SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Sakit ya?


__ADS_3

Terlihat Cella begitu sibuk merapikan pakaiannya di koper, dia dibantu oleh kekasihnya. Hari ini Cella akan berangkat ke spain, sesekali pria itu mengganggu Cella dengan memeluknya dan meremas bukit kembar milik gadis itu.


“Mengapa kamu selalu meremas dadaku?” tanya Cella sambil melingkarkan tangannya di punggung pria itu.


“Supaya dia bisa besar dan menonjol,” canda Logan dengan terus meremas dada Cella dengan lembut lalu gadis itu tertawa.


“Oh, kamu lebih suka yang besar dan menonjol?” tanya Cella dengan penuh selidik sambil memicingkan matanya.


“Iya, aku suka yang besar,” canda Logan sambil mencium leher jenjang gadis itu tanpa menghentikan kedua tangannya memegang bukit kembar yang ada di depannya, “Tapi karena milikmu kecil jadi tidak apa-apa,” canda pria itu lagi dengan mengedipkan sebelah matanya kepada kekasihnya. Kembali Cella tertawa dan mencubit perut Logan.


“Ah … sakit, Sayang,” rintih Logan sambil memegang tangan gadis itu.


“Baiklah, aku harus berangkat sekarang,” ujar Cella kemudian dia melepaskan tangannya dari punggung Logan. Dia mengambil tas dan melingkarkan di punggunya.


Sedangkan Logan, dia mengangkat koper milik Cella kemudian mereka berdua keluar menuju ke mobil. Logan membuka bagasi dan meletakkan koper lalu dia masuk dan duduk. Logan menghidupkan mesin mobil lalu Cella masuk dan duduk di samping pria itu, dia memasang sabuk pengaman dan bersandar di sandaran kursi. Mereka berdau saling bertatap mata lalu Cella memegan pipi yang di tumbuhi jenggot itu.


 “Aku akan merindukanmu,” ujar Cella sambil membelai wajah bodyguardnya.


“Besok aku akan menyusulmu,” kata Logan kemudian dia menjalankan mobil menuju ke Airport.


Sepanjang jalan Cella hanya diam dan menyandarkan kepalanya di lengan Logan, dia merasa berat jauh dari pria itu. Mereka tiba di Airport, Logan menghentikan mobilnya kemudian dia menatap Cella.


“Kita sudah sampai,” ujar Logan, dia tersenyum melihat mimik wajah sang kekasih, “Mengapa wajahmu seperti itu?” tanya Logan dengan bercanda kemudian memegang pipi gadis itu.


“Jangan melirik wanita lain selama aku tidak di sampingmu,” sahut Cella dengan wajah cemberut. Logan langsung tertawa mendengar Cella berkata begitu.


“Sayang, aku hanya mencintaimu dan besok juga aku sudah ada di Spain. Hanya malam ini saja kita tidak bersama. Kamu jangan khawatir.” Logan meyakinkan Cella kemudian dia mencium bibir gadis itu.


Mereka saling berciuman dan memainkan lidah lalu terdengar klatson dari belakang. Mereka berdua berhenti berciuman kemudian Cella dan Logan turun, Logan mengambil koper milik sang kekasih di bagasi kemudian dia berikan kepada Cella. Pasangan kekasih itu kembali saling berpelukan kemudian Logan mengecup kening Cella.


“Cepat masuk nanti kamu ketinggalan pesawat,” kata Logan lalu Cella menganggukkan kepala. Cella pergi ke dalam sambil melambaikan tangan kepada kekasihnya.


Logan membalas lambaian tangan Cella kemudian  masuk ke dalam mobil. Dia langsung kembali ke kediaman orang tua Cella. Logan tiba dan mencari Bane untuk pamitan.


****


Akhirnya Cella tiba di Spanyol, dia keluar dari Airport dan melihat Acel yang sedang menunggunya lagi bermain ponsel, Cella berjalan perlahan-lahan menghampiri Acel kemudian dia mencolek pinggang Acel. Acel terkejut dan menatap Cella yang sedang menertawainya.


 “Cella! Kamu membuatku terkejut,” ujar Acel kemudian dia memeluk Cella dengan erat.


“Kamu terlalu serius di ponsel Acel,” canda Cella sambil mencubit pipi Acel lalu Acel tertawa.


Mereka berdua pergi ke parkiran lalu masuk ke mobil, Acel langsung menjalankan mobilnya menuju ke diaman Federico. mereka tiba lalu Acel mengambil koper Cella dan mereka berdua masuk ke dalam rumah. Cella melihat Carlos sedang merapikan taman, dia berlari dan memeluk Carlos. Carlos tertawa lalu dia mengangkat Cella dan mencium kedua pipi putri kesayangannya itu.


“Papa sangat rindu padamu,” ucap Carlos sambil menurunkan Cella.


“Aku juga rindu padamu,” balas Cella dengan nada bercanda dan memegang jenggot Carlos. Dia langsung teringat Logan.


 “Baiklah, Pap. Aku ke kamar ya.” Carlos menganggukan kepala dan tersenyum Kemudian dia kembali merapikan Taman.


Cella meninggalkan Carlos lalu dia mencari Jessica, dia melihat Jessica sedang berada di dapur, Cella berjalan perlaha-lahan lalu dia memeluk Jessica dari belakang.


“Putri mama sudah datang ya,” ujar Jessica kemudian dia membalikkan badannya menghadap Cella dan memeluk Cella dengan erat.

__ADS_1


“Iya, mama ku sayang,” jawab Cella membalas pelukan Jessica, “Oh ya, Mam. Opa Federico dan oma belum datang juga?”


“Um, nanti malam mereka tiba di sini, Sayang,” jawab Jessica sambil membelai rambut Cella, “Opa Jeremmy dan Paman Dixon juga akan tiba malam nanti.”


“Oh ….” gumam Cella kemudian dia melepaskan tangannya dari pinggang Jessica, “Baiklah, Mam. Aku ke kamar dulu, aku capek,” kata Cella kemudian dia meninggalkan Jessica. Jessica menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum melihat Cella.


Cella langsung pergi ke kamar dan mengeluarkan ponselnya lalu dia menghubungi Logan, ada nada panggil lalu terdengar suara Logan.


“Hi, kamu sudah sampai?” tanya Logan dari seberang telepon.


“Iya, aku baru saja tiba di rumah opa. Tadi Acel yang menjemputku,” jawab Cella dengan suara pelan, dia tidak ingin ada yang mendengar percakapan dia dan Logan.


“Oh ya, kamu berangkat jam berapa?”


“Um, pesawatnya siang jadi mungkin aku tiba di sana sekitar subuh atau pagi hari,” jawab Logan lagi.


“Baiklah, aku akan memesan hotel untukmu. Aku juga yang akan menjempumu nanti,” ujar Cella. “Oh ya sudah ya, nanti aku telepon kamu lagi,”


“Baiklah kalau begitu, nanti aku kabari kamu kalau sudah di Airport,”


“Ok, I love you,” ucap Cella lalu terdengar tawa Logan di seberang telepon.


“I love you too,” balas Logan lalu Cella tersenyum dan menutup telepon.


Cella keluar dari kamar lalu bergabung dengan Acel juga Sheren. Mereka bermain-main dengan Ezer dan Isabell.


****


Ia adalah Logan kekasih Cella, tidak lama kemudian taxi datang, dia memasukan koper ke dalam bagasi kemudian  masuk ke dalam kendaraan berbayar itu.


Mobil yang di tumpangi oleh Logan langsung meluncur ke Airport, hari ini dia akan pergi ke Spanyol ingin menyusul kekasihnya yang sudah berada di sana.


Tiba di Airport dia membayar taxi dan mengambil koper di bagasi. Logan pergi ke dalam dan Check in. Di ruang tunggu Logan mengirim pesan kepada Cella, dia memberitahukan kalau dia sudah di Airport.


Tidak lama kemudian dia masuk ke dalam pesawat, Logan langsung menuju ke tempat duduknya. Dia memasukan koper ke kabin kemudian duduk.


Pesawat take off lalu Logan memejamkan matanya, dia juga tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya.


Mexico


Kairos dan Tania juga sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Spanyol, Kairos sudah menyewa pesawat pribadi untuk mereka. Tania calon istrinya sedang menyiapkan susu dan botol susu milik Clau juga Chantiq, sedangkan Kairos dia memasukan pakaian-pakaian Clau dan Chantiq ke dalam koper, begitu juga pakaian dia dan Tania.


“Sayang, apakah kamu sudah selesai?” tanya Kairos kepada Tania sambil menarik 2 koper milik mereka ke ruang depan


“Sebentar lagi, honey. Aku sedang memakaikan pakaian kepada Chantiq,” sahut tania sambil tersenyum kepada Chantiq, “Hmm … kamu terlihat cantik, Sayang,” puji Tania kemudian dia mencium kedua pipi Chantiq. Dia juga menggantikan pakaian kepada Clau.


Walau’pun bukan putri kandungnya tapi Tania begitu sayang kepada putri Kairos bersama Angel, dia tidak membeda-bedakan kasih sayangnya kepada putra-putrinya. Begitu juga dengan Kairos, dia sangat menyayangi Clau anak Tania dan Reagen.


Kairos masuk ke dalam kamar Chantiq kemudian dia membantu Tania memakaikan pakaian kepada Clau lalu dia menggendong Clau.


“Anak papi sangat tampan ya,” ucap Kairos sambil mencium kedua pipi Clau kemudian mereka keluar dari kamar.


“Ayo, Sayang. mereka sudah menunggu kita di landasan,” ujar Kairos seraya berjalan meninggalkan kamar.

__ADS_1


Tania menggendong Chantiq lalu masuk ke dalam mobil di ikuti Kairos. Mauritio pengawal Kairos mengantar mereka ke landasan.


Spanyol


Cella meminta ijin kepada orang tuanya, dia berbohong akan menginap di rumah temannya. Carlos dan Jessica percaya, mereka berdua mengijinkan putrinya untuk pergi.


Kekasih Logan meminjam mobil kepada papanya kemudian  pergi ke salah satu hotel yang ada di kota Spain. Cella  memesan kamar untuk dia juga Logan. Cella pergi ke kamar yang dipesan, dia menyetel alarm di ponselnya kemudian berbaring di tempat tidur dan memikirkan kekasihnya.


Belum sehari saja aku sudah merindukannya, gumam Cella dalam hati kemudian dia memejamkan mata dan membayangkan hal-hal yang ia dan Logan lakukan, Cella tersenyum sendiri lalu dia mengambil bantal dan menutup wajahnya, Ah … Logan membuatku gila, gumamnya.


Akhirnya Cella tertidur, dia terbangun saat alarm ponsel berbunyi, kekasih Logan mematikan alarm kemudian  berdiri dan pergi ke kamar mandi.


Tidak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya. Terdengar ponsel berbunyi, dia buru-buru mengambil benda pipi itu dan melihat Logan yang menelepon. Cella langsung menjawab telepon itu.


“Hallo, aku segera ke Airport. Kamu tunggu saja di depan ya,” kata Cella sambil mengambil kunci mobil.


“Iya, kamu di mana sekarang?” tanya Logan dari seberang telepon.


“Aku di hotel,” jawab Cella. “Kamu tunggu di depan ya, aku segera ke sana,” ujar Cella. Baru saja Logan akan menjawab Cella sudah menutup telepon kemudian meninggalkan kamar dan pergi ke parkiran. Cella masuk ke mobil kemudian  memasang sabuk pengaman dan langsung meluncur ke Airport.


Cella tiba di Airport, dia melihat Logan sudah menunggu di luar. Cella langsung menghentikan mobil tepat di depan sang kekasih dan membuka pintu juga bagasi.


Logan meletakkan koper di bagasi kemudian dia masuk dan memeluk gadis itu. Mereka berdua berciuman di dalam mobil. Cella mengentikan ciumannya kemudian dia menjalankan mobil menuju ke hotel.


Mereka tiba di hotel, Cella mengajak Logan ke kamar. Pasangan kekasih itu masuk lalu Logan meletakkan kopernya kemudian dia langsung memeluk Cella dan mengecup bibir tipis berwarna merah itu.


“Sehari tidak melihatmu aku merasa gila,” ucap Logan sambil membelai wajah gadis itu.


“Aku juga, semalam aku tidur sendiri di sini. Aku memikirkanmu,” balas Cella dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu lalu Logan memeluk erat tubuh kekasihnya.


Cella melepaskan pelukan pria itu lalu dia menatap mata sang kekasih, perlahan-lahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Logan.


Logan tersenyum kemudian dia mencium bibir Cella, dia memegang leher sang kekasih dan ******* bibir  tipis itu. Cella melingkarkan tangannya di pinggang Logan dan merasakan lidah pria itu menerobos ke dalam mulutnya.


Cella menyambut dengan menggigit lembut lidah Logan, dia mulai merasakan tangan Logan menggerayangi tubuhnya. Cella meremas punggung Logan dan terus memainkan lidahnya di dalam mulut pria itu.


Logan menarik Cella dan membaringkan tubuh mungil itu di atas tempat tidur, lalu kembali mencium bibir gadis itu. Sambil berciuman tangan Logan mengelus daerah inti sang kekasih.


“Ah … Logan,” desah Cella di kuping sang kekasih. Dia meremas rambut coklat itu dan merasakan permainan lembut jemari Logan.


“Kamu suka,” tanya Logan lalu Cella menganggukan kepala. “Kamu ingin aku memainkan dengan lidahku,” tanya Logan sambil berbisik di kuping gadis itu. Cella tidak menjawab dia hanya menganggukan kepala dan memejamkan mata.


Logan melepaskan pakaian dalam gadis itu lalu  membuka paha putih mulus itu dengan lebar, dia tersenyum saat melihat milik sang kekasih sudah basah. Logan membenamkan kepalanya di sana lalu terdengar kembali desahaan dari bibir Cella.


Pria itu melakukan aksinya sehingga membuat Cella mencapai puncak kenikmatan. Saat Logan mencoba untuk melakukan lebih terdengar rintihan kesakitan dari bibir sang kekasih, dia mendorong tubuh Logan sehingga pria itu menghentikan aksinya.


“Sakit ya?” tanya Logan sambil tersenyum melihat wajah Cella yang meringis kesakitan.


“Iya, sakit,” jawab Cella dengan suara pelan lalu pria itu tertawa. Dia menindih tubuh sang kekasih dan berbisik.


“Itu belum masuk sayang, baru di permukaan.” Cella tertawa dan memukul dada Logan dan mendorong tubuh kekar itu sehingga dia terbaring di sampingnya.


Giliran gadis itu, dia ingin membuat kekasihnya merasakan kenikmatan itu. Cella duduk di sisi tempat tidur dan membuka resleting celana sang kekasih lalu melakukan aksinya. Desahaan-desaahan keluar dari bibir pria itu, dia membelai rambut Cella dan memperhatikan aksi dari kekasihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2