SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Payah di ranjang


__ADS_3

Logan tiba di tempatnya, dia memarkirkan motor kemudian berlari masuk ke dalam gedung menuju ruangannya. Logan  masuk kemudian mengambil kedua tas punggung dan  kembali turun.


Logan mengatur tas punggung di motor,  juga meletakkan satu tas punggung di belakangnya.


Dia naik ke atas motor dan meninggalkan gedung itu, Logan langsung menuju ke rumah boss baru, matanya selalu mengawasi kaca spion. Dia khawatir kalau ada anak buah Carlos mengikuti dia.


Akhirnya Logan tiba di rumah itu kemudian dia turun dari motor dan pergi ke dalam. Logan langsung diantar oleh pelayan menuju ke ruang kerja. Dia mengetuk pintu lalu terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk.


Logan membuka pintu kemudian masuk, dia langsung menyapa bossnya kemudian duduk di kursi tepat berhadapan dengan pria itu.


Mereka berbincang-bincang lalu Tuan itu memberikan kunci mobil kepadanya. Logan berdiri kemudian dia pamit. Kekasih Cella  keluar dan memasukkan motor ke dalam garasi kemudian dia mengambil kedua tas punggung dan memasukkan ke dalam bagasi mobil.


Logan masuk ke dalam mobil kemudian  langsung menjalankan kendaraan itu menuju ke San Jose. Perjalanan dari kota Torrance ke San Jose sekitar 5-6 jam.


Dia langsung melajukan kendaraannya, di dalam mobil dia mencoba menghubungi Cella, panggilan terhubung lalu terdengar suara kekasihnya.


“Hallo, Logan. Kamu sudah dimana sekarang?” tanya Cella dengan suara khawatir.


“Aku sedang dalam perjalanan ke San Jose. Apakah kamu baik-baik saja?” Logan juga ikut khawatir taku kalau Carlos memisahkan dia dan Cella.


“Iya, aku baik-baik saja,” jawab Cella dari seberang telepon.


“Aku senang mendengarnya, nanti begitu tiba di San Jose aku akan langsung meneleponmu,” kata Logan sambil pandangan matanya tertuju kedepan.


“Iya, kalau begitu kamu menyetir saja.” Wajah Logan terlihat tenang mendengar suara sang kekasih.


“Iya, Sayang. Aku mencintaimu,” ucapnya  sambil tersenyum sendiri di mobil.


“Aku juga mencintaimu,” balas Cella dari seberang telepon lalu Logan tersenyum dan  menutup teleponnya.


Sementara di gedung terlihat James dan Robert sedang menaiki satu persatu anak tangga. Mereka tiba di lantai empat dan menuju ke ruangan milik Logan. Mereka berpikir kekasih Cella masih tinggal di situ.


James menempelkan kupingnya di pintu, dia ingin mendengar apakah ada orang di dalam. Lalu terdengar suara seorang pria.


“Dia sudah tidak tinggal disini lagi.” James dan Robert saling pandang dan menoleh ke arah suara itu kemudian James menghampiri pria itu dan bertanya.


“Apakah dia sudah pindah?” Pria itu menganggukkan kepala.

__ADS_1


“Iya, dia baru saja pergi ke luar kota,” jawab pria itu sambil memperhatikan James dan Robert.


"Apakah Anda tahu dia ke kota mana?" tanya Robert sambil matanya menatap pria itu penuh selidik.


“Maaf, aku tidak tahu,” jawab pria itu kemudian dia masuk ke dalam meninggalkan kedua pengawal itu.


Tidak mendapatkan hasil, kedua pengawal itu kembali ke kediaman Carlos. Mereka tiba lalu menemui Carlos di ruang kerja. James dan Robert memberitahukan kepada Carlos kalau Logan sudah melarikan diri ke luar kota.


Terlihat Carlos sangat emosi, dia ingin sekali membunuh kekasih Cella. Dia merasa marah karena Logan sudah meniduri putri kesayangannya.


“Jangan sampai dia kembali ke kota ini, kalau kalian melihatnya langsung saja bunuh dia!” perintah Carlos dengan tegas kepada kedua pengawalnya.


Dia benar-benar ingin melenyapkan Logan, dia masih terbayang saat pria itu berada di atas tubuh putrinya. Carlos menjadi geram dan menggebrak meja. Dia meminta kedua pengawalnya untuk meninggalkan dia sendiri.


James dan Robert meninggalkan Carlos. Kemudian Carlos kembali duduk di kursinya lalu terdengar pintu di ketuk.


Dia menyuruhnya masuk, pintu terbuka lalu dia melihat Cella. Carlos berdiri dan menatap sang putri, pandangan matanya begitu sayu. Cella menghampiri Carlos lalu duduk di kursi dan menundukkan kepala.


“Aku minta maaf, sudah menyinggung perasaan Papa,” ucap Cella sambil meremas jari jemari lalu Carlos menghampirinya dan menarik tubuh Cella ke dalam pelukkannya.


“Papa pantas menamparku karena aku memang sudah salah.” Cella melingkarkan tangannya di pinggang Carlos. Dia merasa salah sudah berkata begitu kepada papanya.


Carlos melepaskan pelukkannya kemudian  memegang pipi Cella dan mencium berulang kali bagian pipi yang di tamparnya.


“Apakah sakit?” tanya Carlos dengan wajah yang sedih sambil mengelus pipi Cella tapi gadis itu hanya tersenyum.


“Tinggalkan Logan, dia bukan pria yang baik,” pinta Carlos dengan memohon kepada putrinya.


“Maafkan aku, Pap. Aku tidak bisa meninggalkan Logan, aku sangat mencintainya.” Dia melepaskan tangan Carlos dari pipinya kemudian meninggalkan papanya, dia tidak ingin berdebat dengan Carlos.


Carlos memandang Cella yang berjalan keluar dari ruang kerjanya kemudian dia melayangkan tinju di dinding.


“Aku harus melenyapkannya.” Dia terlihat begitu geram kemudian Carlos duduk kembali di kursi.


****


Malam hari Logan tiba di San Jose, dia langsung mencari hotel. Kekasih Cella berhenti di salah satu hotel kemudian check in. Logan masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di ranjang. Dia memejamkan mata dan mengingat kejadian di rumah orang tua kekasihnya.

__ADS_1


“Untung saja aku membawa pistol kalau tidak, aku sudah mati di tembak James dan Robert.” Dia bangun dan duduk di sisi tempat tidur lalu mengeluarkan ponsel dari saku celananya kemudian  melihat jam.


“Sudah larut malam, Cella pasti sudah tidur. Besok pagi saja aku menghubunginya,” ujar Logan kemudian dia merebahkan tubunya dan kembali memejamkan mata.


Sementara di Kota Torrance terlihat Cella begitu gelisah di tempat tidur, dia memikirkan kekasihnya. Cella selalu melihat ponsel, dia menunggu kabar dari sang kekasih. Cella bangun kemudian  turun pergi ke dapur, dia mengambil air minum kemudian  melihat Acel, Robert dan Erick sedang berbincang-bincang di halaman belakang.


Cella berjalan perlahan-lahan, dia ingin mendengar percakapan mereka bertiga. Terdengar suara Acel memerintah Erick.


‘Aku ingin kalian mencarinya, aku rasa dia bersembunyi di kota ini. Kalau bertemu dengannya, lakukan seperti perintah papa.’ Cella mengernyitkan dahinya.


“Apakah mereka ingin membunuh Logan? Heh, mereka pikir Logan masih di kota ini, cari saja sampai dapat,” gumam Cella  kemudian dia kembali ke kamar. Cella duduk di sisi tempat tidur dan berpikir tentang kekasihnya.


“Papa dan Acel benar-benar ingin memisahkan aku dan Logan. Mereka pikir mereka akan berhasil, kita lihat saja nanti.” Dia menjadi kesal kepada Acel, kemudian dia mendengar pintu kamar Acel di tutup.


Cella berdiri dan pergi ke kamar Kairos, dia duduk-duduk di kamar kakaknya sambil memperhatikan foto-foto Kairos dan Tania yang terpajang di dinding kamar.


Dia tersenyum sendiri lalu gadis itu mendengar suara Acel dan Sheren. Cella menempelkan telinganya di dinding dan mendengar desahaan dari bibir kakak iparnya lalu dia tertawa sendiri.


“Aku ingin tahu, sehebat apa Acel di ranjang.” Kembali dia menempelkan telinganya di dinding, di sana masih terdengar desahaan-desahaan dari bibir sepasang suami istri itu. Cella kembali duduk lalu dia mendengar Sheren marah-marah.


‘Aku belum apa-apa kamu sudah keluar, dasar egois.’ Suara Sheren memarahi Acel


‘Kamunya yang terlalu lama.’ Terdengar suara Acel membentak istrinya.


Cella menutup mulut dengan kedua tangan sambil tertawa, dia berdiri dan keluar dari kamar Kakaknya sambil tertawa cekikikan.


“Ah, Acel. Ternyata kamu payah di ranjang,” ujar Cella sambil membuka pintu kamarnya dan masuk. Cella berbaring di tempat tidur, dia masih senyum-senyum sendiri mengingat Sheren marah-marah kepada kembarnya.


“Mudah-mudahan Sheren bisa setia kepada Acel,” gumamnya dengan memejamkan mata.


Dasar Cella iseng!


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komenta ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2