SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Papa jahat


__ADS_3

Never mind, I'll find someone like you


I wish nothing but the best for you, too


Don't forget me,  I beg


I remember you said.


Suara Cella dari sebuah ruangan tempat mandi mengikuti lagu yang dia dengarkan dari ponselnya. Selesai, dia mengenakan pakaiannya dan keluar dari kamar  menuju ke dapur lalu dia berpapasan dengan Robert dan James. Cella melihat mereka berdua dengan mengerutkan dahi heran.


“Mengapa dengan wajah mereka berdua? Dan mereka telihat terburu-buru. Ada apa ya?” Cella mengurungkan niatnya ke dapur, dia mengikuti Robert dan James ke ruang kerja Carlos. Dia melihat kedua pengawal itu masuk dan pintu tidak tertutup rapat.


Cella berjalan perlahan-lahan, dia ingin mendengar pembicaraan Carlos dan Robert juga James. Gadis itu berdiri di depan pintu dan mendengar suara papanya.


“Kenapa wajah kalian seperti ini? Apakah kalian tidak bisa mengatasi Logan?” Cella terkejut mendengar Carlos menyebut nama Logan.


‘Jangan-jangan papa menyuruh mereka untuk membunuh Logan? Cella kembali mendengar pebincangan mereka.


“Kami dihajar oleh Logan, tapi Anda tidak usah khawatir. Aku dan James sudah membunuhnya, kami sudah membuang mayatnya di pinggir kota.” Bagaikan petir menyambar disiang hari Cella terkejut mendengar laporan Robert kepada Carlos dia menutup mulutnya dan menangis.


Cella tidak tahan lagi, dia langsung masuk ke ruang kerja, melangkahkan kaki dengan dada bergemuruh berjalan menghampiri Carlos sambil berteriak.


“Papa jahat, papa tega sekali membunuh Logan. Aku membencimu, aku membencimu!” Cella memukul dada Carlos sambil berteriak menangis.


Carlos terkejut melihat Cella, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Pria itu hanya terdiam menatap putrinya. Begitu juga Robert dan James mereka  diam dan bingung. Cella menatap kedua pengawal itu lalu  menampar mereka.


“Aku akan melaporkan kalian ke polisi, aku akan menelepon Charlie.” Cella keluar dari ruang kerja Carlos, sambil menangis dia masuk ke kamar dan mengambil ponsel kemudian langsung menghubungi Charlie. Panggilan terhubung lalu terdengar suara Charlie di telepon.


“Hallo, Cella. Bagaimana kabar kalian? apakah semua baik-baik saja?”


“Charlie … Charlie ….” Cella tidak dapat bicara dia terus menangis.


Terdengar suara khawatir Charlie dari seberang telepon, dia memanggil-manggil Cella tapi gadis itu hanya menangis.


“Cella, apa yang terjadi. Mengapa kamu menangis? Apakah kalian baik-baik saja?”

__ADS_1


“Logan … Logan … Charlie, papa menyuruh Robert dan James membunuh Logan,” Cella menangis sesugukan.


“Lalu?” tanya Charlie lagi dengan suara masih khawatir.


“Mereka membunuh Logan dan membuang mayatnya di pinggir kota.” Charlie terkejut mendengar penjelasan Cella.


“Cella aku segera ke sana, hubungi mama kamu.” Terdengar telepon di tutup lalu Cella duduk di sisi tempat tidur dan menghubungi Jessica.


Sedangkan di ruang kerja Carlos meminta Robert dan James untuk meninggalkannya sendiri, dia duduk di kursi dan menundukkan kepala. Carlos terlihat begitu cemas, dia bersandar lalu memejamkan mata. Pria itu membayangkan Cella dan Jessica, dia tahu sang istri akan marah kepadanya.


Carlos berdiri kemudian pergi ke kamar, dan mondar-mandir. Pikirannya tidak tenang, dia keluar  menuju ke mini bar dan mengambil red wine lalu  pergi ke halaman belakang . Carlos duduk dan menuangkan cairan beralkohol ke dalam gelas dan meminumnya.


Dia pasti akan membenciku, begitu juga Jessica. Dia pasti akan marah besar, gumam Carlos dalam hati sambil meminum kembali red wine itu.


Sementara di kamar terlihat Cella sedang berbicara di telepon, sedikit-sedikit dia menghapus air matanya.


“Mam, tolong pulang sekarang,”


“Ada apa, Sayang? mengapa kamu menangis?” tanya Jessica dari seberang telepon.


“Iya, mama pulang sekarang.” terdengar telepon di tutup kemudian Cella berbaring di tempat tidur.


Di kantor pikiran Jessica tidak tenang setelah menerima telepon dari Cella, dia segera keluar dari ruang kerja dan pergi ke parkiran. Dia melihat Mauricio dan Colby lalu Jessica meminta mereka berdua untuk mengantarnya pulang.


Colby membukakan pintu kepada Jessica kemudian wanita itu masuk dan memasang sabuk pengaman, begitu juga Colby, lalu Mauricio langsung menjalankan mobil kembali ke rumah.


Saat tiba di rumah, Jessica melihat mobil Charlie juga baru tiba. Dengan mengerutkan dahi Jessica turun lalu  menghampiri pria itu.  Ada apa Charlie ke sini? tanya Jessica dalam hati kemudian dia menyapa Charlie.


“Hi, Charlie. Apa kabar?”


“Oh, aku baik-baik saja. Ayo kita temui Carlos,’ ajak Charlie sambil menutup pintu mobil.


“Apa yang terjadi, Charlie?” tanya Jessica dengan heran.


“Kita bicara di dalam,” ujar Charlie lalu dia dan Jessica berjalan masuk ke rumah.

__ADS_1


Jessica dan Charlie menuju ke ruang kerja Carlos, Jessica membuka pintu tapi dia melihat sang suami tidak ada. Jessica menyuruh Charlie untuk menunggu kemudian dia pergi ke kamar mencari Carlos. Jessica masuk ke kamar tapi pria itu juga tidak ada.


“Kemana dia?” Jessica pergi ke halaman belakang dan melihat Carlos sedang duduk disana.


“Babe, Charlie menunggumu di ruang kerja.” Carlos terkejut mendengar suara Jessica, dia langsung berdiri dan menatap sang istri. Melihat sikap Carlos seperti itu Jessica menjadi curiga dan bertanya.


“Apa yang terjadi, mengapa Charlie datang ke sini dan mengapa Cella meneleponku sambil menangis? Apa yang sudah kamu lakukan?” Carlos tidak menjawab, dia hanya memilih diam dan meninggalkan Jessica. Carlos langsung menuju ke ruang kerja menemui Charlie. Dia masuk dan menyapa pria itu.


“Hi, lama kamu tidak ke sini.” Carlos duduk di depan Charlie dan tersenyum kepada pria itu.


“Iya, aku sangat sibuk. Oh ya tadi Cella meneleponku sambil menangis, ada apa?” tanya Charlie kepada Carlos, dia ingin melihat apakah suami Jessica itu akan jujur kepadanya.


“Oh … tidak ada apa-apa. Dia hanya merasa marah padaku saja.” Carlos tidak mau melihat kepada Charlie, dia tidak ingin pria itu tahu apa yang sudah dilakukannya.


“Benarkah? Tidak ada hal lain?” tanya Charlie dengan memicingkan mata menatap Carlos curiga.


“Iya, Charlie. Tidak ada hal penting,”


“Bukannya kamu menyuruh Robert dan James membunuh Logan?” Jessica berdiri di depan pintu  mendengar pembicaraan Carlos juga Charlie, dia terkejut dengan apa yang Charlie katakan. Wanita itu langsung masuk dan berdiri di hadapan Carlos.


“Apakah benar apa yang dikatakan Charlie?” Carlos tidak bisa menjawab, dia tidak berani menatap Jessica.


“Jawab, Carlos! Apa yang sudah kamu lakukan kepada Logan?” Carlos hanya memilih diam lalu Jessica keluar dari ruang kerja dan pergi ke kamar Cella. Jessica mengetuk pintu tapi tidak ada suara dari dalam kamar.


Dia membuka pintu dan terkejut melihat sang putri sudah terbaring di lantai dengan darah yang masih mengalir di tangan. Jessica langsung berteriak histeris dan berlari memeluk Cella.


“Charlie … Carlos ....” Jessica berteriak memanggil suaminya sambil memeluk Cella dan menangis.


Charlie dan Carlos mendengar teriakan Jessica, mereka berdua langsung berdiri dan berlari ke atas. Carlos serta Charlie masuk ke kamar dan melihat Jessica sedang menangis memeluk Cella.


Carlos langsung berlari dan mengangkat Cella dibantu Charlie. Mereka membawa Cella ke mobil, Carlos masuk dengan menggendong putrinya diikuti Jessica. Charlie langsung menjalankan kendaraannya pergi ke rumah sakit.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2