
Mike tiba di kantornya, dia masuk ke dalam ruangannya lalu dia menggebrak meja kerjanya.
“Shit … masih selamat juga si Acel. Aku harus berhati-hati, jangan sampai Carlos tahu kalau Erick yang menembak Acel.Aku harus menghubungi James, aku akan meminta dia untuk membatalkan rencananya. Aku tidak ingin Carlos menghabisi keluargaku.” Kata Mike kemudian dia duduk di kursi kerjanya.
Sementara di rumah sakit, Carlos sedang berbincang bincang dengan Charlie, Hank dan Bane
“Semenjak perusahaan minyak di Ecuador atas nama Acel, nyawa Acel selalu dalam bahaya. Aku tidak menyangka Mike mengatas namakan perusahaan itu atas nama Acel.” Kata Carlos
“Jangan-jangan Mike sendiri yang ingin membunuh Acel.” Ujar Charlie, dia ingin melihat reaksi Carlos dengan perkataannya itu
“Em … tidak mugkin Charlie. Mike sudah menganggap anak-anakku seperti anaknya sendiri.”
Charlie menarik napas panjang
“Ya semoga seperti itu.” Kata Charlie lagi
Carlos tersenyum kemudia dia berdiri dan masuk ke dalam ruangan, dia menghampiri Acel yang lagi duduk di tempat tidur.
“Bagaimana keadaanmu sayang?” Tanya Carlos sambil duduk di sisi tempat tidur.
“Aku tidak apa-apa pap, aku ingin pulang.” Jawab Acel
“Iya, sebentar lagi kamu akan pulang. Papa akan selesaikan administrasinya dulu, di luar ada Charlie, Hank dan Bane.
Acel tersenyum dan menganggukan kepala.
“Iya pap, terima kasih.” Ucap Acel
Carlos berdiri dan meninggalkan Acel. Acel berbaring di tempat tidur kemudian Jessica dan Sheren masuk
“Sayang, kamu tidak apa-apa?” Tanya Jessica dengan cemas
Acel duduk lalu dia tersenyum kepada Jessica dan Sheren
“Aku tidak apa-apa mam, hanya tertembak di punggung.” Jawab Acel kemudian dia menarik Sheren duduk di sisi tempat tidur
“Aku khawatir padamu.” Ujar Sheren sambil memegang tangan Acel.
“Tidak perlu khawatitr, aku baik-baik saja.” Kata Acel sambil mencium pipi Sheren
“Sayang papa dimana?” Tanya Jessica
“Papa sedang menyelesaikan administrasi, hari ini aku pulang.” Jawab Acel
“Oh … begitu.” Gumam Jessica
“Mam, aku ingin segera menikah dengan Sheren.” Kata Acel
“Iya nanti kita bicarakan di rumah, papa dan mama memang sudah merencakannya.”
Sheren hanya diam mendengar Jessica dan Acel. Tidak lama kemudian Carlos masuk dia menyapa Sheren dan Jessica
“Ohh … kamu sudah datang sayang.” Kata Carlos kepada Jessica. “Hi Sheren,” sapa Carlos kepada Sheren sambil mencium kedua pipi Sheren
“Iya beb, jadi Acel akan pulang sekarang?”
“Iya sayang, aku sudah menyelesaikan administrasinya.” Jawab Carlos sambil tersenyum
“Baiklah kalau begitu ayo!” ujar Jessica
Sheren membantu Acel turun dari tempat tidur lalu mereka berempat keluar dari ruangan. Mereka pergi ke parkiran dan masuk kedalam mobil, Carlos langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah.
Mereka tiba di rumah, Carlos, Jessica, Acel dan Sheren masuk ke dalam rumah. Isabell melihat Acel dia langsung berlari menghampiri Acel
“Acel apakah kamu sudah sembuh?” Tanya Isabell sambil memegang tangan Acel dan berjalan di samping Acel.
“Iya Isabell sayang, aku sudah sembuh. Oh ya Chantiq mana?”
“Dia sedang bersama Theresa, oh ya Acel aku ikut kekamarmu ya?” Kata Isabell
“Iya sayang, ayo!” Ujar Acel
Isabell mengikuti Acel dan Sheren ke kamar Acel. Sedangkan Carlos dan Jessica, mereka berdua masuk ke dalam kamar mereka. Jessica meletakkan tasnya kemudian dia duduk di sofa.
“Beb, Acel ingin segera menikah dengan Sheren.” Ucap Jessiac
__ADS_1
Carlos menatap Jessica
“Kalau begitu atur saja.” Ujar Carlos
“Iya tapi acara pernikahan mereka akan di langsungkan di mana?” Tanya Jessica
“Di Spanyol saja.” Jawab Carlos sambil duduk di samping Jessica
“Bagus, aku suka. Kapan mereka akan kita nikahkan?” Tanya Jessica lagi
“Dua bulan depan.” Jawab Carlos.
“Baiklah, aku harus mengurus dari sekarang untuk keluarga Sheren yang ada di Indonesia.”
“Iya sayang, kita harus mengurus cepat untuk visa mereka.” Ujar Carlos
“Iya beb.”
Jessica berdiri lalu dia keluar dan pergi ke kamar Chantiq, Jessica tersenyum melihat Chantiq bermain sendiri di dalam box.
“Theresa kamu sudah bisa pulang, besok kamu datang lebih pagi ya!”
“Baik nyonya Jessi.”
Teressa meninggalkan Jessica kemudian dia pulang. Jessica menggendong Chantiq dan membawa Chantiq ke kamarnya. Jessica meletakkan Chantiq di samping Carlos kemudian mereka bertiga bermain dengan Chantiq.
Mexico
Kairos dan Tania sedang berbincang bincang di kamar
“Sayang kita akan pindah dari pulau ini, kita akan tinggal di kota. Aku akan membuka usaha di kota Acapulco, aku ingin membangun condominium di sana.” Kata Kairos kepada Tania
“Apakah kamu punya modal?” Tanya Tania
“Sayang, mama akan membantuku. Kemarin aku menelepon mama, terus mama yang menawarkan bantuan padaku.”
“Oh … berarti kamu harus mencari lahan kosong di Acapulco.” Ujar Tania
‘Tentu saja sayang, Mauritio akan membantuku dan aku ada rencana lain agar bisa terhubung dengan perusahaan opa Federico yang di pegang paman Mike.
“Nanti aku ceritakan padamu, ini masih rahasia. Jangan sampai Readers tahu.”
“Baiklah honey, kita bicara bisik-bisik saja supaya mereka tidak tahu.” Lol
“Oh ya, mama juga mengatakan padaku kalau dua bulan lagi Acel dan Sheren akan menikah. Aku ingin sebelum Acel menikah aku bisa membongkar kedok paman Mike dan Reagen.”
“Iya honey, aku ingin hadir di pernikahan Sheren dan Acel. Aku sangat rindu kepada mereka berdua, apalagi Cella.” Ujar Tania
“Iya sayang aku juga, makanya aku harus memulai rencanaku dari sekarang.”
“Apa rencanamu honey?” tanya Tania
“Begini sayang ….
Kairos menceritakan rencananya kepada Tania, terlihat Tania mengangguk-anggukan kepala.
“Bagaimana sayang? Kamu setuju dengan rencanaku?” Tanya Kairos
“Aku setuju honey, tapi Ezer bagaimana?”
“Ezer kita titipkan ke Aunty Joly.” Jawab Kairos
“Berarti kita harus ke Seattle.” Ujar Tania
“Tentu saja sayang, kita akan ke kota Seattle.” Kata Kairos sambil tersenyum
“Aunty Joly pasti terkejut melihat aku masih hidup honey.”
“Sayang, dia pasti sangat senang melihatmu masih hidup.”
“Tentu saja honey.” Ujar Tania sambi tertawa. “Oh ya, kapan kita akan ke kota Seattle?” Tanya Tania
“Besok lusa kita ke Kota Seattle, aku nanti bolak-balik Seattle Mexico.” Jawab Kairos.
“Bagus kalau begitu honey.” Ucap Tania.
__ADS_1
Dua hari kemudian Kairos dan Tania pergi ke Kota Seattle, mereka tiba di Seattle-Tocama International Airport. Kairos menggendong Ezer dan keluar dari airport, Kairos memanggil taxi lalu taxi berhenti tepat di depan mereka.
Tania mengambil Ezer dari Kairos lalu dia masuk ke dalam taxi, Kairos meletakkan barang barang mereka ke dalam bagasi kemudian dia masuk ke dalam taxi. Tania meminta sopir taxi mengantar mereka ke rumah aunty Joly.
Taxi meninggalkan airport lalu menuju ke rumah aunty Joly, mereka tiba di rumah aunty Joly. Mereka turun dari taxi kemudian Tania mengetuk pintu rumah aunty Joly.
Pintu terbuka, aunty Joly terkejut melihat Tania di depan pintu bersama Kairos dan Ezer.
“Sayang??
Tania langsung mengajak Kairos masuk kedalam
“Aunty kita bicara di dalam.” Ujar Tania
Aunty Joly masih bingung dia berjalan masuk kedalam bersama Kairos dan Tania, mereka duduk di sofa.
“Sayang, jadi kalian tidak mati?” tanya aunty Joly dengan wajah yang masih kebingungan.
Tania tersenyum lalu dia menceritakannya kepada Aunty Joly. Dia juga menceritakan rencana dia dan Kairos.
“Aunty akan membantu kalian, Aunty akan menjaga Ezer.” Ujar Joly
“Terima kasih Aunty.” Ucap Tania, kemudian dia memeluk Aunty Joly.
“Kalian akan tinggal disinikan?” Tanya Aunty Joly
“Iya Aunty, untuk sementara aku dan Kairos akan tinggal disini.”
“Bagus sayang, aunty senang.” Ujar aunty Joly kemudian dia menggendong Ezer.
Sementara di kediaman Mike terlihat Mike sedang berbincang bincang dengan Sonia dan Reagen
“Aku belum bisa mendapatkan tanda tangan Carlos atau Federico, kita harus bersabar.”
“Iya sayang. Oh ya aku punya ide.” Kata Sonia
“Ide apa mom?” Tanya Reagen
“Sayang bagaimana kalau aku membantu di kantormu.” Ujar Sonia kepada Mike
“Tapi mom, siapa yang akan menjaga Clau?” tanya Reagen
“Kita bisa mencari pengasuh untuk Clau sayang.” Jawab Sonia
“Iya, kita bisa membayar pengasuh untuk Clau.” Ujar Mike. “Baiklah sayang kita cari pengasuh dan kamu bisa membantuku di kantor, kamu harus membantuku menguasai perusahaan Federico.
“Tentu saja sayang, aku akan membantumu untuk menguasi perusahaan Federico.”
“Bagus itu mom, biar aku saja yang mencari pengasuh untuk Clau.” Ucap Reagen
“Iya Reagen, kamu cari pengasuh yang sudah berpengalaman.” Kata Sonia kepada Reagen
“Tentu saja Mom.”
Erick mendengar percakapan Mike, Reagen dan Sonia
“Maaf, tadi aku mendengar kalian ingin mencari pengasuh untuk Clau.” Ujar Erick
“Iya Erick, kami sedang mencari pengasuh untuk Clau. Apakah kamu bisa mencarikannya?” Tanya Mike
“Iya Mike, kebetulan tetanggaku sedang membutuhkan pekerjaan. Dia dulu pengasuh bayi juga, umurnya sekitar 48 tahun.
“Itu bagus, dia sudah pengalaman jadi kita tidak perlu khawatir.” Kata Mike
“Kalau begitu besok kamu bawah dia kesini.” Pinta Sonia
“Tapi dia bisu.” Ujar Erick
“Tidak apa-apa Erick, yang penting dia bisa mengasuh Clau.” Sahut Reagen
“Baiklag besok aku akan membawa dia ke sini.” Kata Erick
“Terima kasih Erick.” Ucap Mike
Erick meninggalkan Mike Sonia dan Reagen, dia langsung menghubungi Jack dan Charlie.
__ADS_1
Selamat membaca