
Hari semakin siang, tak ada satu kabar pun dari sang kekasih, pria itu berdiri kemudian dia mengatur pakaiannya di tas punggung. Siang ini dia akan berangkat ke San Jose. Wajahnya terlihat murung, dia mengambil ponsel dan menghubungi kekasihnya. Tapi nomor yang dia tuju tidak aktif, pria itu duduk di sofa. Dia melayangkan pandangan ke jendela, dia masih menunggu kabar dari kekasihnya. Dia tidak ingin pergi sebelum melihat gadis itu. Pria itu menjadi gelisah kemudian dia berdiri dan berjalan mondar-mandir di ruangannya.
Sementara di kampus terlihat gadis itu sedang murung di cafe, dia tahu pacarnya akan pergi ke San Jose. Dia sengaja mematikan ponsel agar pria itu membatalkan kepergiannya, tiba-tiba ada yang menepuk punggungnya. Gadis itu menoleh ke samping kemudia dia tersenyum dan menyapa temannya.
“Hi, Nasya.” sapa Cella seraya menggeser duduknya.
“Aku mencarimu tak tahunya kamu ada disini.” Nasya mempperhatikan wajah Cella yang terlihat sedih. “Apakah kamu baik-baik saja?”
Cella berusaha tersenyum kepada temannya, dia tidak ingin Nasya tahu kalau dia sedang memikirkan kekasihnya. Dia menganggukan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan temannya.
“Iya, aku baik-baik saja.” Nasya tidak percaya, karena sebelumnya Cella tidak seperti itu.
“Hei, aku tahu dirimu. Apakah kamu ada masalah?” Cella menatap temannya, dia ingin menceritakan tentang dia dan Logan tapi dia masih ragu.
“Katakan padaku apakah engkau ada masalah?” tanya Nasya sekali lagi dengan memegang tangan gadis itu.
Kembali Cella menatap temannya, awalnya dia ragu tapi akhirnya dia menceritakan semua kepada Nasya. Tampak wajah Nasya berubah, dia tidak percaya dengan apa yang di ceritakan Cella kepadanya.
“Benarkah, Cella? Jadi kamu sudah mulai berpacaran?” tanya Nasya dengan menunjukkan wajah seriusnya.
“Iya, Nas. Aku jatuh cinta padanya, dan dia adalah cinta pertamaku.” Cella memegang tangan temannya dan menceritakan hubungan dia dengan pacarnya.
“Cella, kalau kamu benar-benar mencintainya pertahankan dia,” ujar Nasya dengan memegang pipi gadis itu.
“Iya, Nas. Tapi dia akan pergi dan tinggal di luar kota.” Nasya mengkerutkan dahinya mendengar kekasih gadis itu akan pergi.
“Dia akan pergi kemana?” tanya Nasya lagi.
__ADS_1
“Dia akan pergi ke San Jose untuk bekerja, tapi aku takut dia tertarik dengan wanita lain di sana.” Nasya tertawa mendengar Cella berkata begitu, dia maklumi baru kali ini temannya itu jatuh cinta.
“Kamu harus percaya padanya.” Cella berusaha tersenyum dan menganggukkan kepala. “Kapan dia akan pergi?” tanya Nasya lagi.
“Siang ini,” jawab Cella dengan wajah cemberut. Nasya membelalakan mata.
“Kamu tidak ingin bertemu dengannya?” Cella menggeleng-gelengkan kepala. “ Kenapa?” tanya Nasya lagi dengan heran.
“Aku tidak ingin melihatnya pergi.” Nasya tersenyum kemudian dia memegang kembali tangan Cella.
“Aku mengerti, tapi menurutku lebih baik kamu temui dia.” Cella menundukkan kepala, dia juga ingin bertemu dengan kekasihnya tapi perasaannya begitu berat.
“Iya, nanti aku temui dia. Sekarang aku mau pulang.” Cella berdiri di ikuti Nasya kemudian mereka berdua saling berpelukan, Cella meninggalkan Nasya dan kembali ke rumah.
Sementara di tempat kediaman pria itu, terlihat dia begitu gelisah. Dia terus mencoba menghubungi kekasihnya tetapi ponsel gadis itu tidak aktif. Dia berdiri kemudian dia meninggalkan kediamannya. Logan langsung meluncur ke kediaman orang tua gadis itu, dia ingin bertemu kekasihnya sebelum dia pergi. Logan tiba lalu dia mengamati rumah itu dari kejahuan, dia melihat mobil Carlos dan Acel tidak ada.
Dia turun dari motor kemudian berjalan mendekati rumah itu, dia melihat ada beberapa pengawal di depan rumah gadis itu. Dia tidak begitu khawatir dengan pengawal itu karena dia sudah mengenal baik dengan mereka, dia menghampiri mereka dan menyapanya.
“Iya, Logan. Dia sedang di kamarnya. Temui saja dia, di dalam tidak ada siapa-siapa. Mereka sedang berada di kediaman orang tua Carlos,” info Bane kepada Logan.
“Kalau Erick dan rekan-rekannya apakah mereka disini juga?” tanya Logan lagi.
“Erick dan rekan-rekannya tidak masuk, nanti malam shift mereka. Kalau James dan Robert, mereka berdua sedang bersama Carlos,” sambung Colby pengawal pribadi mamanya Cella sambil menepuk punggung Logan.
“Baiklah, terima kasih. Aku ingin menemui Cella,” ujar Logan kemudian dia meninggalkan mereka lalu dia pergi ke dalam. Logan langsung naik ke lantai dua menuju kamar gadis itu, dia mengetuk pintu lalu terdengar suara Cella menyuruhnya masuk. Logan membuka pintu dan melihat gadis itu sedang berbaring di tempat tidur.
Cella terkejut melihat Logan, dia langsung bangun dan melihat keluar jendela kalau ada James dan Robert di luar. Dia langsung mengunci pintu dan menatap pria itu dengan heran.
__ADS_1
“Mengapa kamu ke sini? Bagaimana kalau mereka melihatmu?” tanya Cella dengan khawatir kemudian dia menarik Logan untuk duduk.
“Mengapa ponselmu tidak aktif?” tanya Logan dengan wajah sedih.
“Aku tidak ingin melihatmu pergi,” jawab Cella sambil duduk di sisi tempat tidur dan menundukkan kepala kemudian Logan menarik gadis itu ke dalam pelukkannya.
“Aku hanya beberapa bulan saja di San Jose, dan setiap minggu aku akan menemuimu,” bisiknya di kuping Cella dengan membelai rambut gadis itu kemudian Cella melepaskan pelukkannya dan menatap mata Logan.
“Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilangan dirimu,” kata Cella kemudian dia memeluk pria itu kembali.
“Kamu jangan khawatir, aku hanya mencintaimu. percayalah padaku,” bisiknya lagi kemudian dia melepaskan pelukkannya dan mencium bibir gadis itu.
Mereka saling berciuman dan saling memainkan lidah, Logan membaringkan tubuh mungil itu di tempat tidur kemudian dia melepaskan kaos dan celana jeansnya lalu menindih tubuh Cella.
Mereka kembali saling berciuman, napas mereka saling memburu. Sebelum pergi Logan ingin melakukan hubungan itu dengan sang kekasih. Terdengar desaahan dari bibir gadis itu saat dia mencium leher jenjang itu.
“Kita tidak bisa lama, nanti orang tuamu memergoki kita,” bisik Logan kemudian dia melakukan aksinya. Cella hanya menganggukan kepala dan memperhatikan pria itu bekerja di atas tubuhnya.
Gadis itu memegang wajah Logan kemudian dia memejamkan mata Cella sangat menikmati permainan dari pria itu. Napasnya terhenti saat Logan bermain dengan cepat, dia meremas tangan sang kekasih dan kembali merintih kenikmatan.
Pria itu terus berpacu untuk memberikan kenikmatan kepada kekasihnya. Tanpa mereka sadari mobil Carlos sudah masuk ke pekarangan rumah, tampak Carlos dan Jessica turun dari mobil diikuti oleh putri bungsu dan cucu mereka. Carlos memperhatikan motor Logan yang terparkir sedikit jauh dari rumah. Dia menjadi curiga kemudian menyuruh Jessica membawa Ezer dan Isabell ke dalam.
Dia memanggil James dan Robert untuk ikut dengannya ke dalam, Carlos naik ke lantai dua. Dia menempelkan kupingnya di pintu kamar putrinya lalu terdengar desahaan-desahaan dari Cella dan Logan, wajahnya langsung berubah merah.
Carlos berlari turun dan pergi ke ruang kerja, dia membuka laci meja kerjanya dan mengambil pistol. Jessica melihat suaminya membawa senjata api kemudian dia mengikutinya naik ke lantai dua, Jessica menjadi heran kepada Carlos. Dia tidak tahu kalau Logan sedang berada di kamar putrinya.
Sementara di kamar, Logan semakin memacu gerakkannya kemudian dia mengerang di kuping Cella, begitu juga gadis itu dia mengerang kenikmatan. Mereka berdua saling berpelukan dengan erat.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu di dobrak, pasangan kekasih itu terkejut. Logan langsung turun dari atas tubuh Cella dan terbaring di samping gadis itu. Sedangkan Cella dia langsung menarik selimut dan menutup tubuh dia dan Logan yang masih dalam keadaan telanjang.
Carlos menatap Logan dengan penuh emosi, tatapannya kepada Logan penuh dengan kebencian. Sedangkan Jessica, dia terkejut melihat Logan berada di kamar putrinya dalam keadaan telanjang.