SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kamu jawab apa?


__ADS_3

Saat Cella keluar dari kampus dia melihat mobil yang di kendarai sang kekasih masuk ke halaman parkir, baru saja dia melangkah ponselnya berbunyi. Cella mengeluarkan benda itu dari dalam tas, dia melihat panggikan dari Kairos. Cella langsung menjawab telepon itu,


“Hi, Kairos. Apa kabar?” tanya Cella sambil berjalan menuju ke mobil.


“Aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu?” tanya sang kakak dari seberan telepon.


“Aku juga baik,” jawab Cella dengan membuka pintu mobil dan duduk di kursi belakang


“Senang mendengarnya. Oh ya, tadi papa meneleponku. Dia menanyakan hubungan kamu dan Logan.” Cella terkejut dan membelalakan mata, sementara Logan memperhatikan Cella dari kaca spion.


“Lalu kamu jawab apa, Kairos?” tanya Cella penasaran dan berharap sang kakak tidak memberitahukan kepada Carlos tentang hubungannya dengan Logan.


“Begini, Cella. Acel mengadu kepada papa. Ternyata apa yang aku pikirkan itu benar, Acel mendengar pecakapan kita lalu dia menyampaikan semuanya kepada papa dan ….” Belum selesai Kairos bicara sudah di sela oleh Cella.


“Aku membenci Acel, Kairos,” sela Cella, “Apakah kamu memberitahukan juga semuanya kepada papa?” tanya Cella lagi dengan suara kesal. Kini kekasih Logan semakin tambah benci kepada kembarnya, entah salah apa dia kepada Acel.


“Tidak, Cella. Aku katakan kepada papa kalau kamu tidak pernah bicara tentang Logan kepadaku. Mulai sekarang kamu harus berhati-hati, papa pasti akan mengawasi kamu dan Logan,” info Kairos lalu Cella menatap kekasihnya lewat kaca spion.


“Baiklah, Kairos. Kalau begitu aku pulang dulu, terima kasih kamu selalu membelaku. Aku menyayangimu.” Di ujung telepon Kairos tersenyum sendiri mendengar suara sang adik.


“Iya, Cella. hati-hati ya, aku juga menyayangimu,” ucap Kairos lalu terdengar telepon di tutup.


Cella meletakkan ponsel di kursi lalu dia menatap kembali Logan lewat kaca spion, dia merasa khawatir kalau Carlos akan memisahkan dia dengan kekasihnya.


“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Logan dengan menyalakan mesin mobil.


“Iya, aku baik-baik saja. Aku hanya kesal saja kepada Acel, dia mengadu kepada papa tentang hubungan kita berdua,” jawab Cella kemudian melangkah pindah duduk di depan.


“Lalu apa kata papa kamu?” tanya Logan lagi dengan penasaran sambil mengatur posisi tubuhnya menghadap gadis itu.


“Kata Kairos mungkin papa akan mengawasi kita berdua, dia minta agar aku berhati-hati.” Logan tersenyum kemudian dia membelai rambut Cella dan menarik gadis itu kedalam pelukannya.

__ADS_1


“Kalau papa kamu tidak suka dan memecatku, maukah kamu pergi bersamaku?” Cella menatap Logan lalu  memegang tangan pria itu.


“Ya, aku akan ikut bersamamu. Aku tidak perduli dengan kuliahku,” ujar Cella dengan kesal, dia benar-benar marah kepada kembarnya. Kemudian gadis itu membenamkan kepalanya di dada bidang Logan.


“Apakah kita pulang sekarang?” tanya Logan lagi.


“Kita ke condominium, aku ingin melakukannya. Kamu membuat aku ketagihan,” canda Cella dengan mendongakan kepalanya ke atas menatap pria itu. Logan tertawa, kemudian langsung menjalankan mobil menuju condominium.


Mereka berdua tiba, Cella dan Logan turun dari mobil dan masuk ke dalam.  Cella meletakkan tasnya di meja kemudian dia melepaskan pakaian dalamnya dan langsung memeluk sang kekasih.


Cella melingkarkan kedua kaki di pinggang pria itu serta kedua tangannya di punggung kekar Logan. Sang kekasih tertawa kemudian dia mengecup bibir mungil itu.


“Sudah dua hari kita tidak melakukannya, aku sangat rindu padanya,” ujar logan sambil berusaha menurunkan resleting Celananya.


Logan membuka ikat pinggang dan kancing celana kemudian dia mengeluarkan miliknya yang bersembunyi di dalam underwear boxer.


Dia menggendong gadis itu dan menyandarkan tubuh mungil itu ke dinding lalu dia mencium bibir Cella.  Mereka berdua saling berciuman, pria itu mulai bekerja. Logan menggerakkan pinggulnya maju mundur secara  perlahan lalu terdengar desahaan dari bibir gadis itu.


Pria itu membawanya ke sofa dan membaringkan gadis itu kemudian dia bekerja lagi untuk memberikan kenikmatan kepada sang kekasih. Desahaan-desahaan keluar dari bibir Logan dan Cella, peluh keringat menempel di kulit mereka. Lalu terdengar erangan dari bibir pasangan kekasih itu, Cella dan Logan mengalami pelepasan bersama.


“Terima kasih, kamu selalu melayaniku,” ucap Logan dengan napas yang masih belum teratur lalu dia berbaring di samping gadis itu. Cella tersenyum kemudian dia meletakkan kepalanya di dada Logan yang bertato itu.


“Terima kasih juga, kamu selalu memuaskanku,” balas Cella sambil memejamkan matanya.


“Kita mandi sekarang, aku akan mengantarmu pulang sebelum papa kamu di rumah,” ujar Logan sambil bangun kemudian dia menarik tangan gadis itu.


Logan dan Cella masuk ke kamar mandi lalu menyalakan shower. Selesai mereka berdua memakai pakaian  lalu Cella mengambil tasnya dan keluar dari condominium. Cella dan Logan masuk ke dalam mobil lalu pria itu langsung menjalankan kendaraanya menuju ke kediaman orang tua Cella.


Mereka berdua tiba, Cella turun dan langsung masuk ke rumah. Dia menuju ke kamar, lalu mengganti pakain kemudian dia melihat di jendela mobil papanya masuk ke halaman rumah.


Cella buru-buru keluar dari kamar, dia menunggu papanya masuk. Cella melihat Carlos lalu dia menyapanya dari lantai dua.

__ADS_1


“Selamat sore, Pap.” Carlos menengadakan kepalanya ke atas dan melihat sang putri sedang tersenyum kepadanya.


“Selamat sore, Sayang,” balas Carlos sambil tersenyum.


“Pap, apakah Logan masih di depan?” tanya Cella dengan berpura-pura.


“Iya, sayang. Kenapa?” tanya Carlos lagi.


“Suruh saja dia pulang, dan katakan padanya besok tidak usah datang karena aku akan pergi ke Mexico,” pinta Cella dengan berbohong kepada papanya agar pria itu tidak curiga padanya.


“Baiklah,” ujar Carlos kemudian dia kembali keluar menemui Logan dan meminta pria itu untuk tidak masuk seperti apa yang di katakan putrinya.


Logan mengerti kemudian dia meninggalkan kediaman orang tua Cella, dan langsung menuju ke condominium. Sedangkan Cella, dia mengambil ponsel kemudian  mengirim pesan kepada Logan agar mengatur pakaiannya untuk besok.


Mexico


Selesai menelepon Cella Kairos masuk menemui Tania, dia tersenyum melihat calon istrinya sedang bermain bersama kedua anak mereka. Kairos menghampiri Tania lalu mencium kedua pipi ibu dari ketiga anaknya.


“Kamu sudah pulang?” tanya Tania seraya mengangkat Clau dan meletakan di kursi bayi, begitu juga dengan Chantiq.


“Iya, aku sudah janji padamu untuk makan siang bersama.” Tania tersenyum dan senang karena Kairos menepatinya janjinya.


Dia langsung pergi mengatur makanan di meja sementara Kairos bermain bersama Chantiq dan Clau. Selesai, Tania menemui Kairos dan mengajak pria itu untuk makan. Dia menggendong Chantiq sedangkan Kairos mengangkat Clau dari kursi bayi.


Kini pasangan kekasih itu sudah duduk, Tania mengambilkan makan untuk Kairos setelah itu dia menyuapi kedua anaknya.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Oh ya, mampir juga di karya terbaruku yang berjudul

__ADS_1


AMOR PROHIBIDO (CINTA TERLARANG)


TERIMA KASIH


__ADS_2