
Usia kandungan Jessica sudah masuk sembilan bulan. Carlos dan Jessica sudah mengetahui jenis kelamin bayi mereka sejak usia kandungan Jessica enam bulan, hari ini Carlos mengantar Jessica ke rumah sakit. Jessica akan menjalani operasi caesar. Carlos tidak ingin jessica melahirkan normal.
Sampai di rumah sakit Jessica dan Carlos bertemu dengan Dokter Anestesi. mereka menandatangani surat persetujuan terlebih dulu. Setelah menandatangani surat persetujuan, Dokter, jJessica dan Carlos menuju ke ruang operasi. Carlos di ijinkan untuk mendampingi Jessica selama operasi berlangsung.
Tidak lama kemudian Federico, Liliana dan Mike juga Kairos tiba di rumah sakit. Mike menggendong Kairos, Carlos langsung menemui mereka.
“Papa, mama mana?”
“Mama lagi di dalam sayang.”
“Bagaimana Carlos, operasi sudah di mulai?”
“Belum dad, sebentar lagi akan di mulai. Dad keperluan Jessica sudah di bawah?”
“Sudah Carlos.”
“Baiklah dad, aku masuk dulu kedalam.” Carlos mencium Kairos dan dia masuk kedalam kemudian dia memakai pakaian medis dan masker. Dia duduk di samping tempat tidur Jessica, Carlos menatap Jessica. Dia membelai rambut Jessica kemudian Dokter Anestesi datang dan menyuruh Jessica duduk. Dokter menyuntikkan suntikan Epidural di bagian tulang belakang Jessica, setelah selesai Dokter duduk dekat tempat tidur Jessica untuk memastikan tidak ada reaksi negatif terhadap tubuh Jessica setelah menerima suntikan Epidural.
Perawat masuk dan menutup setengah badan Jessica dengan tirai, Carlos memperhatikan Jessica. Perasaannya menjadi takut dan gugup, dia memegang tangan Jessica dan tidak lama kemudian operasi di mulai. Selama operasi berlangsung Carlos menatap terus mata Jessica dan Jessica selalu tersenyum padanya, Carlos membelai wajah Jessica.
Terdengar tangisan bayi, Carlos berdiri dan melihat bayi pertama yang di keluarkan dokter. Dokter melihat Carlos.
“Bayi perempuan.” Dokter memberikan pada perawat dan dokter mengeluarkan bayi satu lagi. Carlos melihat dokter mengeluarkan bayi satu lagi. “Yang ini bayi laki laki.” Carlos sangat bahagia, dokter memotong ari arinya.
“Dok, boleh istriku melihatnya?”
“Tentu saja.” Dokter menyuruh perawat untuk menunjukan kedua bayi kepada Jessica.
Jessica tersenyum melihat kedua bayinya, kemudian perawat membawa kedua bayi dan memandikan mereka.
Carlos kembali duduk di samping tempat tidur, dia menemani Jessica sampai dokter selesai menjahit bekas sayatan operasi tadi.
Dokter berdiri dan perawat membuka tirai yang menutup setengah badan Jessica.
“Nanti sebentar lagi Nyonya akan di pindahkan.”
“Baik dokter, Terima kasih.”
“Sama sama Tuan.” Dokter meninggalkan ruang operasi dan perawat merapikan peralatan operasi.
Perawat dan bidan masih melakukan pengawasan kepada Jessica di ruangan pulih sadar, Jessica belum bisa menggerakkan kakinya.
“Beb, kakiku seperti lumpuh.”
Carlos tertawa. “Itu karena pengaruh Epiduralnya masih ada, nanti sebentar kakimu bisa di gerakkan.”
“Kamu belum melihat anak kita?”
“Iya sayang nanti aku akan melihatnya.”
__ADS_1
“Beb, ajak Kairos juga untuk melihat adiknya!”
“Pasti sayang.” Kairos mencium kening Jessica dia berdiri dan keluar menemui Liliana dan Federico juga Mike.
“Bagaimana Carlos?”
“Sudah selesai operasi Dad, ayo kita lihat bayinya!” Carlos memeluk Kairos dan mereka pergi ke ruang bayi, perawat melihat Carlos. Dia memindahkan kedua bayi dekat jendela kaca.
Carlos melihat kedua anaknya.
“Sayang, itu adik Kairos.”
“Papa Kairos mau cium adik.”
“Iya nanti sayang, belum bisa sekarang.” Liliana, Federico dan Mike, mereka juga melihat kedua bayi dari kaca. Mereka sangat bahagia.
Tidak lama kemudian Jessica di pindahkan, Jessica di pindahkan ke Vip. Mereka masuk ke kamar dan Kairos melihat Jessica.
“Mama, adik Kairos mana?” Carlos mengangkat Kairos dan mendudukan di sisi tempat tidur dan Jessica mencium Kairos. “Sebentar adik kairos akan di bawah kesini.”
“Kenapa lama mama, Kairos ingin melihat adik.”
“Iya sayang, sabar!” Jessica membelai rambut Kairos dan tidak lama kemudian perawat membawa bayi kembar ke kamar. “Nah itu adik Kairos datang.”
“Mama, Kairos ingin gendong adik.”
“Iya sayang, sebentar.”
“Iya sayang, itu adik Kairos.” Kairos membelai wajah adiknya dan mencium pipinya, Jessica tersenyum melihat Kairos.
Liliana mengambil bayi laki laki dari tangan perawat dan meletakkan di samping Jessica, Jessica membelai pipi bayinya.
“Beb kamu akan beri nama apa sama bayi kembar kita?”
“Marcel dan Marcella sayang.”
Liliana dan Federico tersenyum melihat Carlos dan Jessica, Carlos mengambil Marcella dari Kairos dan Kairos turun dari sofa. Dia berjalan kesamping tempat tidur Jessica.
Carlos meletakkan Marcella di samping Jessica dan dia menggendong Marcel. Mereka bergantian memeluk Marcel dan Marcella, mereka semua terlihat bahagia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhirnya Jessica dan bayi kembarnya pulang kerumah, mereka sudah menyiapkan kamar buat Marcel dan Marcella. Carlos dan Jessica meletakkan mereka di box.
Jessica dan Carlos menutup kamar si kembar dan pergi ke kamar mereka, Jessica berbaring di tempat tidur dan Carlos mencium kening Jessica.
Saat Marcel dan Marcella berusia enam bulan mereka mengambil pengasuh untuk membantu Liliana merawat bayi kembar mereka dan Jessica kembali melanjutkan kuliahnya. Sedangkan Carlos kembali bekerja di perusahaan Federico. Perusahaan yang ada di Indonesia diserahkan pada Tiara.
Jessica kuliah selama dua tahun, selesai kuliah dia membantu di perusahaan Federico. Kairos sudah berumur enam tahun dan bersekolah, sedangkan si kembar sudah beusia dua tahun.
__ADS_1
Rumah tangga Jessica dan Carlos sangat harmonis, walau sibuk dengan pekerjaan mereka selalu menyempatkan makan siang bersama anak anak mereka.
Carlos berjalan menuju ke ruangan Jessica, dia membuka pintu dan menghampiri Jessica yang lagi di depan komputer. Jessica berdiri dan melingkarkan tangannya di pinggang Carlos.
“Sudah waktunya makan siang sayang, anak anak sudah menunggu kita.”
“Iya beb, kita jalan sekarang.” Carlos mencium kening Jessica dan mereka keluar dari ruangan Jessica, mereka berdua meninggalkan kantor dan pulang kerumah.
Sampai di rumah Kairos langsung menyambut Carlos dan Jessica.
“Hi papa.” Kairos memeluk dan mencium pipi Carlos.
“Kedua adikmu mana?”
“Masih di kamar.” Kairos juga memeluk Jessica. “Mam, aku menyayangimu.”
Jessica memeluk Kairos. “Mama juga sangat menyayangimu sayang, oh ya tadi di sekolah belajar apa sayang?”
“Tadi kami belajar membaca dan menulis mam.”
Mereka masuk ke ruang makan.
“Terus kamu bisa?”
“Tentu saja Mam.”
Jessica memeluk Kairos. “Anak mama pintar, oma mana sayang?”
“Masih di kamar Marcel dan Marcella.”
“Baiklah sayang kamu duduk saja disini, mama mau melihat kedua adikmu. Beb ayo kekamar Marcel dan Marcella.
“Iya sayang.” Mereka berdua naik ke atas dan masuk ke kamar si kembar, disana ada Liliana yang sedang menggantikan pakaian pada Marcel.
“Hi mom.” Jessica memeluk Liliana dan mencium kedua pipi Liliana.
Marcella melihat Jessica. “Mama gendong.”
Jessica mengambil Marcella dan menggendongnya.
“Beb kamu gendong Marcel!”
“Iya sayang.” Carlos menggendong Marcel dan mereka keluar dari kamar menuju ke ruang makan.
Jessica dan Carlos meletakkan Marcel dan Marcella di kursi bayi dan Jessica menyuapi mereka berdua. Selesai menyuapi mereka berdua, Jessica makan dan Carlos mengurus si kembar. Carlos menurunkan mereka berdua dan membiarkan mereka bermain.
“Kairos nanti bantu oma ya melihat kedua adikmu!”
“Iya papa.” Carlos memeluk dan mencium Kairos, kemudian Kairos bermain dengan kedua adiknya.
__ADS_1
Jessica dan Carlos kembali ke kantor.
Selamat membaca