SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 17


__ADS_3

Kairos sedang merapikan peralatan Kameranya, dia memasukkan semua peralatan kedalam tas. Hari ini dia akan berangkat ke Indonesia. Kairos ingin meninggalkan America, dia memilih untuk tinggal di Indonesia tepatnya di Sulawesi Utara. Dia ingin melupakan Tania


Sedangkan Tania, pagi hari dia kembali ke seattle. Tania tiba di rumah auntynya, dia masuk kedalam rumah dan berpapasan dengan papinya. Dia memeluk papinya kemudian dia mencium kedua pipi papinya.


Tania masuk ke dalam kamar lalu duduk di sisi tempat tidur. Dia memikirkan Kairos, dia merasa bersalah membiarkan Kairos di bawah polisi. Tania menangis di dalam kamar, lalu dia mengelus perutnya.


“Maaf sayang, mommy membiarkan papi kamu di bawah polisi.” Kata Tania sambil mengelus perutnya. Dia berbaring di tempat tidur dan memeluk bantal. Akhirnya Tania tertidur.


Brasil


Telihat Pedro dan Vania lagi duduk duduk di pinggir kolam renang.


“Sayang hampir dua minggu kita disini tapi aku belum bisa menyentuhmu. Kamu selalu bohong padaku.” Kata Pedro dengan wajah yang sedih. “Vania sayang, kapan aku bisa menyentuhmu? Apakah kamu tidak kasihan padaku?” Kata Pedro lagi


“Pedro sayang, maafkan aku. Aku juga ingin melakukannya tapi aku takut sakit.” Kata Vania sambil membelai wajah Pedro.


“Vania sayang bagaimana kalau kita melakukannya sekarang?”


Vania menatap Pedro


“Tapi Pedro…


“Sayang aku janji kalau sakit aku berhenti.” Sela Pedro


“Kamu Janji Pedro?”


“Iya sayang aku janji.” Jawab Pedro sambil membelai rambbut Vania


“Baiklah, ayo kita ke kamar!” Ajak Vania kemudian mereka berdua berdiri dan masuk ke dalam kamar.


Pedro terlihat sangat gembira, dia langsung melepaskan pakaiannya. Sedangkan Vania, dia masuk kedalam kamar mandi. Dia menarik nafas panjang


“Hmmm… mengapa jantungku berdetak begitu cepat?” Tanya Vania dalam hati. Dia membersihkan miliknya kemudian melepaskan pakaiannya.


Vania hanya menggunakan Under wear dan bra kemudian dia keluar dari kamar mandi. Vania melihat Pedro yang berbaring di tempat tidur tanpa sehelai benangpun. Vania berbalik ingin masuk kembali ke kamar mandi tapi langkahnya terhenti.


“Vania sayang, kamu mau kemana?” Tanya Pedro


Vania memutar tubuhnya secara perlahan kemudian dia tersenyum paksa kepada Pedro.


“Umm.. Pedro sayang, aku mau ke kamar mandi.” Kata Vania sambil menunjuk kamar mandi dengan tangannya.


Pedro bangkit berdiri dan menghampiri Vania. Jantung Vania semakin berdebar. Pedro melingkarkan tangannya di pinggang Vania dan Vania merasakan bulu dada Pedro.


“Sayang, untuk apa ke kamar mandi lagi.” Kata Pedro lalu dia mengangkat Vania dan membaringkan Vania di tempat tidur.


Vania menatap mata Pedro


“Pedro sayang, bagaimana kalau nanti malam saja kita melakukannya.” Kata Vania sambil mengambil jarak dengan Pedro.


Pedro menarik Vania ke dalam pelukannya


“Sayang aku ingin melakukannya sekarang.” Bisik Pedro sambil melepaskan bra Vania


“Tapi Pedro….


“Sayang, aku sudah berjanji padamu.” Kata Pedro kemudian dia melepaskan Under wear Vania.


Pedro tersenyum dan membelai wajah Vania kemudian dia mencium bibir Vania. Vania membalas ciuman Pedro. Mereka saling berciuman, jari jemari Pedro bermain disana. Pedro menindih Vania


“Sayang aku akan melakukannya.” Kata Pedro


“Tapi pelan pelan ya Pedro.”

__ADS_1


“Iya sayang, aku akan pelan pelan.”


Dan…..


“Pedroo…. Sakit..!!! Teriak Vania


Pedro tidak berhenti dia tetap memaksa melakukannya. Vania mendorong tubuh Pedro tapi Pedro menahannya.


“Pedroo ini sakit sekali.” Rintih Vania sambil mengangkat kepalanya lalu melihat kebawah.


Pedro tetap melakukannya, dan akhirnya Vania hanya pasrah sambil menahan sakit. Lama kelamaan dia merasakan sesuatu yang lain, dia mulai mendesah dan membelai rambut Pedro. Pedro memacu gerakannya, dan Vania melingkarkan kedua kakinya di pinggang Pedro tiba tiba tubuhnya tersentak. Begitu juga dengan Pedro dia memeluk Vania dengan erat. Terdengar erangan mereka berdua. Pedro tidak berhenti, dia masih melakukannya lagi.


Santa Barbara


Kairos mengatur pakaiannya di dalam koper, kemudian dia memakai sepatu. Selesai memakai sepatu Kairos menelepon taxi. Kairos membawa koper dan peralatan kameranya keluar lalu dia menunggu taxi di depan rumah. Taxi datang kemudian Kairos memasukan koper dan peralatan kamera kedalam bagasi lalu dia masuk ke dalam taxi dan meminta sopir taxi untuk mengantarnya ke Aiport.


Sopir taxi mengantar Kairos ke Aiport.


Akhirnya Kairos tiba di Airport, Kairos membayar taxi kemudian dia turun dan mengambil koper dan perlatan kamera di bagasi. Kairos masuk kedalam untuk check in, selesai check in dia menuju ke Imigrasi untuk mendapatkan stampel. Setelah mendapatkan stampel, Kairos pergi ke ruang tunggu. Tidak lama kemudian dia masuk ke dalm pesawat dan pesawat take off.


Torrance


Jessica sedang di kantor dan Carlos datang. Melihat Carlos, Jessica langsung berdiri lalu menyambut Carlos. dia memeluk Carlos dan mencium bibir Carlos.


“Kamu sudah selesai bekerja?” Tanya Carlos


“Iya beb, sebentar aku rapikan pekerjaanku dulu.” Kata Jessica sambil melepaskan pelukannya kepada Carlos kemudian dia merapikan mejanya.


Carlos duduk di sofa sambil memperhatikan Jessica


“Sayang aku ingin ke Santa Barbara. Aku ingin melihat Kairos.” Kata Carlos pada Jessica


“Aku ikut denganmu beb, aku juga ingin bertemu dengan Kairos.”


Jessica selesai merapikan meja kerjanya lalu mengajak Carlos


“Sudah selesai beb, kita pergi sekarang?” Tanya Jessica


“Iya sayang, kita pergi sekarang.” Kata Carlos sambil berdiri dari duduknya kemudian dia dan Jessica keluar dari ruang kerja Jessica. Mereka berdua berjalan menuju ke parkiran mobil, Carlos melihat Colby dan Emil


“Colby Emil, aku dan Jessica akan pergi ke Santa Barbara.” Kata Carlos


“Baiklah Carlos, kami akan mengikutimu dari belakang.” Jawab Colby.


Carlos dan Jessica masuk kedalam mobil, kemudian Carlos menjalankan mobilnya menuju ke rumah Jessica di Santa Barbara.


Colby dan Emil mengikuti Carlos dan Jessica dari belakang.


Brasil


Terlihat Pedro terbaring lemas di atas tubuh Vania. Vania mendorong tubuh Pedro lalu Pedro berbaring di samping Vania.


Vania merasakan sakit di miliknya, dia berdiri untuk pergi ke kamar mandi. Pedro menatap Vania sambil tersenyum. Sambil menahan sakit Vania pergi ke kamar mandi, dia masuk kedalam kamar mandi. Dia berdiri di tempat mandi lalu dia melihat darah di pahanya. Vania menyalakan shower kemudian dia buang air kecil dan


“Pedroooooo….!!! Vania berteriak di kamar mandi.


Pedro terkejut mendengar teriakan Vania, dia langsung melompat dan berlari masuk ke kamar mandi


“Vania sayang, ada apa? Tanya Pedro dengan khawatir


“Sakit sekali.” Kata Vania sambil menangis


Pedro masuk ke tempat mandi dan memeluk Vania.

__ADS_1


“Sayang kalau pertama memang seperti itu.” Kata Pedro sambil membelai rambut Vania.


Vania memukul dada Pedro.


“Kamu bohong padaku, kamu bilang akan berhenti kalau aku kesakitan.” Kata Vania sambil menangis.


“Sayang, maafkan aku. Aku tadi tidak bisa menahan.” Kata Pedro kemudian dia mengecup kening Vania.


Vania mendorong tubuh Pedro lalu dia mandi. Selesai mandi dia keluar dan memakai pakaiannya.


Vania melihat banyak darah di atas sprei lalu dia melepaskan sprei dari Kasur. Pedro keluar dari kamar mandi dan melihat Vania lagi mengganti sprei, Pedro memeluk Vania dari belakang.


“Sayang, maafkan aku ya.”


‘Sudah, pakai pakaianmu.” Kata Vania sambil mengatur sprei dan meletakkan bantal di tempat tidur kemudian dia naik ke tempat tidur dan berbaring.


Pedro memakai pakaiannya lalu berbaring di samping Vania. Dia memeluk Vania dengan erat dan mencium kening Vania


“Aku mencintaimu.” Bisik Pedro


Vania meletakkan kepalanya di dada Pedro


“Aku juga mencintaimu.” Balas Vania kemudian dia memejamkan matanya.


Santa Barbara


Jessica dan Carlos tiba di rumah Jessica, mereka berdua turun dari mobil lalu Jessica mengetuk pintu dan memanggil Kairos, tapi tidak ada jawaban.


Carlos pergi ke garasi dan melihat motor dan mobil ada di garasi.


“Sayang, mobil dan motor milik Kairos ada di garasi.” Kata Carlos kepada Jessica


Jessica memasukkan kode pengaman lalu pintu terbuka, Jessica dan Carlos masuk kedalam rumah lalu Jessica langsung menuju ke kamar Kairos, dia membuka pintu kamar Kairos dan melihat Kairos tidak ada. Kamanya rapi. Jessica masuk lalu membuka lemari pakain Kairos.


“Hmm.. dia pergi lagi.” Kata Jessica dalam hati kemudian dia keluar dan menemui Carlos. “Beb, dia pergi lagi.” Kata Jessica


Carlos menarik nafas panjang


“Hemm… kemana lagi dia? Aku benar benar pusing sayang.” Kata Carlos sambil duduk di sofa.


“Mungkin dia ingin menyendiri lagi.” Kata Jessica


“Kalau begitu kita kembali ke Torrance.” Kata Carlos sambil berdiri kemudian dia keluar.


Carlos menemui Emil


“Emil aku ingin kamu di Santa Barbar, kamu selidiki orang tua dari Celline.”


Carlos mengambil handphone di saku celananya dan menunjukkan foto Celline.


“Kamu selidiki dia, dia sekampus dengan Kairos. Selidiki keluarganya.” Kata Carlos lagi


“Baik Carlos.”


“Kamu kembali ke Torrance dan panggil Alex untuk ikut bersamamu.”


“Iya Carlos.” Kata Emil.


Jessica dan Carlos masuk ke dalam mobil dan langsung kembali ke Kota Torrance.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2