SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 episode 33


__ADS_3

Tania berdiri di depan jendela sambil melayangkan pandangannya ke pepohonan yang ada di belakang rumah Carlos. Airmata mengalir di pipinya, dia merasa sakit mendengar pengakuan Kairos.


Tiba tiba pintu kamarnya di ketuk, Tania menghapus airmatanya lalu dia pergi membuka pintu. Dia melihat Jessica lalu Tania tersenyum


“Mam, bagaiman kabar Acel.” Tanya Tania sambil mencium kedua pipi Jessica


“Masih belum sadar Tania. Oh ya Kairos kemana?” Tanya Jessica sambil masuk ke dalam kamar dan melihat Ezer lagi bermain di tempat tidur


“Aku tidak tahu mam, semalam dia tidak pulang.” Jawab Tania


Jessica menatap Tania


“Kairos tidak pulang semalam? Kairos memberitahumu dia ada dimana?” Tanya Jessica lagi


“Umm.. dia hanya bilang dia ada di tempat temannya.” Jawab Tania. Dia tidak ingin Jessica tahu kalau dia dan Kairos lagi ada masalah.


“Ohh.. begitu. Tapi kalian berdua tidak ada masalahkan?” Tanya Jessica


“Ehmm.. tidak mam, tidak ada masalah.”


“Baguslah kalau begitu.” Kata Jessica kemudian dia duduk di tempat tidur dan mencium Ezer. “Oh ya Tania mama akan kembali ke rumah sakit. Sebentar lagi Teresa akan datang.”


“Iya mam.” Jawab Tania.


Jessica keluar dari kamar Tania lalu dia pergi ke kamarnya. Jessica mengambil handuk kemudian dia masuk kamar mandi lalu dia mandi.


Jessica memakai pakaiannya lalu dia pergi memanggil Colby dan Jack untuk kembali ke rumah sakit. Jessica masuk ke dalam mobil lalu Colby menjalankan mobilnya menuju kerumah sakit. Tiba di rumah sakit Jessica masuk dan melihat Charlie sedang berbincang bincang dengan Carlos. Jessica menghampiri Carlos dan Charlie


Carlos menatap Jessica lalu dia tersenyum. Carlos memeluk Jessica dan mengecup bibir Jessica.


“Bagaimana dengan Ezer?” Tanya Carlos


“Saat aku datang dia sedang bermain di tempat tidur bersama Tania.” Jawab Jessica


“Ohh.. begitu.” Gumam Carlos


“Beb aku masuk ke dalam ya.”


“Iya sayang, aku masih ingin berbincang dengan Charlie.” Kata Carlos


“Baiklah.” Balas Jessica kemudian dia masuk ke dalam ruang perawatan.


Carlos kembali berbincang bincang dengan Charlie


“Jadi begini Carlos, aku sudah mendapat informasi tentang mobil yang menabrak Acel. Ternyata mobil itu hanya di sewa, dan kami juga sudah mendapat informasi siapa pemilik mobil itu. Kami sedang melindungi dia, kami takutkan kalau tidak di lindungi nanti mereka membunuhnya.”


“Bagus Charlie, nanti kamu berikan kabar terus padaku. Osvaldo sudah memberitahu kepadaku siapa saja yang sedang mengincar aku dan Mike. Yang aku heran, aku sama sekali tidak mengenal mereka semua.” Kata Carlos kepada Charlie.


“Carlos aku sarankan kamu menghindar saja dulu, karena kepala polisi bukan yang dulu lagi. Kepala polisi sekarang anti korup. Kalau kamu mencari dan membunuh mereka, kamu tidak akan lolos. Dia pasti akan memenjarakanmu. Kamu tunggu saja kabar dariku, kalau aku sudah katakan siap baru kita mulai. Aku sudah berkerja sama dengan beberapa polisi jadi kamu jangan khawatir.


“Baiklah Charlie. Aku akan menunggu kabar darimu. Terima kasih Charlie.” Ucap Carlos kemudian dia masuk ke dalam ruangan. Sedangkan Charlie, dia meninggalkan rumah sakit.


Carlos duduk di sofa lalu dia merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di paha Jessica. Jessica meletakkan tangannya di dada Carlos lalu dia mengecup kening Carlos.


“Kalau kamu mengantuk tidur saja.” Kata Jessica sambil membelai rambut Carlos.


“Iya sayang, aku merasa lelah.” Kata Carlos sambil memegang tangann Jessica dan menciumnya. Carlos memejamkan mata lalu dia tertidur.


Jessica memperhatikan Acel, dia melihat di layar monitor detak jantung Acel melemah.


“Beb.. bangun.” Jessica membangunkan Carlos dengan menepuk pipi Carlos


Carlos membuka matanya lalu dia menatap Jessica.


“Ada apa sayang.” Tanya Carlos


Jessica berdiri lalu menghampiri Acel

__ADS_1


“Beb detak jantung Acel melemah.” Kata Jessica


Carlos melihat ke monitor lalu dia berlari keluar dan memanggil Dokter. Dokter dan perawat berlarian masuk kedalam ruangan lalu mereka memeriksa Acel. Dokter kembali keluar, tidak lama kemudian dia kembali bersama perawat yang lain dan membawa obat.


Dokter mengambil suntik lalu memasukan obat ke dalam suntik. Dokter kembali menyuntik Acel, tapi detak jantung Acel semakin menurun.


Jessica memeluk Carlos dan menangis


“Beb apakah Acel akan baik baik saja?” Tanya Jessica sambil memperhatikan Dokter yang sedang memeriksa Acel.


“Tentu saja sayang.” Kata Carlos sambil memeluk Jessica. Perasaannya juga menjadi takut


Tiba tiba garis grafik menjadi lurus dan terdengar bunyi bib yang panjang. Perawat berlari keluar dan mengambil alat pacu jantung (Defibrillator) mereka masuk kembali lalu menyiapka alat pacu jantung. Beberapa Dokter ikut masuk menangani Acel


“Hati hati dengan lehernya.” Kata seorang Dokter.


Salah satu Dokter menempelkan defibrillator di dada Acel lalu badan Acel tersentak. Mereka memperhatikan monitor tapi tidak ada pergerakan


“Sekali lagi.” Kata Dokter yang lain.


Dokter menempelkan kembali di dada Acel, badan Acel kembali tersentak.


Jessica semakin takut, dia menangis di pelukan Carlos.


Akhirnya Dokter berhenti dan menggeleng gelengkan kepala. Dia melepaskan pacu jantung dan memandang dokter yang lain sambil mengangkat bahunya.


Melihat Dokter melepaskan pacu jantunf Jessica langsung berteriak menangis. Carlos memeluk Jessica dengan erat


“Aceelll…. Kamu tidak boleh meninggalkan mama. Kamu tidak boleh pergi.


Dokter dan perawat melepaskan semua peralatan medis ditubuh Acel. Serta alat bantu pernapasan yang ada di mulut Acel mereka lepaskan.


Jessica berlari memeluk Acel dan berteriak menangis.


“Acel tidak boleh pergi, jangan tinggalkan mama sayang.”


Carlos menangis, dia memeluk Acel dengan erat.


Jessica mengguncang tubuh Acel


“Beb Acel belum mati, dia tidak mati beb.”


Carlos memeluk Jessica sambil menangis.


“Ini salahku, semua ini salahku.” Kata Carlos sambil menangis


Jack dan Colby masuk ke dalam ruangan, mereka berdua melihat Jessica dan Carlos sedang menangis. Mereka melihat semua peralatan medis sudah di lepaskan dari tubuh Acel


“Carlos apa yang terjadi?”


“Acel sudah pergi Jacl” Jawab Carlos sambil menangis.


Jessica melepaskan pelukannya lalu dia memeluk Acel dan mencium Acel. Dia kembali memeluk Acel dan menangis.


“Colby tolong telepon Mike dan Kairos. Jack kamu tolong telepon Emil, suruh dia bawa Cella kesini.” Pinta Carlos kepada Jack dan Colby.


“Baik Carlos.” Jawab Colby kemudian dia keluar dari ruangan lalu menelpon Kairos.


Ada nada panggil lalu terdengar suara Kairos di seberang telepon


“Hallo Colby, ada kabar apa?” Tanya Kairos


“Ehm.. Kairos kamu bisa kerumah sakit sekarang?”


“Ada apa Colby?” Tanya Kairos lagi


“Datang saja Kairos, papa kamu menyuruh kamu untuk ke rumah sakit sekarang.” Jawab Colby.

__ADS_1


“Baiklah Colby, aku segera kesana.” Jawab Kairos dari seberang telepon kemudian telepon di tutup.


Colby kemudian menelepon Mike.


Sementara di dalam ruangan Jessica dan Carlos masih menangisi Acel. Mereka berdua tidak percaya Acel secepat itu meninggalkan mereka. Jessica membelai wajah Acel


“Acel sayang, mengapa kamu tinggalkan mama?” Kata Jessica sambil menangis. “Mama sangat menyayangimu sayangmu.”


Carlos membelai pipi Acel


“Aku akan membunuh mereka.” Teriak Carlos di dalam ruangan. “Sayang papa akan membunuh orang yang menabrakmu. Papa janji sayang, papa akan membalas perbuatan mereka padamu.” Kata Carlos sambil membelai pipi Acel. Dia memeluk Acel dan menangis.


Charlie masuk, dia terkejut mendengar Acel meninggal. Dia menghampiri Carlos dan Jessica


“Carlos aku turut berduka.” Kata Charlie sambil mengeluarkan airmata.


Carlos menatap Charlie lalu dia memeluk Charlie.


“Aku akan membunuh mereka Charlie, aku akan membunuh mereka.” Kata Carlos sambil menangis.


“Carlos tenangkan dirimu.” Kata Charlie kepada Carlos


“Tidak Charlie aku harus membalas perbuatan mereka. Mereka sudah membunuh anakku.” Kata Carlos sambil melepaskan pelukannya. “Lihat Charlie, kamu lihat. Mereka sudah membunuh anakku.” Teriak Carlos sambil menangis.


Tiba tiba Cella masuk


“Mama, kenapa dengan Acel mam?” Tanya Cella sambil melihat Acel yang masih terbaring di tempat tidur


Jessica menatap Cella lalu dia memeluk Cella


“Sayang, Acel sudah pergi.” Kata Jessica sambil menangis


“Tidak mam, Acel tidak pergi.” Kata Cella sambil melepaskan pelukan Jessica lalu dia meghampiri Acel. “Acel, kamu hanya tidurkan. Mama hanya berbohong padakukan Acel?” Kata Cella sambil membelai pipi Acel. “Acel ayo bangun, jangan tidur terus.”


Carlos melihat Cella lalu dia memeluk Cella


“Papa, Acel hanya tidur. Dia tidak pergi.” Kata Cella lalu Carlos menangis, dia memeluk Cella dengan erat.


Sementara di parkiran Kairos memarkirkan mobilnya. Kairos turun dari mobil dan dia melihat Hank lagi menangis di luar.


“Ada apa sebenarnya?” Tanya Kairos dalam hati.


Kairos masuk ke dalam rumah sakit, dia berlari menuju keruangan perawatan. Dia masuk dan melihat Jessica Carlos dan Cella sedang menangis.


“Mam, ada apa? Mengapa kalian semua menangis? Acel baik baik sajakan?” Tanya Kairos sambil menghampiri Jessica


Jessica langsung memeluk Kairos dan menangis.


“Acel sudah pergi Kairos.” Kata Jessica sambil menangis.


Kairos melepaskan pelukan Jessica


“Tidak mungkin mam, Acel tidak boleh pergi.” Kata Kairos sambil menghampiri Acel. Dia memeluk Acel dan menangis. “Kamu tidak boleh pergi Acel, kamu tidak boleh pergi. Bangun Acel, banguuunnnn.” Teriak Kairos.


Jessica semakin menangis melihat Kairos menangisi Acel


Lalu Dixon dan Mike berbarengan masuk kedalam ruangan. Dixon langsung memeluk Acel dan menangis, begitu juga Mike.


Petugas rumah sakit masuk dan membawa jenasa Acel untuk di mandikan.


Acel



Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih..


Mewek aku..


__ADS_2