
Akhirnya rumah Carlos di Kota Torrance terjual. Kemudian Carlos membeli lain rumah di Kota Torrance. Dan dua bulan kemudian Jessica dan Carlos pindah di Kota Torrance. Acel dan Cella kuliah di Kota Torrance, sedangkan Kairos tetap tinggal di Santa Barbara karena kuliahnya belum selesai.
Carlos kembali beraktivitas di kantor Federico. Carlos mengambil alih perusahaan Federico, dia tidak ingin Federico beraktivitas lagi. Begitu juga dengan hotel hotel milik Liliana, Carlos meminta Jessica untuk mengawasi semua hotel milik Liliana. Carlos ingin Federico dan Liliana beristirahat karena mereka sudah Tua.
Sedangkan Kairos dan Tania tinggal bersama di rumah milik Jessica di Santa Barbara. Jessica dan Carlos menyuruh anak buah Charlie untuk selalu mengawasi Kairos dan Tania. Alex, Bane dan Emil di tugaskan oleh Charlie untuk mengawasi Kairos dan Tania.
Hari ini Kairos pergi ke kampus, sebelum ke kampus Kairos mengantar Tania kerumah orang tuanya.
“Baiklah sayang, nanti pulang dari kampus aku jemput kamu ya.”
“Iya honey, kalau begitu hati hati ya!”
“Iya sayang.” Kata Kairos lalu dia mencium bibir Tania. Mereka saling berciuman di dalam mobil. Tania menghentikan ciumannya dan memeluk Kairos.
“Sudah honey, nanti kamu terlambat ke kampus.”
“Baiklah sayang, selesai dari kampu aku akan menjemptmu.”
“Iya honey.” Kata Tania lalu dia turun dari mobil kemudian dia masuk ke dalam rumah. Dan Kairos langsung pergi ke kampus.
Tiba di kampus Kairos memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam kampus, dia langsung menuju keruangannya.
Sementara itu
Di kantor Jessica terlihat sedang menginput data data di komputernya, terdengar pintu di ketuk
“Tok.. Tok.. Tok..
Jessica berhenti dan menyuruh masuk
“Masuk saja!”
Pintu terbuka dan dia melihat Carlos yang datang,
“Ah.. kamu beb.” Ujar Jessica sambil berdiri dan memeluk Carlos lalu mencium bibir Carlos.
“Kamu sudah makan sayang?” Tanya Carlos sambil membelai wajah Jessica.
“Belum, kamu sudah makan?” Jessica bertanya balik.
“Belum juga sayang, bagaimana kalau kita cari restoran terus makan?”
“Baiklah beb, sebentar aku rapikan pekerjaanku dulu.”
Jessica merapikan meja kerjanya dan mematikan komputernya. Lalu dia menghampiri Carlos
“Ayo beb kita pergi.”
Carlos berdiri dan memegang tangan Jessica lalu mereka keluar kantor dan pergi ke parkiran. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Carlos sempat melihat Osvaldo. Carlos tersenyum dan menjalankan mobil keluar dari parkiran lalu mereka mencari restoran. Akhirnya Jessica dan Carlos memilih Gaetano’s Restaurant. Mereka berdua masuk dan duduk. Pelayan memberikan buku menu kepada Jessica dan Carlos lalu mereka melihat lihat menu yang ada di buku, lalu mereka memesan makanan. Sambil menunggu pesanan mereka berdua berbincang bincang.
“Beb, aku khawatir Kairos sendiri di Santa Barbara.”
“Sayang kamu tidak usah khawatir, disana ada anak buah Charlie.”
“Hmm.., walaupun ada anak buah Charlie tapi aku masih tetap khawatir beb.”
“Hari ini dia ke kampus?”
“Iya, tadi pagi aku meneleponnya, katanya dia mata kuliah.”
Carlos melihat pesanan mereka sudah selesai.
“Sayang kita makan dulu.”
“Iya beb.”
Jessica dan Carlos makan sambil berbincang bincang, sesekali Carlos menyuapi Jessica. Selesai makan mereka berdua kembali ke kantor. Tiba di kantor Jessica, mereka berdua turun dari mobil kemudian masuk kedalam kantor. Carlos dan Jessica masuk kedalam ruangan dan Jessica menyalakan komputernya sedangkan Carlos dia duduk di sofa.
Jessica menghampiri Carlos dan duduk di samping Carlos.
“Kamu akan kembali ke kantor?”
“Iya sayang, aku akan kembali ke kantor. Aku juga masih banyak pekerjaan.”
“Beb kalau ada apa apa di perusahaan beritahu aku ya. Jangan sembunyikan dariku!”
“Iya sayang.” Ujar Carlos kemudian dia mengecup bibir Jessica. “Baiklah sayang, aku kembali ke kantor dulu. Nanti aku akan menjemputmu.”
“Baiklah beb, hati hati ya!”
__ADS_1
“Iya sayang.” Kata Carlos kemudian dia memeluk Jessica dan mengecup kening Jessica kemudian dia meninggalkan kantor Jessica. Carlos menuju parkiran mobil dan tiba tiba terdengar bunyi tembakan. Sebuah peluru mengenai lengan Carlos dan Carlos langsung melompat ke samping mobil.
Mendengar bunyi tembakan Jessica langsung keluar dari ruangannya. Dia berlari ke depan dan melihat Carlos di samping mobil dan lengan Carlos berdarah. Jessica langsung berteriak.
“Beebb….
Carlos melihat Jessica
“Sayang jangan keluar, masuk kedalam.”
Dan tiba tiba terdengar lagi bunyi tembakan. Terlihat Colby, Hank dan Jack berlari ke arah Carlos
“Carlos kamu baik baik saja?”
“Lenganku tertembak Jack.”
Charlie berlari menghampiri Carlos
“Carlos kita kerumah sakit”
Jessica berlari dan memeluk Carlos
“Beb kamu tidak apa apa?”
“Aku baik baik saja sayang. Hanya lenganku yang tertembak.”
“Ayo kita kerumah sakit beb”
“Iya sayang, Jack siapa yang menembakku?”
“Aku tidak tahu tapi Osvaldo sudah menembaknya.”
Terlihat mobil polisi datang. Charlie langsung menghampiri mereka dan berbincang bincang dengan mereka.
Osvaldo menghampiri Carlos.
“Osvaldo kamu jangan disini, pergilah jangan sampai mereka melihatmu.”
“Baik Carlos.”
Osvaldo meninggalkan mereka dan Jessica membawa Carlos ke rumah sakit di ikuti oleh polisi, Hank, Jack dan Dennis.
“Jack bagaimana dengan orang yang menembak Carlos?”
“Osvaldo menembaknya Jessi.” Kata Jack dengan suara yang pelan.
“Apakah dia masih hidup?”
“Tidaj Jessi, Osvaldo menembaknya tepat di kepala.”
“Ahhh.., sayang sekali. Kita tidak bisa mengetahui siapa yang mengincar Carlos.”
“Tenang saja Jessi, kami akan mencari tahu siapa yang mengincar Carlos.”
“Terima kasih Jack.”
Jessica menghampiri Hank dan Colby
“Hank coba kamu hubungi bane dan tanyakan kabar Kairos.”
“Baik Nyonya.”
Hank keluar dan menghubungi Bane.
Di dalam ruma sakit Jessica masih menunggu Carlos yang masih berada di ruangan. Dan tidak lama kemudian Dokter keluar. Jessica berdiri dan menghampiri Dokter
“Bagaimana Dok?”
“Kami sudah keluarkan peluru dari lengan Tuan Carlos, Sekarang Nyonya bisa menemuinya di dalam.”
‘Terima kasih Dok.”
Jessica dan Opsir masuk ke dalam ruangan lalu Opsir meminta keterangan kepada Carlos. Carlos memberikan keterangan kepada Opsir dan tidak lama kemudian Opsir meninggakan rumah sakit. Jessica dan Carlos juga meninggalkan rumah sakit dan kembali kerumah.
Sampai di rumah Carlos dan Jessica langsung masuk ke dalam kamar. Mereka berdua duduk di sofa.
“Beb aku menjadi khawatir.”
“Sayang tidak usah khawatir. Tidak akan terjadi apa apa, selama aku masih hidup kalian akan baik baik saja.” Kata Carlos sambil membelai rambut Jessica dan meyandarkan kepala Jessica di dadanya.
__ADS_1
Pintu kamar terbuka dan Cella langsung memeluk Carlos
“Papa baik baik saja?” Tanya Cella
“Iya sayang, papa baik baik saja.”
Acel masuk dan melihat lengan Carlos.
“Papa kenapa? Apa yang terjadi dengan papa?”
“Lengan papa kena tembak sayang.” Jawab Jessica sambil memegang pipi Acel.
“Siapa yang menembak papa mam?”
“Mama tidak tahu sayang, polisi masih mencarinya.”
Acel keluardari kamar dan dia menelpon Kairos, ada nada panggil dan terdengar suara Kairos dari seberang telepon.
“Halo Acel, ada apa meneleponku?”
“Kairos, seseorang menembak papa.”
Kairos terkejut
“Apaaa..?? Siapa yang menembak papa, terus bagaimana keadaan papa?”
“Papa tertembak di lengannya.”
“Baiklah Acel, aku akan pulang sekarang.”
“Iya Kairos.”
Acel menutup teleponnya dan kembali ke kamar Jessica.
Sementara itu di Santa Barbara
Terlihat Kairos memakai kaosnya
“Sayang ayo cepat, kita ke kota Torrance.”
“Iya honey aku sudah selesai.”
Kairos dan Tania keluar dan masuk kedalam mobil. Kairos langsung menjalankan mobilnya meuju ke kota Torrance. Dia sangat khawatir mendengar Carlos tertembak, dia melajukan mobilnya.
Tiba di rumah Kairos langsung turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah. Dia langsung menuju ke kamar Jessica dan Carlos, dia masuk dan melihat Carlos lagi berbaring di tempat tidur, Jessica duduk di sisi tempat tidur sedangkan Acel dan Cella duduk di sofa. Kairos langsung meghampiri Carlos.
“Papa baik baik saja?”
“Iya sayang, papa hanya tertembak di lengan saja. Sudah jangan khawatir, mana Tania Kairos?”
“Dia ada di luar pap. Siapa yang menembak papa?”
“Papa juga tidak tahu Kairos. Sayang suruh Tania masuk.”
“Iya beb.”
Jessica berdiri dan menemui Tania.
“Hi Tania.” Sapa Jessica sambil memeluk Tania dan mencium kedua pipi Tania.
“Nyonya, bagaimana keadaan Tuan?”
“Tidak apa apa. Ayo masuk.”
Jessica mengajak Tania masuk kedalam kamar. Carlos melihat Tania dan tersenyum.
Tania menghampiri Carlos dan mencium kedua pipi Carlos.
"Tuan baik baik saja?”
“Iya Tania aku tidak apa apa. Ayo duduk sini.”
Tania duduk di sisi tempat tidur dekat Kairos. Acel dan Cella naik ke tempat tidur dan mereka bersenda gurau. Jessica tersenyum melihat mereka.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih
__ADS_1