SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Tragis


__ADS_3

Terlihat Tuan Jeremmy sedang berbincang bincang dengan Tuan Hector, Dixon dan Pedro, mereka membicarakan tentang Jessica.


“Aku jadi khawatir, sampai saat ini entah dimana Jessica berada, apalagi dengan kondisinya seperti itu.” Kata Tuan Jeremmy.


“Apakah kalian tidak menanyakan ke polisi? Waktu Jessica di bawah kerumah sakitkan ada polisi yang mengawal dan pasti ada polisi juga yang menunggu Jessica di rumah sakit.” Kata Tuan Hector.


“Iya Anda benar Tuan Hector.” Kata Dixon. “Papi aku akan mencari tahu siapa polisi yang menunggu Jessica di rumah sakit. Ayo Pedro ikut aku ke kantor polisi!”


“Baiklah Dixon, kalian hati hati ya!”


Dixon dan Pedro meninggalkan ruangan Tuan Jeremmy dan pergi ke kantor polisi.


sementara di villa Jessica sedang berbincang bincang dengan Charlie.


“Oh ya Charlie, bagaimana dengan penawaran yang aku katakan padamu itu?”


“Sudah aku pikirkan Nyonya, dan aku menerima penawarannya Nyonya.” Kata Charlie. “Tapi Nyonya harus belajar bela diri dan menembak. Nanti aku yang akan mengajari Nyonya.”


“Baiklah Charlie aku senang mendengarnya. Oh ya jam berapa kita akan kerumah sakit?”


“Sebentar lagi Nyonya, Ambulance lagi menuju kesini.” Kata Charlie


“Baiklah kalau begitu.” Jessica kembali berbaring di tempat tidur.


Sementara itu di rumah villa Carlos sedang duduk duduk di teras depan kamar, dia lagi menunggu kabar dari Ron. Dan handphonenya berbunyi, dia melihat pesan dari Ron. Carlos membaca pesan itu kemudian dia berdiri lalu masuk kedalam kamar. Dia mengambil kemeja putihnya dan memakainya, dia berdiri di depan cermin.


“Sayang aku memakai kemeja yang kamu belikan untukku, ini kemeja yang paling kamu sukai kalau aku pakai. Walaupun aku tidak suka dengan warnah putih, karena aku mencintaimu aku memakainya. Dan Mungkin ini hari terakhir bagiku.” Kata Carlos sambil merapikan kemeja putih tipis yang di belikan Jessica untuknya.


Dia terbayang saat dia memakai kemeja itu Jessica selalu memeluknya dari belakang.


“Beb aku suka sekali melihatmu memakai kemeja ini.” Perkataan Jessica terngiang di telinganya. Carlos meneteskan air mata. “Sayang mungkin ini hari terakhir bagiku. Mungkin hari ini aku akan mati, tapi tidak apa apa. Lagipula kamu sudah meninggalkanku, jadi untuk apa lagi aku hidup. Aku lebih baik mati, tapi aku harus membunuh Adrian terlebih dahulu. Kalau dia hidup, Jessica dan anak anakku akan selalu dalam bahaya.”


Carlos mengambil jacket dan memakainya, dia juga memakai topinya dan menyelipkan pistol di pinggangnya kemudian dia pergi ke alamat yang di berikan Ron lewat pesan.


Sementara menyetir Carlos menerima pesan dari Ron lagi. Carlos membacanya kemudian dia tertawa.


“Aku tidak takut sekalipun dia membawa empat orang bersamanya.” Carlos melihat di kaca spion, ada yang mengikutinya. “Itu pasti anak buah Mike.” Kata Carlos dalam hati.


Carlos menepikan mobilnya dan berhenti kemudian dia melihat di spion mobil itu juga berhenti.


Carlos turun dari mobilnya lalu menghampiri mobil yang mengikutinya, dia mengetuk kaca jendela dan kaca jendela terbuka. Carlos menatap mereka.


“Jangan mengikutiku! Mengerti!” bentak Carlos pada anak buah Mike.


Dia mengeluarkan pistolnya dan menembak ban mobil mereka. Kemudian Carlos kembali ke mobilnya, dia langsung melajukan mobilnya.


Anak buah Mike langsung menghubungi Mike. Mike mendengar informasi dari anak buahnya, dia menjadi marah dan memerintahkan anak buah yang lainnya untuk mencari Carlos.


Di villa Jessica di masukkan ke dalam Ambulance dan mereka membawa Jessica kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Opsir Charlie menemani Jessica di Ambulance.


“Nyonya tidak rindu dengan anak anak Nyonya?” Tanya Charlie.


“Tentu saja aku merindukan mereka Charlie, aku sangat merindukan mereka. Tapi keadaan membuat aku tidak bisa menghubungi mereka, aku tidak pernah jauh dari anak anakku.


“Aku mengerti Nyonya.” Kata Charlie sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit dan perawat membawa Jessica ke dalam rumah sakit, opsir Charlie mengikuti mereka dari belakang.


Carlos menyetir dengan kecepatan tinggi, dia tidak sabar lagi ingin membunuh Adrian. Tapi dia terhenti karena lampu sudah berwarna merah.


Anak buah Mike melihat mobil Carlos, mereka langsung menghubungi Mike dan Mike memerintahkan mereka untuk mengikuti Carlos.


Lampu berubah warna hijau Carlos langsung tancap gas, dia pergi ke bangunan bekas gudang di pinggir kota. Akhirnya dia tiba di bangunan tersebut, dia memarkirkan mobilnya di belakang gudang dia melihat Ron sudah ada disana. Carlos turun dan menghampiri Ron


“Hi Ron, sudah lama kamu disini?”

__ADS_1


“Tida Carlos.aku juga belum lama sampai. Oh ya Carlos, ambil pistol ini juga dan selipkan pistol ini di kaos kakimu. Kata temanku Adrian datang bersama keempat temannya.


“Terima kasih Ron. Oh ya Ron kamu pulang saja, aku akan menghadapi mereka sendiri. Kamu jangan khawatir”


“Tidak bisa Carlos, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri disini Carlos.”


“Ron kamu jangan khawatir, aku akan baik baik saja.” Carlos sudah punya rencana lain, dia harus membunuh Adrian walaupun dia harus mati.


“Tidak Carlos, aku tidak akan meninggalkanmu.”


Sementara Carlos dan Ron bercakap cakap di belakang Gudang, terdengar ada mobil masuk. Carlos dan Ron mengintip di balik tembok.


Carlos melihat Adrian turun dari mobil bersama keempat temannya. Carlos menghampiri Ron.


“Kamu tunggu disini Ron, aku akan menemui Adrian. Oh ya Ron, apakah Adrian tahu aku disini?”


“Adrian tidak tahu Carlos, temanku berbohong pada Adrian.” Jawab Ron


“Baiklah Ron, aku akan keluar menemui Adrian.”


“Aku ikut denganmu Carlos.”


“Kamu tunggu disini saja, nanti aku beri isyarat padamu.” Akhirnya Ron mengikuti perintah Carlos.


Kemudian Carlos keluar menemui Adrian, Adrian terkejut melihat Carlos.


Carlos menatap Adrian sambil tersenyum.


“Kenapa kamu terkejut Adrian?” Kata Carlos sambil memasukan kedua tangannya di saku celananya.


“Jadi temanku itu berbohong padaku, dasar bangsaat dia.” Mendengar itu Carlos langsung tertawa.


“Adrian... Adrian, Tentu saja. Kamu tahu Adrian, aku membayar temanmu itu sangat tinggi. jadi sudah pasti dengan cara apapun akan dia lakukan dan lihat sekarang kamu ada di hadapanku.”


“Aku tidak takut padamu Carlos, lihat aku datang tidak sendiri. Aku datang bersama teman temanku.”


Carlos tertawa lagi.


Carlos menatap keempat teman Adrian.


“Oh ya, aku ingin bertanya pada kalian berempat. apakah kalian ada masalah denganku? Apakah aku sudah berbuat salah pada kalian?”


Mereka menatap Carlos. “Tidak Tuan Carlos, Tuan tidak ada masalah dengan kami.” Kata salah satu teman Adrian.


“Iya benar Tuan, Tuan tidak pernah berbuat salah pada kami.” Timpal yang lainnya.


“Bagus, kalau begitu jangan mencampuri urusanku dengan Adrian! Karena aku tidak punya urusan dengan kalian!”


Keempat teman Adrian tahu siapa Carlos dan akhirnya mereka mundur. Adrian menatap mereka.


“Mengapa kalian mundur?”


“Maaf Adrian kami tidak ingin mencampuri urusanmu dengan Tuan Carlos, kami tidak ingin mencari masalah dengannya. Kami tidak ingin Mike memburu kami. selesaikan saja masalahmu sendiri.” Kata mereka pada Adrian.


Carlos menatap Adrian dan tersenyum.


“Sekarang adilkan Adrian.” Carlos tertawa. “Adrian aku ingin bermain main denganmu, ayo ikut aku kedalam!”


“Kamu pikir aku takut padamu Carlos? Adrian tidak pernah takut pada siapapun.” Kata Adrian sambil menatap Carlos dengan wajah yang penuh amarah.


Carlos tertawa lagi.


“Bagus Adrian, itu aku suka. Ayo bermain main denganku.”


Carlos mengeluarkan pistol yang ada di balik pinggangnya.

__ADS_1


“Oh ya Adrian, kamu ingin bermain dengan tangan kosong atau dengan pistol?”


Adrian menjadi gugup saat melihat Carlos memegang pistol.


“Aku tidak membawa pistol Carlos. Jadi kalau mau adil kita duel dengan tangan kosong!”


Carlos tertawa lagi.


“Aahhh... Itu aku suka Adrian, aku suka sekali. Ayo kita bermain!”


Carlos melemparkan pistolnya ke tanah.


“Adrian sekarang lihat, tanganku kosong.” Kata Carlos sambil mengangkat kedua tangannya. “Ayo kita mulai!”


Carlos berjalan ke arah Adrian dan Adrian menghindar, dia berlari masuk ke dalam gudang lalu Carlos mengejarnya. Carlos menarik jacket Adrian dan Adrian terhenti.


Carlos melayangkan pukulan ke arah wajah Adrian lalu Adrian terjatuh., Adrian berdiri dan menjauh dari Carlos.


“Hei Adrian, ayo lawan aku. Bukannya kamu hebat?”


Adrian melayangkan pukulannya ke arah Carlos tapi Carlos bisa menghindar dan langsung mendaratkan pukulannya di perut Adrian.


Adrian dengan cepat mengeluarkan pisau di balik pinggangnya lalu mengarahkan pisau itu di tubuh Carlos dan pisau itu mengenai lengan Carlos. Lengan Carlos sobek dan mengeluarkan darah.


Carlos tertawa.


“Ouw... Ouw.. Ouw... Adrian ingin bermain curang denganku, baiklah Adrian aku tetap memilih tangan kosong.”


Carlos berjalan ke arah Adrian dan Adrian memainkan pisau itu di depan Carlos sambil melangkah mundur.


Tapi Carlos tidak takut, dia tetap maju dan ingin menghajar Adrian lalu Adrian lari keluar bangunan, Carlos langsung mengejar Adrian.


Adrian melihat pistol Carlos di tanah, dia langsung mengambilnya lalu menembakkan ke arah Carlos dan peluruh mengenai dada Carlos. Carlos terjatuh dia langsung mengambil pistol yang di berikan Ron padanya, Carlos langsung menembak Adrian dan peluru mengenai perut Adrian.


Adrian terjatuh, dia memegang perutnya.


Keempat teman Adrian menyaksikan Carlos dan Adrian, mereka tidak ingin mencampuri urusan Carlos dan Adrian, begitu juga Ron dia hanya menunggu isyarat dari Carlos.


Carlos bangkit berdiri, dia mengarahkan pistolnya kepada Adrian tapi Adrian lebih dulu menembaknya dan mengenai dada kanan Carlos. Carlos tetap berjalan sambil melepaskan beberapa tembakan ke tubuh Adrian dan Adrian terkulai di tanah bersimbahkan dara.


Carlos tersungkur, dia memegang dadanya.


Melihat Carlos tertembak Ron langsung keluar memeluk Carlos lalu Mike datang. Dia melihat Carlos terbaring di tanah, dia langsung berlari dan memeluk Carlos. Kemeja putih Carlos sudah berubah menjadi warnah merah.


Carlos menatap Mike dan tersenyum, mereka mengangkat Carlos dan membawanya ke mobil.


“Ayo cepat kita kerumah sakit.” Anak buah Mike langsung menjalankan mobilnya. “Kenapa kamu berbuat hal bodoh Carlos?”


Carlos memegang tangan Mike, dengan suara terbatah batah dia berbisik pada Mike. “Mike… aku…tenang sekarang.” Air mata keluar dari sudur matanya, dia menarik nafas panjang.


Mike memegang tangan Carlos lalu dia menangis.


“Carlos kamu tenang ya, kita ke rumah sakit.” Kata Mike pada Carlos. “Ayo lebih cepat lagi!” Perintah Mike pada anak buahnya dengan emosi.


“Mike.. Aku ingin pergi, aku titip Jessica dan anak anak.” Kata Carlos pada Mike dengan suara terbata bata. Air mata Carlos kembali mengalir lewat sudut matanya.


“Jangan bicara seperti itu Carlos.” Kata Mike sambil menangis. “Rumah sakit sudah dekat.


Carlos menatap Mike dan Tersenyum. “Mike.” Carlos menarik nafas panjang dan tiba tiba tangannya terkulai lemas.


Mike langsung berteriak dalam mobil. “Tiiiiiiiiiddddddddddaaaaaaakkkkkkkkkk.”


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komennya

__ADS_1


Dan terima kasih bagi yang setia memberi like dan komen, bagi yang hanya membaca tanpa ngelike terima kasih juga sudah mampir membaca novel ini.


Salam Author


__ADS_2