“Hati hati ya.”
“Tentu saja sayang.” Balas Carlos kemudian dia meninggalkan kantor Vania dan menuju ke kantornya.
__ADS_1
Sampai di kantor dia langsung menuju keruangannya, dia masuk dan menyalakan komputernya. Kemudian dia bersandar di sandaran kursi kerjanya dan memejamkan mata.
“Aku harus menikahi Vania untuk melupakan Jessica.” Kata Carlos dalam hati. “Hanya Vania yang bisa membuat aku melupakan Jessica. Ya hanya Vania, dia sangat cantik dan manja. Aku suka saat dia bermanja padaku. Aku akan selalu memanjakanmu sayang.” kata Carlos. “Aku harus cepat cepat menikahinya, aku tidak ingin dia jatuh ke tangan laki laki lain. Aku akan suruh dia berhenti bekerja dan aku akan memenuhi semua kebutuhannya.” Kata Carlos lagi,
“Dua bulan lagi ulang tahun pernikahan mommy dan daddy yang ke lima puluh, aku akan membawa Vania ke America untuk menghadiri ulang tahun pernikahan mereka. Aku tidak perduli kalau mereka tidak menyukai Vania. Aku akan tetap membawa Vania ke America.”
Sore hari Carlos menjemput Vania di kantornya. Dia melihat Vania sudah menunggu di depan kantor, Carlos menghentikan mobilnya dan membuka pintu mobil lalu Vania langsung masuk kedalam mobil. Carlos mengecup kening Vania lalu dia menjalankan mobilnya menuju ke rumah Vania.
“Sayang kita langsung kerumahmu ya, untuk mengambil pakaianmu.”
“Iya Carlos.” Jawab Vania sambil tersenyum.
Sampai di rumah Vania, mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Carlos duduk di ruang tamu dan Vania langsung pergi kekamarnya, dia memasukkan pakaiannya ke dalam tas. Dan tidak lama kemudian dia keluar dan pergi ke kamar tante Sonya.
Dia mengetuk pintu kamar tante Sonya dan pintu terbuka.
“Tante Sonya aku akan pergi sekarang.” Pamit Vania ke tante sonya.
“Iya Vania, ingat pesan tante ya!”
“Tentu saja tante Sonya, aku akan ingat. Lagipula Carlos sudah berjanji untuk tidak menyentuhku.” Jawab Vania.
“Baiklah kalau begitu, hati hati ya! Tante tidak bisa melarangmu.”
“Iya tante Sonya, tenang saja.” Kata Vania kemudian dia mencium kedua pipi tante Sonya.
Vania menemui Carlos yang lagi menunggunya di ruang tamu.
“Ayo Carlos kita pergi, aku sudah pamit sama tante Sonya.”
“Baiklah sayang. kita pergi sekarang.” Kata Carlos pada Vania kemudian mereka keluar dan masuk kedalam mobil. Carlos langsung meninggalkan kediaman tante Sonya menuju kerumahnya. Sampai di rumah, Carlos mengambil tas milik Vania dan mereka berdua masuk kedalam rumah.
“Aku akan membawa tasmu ke kamarku.”
“Kenapa ke kamarmu. Disinikan banyak kamar.” Kata Vania pada Carlos.
“Kamu akan tidur di kamarku sayang.”
“Terus kamu tidur di mana Carlos?”
“Aku tidur di kamarku juga.” Kata Carlos pada Vania.
“Jadi kita berdua tidur bersama?”
“Tentu saja sayang, kita akan tidur bersama di kamarku.” Jawab Carlos
“Tapi Carlos…
“Kamu tidak usah khawatir, aku sudah berjanji padamu tidak akan menyentuhmu dan aku akan tetapi janjiku itu. Ok!”
“Baiklah Carlos.” Kata Vania
“Ayo masuk kekamar.” Ajak Carlos pada Vania.
Mereka berdua masuk kedalam kamar dan Carlos mengatur pakaian Vania di lemarinya.
“Aku akan mengganti pakaianku” Kata Carlos.
“Baiklah Carlos, kalau begitu aku keluar dulu.”
“Tidak perlu sayang, aku akan menggantinya di kamar mandi.” Kata Carlos kemudian dia mengambil pakaian dan menggantinya di kamar mandi. Tidak lama kemudian dia keluar dari kamr mandi. “Kamu tidak mengganti pakaianmu sayang?”
“Aku akan mandi dulu carlos.” Jawab Vania. Kemudian dia mengambil handuk dan pakaiannya lalu dia masuk kedalam kamar mandi. Selesai mandi dia memakai pakaianya kemudian dia keluar dan melihat Carlos lagi berbaring di tempat tidur.
Carlos menatap Vania dan tersenyum
“Ayo sini sayang rebahan di sampingku.” Kata Carlos pada Vania.
Vania naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Carlos. Carlos menarik tangan Vania untuk lebih dekat dengannya dan Carlos memeluk Vania. “Kalau kamu Lelah istirahat saja.” Kata Carlos lagi.
“Iya Carlos, aku akan istirhat.”
Carlos tersenyum dan membelai wajah Vania kemudian dia mengecup bibir Vania dan menarik Vania untuk tidur di dadanya.
__ADS_1
Selamat membaca
Terima kasih