
To the room
In my heart with the memories we made
Nights on fifth, in between B and A
There's no way I could ever forget, mmm
For as long as I live and as long as I love
I will never not think about you
You, mmm
I will never not think about you
From the moment I loved, I knew you were the one
And no matter what I-I do, ooh, mmm
I will never not think about you
Terdengar reff lagu dari luv yang berjudul “Never Not”, sambil ikut bernyanyi Reagen menyemprotkan parfum di badannya, dia melihat tubuhnya di depan cermin kemudian dia tersenyum. Hari ini dia sudah janjian untuk makan malam dengan Ambar, Reagen memakai celana dan kemeja kemudian dia memakau sepatu. Reagen kembali berdiri di depan cermia dan merapikan kemejanya.
Dia keluar dari kamar menuju ke taman, dia menemui Mike dan Sonia yang sedang duduk santai bersama Clau. Reagen menghampiri Mike dan Sonia kemudian dia mencium kedua pipi Sonia.
“Kamu akan pergi kemana?” tanya Mike sambil memperhatikan Reagen yang sudah rapi
“Aku ingin makan malam bersama Ambar,” Reagen melihat Clau lalu dia tersenyum, “hei papa pergi dulu ya, nanti sebentar kamu tidur dengan papi,” ujar Reagen kemudian dia mencium ke dua pipi Clau
“Jangan lupa James dan Cliff ikut bersamamu.”
Reagen tersenyum kepada Mike, “jangan khawatir, Mike. Tidak ada yang akan menyentuhku,” sahut Reagen dengan nada bercanda
“Terserah kamu saja,” ujar Mike dengan kesal kemudian dia berdiri dan masuk ke dalam rumah.
“Hati-hati ya!” ucap Sonia, lalu dia meninggalkan Reagen
Reagen mengangkat kedua keningnya kemudian dia masuk ke dalam mobil, dia langsung menuju ke restoran yang sudah dia booking, di dalam mobil dia menelepon Ambar. Dia memberitahukan Ambar kalau dia sedang menuju ke restoran. Reagen tersenyum sendiri di dalam mobil, sambil menyetir dia mendengarkan lagu dari Jacob Lee. “I belong To You”. Reagen ikut bernyanyi di dalam mobil, sesekali jemarinya ikut dia mainkan di stir mobil mengikuti alunan music.
Akhirnya dia tiba di restoran yang sudah dia booking, Reagen turun dari mobil kemudian dia masuk ke dalam mobil. Pelayan menyambut Reagen lalu mengantar Reagen ke meja yang sudah dia booking. Reagen duduk kemudian pelayan memberikan buku menu kepada Reagen. Sambil menunggu Ambar, Reagen melihat-lihat buku menu.
Tidak lama kemudian terlihat wanita dengan gaun yang sangat sexi masuk ke dalam restoran, semua mata pengunjung tertuju kepadanya. Ambar berjalan menghampiri Reagen, dengan tersenyum dia menyapa Reagen
“Selamat malam, Reagen. Apakah kamu sudah lama menungguku?” tanya Ambar dengan menunjukan senyumannya yang indah
Reagen terpana melihat Ambar, dia terkagum-kagum melihat wajah Ambar yang sangat cantik dan tubuh yang sexi. Dia menatap Ambar dari ujung kaki sampai ujung rambut, matanya tidak berkedip.
“Hei, Reagen. Apakah kamu baik baik saja?”
“Oh, iya, aku … aku juga baru sampai,” jawab Reagen dengan terbata bata, dia berdiri dan memegang tangan Ambar, “ayo duduk, Ambar.”
Ambar tersenyum kemudian dia melepaskan tangannya dari Reagen kemudian dia duduk berhadapan dengan Reagen, Ambar meletakkan tasnya di ata meja kemudian dia mengambil buku menu.
“Apakah kamu sudah memesan makanan?” tanya Ambar
Reagen tidak menjawab pertanyaan Ambar, dia masih memperhatikan Ambar. Reagen memperhatikan tubuh Ambar yang di lapisi dengan gaun sexi, belahan gaun itu sampai di paha Ambar.
“Kenapa dia mengingatkan aku akan Tania?” gumam Reagen dalam hati, “tingginya, bentuk tubuhnya. Dia seperti Tania.”
“Reagen??”
“Ah, iya. Aku … belum pesan,” sekali lagi Reagen menjawab dengan terbata-bata
Ambar tertawa melihat Reagen seperti itu, dia menutup buku menu kemudian dia memegang tangan Reagen
“Apakah kamu baik baik saja?” tanya Ambar setengah bercanda
“Iya, aku baik-baik saja. Aku hanya terpana dengan kecantikanmu, kamu cantik sekali,” puji Reagen lalu dia menggenggam tangan Ambar
“Oh ya? Benarkah?”
“Iya, Ambar. Kamu cantik sekali,” ucap Reagen dengan lembut
Ambar tersenyum, “terima kasih Reagen.”
__ADS_1
“Oh ya, Ambar. Kamu mau pesan apa?” tanya Reagen untuk menghilangkan rasa gugupnya
“Apa yang kamu pesan, aku juga pesan,” canda Ambar lalu Reagen tertawa
“Kamu bisa saja, baiklah kalau begitu,” ujar Reagen kemudian dia memanggil pelayan dan memesan makanan.
Reagen dan Ambar berbincang-bincang, mereka berdua terlihat mulai akrab. Reagen terus dan terus memuji kecantikan Ambar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dari dalam rumah, terlihat Mike sedang memperhatikan Rebecca yang lagi duduk di taman bersama Clau dari dalam rumah. Dia tersenyum saat mendengar tawa Clau.
“Clau semakin lama semakin lucu, dia juga sangat cocok dengan Rebecca.” Gumam Mike kemudian dia keluar menemui Rebecca, Mike duduk di depan Rebecca dan memberi isyarat kepada Rebecca untuk memberikan Clau kepada Mike.
Rebecca tersenyum kemudian dia memberikan Clau kepada Mike, Mike menggendong Clau kemudian dia mencium kedua pipi Clau. Mike memberi isyarat lagi kepada Rebecca agar pulang saja karena sudah malam. Rebecca menganggukan kepala kemudian dia meninggalkan Mike dan Clau. Rebecca kembali ke rumahnya.
Sedangkan Mike dia bermain-main dengan Clau di taman. Tidak lama kemudian Sonia datang, dia duduk di seberang Mike. Sonia tersenyum melihat Mike dan Clau
“Sayang, bagaimana di kantor tadi?” tanya Sonia membuka percakapan dengan Mike
“Emm … di kantor semua berjalan dengan lancar dan tinggal menunggu hari kita akan mendengar kabar kematian Acel,” ujar Mike dengan senang
“Benarkah, sayang? Jadi kamu sudah menjalankan rencanamu,” tanya Sonia dengan mata berbinar. Dia sangat senang mendengar apa yang di katakan Mike
“Iya, Sonia. Kita tinggal menunggu waktu saja,” sahut Mike sambil membelai pipi Clau
“Aku senang mendengarnya, sayang.” Sonia tersenyum, dia sangat senang. Pikirnya sebentar lagi perusahan yang ada di German dan Ecuador akan menjadi milik Reagen
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di kediaman Carlos, Acel dan Sheren sedang berbincang bincang di kamar. Mereka berdua membicarakan soal Mike, Acel sudah tidak bersimpatik lagi kepada Mike.
“Tadi aku pikir paman Mike memanggilku ke kantor karena ada hal penting, ternyata dia hanya ingin mememberitahukan tentang perusahan yang ada di Ecuador,” ujar Acel dengan melengkungkan bibirnya
“Ada apa dengan perusahan yang ada di Ecuador?”
“Paman Mike ingin aku mengurus perusahan itu tapi aku menolaknya, aku ingin fokus di perusahaan papa,” ujar Acel lalu terdengar pintu kamar di ketuk
Tok … tok … tok …
“Pasti ada yang ingin dia bicarakan,” batin Acel kemudian dia duduk di sisi tempat tidur, “ ada apa? Mengapa wajahmu seperti itu?”
“Acel, di kampus ada yang suka padaku tapi aku tidak mau. Dia selalu mengejarku,” ujar Cella dengan wajah cemberut lalu Acel tertawa
“Kenapa kamu tidak suka, apakah dia terlihat jelek?” canda Acel, dia melingkarkan tangan satu kepunggung Cella
“Dia tampan Acel, tapi aku belum ingin pacaran. Aku ingin selesaikan kuliahku dulu,” sahut Cella lalu dia menarik napas panjang
“Kenapa kamu tidak katakan saja padanya kalau kamu belum ingin pacarana.”
“Aku sudah katakan padanya, tapi tetap saja dia mengejarku,” kata Cella dengan kesal. Sheren dan Acel tertawa melihat wajah cemberut Cella
\=\=\=\=\=\=
Reagen mengantar pulang Ambar, mereka tiba di depan kediaman Ambar. Sebelum turun dari mobil mereka berdua berbincang-bincang di dalam mobil
“Oh ya, Ambar. Bagaimana kalau besok aku jemput kamu untuk makan siang bersamaku?”
“Um … ok, besok aku tunggu kamu,” ujar Ambar sambil tersenyum
“Terima kasih, Ambar. Kalau begitu sampai bertemu besok.” Reagen mencium tangan Ambar kemudian dia turun dari mobil dan membukakan pintu kepada Ambar. Ambar tersenyum kemudian dia turun dari mobil.
“Sampai bertemu besok, Reagen,” ucap Ambar kemudian dia masuk ke dalam rumha.
Reagen masuk kedalam mobil lalu dia menjalankan mobilnya menuju ke rumah, tanpa Reagen sadari Dela sedang mengikutinya. Tiba di rumah Reagen turun, ssebelum masuk ke dalam rumah Dela menahan tangan Reagen. Reagen terkejut lalu dia menatap Dela
“Ada apa kamu kesini?” tanya Reagen dengan nada suara tidak suka akan kedatangan Dela
“Aku ingin bicara denganmu,” jawab Dela lalu dia menarik Reagen masuk ke dalam mobil. Dela menatap Reagen, “kamu jangan main-main denganku Reagen. Siapa wanita yang bersamamu tadi, katakan padaku!” ujar Dela dengan marah
“Hei …. Kamu tidak perlu tahu siapa dia, ingat kamu bukan siapa-siapaku. Mengerti!” hardik Reagen
“Oh ya? Aku bukan siapa-siapamu? Karena ada wanita lain lalu kamu bilang aku bukan siapa-siapa kamu, ingat Reagen jangan macam-macam denganku. Jangan bermain denganku, kalau tidak ….”
“Kalau tidak apa? Kamu mau mengancamku?” sela Reagen dengan emosi, “berani kamu membuka rahasia aku dan mommy, aku akan menghabisimu!” ancam Reagen
__ADS_1
“Coba saja, kita lihat saja nanti!” Dela turun dari mobil Reagen kemudian dia masuk ke dalam mobilnya. Dela langsung meninggalkan kediaman Mike
\=\=\=\=\=\=\=\=
Carlos sedang berada di ruang kerjanya, dia sedang mendengarkan rekaman yang dia dapat dari orang yang dia sewa untuk mencari informasi tentang Reagen. Terlihat keningnya mengkerut
“Ini belum kuat, aku harus mencari tahu siapa sebenarnya Reagen dan Sonia. Semenjak bertemu dengan mereka berdua, aku melihat akhir-akhir ini Mike seperti berubah.”
Carlos mematikan rekaman itu kemudian dia keluar dari ruang kerjan lalu dia masuk ke dalam kamar. Di sana Jessica sedang bermain- main dengan Chantiq, Carlos berjalan menghampiri Jessica kemudian dia duduk di dekat Jessica.
“Dia belum tidur juga?” tanya Carlos sambil memegang pipi Chantiq
“Iya, beb. Aku sudah mencoba untuk menidurkan dia tapi dia ingin bermain terus,” jawab Jessica
“Oh …. Apakah Isabel sudah tidur?” tanya Carlos lagi
“Belum, dia masih bermain di kamarnya.”
“Baiklah, aku akan ke kamar Isabell,” ujar Carlos sambil berdiri kemudian dia keluar dari kamar lalu menuju ke kamar Isabel. Carlos naik ke lantai dua, dia berjalan menuju ke kamar Isabel. Carlos membuka pintu kamar dan melihat Isabel sedang bermain boneka.
“Sayang, kamu belum tidur?” tanya Carlos kemudian dia duduk di samping Isabell
“Belum papa, aku belum mengantuk,” jawab Isabell dengan suara mungilnya sambil bermain-main dengan boneka
“Tapi sayang, ini sudah malam. Sudah waktunya kamu tidur.” Carlos membelai rambut Isabell dan menicum pipi Isabell, “ayo sayang, kamu harus tidur sekarang.”
Isabell menarik napas panjang kemudian dia menatap Carlos,
“Baik papa, aku akan tidur sekarang.” sahut Isabell kemudian dia berdiri dan naik ke tempat tidur. Carlos ikut berdiri dan memakaikan selimut kepada Isabell, dia mencium kening dan kedua pipi Isabell
“Good night, sayang,” ucap Carlos sambil membelai pipi Isabell
“Good night, papa. I love you.” Carlos tersenyum kemudian dia mencium kembali pipi Isabell
“I love you too,” bisik Carlos kemudian dia berdiri dan mematikan lampu kamar Isabell
Carlos keluar dari kamar Isabell lalu dia mendengar tawa Acel, Sheren dan Cella. Carlos pergi ke kamar Acel kemudian dia membuka pintu kamar Acel
“Kalian belum tidur?” tanya Carlos
“Sebenta lagi pap,” jawab Cella sambil tersenyum
“Baiklah, jangan tidur larut malam ya,”
“Iya, papaku sayang,” canda Cella lalu Carlos tertawa
“Um …. Kamu tidak menciumku,” canda Carlos. Cella tersenyum lalu dia turun dari tempat tidur dan berjalan menghampiri Carlos. dia mencium kedua pipi Carlos
“I love you, pap,” ucap Cella sambil mencubit kedua pipi Carlos. Carlos tertawa kemudian dia memeluk Cella dan mengecup kening Cella
“I love you too,” balas Carlos kemudian dia memeluk Cella dengan Erat
Acel tersenyum melihat Carlos dan Cella, dia berdiri lalu menghampiri Carlos. Acel memeluk Carlos dan mencium kedua pipi Carlos. Carlos membalas pelukan Acel, dia juga mencium kedua pipi Acel
“Papa sangat menyayangi kalian,” bisik Carlos dengan mengkerutkan kening dan memejamkan mata. Dia teringat Kairos lagi
“Aku juga menyayangi papa,” balas Acel dengan memeluk erat tubuh Carlos, “aku bisa merasakan kalau papa sangat merindukan Kairos,” batin Acel
“Terima kasih sayang, jangan tidur terlalu malam ya.”
“Iya pap,” ujar Acel
Carlos menutup kembali pintu kamar Acel lalu matanya tertuju ke kamar Kairos, dia tertunduk kemudian Carlos turun ke bawah menuju kamar dia dan Jessica. Carlos masuk ke dalam kamar kemudian dia melepaskan kaos lalu dia berbaring di samping Jessica
“Chantiq sudah tidur?”
“Sudah, beb,” jawab Jessica sambil meletakkan kepalanya di dada Carlos
“Kalau begitu kita tidur sekarang,” ujar Carlos lalu dia memeluk Jessica
“Good night beb,” ucap Jessica
“Good night sayang, aku mencintaimu,” bisik Carlos kemudian dia memuta badan Jessica membelakanginya lalu dia memeluk Jessica dari belakang
“Aku juga mencintaimu,” balas Jessica. Dia memegang tanga Carlos yang melingkar di pertunya kemudian dia memejamkan mata.
__ADS_1
Selamat membaca