
Dentuman music terdengar di salah satu club membuat para pengunjung berlompat dan bergiyang mengikuti irama music, Carlos menurunkan topinya sedikit menutup wajahnya kemudian dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam club itu. Mata Carlos mengawasi setiap pengunjung yang ada di dalam. Tiba-tiba punggungnya di tepuk.
Carlos memutar badannya kemudian orang itu memberi isyarat kepada Carlos, mereka berjalan ke belakang Club lalu masuk ke dalam ruangan. Carlos duduk di sofa lalu mereka berbincang-bincang.
“Apakah kamu sudah dapat informasi yang aku butuhkan?” tanya Carlos
“Sudah Carlos, nanti temanku yang akan menjelaskan padamu.”
“Baiklah, apakaha dia akan datang sekarang?” tanya Carlos lagi
“Iya, kamu tunggu saja.”
“Baik ,terima kasih,” ucap Carlos.
Sambil menunggu, mereka berdua berbincang-bincang lalu masuk seorang wanita. Dia langsung duduk di samping Carlos lalu dia memberikan sebuah CD kepada Carlos. Carlos menatap wanita itu dengan heran,
“Maaf, Anda siapa?” tanya Carlos sambil memperhatikan wanita yang duduk di sampingnya
“Anda tidak perlu tahu siapa aku, aku hanya ingin membantu Anda. Aku permisi, oh ya ini kartu namaku. Kalau Anda ingin bertemu denganku silahkan hubungi nomor yang ada di kartu itu,” kata perempuan itu lalu dia berdiri dan meninggalkan Carlos bersama temannya.
Carlos memegang CD itu, dia menjadi penasaran apa isi CD itu. Lalu masuk seorang laki-laki ke dalam ruangan, dia langsung duduk di depan Carlos lalu mereka berbincang-bincang. Lalu Pria itu memberikan Amplop berwana coklat kepada Carlos.
“Baiklah terima kasih, kalian sudah membantuku,” kata Carlos kemudia dia mengeluarkan cek dan menulis angka di cek lalu dia memberikanya kepada kedua orang itu.
Carlos berdiri lalu dia meninggalkan Club, Carlos masuk ke dalam mobil lalu dia langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah. Carlos tiba di rumah, dia turun dari mobilnya kemudian dia masuk ke dalam menuju ruang kerjanya. Carlos masuk kemudian dia langsung menyalakan komputernya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara di mobil terlihat Reagen sedang bermesraan dengan Ambar, mereka berdua saling berciuman di dalam mobil. Tangan Reagen mulai menjamah tubuh Ambar, dia menggigit dengan lembut bibir Ambar sambil tangannya meremas dada Ambar.
Ambar menghentikan Reagen kemudian dia menatap mata Reagen lalu Ambar tertawa. Melihat Ambar tertawa Reagen menjadi heran.
“Mengapa kamu tertawa? Apakah ada yang lucu?” tanya Reagen penasaran
“Tidak, Reagen. Aku hanya merasa lucu saja, kenapa aku bisa membalas ciumanmu. Padahal aku belum menjawab pertanyaanmu.”
“Itu berarti kamu sudah menyukaiku juga,” canda Reagen lalu Ambar tertawa
“Um … mungkin saja,” sahut Ambar kemudian dia menarik kepala Reagen dan kembali mencium bibir Reagen.
Mereka berdua kembali saling berciuman, tangan Reagen masuk ke dalam kemeja Ambar lalu dia meremas bukit milik Ambar. Ambar tidak tinggal diam dia membuka resleting celana Reagen lalu dia memasukan tangannya di sana kemudian dia mengelus milik Reagen. Terdengar desahan dari bibir Reagen, dia menggigit lembut bibir Ambar sambil menikmati setiap elusan-elusan jemari Ambar di miliknya.
Sekali lagi Ambar berhenti lalu dia mengeluarkan tangannya dari dalam celana Reagen kemudian dia mendorong tubuh Reagen dengan pelan. Reagen menatap Ambar dan mengelus wajah Ambar.
“Bagaimana kalau kita ke hotel,” pinta Reagen dengan wajah permohonan
“Aku tidak bisa, Reagen,” ujar Ambar sambil tersenyum
“Kenapa, Ambar? Ayolah, malam ini saja,” pinta Reagen lagi sambil jari jemarinya menyelinap di antara paha Ambar.
Ambar menahan tangan Reagen tapi Reagen tetap meraba milik Ambar, dia memasukan jemarinya lewat sela celana Ambar lalu dia memainkan cltt Ambar. Ambar mencoba menahannya tapi dia tidak bisa, Ambar mulai merasakan kenikmatan dari elusan jari Reagen. Dia menarik Reagen dan kembali mencium bibir Reagen.
Reagen memasukan jari tengahnya lalu dia memainkan jarinya dengan cepat, tiba- tiba tubuh Ambar tersentak. Dia mengerang kenikmatan dan memeluk Reagen dengan erat.
Seattle
Kairos dan Tania sedang berbincang-bincang di kamar, mereka membicarakan tentang recana mereka berdua. Mereka berdua ingin tinggal di Mexico dan menjalankan usaha mereka di sana.
“Jam berapa kamu akan kembali ke Torrance,” tanya Kairos sambil membelai wajah Tania
“Besok pagi aku sudah harus kembali honey,” jawab Tania. “oh ya besok kamu juga akan kembali ke Mexico?”
“Iya, sayang. Besok siang aku kembali ke Mexico, aku sudah harus mengerjakan proyek kita di sanan.”
“Kalau begitu kita tidur saja sekarang, besok aku harus bangun pagi,” ujar Tania sambil berbaring di samping Kairos.
“Iya, sayang,” ucap Kairos kemudian dia mengecup kening Tania dan menarik Tania ke dalam pelukannya.
“Good night, honey.”
__ADS_1
“Good night, sayang.”
Mereka berdua tidur berpelukan.
Torrance
Jessica terbangun dan melihat Carlos tidak ada di sampingnya, dia berdiri lalu keluar dari kamar. Jessica pergi ke ruang kerja, dia membuka pintu dan melihat Carlos sedang memegang foto. Jessica masuk dan menghampiri Carlos.
Carlos melihat Jessica lalu dia memasukan foto ke dalam laci meja kerjanya, cepat -cepat Carlos menghapus airmtanya. Carlos menatap Jessica lalu dia tersenyum, dia menarik tangan Jessica dan menyuruh Jessica duduk di pangkuannya.
Jessica duduk di pangkuan Carlos kemudian dia memegang dan membelai wajah Carlos. Jessica mencium kening Carlos dan memeluknya.
“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Jessica sambil mengelus rambut Carlos
“Iya, sayang. Aku baik- baik saja,” bisik Carlos di ikuti anggukan kepala. Dia memeluk Jessica dengan erat
“Kalau begitu kita tidur sekarang, ini sudah larut malam.” Ujar Jessica sambil berdiri dari pangkuan Carlos
“Iya,” ujar Carlos.
Carlos berdiri dan mengikuti Jessica dari belakang, Carlos mematikan lampu kemudian dia menutup pintu kerjanya dan pergi ke kamar bersama Jessica. Mereka berdua berbaring di tempat tidur, Jessica meletakkan kepalanya di dada Carlos dan melingkarkan tangannya di atas perut Carlos.
“Dia masih memikirkan Kairos, aku ingin sekali mengatakannya tapi aku takut rahasia Tania terbongkar. Kalau dia tahu tentang Mike, dia pasti tidak akan menahan emosinya,” kata Jessica dalam hati
Jessica memejamkan mata kemudia dia tidur.
Seattle
Keesokan paginya Tania bersiap-siap kembali ke Torrance, dia bangun dan menyiapkan sarapan untuk Kairos dan Ezer. Tania pergi ke dapur, di sanan sudah ada aunty Joly, Tania menyapa aunty Joly
“Good morning, Aunty.”
“Good morning, Tania. Kamu akan pergi ke Torrance hari ini?” tanya aunty Joly sambil mengaduk-aduk sop
“Iya, Aunty. Selesai sarapan aku kembali ke Torrance, nanti aku titip Ezer lagi ya,” pinta Tania
“Iya, sayang. Aku pasti menjaganya, lagipula Ezer tidak nakal. Kalau sudahh ada mainan dia bermain teus dengan mainannya,” ujar aunty Joly sambil tertawa
“Mommy … mommy ….” Terdengar suara Ezer memanggil Tania, tania meletakkan piring di meja kemudian dia pergi ke kamar Ezer. Tania masuk ke dalam kamar, dia melihat Ezer masih tertidur lalu dia tersenyu.
“Ternyata dia sedang bermimpi,” gumam Tania, dia mencubit pipi Ezer dan mencium kening Ezer.
Ezer terbangun, samar-samar dia melihat wajah Tania. Ezer tersenyum lalu dia mengucek-ngucek matanya, Ezer duduk lalu dia meminta Tania menggendongnya. Tania tersenyum kemudian dia mengangkat Ezer dari box.
“Good morning anak mommy,” ucap Tania kemudian dia mencium kembali pipi Ezer
Ezer melingkarkan kedua tangannya di punggung Tania kemudian dia menyandarkan kepalanya di pundak Tania. Tania membawa Ezer ke kamar Kairos, mereka berdua masuk perlahan-lahan lalu Tania meletakkan Ezer di dekat Kairos.
Ezer tersenyum kemudian dia menepuk-nepuk dada Kairos. Kairos terbangun lalu dia memeluk dan mencium pipi Ezer
“Good morning sayang,” ucap Kairos
“Monig papi, Kai,” balas Ezer kemudian dia meletakan kepalanya di atas perut Kairos.
Tania tersenyum kemudian dia meninggalkan Kairos dan Ezer, dia kembali ke dapur membantu aunty Joly menyiapkan sarapan.
Torrance
Mike sedang bersiap-siap, dia ingin pergi ke kantor dan bertemu dengan orang yang dia sewa untuk meracuni Acel. Mike masuk ke dalam mobil lalu dia menjalankan mobilnya menuju ke kantor. Tiba di kantor, dia masuk langsung menuju ke ruang kerjanya. Mike mengeluarkan handphone dari saku celana kemudian dia menghubungi orang yang dia sewa itu. Nomor yang di tuju tidak aktif, Mike menjadi kesal lalu dia menggebrak meja.
“Shit ….” umpat Mike, “dia benar-benar mempermainkanku.” Mike menjadi emosi kemudian dia keluar dari ruangannya menuju ke parkiran mobil.
Mike masuk ke dalam mobil, dia meninggalkan parkiran lalu dia pergi ke sebuah café. Dia ingin bertemu dengan seseorang di sana. Mike tiba di Café kemudian dia masuk ke dalam, Mike langsung pergi ke kasi dan bertanya kepada kasir. Orang yang di kasir menganggukan kepala kemudian dia masuk ke dalam.
Tidak lama kemudian keluar seorang Pria dari ruangan, dia langsung menemui Mike dan mengajak Mike masuk ke dalam ruang kerjanya. Mereka berdua duduk dan berbincang-bincang,
“Tentu saja Mike, aku mengerti. Kamu hubungi saja temanku, dia sangat ahli.”
“Baiklah kalau begitu, nanti aku akan menghubunginya,” ujar Mike kemudian dia berdiri
__ADS_1
Mike berpamitan kepada temannya kemudian dia keluar dan masuk kedalam mobilnya, Mike meninggalkan café lalu kembali ke kantor.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Acel masih berbaring di tempat tidur, dia masih merasakan lemah. Sheren masuk dan membawakan sarapan untuk Acel, dia duduk di sisi tempoat tidur dan meletakkan makanan di atas meja. Sheren membantu Acel duduk dan menyandarkan badan Acel di sandaran tempat tidur. Sheren mengambil makanan kemudian dia menyuapi Acel.
Jessica masuk ke dalam kamar Acel kemudian dia tersenyum melihat Acel dan Sheren, dia berjalan menghampiri Acel dan Sheren.
“Bagaimana, sayang? Apakah tubuhmu masih lemah,” tanya Jessica dengan lembut
“Aku sudah sehat, mam. Aku hanya ingin Sheren menyuapiku saja setiap pagi, jadi aku berpura-pura lemah” canda Acel kemudian Sheren mencubit pipi Acel.
“Jadi kamu mau mengerjaiku,” ujar Sheren lalu Acel tertawa
Jessica tertawa melihat Acel dan Sheren kemudian dia mengacak rambut Acel, Acel selalu membuat Jessica dan Carlos tertawa. Jessica berdiri dan meninggalkan Sheren dan Acel, dia pergi ke kamarnya kemudian dia berpapasan dengan Carlos.
“Kamu sudah mau berangkat?” tanya Jessica sambil merapikan kemeja Carlos
“Iya, sayang. Aku lupa hari ini aku dan janji dengan orang,” ucap Carlos. “Aku pergi ya sayang.”
“Iya, hati-hati ya!” ucap Jessica kemudian dia mengecup bibir Carlos.
Carlos keluar dan masuk ke dalam mobilnya, dia langsung menjalankan mobilnya ke suatu tempat. Dia ingin bertemu seseorang di sana. Tidak lama kemudian Carlos tiba, dia turun dari mobil kemudian dia menghampiri sebuah mobil van berwarna hitam, Carlos membuka pintu mobil itu kemudian dia masuk.
Calos berbincang-bincang dengan orang itu.
“Oh ya Carlos ini orangnya, dia akan menceritkan padamu tentang Reagen dan Sonia,” kata Pria itu kepada Carlos
“Terima kasih.” Carlos menatap Pria yang lain kemudian dia bertanya, “apa yang kamu ketahui tentang Sonia dan Reagen?”
“Bagini Tuan ….”
Orang itu menjelaskan kepada Carlos tentang Sonia dan Reagen, dia juga menjelaskan kalau tentang Tania dan Reagen kepada Carlos. Terlihat raut wajah Carlos berubah, Carlos terlihat emosi di dalam mobil.
“Terima kasih atas informasinya,” ucap Carlos kemudian dia mengeluarkan cek dan memberikan kepada kedua pria itu.
Carlos turun dari mobil van kemudian dia masuk ke dalam mobilnya. Carlos langsung menjalankan mobilnnya kembali ke rumah. Carlos ingin menemui Jessica, dia ingin menceritakan semuanya kepada Jessica.
Akhirnya Carlos tiba di rumah, dia langsung turun dari mobil da berlari masuk ke dalam rumah, Carlos mencari Jessica di kamar tapi Jessica tidak ada. Carlos mengambil handphone dan menghubungi Jessica, ada nada panggil lalu terdengar suara Jessica dari seberang telepon
“Hallo, beb. Kamu di mana? Aku mencarimu di kantor tapi kamu tidak ada,” kata Jessica
“Sayang, aku di rumah. Aku juga mencarimu, tunggu saja aku di sana. Aku segera ke kantor,” jawab Carlos kemudian dia langsung menutup teleponnya.
Carlos berlari keluar dan masuk ke dalam mobil, dia kembali menjalankan mobilnya menuju ke kantor. Carlos melajukan mobilnya dia ingin segera sampai di kantor, dia tidak sabar lagi ingin menceritakan semua apa yang dia dapat kepada Jessica.
Akhirnya Carlos tiba, dia langsung berlari masuk ke dalam kantor. dia masuk ke dalam lift dan menekan tombol angka enam. Lift naik, Carlos tiba di lantai enam, dia keluar dari lift kemudian dia berlari menemui Jessica di ruang kerjanya.
Carlos masuk kemudian dia langsung mengajak Jessica duduk di sofa, Jessica heran melihat Carlos. dia memegang tangan Carlos
“Ada apa beb?” tanya Jessica penasaran
“Sayang, ada yang ingin aku ceritakan padamu. Ini sangat penting sekali,” ujar Carlos dengan wajah serius
“Apa itu, beb. Katakan!”
“Begini, sayang ….”
Carlos menceritakan kepada Jessica tentang Sonia dan Reagen, dia juga menceritakan kepada Jessica tentang Reagen dan Tania. Jessica terkejut, tapi dia tida ingin menunjukan kepada Carlos. Dia masih menunggu kabar dari Tania dan Kairos.
“Beb, kita jangan bertindak dulu. Kita ceritakan kepada Charlie dan Jack lalu tunggu perintah dari Charlie. Kita jangan gegabah,” ujar Jessica menenangkan Carlos
“Iya, sayang. Aku akan bicara kepada Charlis.”
Apakah informasi yang di dapat Carlos dari pria yang ada di mobil Van itu.
jawaban yang benar dapat hadia.
“Iseng-iseng berhadiah.
__ADS_1
Selamat membaca
jangan lupa like dan komentar