SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Keluar dari rumah sakit


__ADS_3

Jessica memperhatikan mata Carlos, dia melihat kelopak mata Carlos bergerak dan dia kembali memperhatikan air oksigennya tidak bergelembung. Dia juga merasa aneh kenapa selang makanan belum juga di pasang.


Jessica berdiri di samping tempat tidur dan mulai berbicara.


“Beb cepat sadar aku sangat kesepian, aku ingin sekali bermanja denganmu. Kalau kamu masih seperti ini aku akan bermanja pada siapa? Aku akan bermesraan dengan siapa? Tapi baiklah, kalau kamu tidak mau sadar juga, aku akan pergi mencari laki laki lain untuk tempatku bermanja.” Kata Jessica sambil memutar badannya ingin pergi.


Carlos mendengar perkataan Jessica, dia langsung menarik tangan Jessica. “Tidak boleh pergi.” Kata Carlos sambil menahan sakit.


Jessica membalikkan badannya menghadap Carlos dan tersenyum. Dia mengangkat kedua keningnya dan mencubit pipi Carlos. “Kamu mau mengerjaiku beb?”


sambil menahan rasa sakit Carlos tertawa, dia melepaskan selang dan masker oksigen dan menarik jessica lalu mencium bibir Jessica. Jessicapun membalas ciuman Carlos.


jessica berhenti mencium Carlos dan membelai wajah Carlos. “Aku sangat merindukanmu beb, aku takut sekali saat mendengar kamu tertembak.” Kata Jessica sambil mencium kening Carlos.


Carlos tersenyum pada Jessica. “Kamu sudah sembuh sayang? Bagaimana dengan lukamu?” Tanya Carlos sambil memegang pipi Jessica.


“Lukaku sudah sembuh, tapi aku harus kontrol terus sama Dokter. Mereka akan memeriksa kembali ususku, mereka ingin melihat kalau ususku sudah tersambung benar.”


“Kenapa dengan ususmu sayang? Apa yang terjadi?” Tanya Carlos dengan penuh khawatir.


“Beb ususku kena pisau dan luka, kemudian Dokter memotong ususku sepanjang 4cm lalu mereka menyambungkan kembali ususku.”


Carlos memegang pipi Jessica, dia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Jessica.


“Sayang maafkan aku, seandainya aku tidak pergi ke club mungkin tidak akan terjadi seperti itu.”


“Beb kalau kamu tidak ke club, kita tidak akan tahu kalau Adrian sedang mengincar keluarga kita. Aku bersyukur itu menimpaku, bagaimana kalau itu menimpah anak anak kita? Aku tidak akan sanggup beb.”


“Iya sayang, kamu benar sekali. Tapi aku sudah merasa tenang karena Adrian sudah mati. Aku sudah membunuhnya sayang.” Kata Carlos sambil membelai wajah Jessica.


Jessica memegang tangan Carlos. “Beb cukup terakhir kamu membunuh! Jangan pernah membunuh lagi!”


“Iya, aku janji. Sayang jangan pernah meninggalkan aku, aku sangat tersiksa. Kamu tahu aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku terlalu sangat mencintaimu.”


Jessica mencium mengecup bibir Carlos. “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku juga sangat mencintaimu. Maafkan aku beb.”


Jessica kembali naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Carlos. “Beb Adrian meninggalkan bekas di tubuh kita berdua. Di dadaku masih ada bekas peluru walaupun hanya kecil dan sekarang bekas tusukan pisau.” Canda Jessica dan Carlos tertawa.


“Sayang Adrian ingin kita berdua tidak melupakan dia.” Kata Carlos sambil tertawa.


Jessica memeluk lengan Carlos, dia sangat bahagia karena Carlos sudah sadar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Akhirnya Carlos sudah di ijinkan pulang, Jessica tidak langsung membawa Carlos pulang kerumah. Dia tidak ingin anak anaknya melihat kondisi Carlos, Jessica membawa Carlos ke villanya. Dalam perjalanan ke villa Carlos memperhatikan jalannya bukan menuju kerumah.


“Sayang ini bukan jalan menuju kerumah, kita akan kemana?” Tanya Carlos sambil matanya melihat keluar jendela.

__ADS_1


“Beb aku akan membawamu kesuatu tempat, aku tidak ingin anak anak melihat keadaanmu. Kalau kamu sudah benar benar sembuh, baru kita akan pulang.” Kata Jessica sambil menyetir mobilnya.


Akhirnya mereka sampai di villa, mereka berdua masuk dan Jessica mengantar Carlos ke kamar. Kemudian Carlos berbaring di tempat tidur, jessica membuka semua jendela dan pintu arah ke teras.


Carlos menatap Jessica.


“Sayang ini villa siapa?”


“Beb ini villa kita bersama, aku membelinya dan ingin membuat kejutan padamu. Aku baru selesai merenovasinya.” Kata Jessica sambil berbaring di samping Carlos. “Kamu suka beb?”


“Iya sayang aku suka, aku bisa melihat pemandangan dari kamar ini. Viewnya sangat indah sayang.”


“Beb aku akan menelepon anak anak. aku sangat merindukan mereka.”


“Iya sayang, aku juga merindukan mereka.”


Jessica mengambil handphonenya dan menghubungi Kairos dan terdengar suara Kairos berteriak di telepon.


“Mama aku sangat merindukanmu, mama dan papa kemana saja? kenapa tidak pernah menelpon kami?” Tanya Kairos diseberang telepon sambil menangis.


“Sayang jangan menangis, mama minta maaf. Mama sangat sibuk sekali, mama dan papa akan segera pulang ya. Mama dan papa juga sangat merindukan kalian, adik adikmu mana sayang?”


“Mereka lagi tidur ma. Mereka juga sangat merindukan papa dan mama, mam cepat pulang ya.”


“Iya sayang, mama dan papa akan cepat pulang. Kairos opa dan oma baik baik saja?”


“Ya sudah kalau begitu, nanti mama telepon lagi ya. Sayang kalau kedua adikmu bangun beritahu mereka kalau mama menelpon ya!”


“Iya mama. Mam nanti kalau Acel dan Cella bangun, aku akan menelepon mama.”


“Baik sayang, mama menyayangi kalian.”


“Aku juga menyayangimu mam.”


Jessica menutup teleponnya lalu berbaring di tempat tidur dan Carlos membelai rambut Jessica.


“Bagaimana kabar anak anak sayang, apakah mereka baik baik saja?”


“Iya beb, mereka baik baik saja. Kairos tadi menangis saat menerima telepon dariku.”


“Kenapa dia menangis?” Tanya Carlos.


“Beb kamu tahukan Kairos, dia tidak bisa jauh dari kita berdua.”


“Iya sayang, dia terlalu manja. Kamu terlalu memanjakan dia.”


“Tidak apa apa beb. Yang penting aku tidak memanjakan mereka dengan materi, tapi aku memanjakan mereka dengan kasih sayang.

__ADS_1


“Aku mengerti sayang. Yang aku takutkan seandainya kamu pergi untuk selamanya, dia pasti akan terpukul sayang.”


“Jangan sampai beb.”


“Iya sayang, perutmu masih sakit sayang?”


“Tidak sakit lagi beb. Dokter juga sudah memeriksa ususku dan Dokter katakan ususku sudah tersambung dengan bagus.” Kata Jessica pada Carlos.


“Baguslah sayang aku senang mendengarnya.” Carlos mengecup kening Jessica.


“Beb aku mandi dulu ya. Nanti selesai mandi aku akan siapkan makananmu dan obatmu.


“Iya sayang, nanti selesai mandi aku ingin…”


Jessica menatap Carlos.


“Ingin apa? Kenapa tidak di teruskan?” Tanya Jessica sambil mencubit pinggang Carlos.


Carlos tertawa dan memegang tangan Jessica lalu menarik Jessica lebih dekat padanya. “Aku ingin melihatmu di atas tubuhku.” Canda Carlos pada Jessica dan Jessica tertawa.


“Beb dadamu masih sakit, nanti saja kalau kamu sudah sembuh.”


“Sayang sakitnya hanya sebatas dada saja bukan perut, apa lagi yang di bawah perut.” Canda Carlos lagi. Jessica tertawa dan bangun dari tempat tidur.


“Beb aku mandi dulu ya.”


Carlos tersenyum pada Jessica. Jessica mengambil handuk dan masuk kamar mandi dan mandi. Selesai mandi dia melingkarkan handuk di badannya dan keluar dari kamar mandi.


Dia berjalan menghampiri Carlos dan Carlos menatap Jessica sambil tersenyum.


Jessica berdiri di sisi tempat tidur dan melepaskan handuknya, kemudian dia mencium bibir Carlos. Carlos membalas ciuman Jessica sambil meremas dada Jessica. mereka saling berciuman.


Dan mereka melakukan hubungan itu. Jessica terkulai lemas di atas tubuh Carlos. Carlos mencium kening Jessica lalu jessica turun dari atas tubuh Carlos.


“Terima kasih sayang, aku menikmatinya.”


“Sama sama beb.” Ucap Jessica sambil memejamkan matanya.


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komen ya. biar tambah semangat nulisnya.


Terima kasih juga bagi yang setia memberi like dan komen, jangan bosan ya.


Salam


Author.

__ADS_1


__ADS_2