SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Dia lagi


__ADS_3

Terlihat Logan sedang terburu-buru masuk ke kantor saat berada di depan ruang kerja, asisten langsung menghadang pria itu. Logan berhenti dan menatap Sarah.


“Ada apa,Sarah?” tanya Logan dengan mengerutkan dahi.


“Ada yang ingin bertemu dengan Anda, Sir.” Kembali Logan mengernyitkan dahi.


“Siapa?” tanya Logan lagi


“Dia tidak memberitahukan namanya, sekarang dia lagi menunggu di ruang meeting.” Dengan wajah heran Logan langsung menuju ke ruang meeting.


Logan terkejut saat dia masuk dan melihat seorang lelaki sedang duduk di kursi, dia sangat mengenal wajah itu. Raut wajah berubah, ingin sekali dia menghajar pria tua itu.


Tapi dengan cepat Logan bersikap biasa seolah-olah dia baru mengenal pria tua itu. Logan menghampiri lelaki itu dan menyapanya.


“Apa kabar tuan, Wilfredo.” Logan mengulurkan tangan untuk bersalaman, terlihat wajahnya sedang menahan marah. Dia berusaha tersenyum kepada lelaki tua itu.


“Ah … Logan. Aku baik-baik saja, aku pikir kamu sudah lupa karena kita hanya sekali bertemu.” Logan tertawa dan menyuruh lelaki tua itu untuk duduk.


“Mana mugkin saya lupa.” ‘Tidak mungkin aku lupa kepada orang yang sudah membunuh kedua orang tuaku.’ Begitulah Logan berkata dalam dirinya. Logan duduk kemudian dia meminta sang asisten untuk membuatkan mereka kopi.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Logan membuka percakapan.


“Ya, aku ini pengeksport kopi dan gula. Aku memakai perusahaan logistik lain  tapi mengecewakan, aku ingin mencoba untuk menggunakan perusahaan kalian untuk mengeksport produk kami.” Logan mengangguk-anggukkan kepala kemudian dia menelepon manager. Dia meminta sang manager untuk ke ruang meeting.


Manager masuk kemudian Logan menyuruh manager untuk menjelaskan kepada tuan Willfredo. Logan memperhatikan lelaki tua itu, terbesit di benaknya untuk membalas dendam atas kematian orang tuanya.


Dia mengepalkan tangan menahan emosinya, ‘aku harus membalas dendam. Aku harus membunuhnya,’ gumamnya dalam hati lalu seorang wanita masuk.


Tanpa permisi dia langsung duduk di samping lelaki tua itu, Logan terkejut melihatnya baru saja dia akan bicara tuan Willfredo  langsung mengenalkan wanita itu.


“Oh ya, Logan. Ini putriku, kamu sudah mengenalnya?” Logan terkejut ternyata wanita itu adalah putri dari tuan Wilfredo, terlihat napasnya naik turun.


“Logan?” Wanita itu memanggilnya kemudian dia tersadar.


“Oh … iya, ini putri Anda?” tanya Logan dengan tidak percaya.


“Iya, Dylla putriku.” Logan mengangguk-anggukkan kepala.


‘Kenapa baru sekarang aku tahu kalau dia adalah putrinya?’ Logan tertegun, kini dia sudah bertekad untuk membalas dendam. Dia ingin menggunakan wanita itu untuk membalas dendam atas kematian kedua orang tua.


“Aku tidak menyangka,” ujar Logan lalu tuan Willfredo dan Dylla tertawa. Logan juga ikut tertawa tapi dalam hatinya dia sudah memiliki rencana untuk lelaki tua itu dan putrinya.


“Baiklah, bagaimana dengan kerja samanya?” tanya lelaki tua itu lalu Logan meminta sang manager untuk menyiapkan surat-surat yang mereka butuhkan.


Nampak Dylla sangat senang, sudah berpikir kalau dia akan terus bertemu dengan Logan. Dia ingin merebut hati pria itu kembali, tapi dia tidak tahu kalau Logan sudah memiliki rencana.


Selesai berbicang-bincang lelaki tua itu dan putrinya berpamitan kepada Logan, mereka meninggalkan ruang meeting lalu Logan mengantar tuan Willfredo dan Dylla sampai di parkiran kemudian kembali ke ruang kerja.


Logan duduk di kursi kerja kemudian  memikirkan rencana untuk membunuh lelaki tua itu, dia ingin mengambil kembali apa yang sudah di rebut oleh ayah Dylla dari orang tuanya.


Aku akan berpura-pura masih mencintai Dylla, dan berhubungan kembali dengannya. Kalian akan merasakan akibatnya. Dia mengepalkan tangan tatapannya begitu tajam, dendam sudah membuat pria itu berubah.


Sementara di perusahan Cella, terlihat wanita itu sibuk di kantornya, dia juga kedatangan tamu. Mereka berbincang-bincang di ruang meeting. Cella tertawa saat pria itu memuji kepintaran Cella.


Mereka bersenda gurau lalu pintu terbuka, Cella melihat Logan yang datang. Dia langsung berdiri dan menyambut Logan lalu mengecup bibir sang suami dan mengenalkannya.


 “Oh ya, masih ingat dengan suamiku?” Pria itu tersenyum dan berdiri kemudian bersalaman dengan Logan.


“Tentu saja, kamu mengenalkannya saat pertemuan pengusaha.” Cella terkekeh dan mengajak Logan duduk.

__ADS_1


“Aku pikir kamu sudah lupa,” Cella bercanda dan melirik kepada Logan, memperhatikan wajah pria itu yang tidak tersenyum sama sekali.


Logan terlihat cemburu kepada pria itu, wajah Frank yang tampan dan badan yang atletis bisa membuat wanita jatuh cinta padanya.


Logan duduk di dekat Cella dan mendengarkan perbincangan sang istri dan Frank. Menjelang sore Frank meninggalkan ruang meeting dan kembali ke kantornya.


Sedangkan Cella dan Logan kembali ke ruang kerja, mereka berdua masuk lalu Logan memeluk Cella dari belakang.


“Frank sangat tampan ya.” Bisikan Logan membuat Cella tersenyum.


“Iya, dia sangat tampan juga baik. Aku suka melihat ketampanannya.” Cella sengaja bicara begitu, dia ingin melihat reaksi suaminya. Logan melepaskan pelukkannya lalu  duduk di sofa, tampak raut wajahnya berubah.


 “Oh ... begitu,” gumam Logan. Cella tersenyum kemudian  duduk di atas paha Logan.


“Kenapa wajahmu seperti itu?”


“Um, tidak apa-apa,” sahut Logan


“Baiklah kalau begitu, kita pulang sekarang. Aku rindu Sabrina,” ujar Cella seraya berdiri dan mematikan komputernya.


Cella meraih tasnya kemudian berjalan keluar dari ruang kerja bersama Logan. Cella membiarkan sang suami berjalan di depannya, dia tersenyum sendiri saat mengingat wajah Logan saat melihat Frank.


‘Dia pasti cemburu tapi dia tidak ingin mengatakannya,’ kata Cella dalam hati.


Mereka pergi ke parkiran dan masuk ke dalam mobil. Pasangan suami istri itu langsung kembali ke rumah. Seperti biasa Cella dan Logan selalu pergi terlebih dahulu ke kamar Sabrina, menggendongnya dan mencium pipi putri mereka.


****


Kembali Logan menerima Dylla di ruang kerjanya, mereka berdua berbincang-bincang mengenasi bisnis. Sebenarnya dia tidak terlalu suka kalau wanita itu sering berkunjung ke kantornya.


Sementara Dylla tampak bahagia saat bersama pria itu, walau’pun terkadang Logan bersikap dingin padanya tapi wanita itu tidak menyerah.


  “Um, aku telepon istriku dulu ya. Aku biasanya makan siang bersama di rumah,” sahut Logan dengan mengambil ponsel di atas meja. Pria itu menghubungi Cella lalu terdengar suara sang istri dari seberang telepon.


“Hallo, Logan. Apakah kita akan pulang sekarang?”


“Sayang, boleh hari ini saja aku tidak makan siang bersamamu?” tanya Logan kepada Cella.


“Kenapa?” Suara Cella di telepon.


“Rekan bisnis mengundangku untuk makan siang bersamanya,”


“Oh begitu, baiklah.” Terdengar Cella menutup teleponnya. Logan meletakkan ponsel di atas meja kemudian  mematikan komputer.


Dyllia terlihat senang pria itu akan makan siang bersamanya. Logan mengajak Dylla ke sebuah restoran di pinggir pantai. Mereka berdua duduk  dan memesan makanan.


Dylla menyinggung masa lalu mereka, tapi Logan hanya tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke pantai.


Makanan mereka datang lalu Dylla dan Logan berhenti berbincang dan makan. Selesai, kembali mereka berdua melanjutkan perbincangannya.


“Aku masih ingat, saat teman pria berbincang denganku, kamu datang tanpa bertanya langsung melayangkan pukulan di wajahnya.” Logan tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala.


“Iya, waktu itu aku terlalu cemburu. Apalagi aku tahu dia sangat menyukaimu,” ujar Logan seraya menatap mata Dylla.


Mereka berdua saling bertatap mata, lalu Dylla membelai pipi Logan tapi dengan cepat dia menyingkirkan tangan Dylla.


“Semua tinggal masa lalu, sekarang aku sudah memiliki istri dan anak,”


“Aku mengerti,” ucap Dylla sambil tersenyum.

__ADS_1


“Sudah sore, aku akan mengantarmu pulang,” kata Logan seraya berdiri lalun pergi ke kasir dan membayar pesanan mereka.


Mereka berdua meninggalkan restoran, Logan mengantar Dylla.  Tiba di kediaman wanita itu, Logan memarkirkan mobilnya di depan rumah Dylla.


“Baiklah, terima kasih sudah menemaniku makan siang,” ucap Dylla seraya membuka sabuk pengaman.


 “Sama-sama,” ucap Logan kemudian   turun dan membukakan pintu mobil kepada Dylla.


Dylla turun dari mobil lalu tiba-tiba dia mencium bibir Logan. Pria itu tertegun tapi dia begitu cepat sadar dan mendorong tubuh Dylla dengan pelan.


“Maaf, Dylla. Aku sudah menikah,” ucap Logan kemudian  berjalan ke sisi lain dan masuk ke dalam mobil.


Dylla menundukkan kepala dan memutar tubuhnya, dia memperhatikan Logan yang masuk ke mobil lalu tersenyum dan melambaikan tangan kepada pria itu.


Logan langsung meninggalkan Dylla dan kembali kerumah, begitu tiba dia masuk menuju kamarnya. Logan mengambil handuk dan pergi mandi.


Sedangkan Cella dia sedang bermain bersama Sabrina di halaman belakang, mereka kejar-kejaran lalu terdengar tawa Sabrina. Logan tersenyum dari teras kamar kemudian  keluar dan menemui Cella juga putrinya.


Melihat Logan, Sabrina langsung berteriak. Dia merasa senang papinya pulang.


“Mommy,” panggil Sabrina sambil menunjuk Logan. Cella memutar tubuhnya lalu  tersenyum melihat suaminya, dia memeluknya dan mengecup bibir pria itu.


 “Kamu sudah pulang?”


 “Iya, Sayang,” sahut Logan dengan mengecup bibir Cella kemudian mengangkat Sabrina dan menggendongnya. Dia mencium kedua pipi Sabrina lalu mengajaknya bermain, Cella juga ikut bersama  suami dan putrinya.


Menjelang malam Cella menidurkan Sabrina, dia meletakkannya di box kemudian  meninggalkan sang putri. Cella pergi ke kamarnya kemudian berbaring di samping Logan.


“Bagaimana pertemuan dengan rekan bisnismu?” tanya Cella sembari meletakkan kepalanya di dada Logan.


 “Semua berjalan dengan lancar.” Logan memutar tubuhnya menghadap Cella kemudian  menatap mata istrinya.


Logan teringat saat Dylla mencium bibirnya, dia memegang pipi Cella dan membelainya.


 “Aku mencintaimu,” ucap Logan sembari jarinya memegang bibir Cella.


“Aku juga mencintaimu,” balas Cella sambil tersenyum.


Mereka berdua saling berciuman, perlahan tangan Logan melepaskan kimono Cella lalu mereka berdua melakukan hubungan itu.


Pasangan suami istri itu mencapai puncak kenikmatan, lalu Logan terbaring di samping Cella.


****


Hari ini Logan menerima undangan Dylla untuk datang berkunjung ke kantornya. Mereka ingin membicarakan kelanjutan bisnis yang sudah mereka rencanakan.


Logan tiba di kantor Dylla, dia langsung menuju ke ruang kerja wanita itu. Dia mengetuk pintu lalu terdengar suara Dylla menyuruhnya masuk.


 “Selamat pagi” ucap Logan seraya berjalan menghampiri Dylla. Wanita itu berdiri dan menyambut Logan.


“Selamat pagi, Logan,” balas Dylla seraya mencium kedua pipi Logan.


Mereka berdua duduk di sofa dan berbincang-bincang. Dylla menjelaskan kepada Logan apa yang harus dilakukan oleh perusahaannya.


Sambil menjelaskan Dylla memegang tangan Logan dan mengelusnya tapi pria itu menghindar bahkan berpindah tempat duduk, menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Dylla merasa kecewa lalu menatap Logan.


“Apakah kamu sama sekali tidak mencintaiku lagi?” Logan menatap mata Dylla dalam-dalam.


 “Sekalipun aku masih mencintaimu tapi aku sudah menikah dan memiliki anak. Kamu hanya masa laluku.”

__ADS_1


“Iya, aku tahu dan aku juga mengerti tapi kita bisa melakukan hubungan tanpa sepengetahuan istrimu,” sahut Dylla. Dia berusaha merayu Logan.


__ADS_2