SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 24


__ADS_3

Carlos dan Jessica sedang bersiap siap, hari ini mereka akan berangkat ke Indonesia.


“Beb, aku akan menggantikan pakaian kepada Isabell.” Kata Jessica


“Iya sayang, aku akan membawa koper kedalam mobil.”


“Iya beb.” Kata Jessica lalu dia pergi ke kamar Isabell, dia masuk dan menggantikan pakain kepada Isabell. selesai menggantikan pakaian kepada Isabell, Jessica membawa Isabell ke depan.


Carlos melihat Isabell lalu dia tersenyum. Carlos menggendong Isabell dan mencium kedua pipi Isabell.


“Anak papa yang paling cantik bersama Teresa dulu ya.”


“Iya papa.” Kata Isabell sambil mencium kedua pipi Carlos


Acel dan Cella datang menemui Carlos dan Jessica


“Mam, apakah Kairos akan pulang bersama kalian?” Tanya Acel


“Mama belum tahu sayang, mudah mudahan dia pulang bersama papa dan mama.” Kata Jessica sambil melingkarkan tangan satunya di punggung Acel


“Aku ingin ikut tapi aku harus masuk kuliah mam.” Kata Acel sambil menarik nafas panjang. “Aku sangat merindukan Kairos.”


“Iya Acel, aku juga.” Kata Cella. “Mam ajak Kairos pulang bersama papa dan mama.”


“Iya nanti mama ajak Kairos pulang.”


Jessica melihat Teresa turun dari taxi.


“Beb itu Teresa sudah datang.”


Teresa menghampiri mereka


“Selamat sore semua, maaf Nyonya aku terlambat.” Kata Teresa sambil tersenyum kemudian dia mengambil Isabell dari Carlos


“Tidak apa apa Teresa, aku titip Isabell ya. Tolong jaga dia dengan baik.”


“Tentu saja Nyonya, Nyonya jangan khawatir.” Kata Teresa


“Baiklah kalau begitu, ayo sayang kita pergi.” Kata Carlos, kemudian dia mencium kedua pipi Isabell.


Carlos juga memeluk Acel dan Cella serta mencium kedua pipi mereka. Begitu juga dengan Jessica dia memeluk Acel dan Cella dan mencium kedua pipi mereka. Jessica juga mencium kedua pipi Isabell.


Carlos dan Jessica di antar Jack dan Colby ke landasan milik Tuan Federico. Mereka tiba landasan, Colby menghentikan mobil di dekat pesawat.


Carlos dan Jessica turun dari mobil, mereka di sambut oleh Pilot dan Co Pilot. Carlos dan Jessica masuk kedalam pesawat kemudian mereka berdua duduk


Perlahan lahan pesawat mulai berjalan, semakin lama semakin cepat dan akhirnya pesawat take off.


Jessica menatap Carlos dan tersenyum. Carlos memegang tangan Jessica kemudian dia mencium bibir Jessica. Mereka berdua saling berciuman dan memainkan lidah, tangan Carlos masuk ke dalam kemeja Jessica lalu meremas dada Jessica. Sedangkan tangan Jessica turun kebawah dan merabah milik Carlos.


Carlos menghentikan ciumannya lalu menatap Jessica dan dia tersenyum,


“Aku ingin melakukannya.” Kata Carlos sambil membelai wajah Jessica


Jessica tertawa


“Kita tidak bisa melakukan disini beb. Ada Pilot sama Co Pilot


“Mereka tidak akan kesini sayang.” Kata Carlos kemudian dia kembali mencium bibir Jessica


Mereka berdua kembali berciuman, tangan Carlos masuk di antara paha Jessica dan meraba milik Jessica. Jessica mendesah dengan pelan. Carlos memasukan jarinya kedalam celana Jessica dan memainkan jarinya disana. Jessica membuka pahanya dan membiarkan jari tengah Carlos bermain disana.


Jessica tidak tinggal diam, dia memasukan tangannya ke dalam celana Carlos dan memegang milik Carlos dan memainkannya. dia megelus ngelus milik Carlos


Carlos berhenti mencium Jessica kemudian dia berdiri di hadapan Jessica, Lalu Jessica membuka ikat pinggang Carlos dan menurunkan resleting celana Carlos. Carlos tesenyum melihat Jessica.


Jessica mengeluarkan milik Carlos dan dia melakukan Aksinya. Terdengar desahan dari bibir Carlos, dia membelai rambut Jessica dan sesekali dia menggerakkan pinggangnya. Carlos melihat ujung miliknya di jilat oleh Jessica lalu jessica kembali memasukkanya kedalam mulutnya. Jessica melakukannya dengan Cepat dan Carlos memegang kepala Jessica dengan kedua tangannya sambil menggerakkan pinggangnya.


“Ahh.. sayang aku tidak tahan lagi.” Kata Carlos lalu dia mengatur kursi menjadi tempat tidur kemudain membaringkan Jessica. Carlos mengangkat Rok Jessica dan melepaskan celana Jessica lalu dia membuka paha Jessica dengan lebar. Carlos menggesek gesekkan miliknya di daerah kewanitaan Jessica lalu dia menuntun miliknya masuk.


“Ahh… beb.” Desah Jessica sambil memegang wajah Carlos. Jessica merasakan milik Carlos menusuk nusuk di dalam miliknya.


"Ahh... sayang milikmu sudah basah. Aku suka."Kata Carlos sambil menggerakan pinggangnya naik turun. Carlos menyanggah tangannya di pegangan kursi yang ada di sampingnya lalu dia memacu gerakkannya dengan cepat.


Terdengar rintihaan kenikmatan dari bibir Jessica, Carlos membekab mulut Jessica dengan tangannya karena rintihan Jessica begitu kuat. Carlos lebih memacu gerakannya dan tiba tiba tubuh Jessica tersentak. Dia memeluk Carlos dengan erat. Carlos masih melakukannya dia lebih memacuh gerakannya dan kemudian dia menyentak pinggangnya. Dia memeluk Jessica dengan erat, nafas mereka berdua masih tidak beraturan. Jessica merasakan cairan hangat keluar dari daerah kewanitaannya


Carlos dan Jessica berdiri kemudian pergi ke Toilet. Jessica mengambil tissue lalu dia membersihkan daerah kewanitaanya. Begitu juga dengan Carlos lalu mereka berdua kembali duduk.


Jessica dan Carlos saling bertatapan lalu mereka berdua tertawa. Jessica mencubit perut Carlos.


“Dasar nakal.” Kata Jessica sambil terseyum


“Tapi kamu sukakan?” Goda Carlos lalu Jessica tertawa. “Aku suka mendegar rintihanmu.” Bisik Carlos di kuping Jessica


“Ahh.. beb jangan menggodaku.” Kata Jessica dengan suara manja dan Carlos tertawa


“Untung saja aku langsung membekab mulutmu, kalau tidak mereka pasti mendengar rintihanmu itu.” Canda Carlos.


Jessica tertawa dan mencubit kembali perut Carlos. Carlos memegang tangan Jessica kemudian dia mencium bibir Jessica dia menghentikan ciumannya lalu Carlos menatap Jessica dan membelai wajah Jessica


“Aku sangat mencintaimu sayang.” Kata Carlos kemudian dia mengecup kening Jessica


Jessica tersenyum dan memegang wajah Carlos


“Aku juga sangat mencintaimu.” Kata Jessica kemudian dia merebahkan kepalanya di dada Carlos.


Portugal


Terlihat Pedro dan Vania sedang bermesraan di kamar. Pedro mengelus perut Vania


“Ah.. sayang aku tidak sabar lagi ingin melihat bayi kita.” Kata Pedro


“Pedro tinggal beberapa bulan lagi aku akan melahirkan, jadi kamu sabar ya Pedro sayang.”


Pedro tersenyum lalu dia mencium bibir Vania, Vania membalas ciuman Pedro. Mereka saling berciuman. Pedro menghentikan ciumannya lalu dia menatap Vania lalu tersenyum


“Ahh.. vania sayang, aku ingin melakukannya tapi aku takut dengan perutmu.” Canda Pedro lalu Vania tertawa.


Vania memegang milik Pedro lalu dia menatap Pedro


“Pedro milikmu sudah keras.” Canda Vania

__ADS_1


Pedro tersenyum lalu dia memasukkan tangan Vania kedalam celananya.


“Vania sayang buatlah dia lebih keras lagi.” Kata Pedro


Vania mengeluakan tangannya dari dalam celana Pedro lalu dia bangun kemudian duduk di sisi tempat tidur.


“Pedro sayang ayo berdiri.” Kata Vania lalu Pedro bangun dan berdiri di hadapan Vania


Vania membuka celana Pedro lalu dia mengeluarkan milik Pedro. Vania memainkan dengan Jarinya.


“Ahh.. Vania sayang, lakukanlah.” Pinta Pedro


Vania mengikuti permintaan Pedro. Vania melakukan aksinya, dan terdengar desahan dari bibir Pedro. Dia memegang rambut Vania dan menggerakkan pinggangnya dengan pelan. Vania melakukannya dengan cepat. Pedro memegang kepala Vania dan menekannya. Pedro menyentak pinggangnya dan terdengar erangan kenikmatan dari bibir Pedro.


“Hemm.. obrigada meu amor.” Kata Pedro sambil membelai rambut Vania (Terima kasih sayangku


“Você se sente melhor agora? Tanya Vania dengan menggunakan Bahasa Portuguese. (apakah kamu merasa lebih baik?)


“Sim minha adorável esposa.” Kata Pedro sambil berbaring di tempat tidur. Vania ikut berbaring dan memeluk Pedro.


“Eu te amo muito.” Kata Vania sambil memainkan jarinya di dada Pedro (Aku sangat mencintaimu)


“Eu tambem amor.” Bisik Pedro kemudian dia mencium kening Vania(Aku juga sayang)


Seattle


Tania sedang bermain main dengan ezer di kamar Tania, lalu papi Tania masuk


“Sayang cucuku mana?” Kata Papi Tania sambil menghampiri Tania yang sedang bermain dengan Ezer


Tania tersenyum melihat papinya.


Papi Tania menggendong Ezer lalu mencium kedua pipi Ezer. “Sayang papi di akan ke Santa Barbara, perusahaan meminta papi untuk meninjau proyek di sana. Apakah kamu mau ikut papi tinggal di Santa Barbara?”


“Umm.. aku disini saja pi. Berapa lama papi di sana?” Tanya Tania


“Dua minggu sayang, ikutlah dengan papi. Papi tidak ingin jauh dari cucu papi.”


“Ah.. papi please. Aku disini saja.” Kata Tania lagi


Papi Tania menarik nafas panjang


“Hemm… baiklah sayang. Papi tidak akan memaksamu. Kalau begitu papi pergi sekarang.” Kata Papi Tania lalu dia meletakkan Ezer di tempat tidur. Dia kembali mencium Ezer, dia juga memeluk Tania dan mencium kedua pipi Tania. “Papi sangat menyayangimu.” Kata papi Tania sambil membelai rambut Tania.


“Aku juga sangat menyayangi papi.” Kata Tania kemudian dia memeluk papinya.


Idonesia


Akhirnya Carlos dan Jessica tiba di Manado mereka keluar dari ruang bandara, terlihat Kairos sudah menunggu mereka.


Jessica melihat Kairos lalu dia berlari dan memeluk Kairos dengan erat.


“Mama sangat merindukanmu sayang.” Kata Jessica kemudian dia mencium kedua pipi Kairos


Kairos juga memeluk Jessica


“Aku juga sangat merinduka kalian. Maafkan aku mam.” Kata Kairos kemudia dia memeluk Jessica kembali.


“Ehmm… kamu membuat amu semua khawatir.” Kata Carlos sambil menepuk nepuk punggung Kairos


“Maafka aku pap.” Kata Kairos


Carlos melepaskan pelukannya.


“Kita ke hotel sekarang, aku merasa lelah.”


“Baiklah pap, kalian tunggu di sini saja. Aku akan mengambil mobil di parkiran.” Kata Kairos


“Baiklah sayang.”


Kairos meninggalkan Jessica dan Carlos kemudian dia pergi mengambil mobil. Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai Kairos berhenti di depan Jessica dan Carlos. Kairos membuka bagasi lalu memasukkna koper mili Jessica dan Carlos kemudian mereka masuk ke dalam mobil.


Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke hotel.


“Sayang jadi dari America kamu langsung ke Manado? Tanya Jessica ke pada Kairos


“Iya mam, aku tinggal di pulau bangka tapi sudah tuga bulan aku tinggal di Kota Manado.” Jawab Kairos sambil menyetir.


Akhirnya mereka tiba di hotel, Kairos sudah memesan kamar terlebih dahulu. Mereka bertiga turun dari mobil dan langsung menuju ke kamar. Mereka masuk kedalam kamar, Jessica dan Carlos langsung duduk di sofa. Kairos menarik kursi dan duduk di depan Jessica dan Carlos


“Mam, kalau kalian lelah lebih baik istirahat dulu.” Kata Kairos membuka pembicaraan.


“Umm… mama hanya lelah sedikit. Oh ya, mengapa kamu meminta papa dan mama untuk datang kesini? Ada apa sayang?” Tanya Jessica dengan lembut.


Kairos menatap Jessica dan Carlos


“Aku ingin mengatakannya tapi papa dan mama jangan marah ya.”


Carlos berdiri lalu dia mengambil kursi kemudian dia duduk di samping Kairos


“Mengapa papa dan mama harus marah? Apa yang sudah kamu lakukan? Katakan kepada kami”


“Umm.. begini pap.” Kairos ragu ragu untuk menceritakannya, dia takut Jessica dan Carlos marah padanya


Jessica menatap Kairos sambil mengangkat kedua keningnya, dia menunggu apa yang ingin di katakan Kairos.


“Katakan saja sayang.”


“Ehm.. mam, disini aku memiliki guide perempuan” Kairos terhenti lagi


“Iya kamu memiliki guide perempuan, lalu apa? Tanya Carlos penasaran.


Kairos menatap Carlos


“Umm.. dia hamil pap.” Kata Kairos dengan suara pelan


Carlos dan Jessica terkejut


“Hamiill..??” Jessica dan Carlos serempak


Kairos menunduk lalu dia menganggukan kepalanya

__ADS_1


“Kamu yang menghamilinya Kairos?” Tanya Jessica


“Iya mam, tapi dia menjebakku mam.” Kata Kairos lagi


Carlos melingkarkan tangan satunya ke punggung Kairos.


“Dia menjebakmu?”


“Iya pap, dia menjebakku. Waktu pertama aku mabuk, aku memang melakukannya tanpa aku sadar. Dan setelah itu aku tidak pernah meneyentuhnya lagi. Tapi dia sengaja membuat aku mabuk agar dia bisa melakukan hubungan denganku, dan akhirnya dia hamil. Usia kandungannya sudah sepuluh minggu.


“Terus? Apakah kamu akan bertanggung jawab?” Tanya Jessica lagi


“Iya mam, aku akan bertanggung jawab tapi bukan cara menikahinya.”


“Lalu apa?” Tanya Jessica lagi


“Mam aku memberi dia penawaran.” Jawab Kairos


“Penawaran apa yang kamu berikan padanya?” Tanya Carlos


“Aku mengatakan padanya, aku akan bertanggung jawab, aku akan membiayai kehidupan dia dan aku akan membelikan dia rumah juga mobil asalkan setelah dia melahirkan aku akan membawa anakku ke America. Aku ingin membesarkan anakku.” Kata Kairos


“Apakah dia terima dengan tawaranmu itu?” Tanya Carlos lagi


“Iya pap, tapi dia meminta aku harus tinggal disini sampai dia selesai melahirkan. Dan dia juga meminta aku memmbelikan rumah di Kawasan Elit yang ada di Kota Manado.


“Di Kawasan mana Kairos?”


Kairos menyebut Kawasan itu dan Jessica terkejut, karena Kawasan yang di minta Angel sangat mahal. Harga rumah minimal 3M sudah termasuk isinya. Jessica sangat tahu Kawasan itu.


“Apa Kairos, dia pikir itu murah. Dia hanya memanfaatkanmu.”


“Sssstt….ssstttttss… Sudah sudah.”


Carlos memeluk Kairos


“Baiklah sayang, papa akan membelikan dia rumah sesuai dengan permintaanya. Asalkan setelah dia melahirkan dia mau memberikan bayi itu kepada kita.”


“Tapi beb..


“Sayang, sudah kamu tidak usah permasalahkan semuanya.” Sela Carlos. “Kairos dia akan menerima rumah dan mobil setelah dia melahirkan anakmu dan menandatangani surat pernyataan.”


“Iya tentu saja pap.” Kata Kairos, dia sangat senang karena Carlos dan Jessica tidak marah padanya.


“Apakah kamu sudah melihat lihat rumah yang di inginkannya? Oh ya siapa nama wanita itu?” Tanya Carlos


“Ehmm.. Angel pap.”


“Oh Angel. Baiklah, sayang nanti kamu hubungi Tiara dan minta tiara agar menyiapkan uang untuk membeli rumah itu.” Kata Carlos kepada Jessica


“Iya beb, besok saja aku hubungi Tiara. Ini sudah malam, dia pasti sudah tidur.” Kata Jessica kemudian dia berdiri lalu memeluk Kairos dan mengecup kening Kairos


“Pap, apakah papa masih mencari Tania?” Tanya Kairos


“Ehmm… iya Kairos, tapi papa belum menemukannya. Papa akan terus mencarinya, kamu jangan khawatir.” Kata Carlos sambil membelai rambut Kairos.


Kairos memeluk Carlos


“Terima kasih pap. Aku sangat mencintai Tania, aku hanya ingin menikah dengan Tania.” Bisik Kairos


“Iya Kairos, papa akan terus mencarinya.”


Carlos memeluk Kairos dengan erat.


“Baiklah Kairos papa dan mama ingin istirahat.”


“Iya pap, good night.” Ucap Kairos kemudian dia mencium kedua pipi Carlos dan Jessica kemudian dia meninggalkan kamar mereka.


Carlos dan Jessica saling bertatapan.


“Ahh… akhirnya aku punya cucu, tapi dari perempuan yang tidak aku harapkan.” Kata Carlos sambil melepaskan kemejanya.


“Beb, kita harus menemukan Tania. Aku lebih suka Kairos dengan Tania.” Kata Jessica sambil merebahkan dirinya di tempat tidur.


“Iya sayang, Kairos juga hanya ingin menikah kalau dengan Tania.” Kata Carlos sambil berbaring di samping Jessica lalu dia memeluk Jessica


“Angel benar benar memanfaatkan Kairos beb. Aku tidak suka perempuan seperti itu.”


“Biarkan saja sayang, yang penting selesai dia melahirkan bayi itu menjadi milik kita.” Kata Carlos kemudian dia melepaskan kemeja Jessica. “Sayang aku ingin melakukannya sebelum tidur.” Bisik Carlos di kuping Jessica.


Jessica tertawa dan memukul dada Carlos


Jessica melepaskan pakaiannya lalu dia dan Carlos saling berciuman. Mereka berdua bergulat di tempat tidur. Carlos turun mencium dada Jessica sambil jarinya bermain di milik Jessica dia menusuk nusuk milik Jessica dengan jari tengahnya. Jessica membuka lebar pahanya dan membiarakan jari Carlos masuk menusuk miliknya


“Ahh.. beb lakukan saja.”


“Sebentar sayang, aku masih ingin menikmati tubuhmu.” Kata Carlos lalu dia turun kebawa dan membenamkan wajahnya di sana. Carlos memainkan lidahnya si K milik Jessica.


Jessica memejamkan matanya dan menikmati sensasi permainan lidah Carlos. desahan desahan kenikmatan keluar dari bibirnya.


“Beb aku tidak tahan lagi.”


Carlos berhenti kemudian dia menyanggah satu tangannya di tempat tidur dan tangan satunya memegang miliknya lalu dia menuntun miliknya. Kedua tangannya menyangga di tempat tidur lalu dia menggerakkan pinggangnya secara perlahan lahan. Jessica membelai dada Carlos, dia memejamkan matanya dan merasakan milik Carlos bermain disana. Dia meraskan milik Carlos yang panjang dan besar menerobos lubang miliknya


“Ahh.. so wet sayang.” Bisik Carlos


Carlos menindih tubuh Jessica, dia melingkarkan tangannya di punggung Jessica lalu menggerakkan pinggangnya dengan cepat.


“Ahh… beb aku suka.” Rintih Jessica


Carlos menggerakkan pinggangnya lebih cepat lagi, Jessica tidak tahan lagi dia melingkarkan kakinya di pinggang Carlos kemudian dia memeluk Carlos dengan erat. Caros juga memeluk Jessica dengan erat dan Akhirnya mereka berdua terkulai lemas di atas ranjang. Carlos menyemprotkan cairannya di dalam lubang kenikmatan milik Jessica. Carlos menarik nafas panjang lalu dia turun dari atas tubuh Jessica.


Mereka berdua saling berpelukan


Silahkan mencoba tapi sama suami atau istri sah ya. kalau yang masih jomblo maaf ya kan di awal sudah aku katakan khusus yang sudah berumah tangga.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih bagi yang masih setia memberi like komentar dan vote

__ADS_1


Oh ya terima kasih juga buat bunda Mikkailla Fazri Fauzia yang sudah mempromosikan novel ini Di group FB mili Noveltoon dan Mangatoon. Semoga sehat selalu ya bunda.


__ADS_2