SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Mulai menyukai


__ADS_3

Portugal


Dua hari lagi pernikahan Jessica dan Pedro akan di langsungkan. Terlihat mereka sangat sibuk mempersiapkan pernikahan Jessica dan Pedro. Pernikahan mereka akan di langsungkan di halaman rumah Tuan Hector. Terlihat mereka sedang mendekorasi halaman rumah Tuan Hector. Jessica dan Pedro juga membantu mendekorasi. Mereka merapikan halaman rumah.


America


Terlihat Kairos sedang mengatur pakaiannya di koper dan Tania membantu Kairos.”


“Honey pesawatnya jam berapa?” Tanya Tania.


“Jam sembilan malam sayang. Kamu sudah selesai sayang?”


“Iya honey aku sudah selesai.” Jawab Tania.


Kairos melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul tujuh malam. Sayang sebelum kita ke Airport aku ingin kerumahmu. Aku ingin pamitan pada papi kamu.” Kata Kairos pada Tania.


“Iya honey. sudah mau pergi sekarang?”


“Iya sayang, ini sudah jam tujuh.” Kata Kairos kemudian dia menarik koper Tania dan kopernya keluar dari kamar dan membawanya ke mobil. Dia berpapasn dengan Alex.


“Hi Alex, apakah kamu bisa mengantar aku dan Tania ke Airport?” Tanya Kairos pada Alex.


“Tentu saja Tuan Kairos, aku akan mengantarmu.” Kata Alex lalu dia membantu mengangkat koper dan memasukkannya ke dalam mobil. Tania dan Kairos masuk kedalam mobil.


“Oh ya Alex, kita kerumah Tania sebentar. Aku ingin berpamitan dengan papi Tania.” Pinta Kairos pada Alex.


“Baik Tuan Kairos.


Alex mengantar Kairos kerumah Tania. Sampai di rumah Tania, Kairos dan Tania turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah.


Tania langsung menuju ke kamar papinya dan mengajak papinya menemui Kairos. Melihat Kairos, papi Tania langsung memeluknya.


“Kalian sudah mau berangkat?” Tanya papi Tania.


“Iya Tuan, kami akan berangkat sekarang. Pesawatnya jam sembilan.” Jawab Kairos


“Baiklah kalau begitu, aku titip Tania.”


“Tentu saja Tuan, kami juga hanya beberapa hari di Portugal karena aku kuliah.”


“Oh begitu. Kalau begitu berangkat sekarang, nanti kalian tertinggal pesawat.”


“Baik Tuan, kami permisi.” Pamit Kairos pada papi Tania.


Tania juga berpamitan pada papinya, dia memeluk dan mencium papinya lalu masuk kedalam mobil. Alex langsung mengantar Kairos dan Tania ke Airport. Sampai di Aiport Kairos menurunkan koper mereka dari mobil dan masuk kedalam.


Mereka check in dan menuju ke Imigrasi. Selesai ke Imigrasi mereka menuju keruang tunggu. dan tidak lama kemudian mereka berdua masuk kedalam pesawat. Dan pesawat take off


Indonesia


Setiap hari Carlos mengantar Vania ke kantor begitu juga saat pulang kantor, Carlos selalu menjemput Vania. Hari ini juga Carlos menjemput vania di rumahnya dan mengantarnya ke kantor.


“Vania sebentar kita makan siang bersama lagi ya.” Pinta Carlos pada Vania.


“Tentu saja Carlos.” Kata vania pada carlos kemudian dia masuk kedalam kantor. Dan Carlos langsung pergi menuju kekantornya. Sampai di kantor dia masuk lalu duduk di kursi kerjanya dan menyalakan computer


Siangnya Carlos menjemput Vania untuk makan siang. Mereka makan siang di salah satu restoran terkenal. Carlos dan vania memesan makanan kemudian mereka berdua berbincang bincang. Carlos menatap Vania dia memperhatikan terus Vania.


“Ah.., Carlos jangan menatapku begitu aku jadi malu.” Kata Vania sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan Carlos tertawa. Carlos menarik tangan Vania yang menutup wajahnya.


“Jangan menutup kecantikanmu, biarkan aku menatapnya terus.” Canda Carlos pada Vania dan Vania tertawa.


“Carlos jangan menggoda aku terus, aku malu.” Kata Vania lagi lalu dia menundukan kepalanya di atas meja. Carlos berdiri dan duduk di samping Vania, dia mencolek pinggang Vania dan badan vania tersentak. Dia mengangkat kepalanya lalu menatap Carlos dan Carlos tertawa kemudian dia memegang tangan Tania.


“Kenapa harus malu?”


“Habis kamu menatap aku seperti itu.” Kata Vania pada Carlos dan Carlos tersenyum.


“Baiklah, aku tidak akan menatap kamu lagi.” Kata Carlos pada Vania.


“Baguslah.” Kata Vania sambil tersenyum dan pesanan mereka datang.


“Ayo makan Vania.”


Carlos dan Vania makan. Selesai makan Carlos mengantar lagi Vania kembali kekantornya. Sampai di kantor Carlos memegang tangan Vania.


“Sebentar aku jemput kamu lagi ya.” Kata Carlos.


“Iya Carlos.” Kata Vania sambil tersenyum.

__ADS_1


“Ok, kalau begitu aku kembali kekantor.” Kata Carlos kemudian dia mencium kedua pipi Vania.


“Hati hati ya!”


“Iya Vania, Terima kasih.” Kata Carlos kemudian dia meninggalkan kantor Vania dan kembali kekantornya. Dia masuk kedalam ruangannya dan dia berbaring di sofa, dia memejamkan matanya dan memikirkan Vania. “Kenapa aku terus memikirkan Vania? Ahh.., aku sungguh sungguh sudah menyukai Vania.” Kata Carlos dalam hati.


Vania



Sore hari Carlos menjemput Vania di kantornya. Sampai di kantor, Carlos melihat Vania sudah di luar menunggunya. Carlos menghentikan mobilnya di depan Vania. Dia turun dan membukakan pintu pada Vania dan rekan rekan Vania melihat Carlos membukakan pintu pada Vania. Dan terjadi percakapan antar rekan rekan Vania.


“Wah pacar Vania bule ya.”


“Iya bule tampan.” Kata yang lainnya.


Carlos naik ke mobil dan langsung meninggalkan kantor Vania. Carlos menatap Vania dan tersenyum.


“Kita ke café ya.” Pinta Carlos pada Vania.


“Baik Carlos.” Kata Vania pada Carlos sambil tersenyum.


Mereka berdua pergi ke café di pinggir pantai dan mereka duduk di teras menghadap pantai. seperti biasa Vania memesan soft drink dan Carlos memesan bir. Sesekali mata Carlos melihat pada Vania. Dan Vania tersenyum pada Carlos, lalu mengalihkan matanya memandang ke pantai.


Carlos menatap lagi Vania. “Kalau dia menjadi milikku, aku akan membuatnya bahagia. aku tidak akan pernah menyakitinya.” Kemudian Carlos memandang ke pantai.


Vania memperhatikan Carlos.


“Apa yang kamu pikirkan Carlos?” Tanya Vania.


“Uumm.., tidak Vania.” Jawab Carlos sambil meminum bir yang ada di genggamannya.”


Carlos melihat jam yang ada di tangannya sudah menunjukan pukul sembilan malam. Carlos menghabiskan birnya dan mengajak Vania pulang.


“Vania aku akan mengantarmu pulang.” Kata Carlos pada Vania.


“Ehm.., iya Carlos ayo kita pulang.”


Mereka berdua keluar dari café dan masuk kedalam mobil, Carlos langsung mengantar Vania. Sampai depan rumah Vania Carlos menghentikan mobilnya.


“Terima kasih Carlos sudah mengantarku.” Ucap Vania pada Carlos sambil tersenyum.


“Maafkan aku Vania.” Kata Carlos pada Vania dan Vania menganggukan kepala.


“Aku masuk kedalam ya Carlos.”


“Iya Vania. Kamu tidak marah padaku?” Tanya Carlos.


“Tidak Carlos.”


“Terima kasih Vania. Besok aku jemput kamu lagi ya?”


“Iya Carlos.” Jawab Vania kemudian dia turun dari mobil. “Hati hati ya Carlos.


“Iya Vania. Terima kasih.” Ucap Carlos dan dia langsung menjalankan mobil menuju ke rumahnya. Sampai di rumah Carlos langsung masuk kedalam kamar dan berbaring. Dia terbayang ciuman Vania.


Begitu juga dengan Vania, dia masuk ke kamarnya dan berbaring, dia memejamkan mata dan dia terbayang ciuman Carlos. “Ciuman Carlos sangat lembut.” Kata Vania dalam hati. “Entah kenapa setiap jalan dengan Carlos aku merasa sangat nyaman. Aku selalu ingin berada disampingnya.” Kata Vania lagi. “Ahh.., jangan sampai aku jatuh cinta.”


Sementara di rumah, Carlos tidak bisa tidur. Dia masih terbayang saat vania menggigit lidah dan bibirnya. “Ahh gigitan yang lembut.” Kata Carlos.


Carlos mengambil handhonenya dan mengirim pesan pada Vania.


“Good night Vania. Have a nice dream and don’t forget, dream about me.


Carlos memasukkan emoticon tertawa dan emoticon mengedipkan mata sambil menjulurkan lida dan dia mengirimnya pada Vania.


Dan Vania membalas pesan Carlos dengan emoticon tertawa kemudian masuk lagi pesan dari Vania.


“Good night Carlos, have a nice dream. And dream about me too” Sambil memberikan emoticon mengedipkan mata sambil menjulurkan lida. Carlos membacanya dan tertawa.


“Aku tahu kamu sudah menyukaiku Vania.” Kata Carlos dalam hati.


Portugal


Akhirnya Kairos dan Tania tiba di Portugal. Mereka keluar dan melihat jessica dan Pedro sudah menunggu. Kairos menyapa Jessica dan Pedro.


“HIi mam.” Sapa Kairos sambil memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica. “Hi Pedro sapa Kairos kepada Pedro, dia juga memeluk Pedro.


Jessica melihat Tania. Dia menyapa Tania dan mencium kedua pipi Tania. Mereka naik ke mobil dan Pedro langsung menjalanka mobilnya ke kediaman Tuan Hector. Sampai di rumah mereka turun dan masuk kedalam rumah. Tuan Hector menyambut Kairos.

__ADS_1


“Selamat datang Kairos.” Ucap Tuan Hector pada Kairos sambil memeluk Kairos.


“Terima kasih opa Hector.” Balas Kairos. “Oh ya opa ini Tania pacarku.” Kata Kairos pada Tuan Hector.


“Ah.., pacar kamu? Selamat datang juga Tania.”


“Terima kasih Tuan.” Balas Tania.


Dan Pedro mengantar Kairos ke kamarnya.


“Oh ya Kairos ini kamar kamu dan Tania kamarmu bersebelahan dengan kamar kairos.” Kata Pedro


“Uummm..,Pedro, Tania akan tidur denganku di kamar ini.” Kata Kairos pada Pedro.


“Tapi Kairos nanti mama kamu….?


“Honey aku tidur di kamar sebelah saja.” Pinta Tania.


“Sayang kamu tidur denganku disini ok.” Kata Kairos pada Tania lalu dia menatap Pedro. “Tidak apa apa Pedro, mama tidak akan marah.”


“Baiklah Kairos Tania, selamat beristirahat.” Kata Pedro pada Kairos dan Tania lalu dia meninggalkan mereka.


Kairos dan Tania masuk kedalam kamar.


“Sayang kamu istirahat saja ya.”


“Iya honey. Kamu tidak istirahat?” Tanya Tania pada Kairos.


“Nanti sayang.” kata Kairos sambil mengganti pakaianya. “kamu tidak mengganti pakaianmu sayang?”


“Aku mau mandi dulu honey.”


“Kalau begitu mandi sekarang sayang. Aku mau menemui mama.”


“Baiklah honey.” Kata Tania kemudian dia mengambil handuk dan pergi mandi.


Kairos Turun kebawa dan menemui Jessica. Dia melihat Jessica sedang bermain dengan Isabell.


“Hi mam.” Sapa Kairos pada Jessica sambil menggendong Isabell dan mencium kedua pipi Isabell.” Aku sangat rindu padamu sayang.” Kata Kairos pada Isabell.


“Tania mana sayang.” Tanya Jessica pada Kairos.


“Lagi istirahat di kamar mam.” Jawab Kairos sambil menurunkan Isabell.


“Kamu tidak istirahat sayang?”


“Nanti mam, lagipula di pesawat aku tidur terus.” Jawab Kairos sambil tersenyum. Jessica berdiri dan duduk di samping Kairos.


“Sayang apa kamu selalu melakukan hubungan itu dengan Tania.”


“Iya mam. Aku dan Tania selalu melakukannya.” Jawab Kairos sambil menunduk. Dia takut kalau Jessica marah.


“Sayang kamu memakai pengaman saat melakukannya?”


“Tidak mam, aku tidak pakai pengaman.” Jawab Kairos dengan polos.


“Tapi kamu mengeluarkannya di luar?”


“Uumm…,” Kairos menatap wajah Jessica dan Jessica mengangkat kedua keningnya menunggu jawaban Kairos. “Emm.., tidak mam. Aku selalu keluar di dalam.” Jawab Kairos lagi dan dia melihat mimik wajah Jessica.


“Kairooosssss…, bagaimana kalau dia hamil.” Kata Jessica dengan suara yang pelan tapi geram.


“Mam, kalau Tania hamil aku akan menikahinya.”


“Tapi Kairos kamu masih kuliah sayang.”


“Maamm, selesai menikah aku bisa teruskan kulia. Memang menikah butuh satu tahun terus aku haris berhenti kulia.” Kata Kairos dengan mengalihkan wajahnya ke tempat lain. Dia tidak berani menatap Jessica.


“Jessica menatap Kairos sambil menggeleng gelengkan kepala. “Ternyata anak mama sudah pintar. Sudah pintar berbantah dengan mama.”


“Mam maafkan aku.” Kata Kairos pada Jessica. Jessica berdiri dan Kairos memegang tangan Jessica. “Mam please jangan marah. Aku minta maaf kalau sudah berbantah dengan mama, tapi aku sangat mencintai Tania mam. Aku ingin menikah dengan Tania.” Kata Kairos lagi pada Jessica. Jessica melepaskan tangan Kairos dan dia menepuk pundak Kairos kemudian dia meninggalkan Kairos dan pergi ke kamarnya. Dia berdiri di teras.


“Aku terlalu menyayanginya, sampai sampai aku belum siap kalau dia berjauhan denganku. Aku masih memperlakukan dia seperti anak kecil, tapi ternyata dia sudah dewasa.” Kata Jessica dalam hati.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2