
Handphone Jessica berbunyi dan dia melihat ada pesan dari Fanya, dia melepaskan pelukan Carlos dan berdiri.
“Beb pakai kaos juga celanamu! Fanya sudah di bawah.” Kata Jessica pada Carlos.
“Fanya datang kesini sayang?” Tanya Carlos sambilberdiri dari duduknya
“Iya beb, dia sudah di bawah. Cepat pakai pakaianmu!” Carlos berdiri dan masuk kedalam kamar, kemudian Jessica turun ke lobby menjemput Fanya.
Sampai di lobby dia melihat anya dan anaknya lagi duduk dan Jessica memanggil Fanya
“Fanya ayo masuk!” Panggil Jessica sambil menahan pintu lift. Fanya dan anak perempuannya masuk kedalam lift.
Jessica dan Fanya berpelukan di dalam lift. “Aku kangen padamu Jessi.” Fanya melepaskan pelukkannya dan menatap Jessica. “Jess kamu tidak berubah ya.” Kata Fanya sambil memperhatikan wajah dan tubuh Jessica.
“Masah sich Fan, umurku sudah dua sembilan masa tidak berubah.”
“Iya Jessi, kamu tidak berubah.” Kata Fanya dan Jessica tertawa.
Mereka sampai dan Jessica membuka pintu apartemen kemudian mereka masuk. Jessica menyuruh Fanya dan putrinya duduk, dan mereka duduk di ruang tamu.
“Jessi anak anakmu mana?” Tanya Fanya.
“Mereka lagi jalan jalan dengan Andrew.” Jawab Jessica dan Carlos turun lalu menyapa Fanya.
“Hi Fanya apa kabar? Lama tidak bertemu.” Kata Carlos sambil berjabatan tangan dengan Fanya.
“Baik baik saja Carlos. iya lama tidak bertemu, habis kalian jauhh.”
Carlos melihat putri Fanya.
“Ini putri kamu Fanya?”
“Iya Carlos ini putriku satu satunya.” Jawab Fanya sambil tersenyum. “Sayang ayo salaman sama om Carlos!” Putri Fanya bersalaman dengan Carlos.
“Siapa namanu cantik?” Tanya Carlos
“Bella om.”
“Ohh.. Bella, nama yang indah.” Kata Carlos. “Bella sekarang umur berapa.?
“Umur sebelas tahun om.” Jawab Bella.
Carlos tersenyum pada Bella.
Dan anak anak Jessica dan Carlos datang, mereka berlarian memeluk Jessica dan Carlos
“Mama aku merindukanmu.” Kata Acel sambil memeluk Jessica dan Jessica tertawa.
Fanya melihat Andrew.
“Hei Ndrew apa kabar? Kamu kemana saja tidak pernah memberi kabar.” Kata Fanya sambil memeluk Andrew.
“Aku baik baik saja fanya, iya aku sering keluar kota ikut papaku. Ini kebetulan saja aku di Jakarta, ini putrimu Fanya?”
“Iya Ndrew ini putriku.” Jawab Fanya.
“Putrimu cantik sekali Fanya, umur berapa sekarang putrimu?”
“Sebelas tahun Ndrew.” Jawab Fanya, Fanya melihat anak anak Jessica. “Jess anak anakmu ganteng ganteng dan cantik ya.”
Jessica tersenyum dan memanggil ketiga anaknya.
“Kairos Acel cella, Ayo salaman sama tante fanya!” Mereka bertiga menyapa dan bersalaman dengan Fanya. “Kairos ajak Bella bermain di atas!”
Kairos mengajak Bella bermain di atas di ikuti Acel dan Cella. Sedangkan Carlos mengajak Andrew naik keatas juga dan mereka bermain catur.
__ADS_1
Jessica dan Fanya duduk duduk di ruang tamu dan berbincang bincang, Fanya terus memperhatikan Jessica.
“Jessi aku serius kamu tidak berubah, dari bentuk tubuh dan wajahmu kamu tidak berubah.” Kata Fanya. “Padahal anakmu sudah tiga Jessi.”
“Masa sich Fanya, malah aku merasa sudah tua.” Kata Jessica sambil tertawa.
“Ah kamu baru dua sembilan aku sudah tiga dua, kita berduakan beda tiga tahun Jessi. Rahasianya apa Jessi supaya awet muda terus? Aku lihat juga Carlos tidak berubah, rahasia kalian berdua apa sich?”
Jessica tertawa. “Tidak ada rahasia apa apa fanya.” Malah kami berdua selalu sibuk dengan pekerjaan.
“Tapi kalau di ranjang selalu ada waktukan?” Canda Fanya dan Jessica tertawa.
“Ohh, kalau itu harus Fanya. Setiap hari sebelum tidur dan bangun pagi aku selalu melayaninya di ranjang.” Kata Jessica sambil tertawa.
“Serius Jessi? Kalau suamiku seminggu bisa tiga sampai empat kali.”
“Bukannya suamimu asal Australi fanya?”
“Iya Jessi, tapi ya begitu dech.”
“Kamu kurang mesrah kali sama suamimu Fanya?” Kata Jessica
“Jess aku orangnya romantic, cuma suamiku agak cuek sich.”
“Fanya kalau suamimu cuek kamu yang harus memulai, aku dan Carlos begitu, kalau aku lagi ingin aku yang minta duluan. Karena terkadang laki laki tidak kalau kita lagi ingin dan mungkin juga suamimu tidak ingin melakukannya karena dia melihat kamu Lelah. Fanya, segala sesuatu harus kita komunikasikan dengan suami.
“Ohh begitu ya Jess.”
“Iya Fanya, kamu komunikasikan dengan suamimu. Atau kamu beli beberapa gaun tidur dan kamu jadikan gaun tidur ini sebagai pertanda kamu lagi ingin melakukannya dengan dia. Fanya, masalah ranjang kita harus komunikasi dengan suami.
“Apa yang kamu katakan benar juga sich Jess.”
“Iya Fanya aku kalau soal ranjang aku diskusi dengan Carlos, kalau ada yang tidak aku suka aku diskusi dengannya dan dia mengerti. Kamu tau sendirikan bule maunya gaya ini gaya itu.” Kata Jessica dan Fanya langsung tertawa.
“Benar bener Jessi.” Kata Fanya sambil tertawa. “Apa lagi kalau gaya yang mereka minta membuat kita tidak nyaman.”
“Oh ya Jess, pernah gak Carlos minta yang aneh aneh sama kamu?”
“Aneh aneh gimana Fanya?” Tanya Jessica.
“Kamukan tahu bule seperti apa, kadang bukan tempat sebenarnya tapi mereka merasa lebih nikmat kalau masuk disitu.” Kata Fanya sambil tertawa.
“Oh.., kalau soal itu Carlos sendiri yang tidak mau. Aku juga tidak mau fanya, aku dan Carlos ingin yang normal normal saja.” Kata Jessica dan mereka berdua tertawa. “Oh ya Fanya, kabar Tini gimana? Aku berapa kali menelponnya tapi nomornya gak aktif.”
“Jessi Tini sekarang sudah tinggal di India, dia menikah dengan orang India. Suaminya dokter.” Kata Fanya.
“Ohh.. Pantesan berapa kali aku telepon nomornya gak aktif, kamu punya nomor wa-nya?”
“Iya aku punya, nanti aku kirim via wa kekamu.”
Kairos dan Bella berlari turun dari tangga menuju Jessica dan Fanya, begitu sampai Kairos langsung memeluk Jessica dan Bella duduk di samping Fanya.
Jessica mencium Kairos dan Kairos mencium berulang kali pipi Jessica dan Jessica tertawa.
“Sayang sudah, ajak Bella bermain lagi. Mama lagi ngobrol sama tante Fanya!”
“Iya mama.” Kairos kembali mencium pipi Jessica. “Bella ayo ke atas.” Kairos mengajak Bella naik keatas dan Bella mengikuti Kairos.
Fanya melihat Bella dan Kairos lalu dia tersenyum.
“Jessi Kairos ganteng sekali ya, matanya mirip kamu.”
“Oh ya? Masa sich?”
“Iya Jessi Kairos mirip dengan kamu. “Oh ya Jessi bagaimana kalau kita jodohkan Kairos dengan Bella?”
__ADS_1
“Uummm, aku suka fanya tapi aku gak janji. Masalahnya Kairos tinggal di Amerika aku takut aku berjanji padamu tapi malah Kairos memilih wanita lain.
“Iya Jessi, tidak apa apa. Biarkan saja mereka saling mengenal dari sekarang, nanti kalau Kairos di Amerika mereka bisa saling komunikasi lewat wa.”
“Iya Fanya, tapi Kairos aku belum ijinkan dia pegang handphone. Aku akan ijinkan kalau dia sudah Sekolah Menengah Atas, kalau inikan dia baru lulus dari Elementary School. Tapi nanti aku akan belikan Kairos macbook supaya mereka bisa komunikasi lewat Skype.” Kata Jessica
“Jadi Jessi anak anakmu belum memegang handphone?”
“Iya Fanya, aku belum ijinkan mereka pegang handphone. Aku tidak mau pelajaran mereka terganggu, terus mata mereka rusak. Aku sayang mereka makanya aku belum ijinkan.”
“Mereka tidak menuntut padamu untuk membelikan mereka handphone?”
“Tidak Fanya, anak anakku tidak suka menuntut. Aku sudah ajarkan mereka dari kecil Fanya, apalagi Kairos. Dia tidak pernah menuntut beli ini beli itu.”
“Jessi, beda dengan anakku. Papanya selalu mengikuti kemauan anakku, kalau Bella minta belikan sesuatu padaku terus aku tidak kasih, papanya yang belikan.”
Jessica tersenyum. “Kalau aku dan Carlos selalu kerja sama dalam mendidik anak, kalau aku bilang tidak pada anak anak, Carlos juga akan bilang tidak. Tapi anak anakku tidak pernah menuntut.”
“Kamu tau Fanya di sekolah Kairos itu anak anak orang kaya, rata rata anak anak mereka memiliki iphone keluaran terbaru. Aku mengajak Kairos ke ibox, aku suruh dia memilih iphone yang dia suka tapi kamu tahu apa jawaban Kairos padaku?”
“Ah mama untuk apa beli, nanti saja kalau aku sudah dewasa aku yang akan meminta pada mama dan papa. Lagipula aku sudah punya ps5, itu sudah cukup bagiku.”
“Jessi aku salut padamu, cara kamu dan Carlos mendidik anak anakmu. Kalian tidak memanjakan anak anak kalian dengan materi.
“Iya Fanya, aku tidak suka memanjakan anak anak dengan materi. Itu akan merusak mereka, aku memanjakan mereka dengan cara memberi kasih sayang dan perhatian. Selalu memberikan waktu untuk mereka.
“Jessi kamu benar benar menjadi ibu rumah tangga yang baik.” Kata Fanya pada Jessica dan Jessica tertawa.
“Hmmm... Fanya pengalaman dan masa laluku itu yang mengajarkanku cara mendidik dan memberikan kasih sayang pada anak anakku. Aku tidak ingin apa yang aku alami dulu terjadi pada anak anakku.” Kata Jessica.
Kairos dan Bella turun dan Kairos duduk di pangkuan Jessica. Jessica memeluk Kairos.
“Sudah selesai bermain dengan bella?”
“Iya mama, mam nanti kalau kita sudah di Amerika aku nanti pinjam handphone mama ya.”
“Untuk apa sayang?” Tanya Jessica.
“Aku ingin menghubungi Bella kalau sudah di Amerika.”
“Nanti mama belikan saja macbook supaya kalian berdua bisa ngobrol ngobrol di Skype.”
“Benar ya mama.” Kairos sangat senang dan dia memeluk Jessica. “Terima kasih mama.” Kata Kairos pada Jessica sambil mencium pipi Jessica berulang kali dan Jessica tertawa.
Hari mulai malam Fanya dan Andrew pamit pada Jessica dan Carlos.
“Jessi aku dan Bella pulang dulu ya, sudah mau malam.”
“Baiklah Fanya. Oh ya bagaimana kalau besok kita ajak anak anak bermain di Atlantis water adventure di Ancol?”
“Iya Jessi besok kita kesana, aku juga sudah lama tidak ajak anakku main kesana.”
“Ok Fanya kalau begitu kita ketemu besok lagi.”
“Baik Jessi.” Fanya dan Jessica berpelukan.
“Jessi Carlos aku juga pulang dulu ya, nanti besok aku kesini lagi.”
“Baik Ndrew. Thanks ya sudah ajak anak anakku jalan jalan.”
“Iya sama sama Jessi.” Andrew dan Fanya meninggalkan apartemen.
Jessica dan Carlos naik keatas dan duduk di depan Tv. Ketiga anak mereka bermain di kamar.
Jessica berbaring disofa dan Carlos menindiih tubuhnya. Mereka berdua bersenda gurau, sesekali Carlos mengecup bibir Jessica. Carlos memutar badannya membelakangi Jessica dan Jessica memeluk Carlos dari belakang sambil menonton Tv.
__ADS_1
Selamat membaca
Terima kasih bagi yang masih setia membaca dan Terima kasih juga atas like dan komennya.