SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kemana aku harus mencarimu


__ADS_3

Cella mengurung diri di kamar, dia terus mencoba menghubungi kekasihnya tapi tetap saja ponselnya tidak aktif. Dia berbaring dan memikirkan hubungannya dengan Logan, Cella tidak sabar lagi untuk kembali ke Amerika. Dia  terus dan terus menangis di dalam kamar.


Sementara di Amerika Logan terbaring di lantai dengan botol minuman di tangannya, dia terus memanggil-manggil kekasihnya.


“Cella, aku sangat mencintaimu. Mengapa kamu sakiti aku.” Air mata mengalir di sudut matanya, dia melempar botol minuman yang sudah kosong itu kemudian dia berusaha berdiri.


Logan berjalan terhuyung ke mini bar dan mengambil lagi botol minuman kemudian dia membuka dan meminumnya.


“Hatiku begitu sakit, Cella. Hatiku  sakit melihatmu dengan laki-laki lain.” Logan menghapus airmatanya kemudian dia duduk di lantai dan meminum kembali minuman yang ada di tangannya.


“Aku tahu, aku terlalu tua untukmu, sedangkan pria yang bersamamu itu dia sangat tampan dan masih mudah. Cella … jangan sakiti aku.” Sudah banyak minuman yang masuk ke perut pria itu, akhirnya dia terbaring di lantai dan tidak sadarkan diri.


Keesokan pagi Cella keluar dari kamar dan menarik koper, dia berpapasan dengan Tania kemudian  memeluk kakak iparnya.


“Aku berangkat pagi ini,” ujar Cella dengan wajah sedih.


“Baiklah, cari Logan dan jelaskan semua kepadanya.” Tania mengerti perasaan Cella dan Logan karena dia sudah pernah mengalaminya bersama Kairos, dia juga tidak ingin kesalah pahaman antara Cella dan Logan terjadi seperti dia dan Kairos.


“Iya, Tania. Aku akan mencarinya, aku tahu dia merasa sakit sekarang dan Acel, dia berhasil melakukannya. Aku tidak ingin bicara lagi dengannya.” Cella merasa sangat kesal kepada kembarnya karena dia berhasil menyakiti Logan.


Tania dan Cella pergi ke dapan lalu Cella memasukkan koper ke dalam bagasi mobil kemudian dia menemui kedua orang tuanya, gadis itu melihat Jessica dan Carlos sudah berada di ruang makan bersama Kairos. Dia menghampiri mereka bertiga lalu dia berpamitan, Cella menunjukan wajah ceria kepada orang tuanya. Dia tidak ingin mereka curiga padanya.


“Mam, Pap. Aku harus kembali ke Amerika, aku masih punya tugas kuliah yang harus aku kerjakan,” ujar Cella sambil melingkarkan tangannya di punggung mamanya. lalu Jessica menatap Cella dengan mengkerutkan dahi.

__ADS_1


“Tugas kuliah? Bukannya kamu sudah libur, Sayang?” tanya Jessica dengan heran.


“Mam, aku lupa membuat salah satu tugas mata kuliah. Temanku memberi info padaku,” bohong Cella kepada Jessica.


“Apakah kamu akan pulang sendiri?” tanya Carlos kemudian dia berdiri dan menghampiri Cella serta membelai rambut putrinya.


“Iya, Pap. Aku bukan anak kecil lagi harus di temani,” canda Cella lalu Carlos tertawa dan mencubit pipi Cella. Acel datang kemudian dia duduk di meja makan, dia mendengar Cella akan kembali ke Amerika.


Dia pasti ingin bertemu dengan pria itu lagi, gumam Acel dalam hati. Semoga saja kamu bertemu dengannya, tapi aku rasa dia sudah pergi begitu melihat fotomu dengan Chico. Acel bersandar di sandaran kursi sambil menguping pembicaraan Cella dan Carlos.


“Baiklah. Pap, Mam. Aku pergi sekarang, Kairos kamu akan mengantarku’kan?” tanya Cella sembari mencium kedua pipi Jessica dan Carlos. Cella tidak mau melihat Acel, dia langsung pergi ke depan diikuti Carlos, Jessica, Kairos dan Tania. Sedangkan Acel dia tetap di ruang makan.


Cella masuk ke dalam kendaraan kemudian Kairos mengantar Cella ke Aiport, mereka tiba lalu kakak beradik itu turun dari mobil. Kairos mengambil koper di bagasi kemudian dia memeluk Cella.


“Iya terima kasih.” Cella membalas pelukan Kairos dan mencium kedua pipi Kakaknya kemudian dia masuk ke dalam dan Check in. Sedangkan Kairos, dia kembali ke rumah.


Di dalam Airport terlihat Cella berjalan menuju ke Imigrasi, dia ingin mendapatkan stamp di paspornya. Setelah mendapatkan stamp, Cella menuju ke ruang tunggu.


Tidak lama kemudian dia masuk ke dalam pesawat, dia mencari nomor kursi kemudian dia duduk dekat jendela. Matanya memandang ke luar, dia ingin segera tiba di Amerika.


Sementara di suatu tempat terlihat Logan masih berbaring di lantai, dia tertidur dengan botol minuman di sampingnya. Logan membuka matanya tapi dia masih merasakan pusing di kepala. Pria itu berdiri dan pergi ke kamar mandi, dia membasuh wajahnya kemudian  keluar lagi lalu berdiri di depan jendela sambil matanya memandang keluar.


Tega sekali kamu menyakitiku, batinya. Ternyata kamu tidak mencintaiku, kamu mudah tergoda dengan laki-laki lain. Dia masuk ke dalam kamar kemudian Logan menghempaskan tubuhnya di ranjang. Pikirannya tertuju terus kepada sang kekasih.

__ADS_1


****


Akhirnya Cella tiba di Amerika, dia langsung menuju ke condominium. Gadis itu tiba kemudian turun dari taxi dan langsung masuk ke dalam. Dia membuka pintu lalu pergi ke dalam kamar, Cella membuka lemari dan melihat pakai-pakaian Logan tidak ada lagi. Cella duduk di sisi tempat tidur kemudian dia menangis.


“Mengapa kamu tidak percaya kepadaku, kamu tahu aku hanya mencintaimu,” tangis Cella sambil mengusap airmatanya. Dia berdiri kemudian Cella keluar dari condominium, gadis itu langsung pergi ke rumah orang tuanya.


Tiba di rumah Cella langsung mencari kunci mobil kemudian dia keluar kembali dan pergi ke tempat tinggal Logan yang lama.


Cella tiba kemudian dia masuk ke dalam gedung, dia langsung menuju ke ruangan milik kekasihnya. Cella mengetuk pintu tapi tidak ada tang membukanya.


“Maaf, Nona. Logan tidak ada, semalam dia hanya datang mengambil pakaiannya kemudian dia pergi lagi,” jelas pria itu kepada Cella.


“Apakah Anda tahu kemana dia pergi?” tanya Cella dengan wajah sedih.


“Aku tidak tahu, Nona,” jawab Pria itu sambil berlalu dari hadapan gadis itu.


Cella keluar dari gedung itu dengan kecewa, dia tidak tahu kemana akan mencari kekasihnya. Akhirnya gadis itu kembali ke condominium. Dia masuk ke dalam kemudian Cella menggeluarkan ponsel dari saku celana dan mencoba menghubungi Logan tapi tetap sama ponsel pria itu tidak aktif. Cella duduk di lantai kemudian kembali menangis.


“Kemana aku harus mencarimu, aku tidak tahu teman-temanmu. Kenapa juga kamu percaya dengan foto-foto itu.” Dia berdiri kemudian Cella pergi ke kamar dan menangis.


“Aku sangat mencintaimu, tidak mungkin aku mengkhianatimu. Mengapa kamu tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskannya.” Cella memeluk bantal dan kembali menangis, dia tidak tahu kemana akan mencari kekasihnya.


“Apakah benar kamu sudah meninggalkanku? Aku mencintaimu Logan, aku mencintaimu!” teriak Cella di dalam kamar. “Kamu tega Logan, tega sekali tidak memberi kesempatan padaku dan kamu Acel, kalau sampai aku dan Logan benar-benar berpisah, seumur hidupku aku akan membencimu.” Cella sangat geram, dia begitu membenci kembarnya.

__ADS_1


__ADS_2