
Akhirnya Kairos tiba di Airport Lax, Kairos di jemput oleh Emil lalu mereka langsung menuju ke rumah sakit.
“Emil kenapa Acel bisa kecelakaan?” Tanya Kairos
“Aku juga tidak tahu Kiaros, saat itu kami hanya melihat ada truck yang sedang mengarah ke Acel, dan Dennis berusaha untuk menghalanginya tapi mobil kami terlambat. Truck itu menghantam Acel bersama motor Acel.” Kata Emil
“Emil apakah itu di sengaja?” Tanya Kairos penasaran
“Mungkin saja Kairos.” Jawab Emil sambil menyetir.
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Kairos langsung turun dari mobil kemudian dia masuk kedalam rumah sakit. Dia melihat Jessica sedang menangis di pelukan Carlos, dan Cella duduk di sebelah Carlos. Kairos menghampiri Jessica dan Carlos.
“Mam, bagaimana keadaan Acel?” Tanya Kairos
Jessica menatap Kairos lalu dia memeluknya.
“Acel belum sadarkan diri, dia masih koma sayang.” Jawab Jessica
Kairos memeluk Jessica dengan erat.
“Mengapa ini bisa menimpa kepada Acel?” Tanya Kairos
“Ahh.. sayang mama tidak tahu. Bagaimana keadaan Angel dan kandungannya?” Tanya Jessica sambil membelai wajah Kairos.
“Dia baik baik saja mam.” Jawab Kairos kemudian dia memeluk Cella. “Aku sangat merindukanmu.” Bisik Kairos di kuping Cella
“Aku juga sangat merindukanmu Kairos.” Balas Cella sambil memeluk Kairos dengan erat, kemudian dia mencium kedua pipi Kairos.
Tiba tiba Tania datang, dia berjalan menghampiri Carlos dan Jessica, melihat Tania Jessica langsung berdiri.
“Tania???
“Nyonya bagaimana keadaan Acel? Aku turut prihatin.” Kata Tania.
Jessica langsung memeluk Tania
“Kamu kemana saja?” Kata Jessica sambil memeluk Tania.
Kairos hanya menatap Tania dan diam. Tania juga tidak menyapa Kairos dia hanya menyapa Cella dan Carlos.
“Maafkan aku Nyonya selama ini aku tinggal di Seattle bersama aunty. Aku kesini ingin mengetahui keadaan Acel” Jawab Tania.
“Acel masih koma Tania.” Jawab Jessica sambil membelai rambut Tania
Carlos berdiri lalu dia memeluk Tania
“Mengapa kamu meninggalkan Kairos?” Bisik Carlos di kuping Tania
“Maafkan aku Tuan.” Ucap Tania
“Mengapa kamu tidak memberi kesempatan kepada Kairos untuk menjelaskan semuanya kepadamu?”
Tania hanya diam lalu dia melepaskan pelukan Carlos. Dia tidak ingin melihat kepada Kairos dia hanya memilih diam.
Melihat sikap Tania terhadap dirinya, Kairos berdiri lalu dia keluar. Jessica hanya memandang Kairos yang berjalan ke luar dari ruangan.
Carlos menyuruh Tania duduk dan dia mulai berbicara tentang kesalah pahaman antara Tania dan Kairos. Carlos dan Jessica menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Tania. Tania menunduk dan menangis.
“Maafkan aku Tuan, Nyonya. Aku sudah salah.” Kata Tania sambil menangis
Carlos memeluk Tania
“Pergilah temui Kairos di luar, dia sangat tersiksa saat kamu meninggalkannya.” Kata Carlos sambil membelai rambut Tania.
“Baik Tuan.” Kata Tania kemudian dia berdiri dan berjalan keluar. Dia menemui Kairos di luar.
Sementara itu Kairos mengambil rokok lalu menyalakannya. Dia menghisap rokoknya lalu menyemburkan asap keluar dari mulutnya
“Menyapaku saja dia tidak mau.” Kata Kairos dalam hati, tiba tiba dia merasakan tangan Tania melingkar di perutnya. Kairos hanya diam
“Kairos maafkan aku, aku sudah salah padamu.” Kata Tania sambil memeluk Kairos dari belakang. “Maafkan aku yang tidak memberikan kesempatan padamu.”
Kairos hanya diam lalu dia melepaskan tangan Tania yang melingkar di perutnya kemudian dia berjalan menuju ke mobil. Dia menyandarkan kepalanya di pintu mobil.
Tania menunduk lalu dia berjalan menuju ke mobil temannya. Dia mengambil Ezer dari Faliza kemudian dia menggendong Ezer dan menghampiri Kairos. Tania memegang tangan Ezer dan menepukkan di punggung Kairos.
Kairos membalikkan badannya dan melihat Tania yang sedang menggendong bayi.
“Ezer sayang, ini papi Ezer.” Kata Tania kepada Ezer
Kairos menatap Tania dengan heran
“Ini anak siapa Tania?” Tanya Kairos dengan heran
“Ini anak kita berdua Kairos. Kamu ingin menggendongnya?” Tanya Tania
Kairos masih bingung
“Anak kita berdua?” Tanya Kairos sambil memandang Ezer
“Iya Kairos Ezer anak kita berdua, saat aku pergi darimu aku sedang mengandung anakmu.” Kata Tania
Kairos mengambil Ezer dari Tania lalu dia memeluk Ezer dengan erat, air mata menetes di pipinya. Kairos membelai rambut Ezer dan menangis. Tania tersenyum lalu dia menghampus air mata Kairos. Kairos melingkarkan tangan satunya di punggung Tania dan memeluk Tania. Mereka berdua saling berpelukan.
__ADS_1
“Aku sangat merindukanmu sayang.” Bisik Kairos di kuping Tania
“Maafkan aku honey.” Balas Tania kemudian dia mencium bibir Kairos
Kairos membalas ciuman Tania lalu Ezer mendorong wajah Kairos. Kairos berhenti mencium Tania lalu dia tertawa dan mencium kedua pipi Ezer.
“Anak papi sangat tampan.” Kata Kairos sambil membelai pipi Ezer dengan tangan satunya. “Ayo kita temui grandpa dan grandma Ezer” Kata Kairos sambil mencium pipi Ezer.
Kairos dan Tania berpegangan tangan lalu mereka kembali masuk ke dalam rumah sakit. Jessica dan Carlos terkejut melihat Kairos menggendong Ezer, mereka berdua berdiri dan meghampiri Kairos dan Tania.
“Tania ini Ezerkan?” Tanya Jessica kepada Tania
Tania menatap Jessica dengan heran
“Mengapa Nyonya tahu kalau ini Ezer?” Tanya Tania dengan heran.
“Kami bertemu denganya di supermarket, dan Isabell bermain dengan Ezer.” Kata Jessica lagi
“Iya Nyonya. Ini Ezer anakku dengan Kairos, saat aku meninggalkan Kairos ternyata aku lagi hamil.” Kata Tania sambil memegang tangan Ezer.
“Ahh.. sayang, ternyata aku sudah bertemu cucuku tapi aku tidak tahu.” Kata Jessica. “Sini dengan grandma.” Kata Jessica lagi sambil mengambil Ezer dari Kairos kemudian dia memeluk Ezer dan mencium keduai pipi Ezer.
Carlos tersenyum melihat Ezer. Dia mencium pipi Ezer dan memainkan tangan Ezer
“Cucu grandpa tampan sekali.” Kata Carlos sambil membelai pipi Ezer
“Ahh… akhirnya aku jadi aunty Ezer.” Kata Cella sambil mencubit pelan pipi Ezer. “Mama berikan Ezer padaku, aku ingin menggendongnya.” Kata Cella kepada Jessica
“Sayang, kamu nanti saja. papa juga ingin menggendong Ezer. Ayo berikan Ezer padaku.” Kata Carlos kepada Jessica.
Jessica memberikan Ezer kepada Carlos, Carlos duduk di kursi kemudia dia bermain main dengan Ezer. Kairos dan Tania tersenyum melihat Carlos Jessica dan Cella.
Kairos memeluk Tania
“Terima kasih sayang kamu sudah datang kesini. Ada yang ingin aku katakan padamu, tapi nanti saja kalau sudah di rumah.” Kata Kairos sambil mengecup kening Tania. “Sayang kamu akan tinggal bersama kamikan?”
“Honey aku tinggal di rumah papi saja.” Kata Tania
“Sayang papa dan mama pasti tidak akan mengijinkanmu tinggal di rumah papi kamu.”
Jessica berdiri lalu menghampiri Kairos dan Tania.
“Sayang sebentar lagi kita ke toko, mama ingin membeli box buat Ezer.” Kata Jessica kepada Kairos
“Iya mam.” Jawab Kairos lalu dia menatap Tania. “aku sudah katakan padamu, papa dan mama pasti ingin kamu tinggal di rumah.”
“Baiklah Honey.” Kata Tania kemudian dia duduk dekat dengan Cella
Akhirnya dokter sudah mengijinkan Mereka untuk melihat Acel. Jessica dan Carlos masuk ke dalam ruangan dan melihat keadaan Acel. Jessica memeluk Carlos lalu dia menangis.
“Beb aku tidak bisa melihat Acel seperti ini.”
Jessica melihat kepala Acel masih di balut dan leher Acel menggunakan alat penyanggah.
Dokter masuk lalu dia memeriksa Acel, Jessica menghampiri Dokter
“Dok kira kira berapa lama dia akan seperti ini?”
“Aku tidak bisa perkirakan Nyonya, kalaupun dia sadar mungkin dia akan mengalami kelumpuhan, akibat dari tulang lehernya yang patah. Kami memasang enam baut dan sebuah plat untuk mengembalikan posisi tulang leher anak Anda. Dan mudah mudahan anak Anda tidak mengalami kelumpuhan, berdoa saja Nyonya.” Kata Dokter kepada Jessica
Jessica berdiri di sisi tempat tidur lalu dia mengecup pipi Acel.
“Sayang, cepat sadar ya. Kamu harus melihat keponakanmu, Anak Kairos dan Tania. Bukankah kamu sangat rindu kepada Kairos dan Tania?” Bisik Jessica di kuping Acel
Carlos berdiri dekat Jessica dan membelai tangan Acel, tanpa sadar air matanya menetes.
“Papa akan mencari mereka sayang.” Kata Carlos dalam hati sambil membelai tangan Acel.
Kairos dan Tania masuk mereka langsung menghampiri Acel, lalu Tania mencium pipi Acel
“Acel cepat sadar, kamu tidak ingin melihat Ezer?” Bisik Tania di kuping Acel
Tiba tiba hanphone Carlos bergetar, dia mengeluarkannya dari saku celana dan dia melihat ada pesan dari Osvaldo
Carlos keluar dari ruangan menuju ke parkiran lalu dia menelepon Osvaldo, dan terdengar suara Osvaldo dari seberang telepon
“Hallo Carlos, apakah kamu masih di rumah sakit?” Tanya Osvaldo
“Iya Osvaldo, bagaimana? Apakaha kamu sudah mendapatkan informasi?” Tanya Carlos
“Iya Carlos aku suda mendapatkan informasi, aku kesana sekarang.” Kata Osvaldo dari seberang telepon
“Baiklah Osvaldo, aku tunggu kamu di rumah sakit.” Kata Carlos kemudian dia menutup teleponya lalu Carlos kembali masuk ke dalam rumah sakit.
Carlos menghampiri Cella dan Ezer kemudian Carlos menggendong Ezer.
“Ayo Ezer dengan grandpa, Cella kamu masuk saja ke dalam ruangan biar papa yang menjada Ezer.” Kata Carlos kepada Cella sambil dia memainkan jari Ezer.
“Baik pap.” Kata Cella lalu dia masuk ke dalam.
Carlos bermain main dengan Ezer, dia terlihat sangat bahagia.
“Akhirnya aku memiliki cucu dari perempuan yang aku inginkan.” Kata Carlos sambil mencium pipi Ezer.
__ADS_1
Hari menjelang sore Jessica mengajak Kairos pergi ke toko.
“Beb, kamu lihat Acel sebentar ya. aku ingin ke toko. Aku ingin membeli box untuk Ezer.” Kata Jessica kepada Carlos
“Baiklah sayang, beli yang bagus ya.” Kata Carlos sambil memegag tangan Ezer. “Aku ingin yang terbaik buat cucuku.”
“Iya beb.” Jessica menatap Cella dan tersenyum. “Sayang kamu temani papa disini ya.” Pinta Jessica kepada Cella
“Iya mam, aku akan disini bersama papa.”
“Bagus, itu baru anak papa.” Kata Carlos sambil mengecup kening Cella dan Cella tertawa
“Ayo Kairos Tania, kita pergi ke toko.” Ajak Jessica kepada Kairos dan Tania kemudian mereka keluar dari rumah sakit lalu masuk kedalam mobil.
Kairos menyetir mobil, Jessica duduk di bangku kedua sambil memangku Ezer sedangkan Tania duduk di samping Kairos. Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke toko baby. Mereka di ikuti oleh Colby Jack dan Dennis
“Tania, nanti kamu tinggal di rumah saja ya. Tidak perlu lagi kembali ke Seattle.” Kata Jessica kepada Tania
“Baik Nyonya.” Jawab Tania
“Tania, jangan panggil aku Nyonya lagi. Panggil saja aku mama.” Kata Jessica dan Kairos tertawa.
Melihat Kairos tertawa Tania langsung mencubit pinggang Kairos.
“Ahh.. sayang sakit.” Kata Kairos
Jessica tersenyum melihat Tania dan Kairos
“Aku senang melihat Kairos kembali seperti dulu lagi.” Kata Jessica dalam hati.
Akhirnya mereka tiba di toko baby. Mereka turun dari mobil dan Kairos menggendong Ezer lalu mereka langsung masuk ke dalam toko. Tania mengambil Ezer dari Kairos lalu dia menggendongnya. Sedangkan Jessica dia langsung melihat lihat box yang di pajang, begitu juga Kairos dan Tania mereka melihat lihat box dan mainan anak anak. Kairos memegang robot dan mobil mobilan kemudian dia menghampiri Jessica
“Mam, aku ingin membelikan ini untuk Ezer.” Kata Kairos sambil menunjukan robot dan mobil mobilan kepada Jessica.
“Iya sayang.” Kata Jessica lalu dia mengambil Ezer dari Tania kemudian dia meletakkan Ezer kedalam box. Jessica tersenyum melihat Ezer. “Umm.. mama ingin yang ini saja buat Ezer.” Kata Jessica kepada Kairos dan Tania.
“Iya mam, ini saja. box ini sangat bagus.” Kata Kairos.
Jessica memanggil pelayan toko lalu dia menunjuk kepada pelayan toko box yang dia inginkan. Jessica berpesan kepada pelayan untuk mengambil yang baru bukan yang di pajangan. Jessica juga membelikan begitu banyak mainan kepada Ezer. Dia juga membelikan pakaian yang banyak untuk Ezer.
“Kamu lihat sayang, mama sangat menyayangi Ezer.” Bisik Kairos di kuping Tania lalu Tania tersenyum.
Selesai membayar di kasir mereka keluar dari toko dan langsung kembali ke rumah. Tiba di rumah, Kairos turun dari mobil dan mengambil barang barang milik Ezer yang Jessica beli. Jessica menggendong Ezer lalu masuk ke dalam rumah.
“Sayang nanti box Ezer di letakkan di kamar mama ya.” Kata Jessica kepada Kairos
“Mam, kenapa diletakan di kamar mama?”
“Sayang mama ingin Ezer tidur dengan mama dan papa.” Kata Jessica lagi kepada Kairos
“Mam, Ezer di kamarku saja ya.” Pinta Kairos pada Jessica
“Tidak Kairos, Ezer akan tidur di kamar mama.”
“Mam, Ezer anakku jadi dia harus tidur di kamarku.” Kata Kairos lagi
“Iya Ezer itu anakmu, tapi dia juga cucuku. Jadi Ezer akan tidur di kamar mama.’
Tania tersenyum melihat Jessica dan Kairos.
“Baiklah.” Kata Kairos kemudian dia memasukan box ke kamar Jessica.
Kairos memasang satu persatu box milik Ezer.
“Sudah selesai mam, letakan saja Ezer di dalam box.” Kata Kairos kepada Jessica
Jessica tersenyum lalu dia meletakan Ezer di dalam box, dia mengambil mainan Ezer lalu dia letakan di dalam box. Jessica pergi ke kamar Isabell dan melihat Isabell sedang bermain dengan Teresa.
"Sayang, ayo ikut mama. Mama punya kejutan untukmu."
"Iya mama." Kata Isabell lalu dia berdiri.
Jessica menggendong Isabell lalu membawa Isabell ke kamarnya.
Isabell melihat Ezer dia langsung meminta Jessica untuk menurunkannya.
"Ezer?? Mama aku ingin di box bersama Ezer." Pinta Isabell.
Kairos mengangkat Isabell dan meletakkan Isabell dalam box bersama Ezer. Isabell memeluk Ezer dan mencium pipi Ezer.
“Oh ya sayang, mama harus kembali ke rumah sakit.” Kata Jessica kepada Kairos dan Tania
“Baiklah mam, aku akan mengantarmu.”
“Tida usah Kairos, kamu dan Tania di sini saja. Nanti Colby dan Jack yang mengantar mama.” Kata Jessica kemudian dia mencium pipi Ezer. “Ezer grandma pergi dulu ya.” Kata Jessica kemudian dia keluar dari kamar. Jessica memanggil Jack dan Colby untuk mengantarnya ke rumah sakit
Jessica masuk ke dalam mobil lalu Colby langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
Terima kasih
__ADS_1