SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Memangnya kamu siapa


__ADS_3

Hari ini Chico akan datang, terlihat gadis itu keluar dari kamarnya dan mengambil kunci mobil kemudian pergi ke depan, Cella melihat Erick dan Cliff sedang di depan rumah.


Dia menatap sinis kepada Erick dan berjalan menuju ke mobil. Erick melihat Cella akan pergi lalu dia menghampiri gadis itu.


“Anda akan pergi kemana, Cella?” tanya Erick. Dia ingin menghalangi Cella lalu gadis itu menatap Erick dengan kesal.


“Kamu siapa terus bertanya seperti itu padaku? Apakah kamu papaku?” tanya Cella dengan ketus. Bane dan Alex melihat Cella dan Erick kemudian mereka berdua menghampiri Erick.


“Biarkan dia pergi, Jessica sudah berpesan kepada kami untuk membiarkan Cella pergi menjemput temannya di Airport,” jelas Bane kepada Erick kemudian Erick meninggalkan Cella lalu gadis itu tersenyum kepada Bane dan memeluknya.


“Terima kasih, kalian berbeda jauh dengan orang-orang baru itu. Mereka semua penjilat,” ujar Cella dengan wajah cemberut. Bane dan Alex langsung tertawa.


“Kalian dari kecil sudah bersama kami, dan sudah menganggap kalian seperti anak-anak kami, kalian sangat baik pada,” ujar Alex sambil tersenyum dan melirik Bane.


“Iya, apa yang di katakan Alex sangat benar, kalian sudah seperti  anak kami,” sambung Bane lalu Cella tertawa dan memeluk Bane dan Alex.


“Aku sangat rindu Hank, dia seperti kalian,” ucapnya lirih, dia sangat sedih dengan kepergian Hank.


“Iya kami juga sangat merindukannya, tapi dia sudah tenang disana,” ujar Bane sambil tersenyum.


Cella tersenyum kembali kemudian dia masuk ke dalam mobil, Cella langsung menjalankan mobilnya menuju ke kantor mamanya. Di dalam mobil dia memikirkan bagaimana cara bertemu dengan Logan, sampai tak terasa dia sudah tiba di kantor Jessica.


Dia turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor. Cella langsung menuju ke ruang kerja Jessica, dia mengetuk pintu lalu terdengar suara Jessica menyuruhnya masuk.


Cella masuk lalu menghampiri Jessica, dia memeluk dan mencium kedua pipi mamanya. Jessica membalas pelukan Cella dan mencium kedua pipi gadis itu.


“Ada apa, Sayang,” tanya Jessica sembari menarik tangan Cella untuk duduk di sofa lalu mereka berdua duduk.


“Mam, katakan kepada papa untuk kembalikan ponselku. Aku akan menjemput Chico di airport dan aku tidak memiliki ponsel,” ujar Cella dengan wajah cemberut lalu Jessica tersenyum dan mencubit pipi putrinya itu.


“Sebentar, Sayang. Mama akan telepon papa,” sahut Jessica kemudian dia duduk di kursi kerja dan menelepon suaminya, panggilan terhubung.


“Hallo, Babe. Apakah kamu di kantor?” tanya Jessica kepada suaminya sambil memperhatikan Cella yang berdiri dan pergi ke depan jendela.


“Iya, Sayang. Ada apa?” tanya Carlos dari seberang telepon.


“Ponsel Cella kamu simpan dimana?” tanya Jessica lagi.


“Di laci meja kerja, kenapa?” Carlos balik bertanya kepada Jessica.


“Cella membutuhkannya, dia ingin menjemput Chico di aiport tapi ponselnya kamu sita,” jawab Jessica seraya tersenyum kepada putrinya.


“Oh, suruh saja dia ambil di laci meja kerjaku,” sahut Carlos lagi.


“Baiklah.” Jessica  menutup telepon kemudian dia berdiri dan menghampiri putrinya.

__ADS_1


 “Sayang, ponsel kamu ada di laci meja kerja papa. Kamu pulang dan ambil saja.” Cella terlihat sangat senang, dia langsung memeluk mamanya.


“Terima kasih, Mam. Kalau begitu aku kembali ke rumah sekarang,” ujar Cella kemudian dia mencium pipi mamanya dan meninggalkan kantor. Cella kembali ke rumah dan mengambil ponselnya, dia langsung menuju ke airport.


Cella tiba di airport kemudian dia memarkirkan mobilnya dan turun. Dia pergi ke tempat kedatangan, dia duduk lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Cella langsung menghubungi Logan, terdengar suara pria itu dari seberang telepon.


“Hi, kamu sudah mendapatkan ponselmu kembali?” tanya Logan dari seberang telepon, terdengar suara pria itu sangat senang sang kekasih menghubunginya.


“Iya, aku minta tolong sama mama untuk meminta papa berikan ponselku,” jawab Cella sambil matanya melirik ke dalam ruang kedatangan.


“Aku senang mendengarnya, oh ya kamu lagi di mana?” Logan mendegar suara lain dari ponsel Cella.


“Aku lagi di airport. Chico memintaku untuk menjemputnya,” jawab Cella sambil memindahkan ponselnya di kuping sebelah.


“Oh ...,” gumam Logan. Terdengar suaranya seperti tidak suka gadis itu menjemput Chico. “Apakah dia akan menginap di rumahmu?” tanya Logan lagi.


“Aku tidak tahu, mungkin di hotel,” jawab Cella lagi


“Baiklah kalau begitu, hati-hati ya,” ucap Logan kemudian terdengar telepon di tutup. Cella melihat ponselnya sambil mengkerutkan dahi.


Aku belum selesai bicara kenapa dia sudah menutup teleponnya? tanya Cella dalam hati kemudian dia mengirim pesan kepada Logan.


“Apakah kamu marah aku menjemput Chico?” Terlihat pesan sudah terkirim dan di baca, di layar ponsel nampak typing. Menandakan kalau Logan sedang menulis lalu tidak lama kemudian pesan dari Logan masuk. Cella langsung membaca pesan itu.


“Aku tidak marah.” Isi pesan Logan kemudian Cella memasukan ponselnya ke dalam tas dan melihat lagi ke dalam ruang kedatangan.


Cella tersenyum dan mengajak Chico pergi ke parkiran mobil, dia membuka bagasi dan menyuruh Chico memasukkan kopernya kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil.


“Apakah kamu mau ke hotel atau ke rumah orang tuaku?” tanya Cella membuka pembicaraan sambil menyetir mobil.


“Em, aku ke hotel saja,” sahut chico sambil menatap wajah cantik gadis itu.


“Baiklah, apakah kamu sudah booking hotelnya?” tanya Cella lagi.


“Sudah,” jawabnya seraya  menganggukan kepala dan matanya melihat keluar jendela.


Cella mengantar Chico ke hotel yang sudah pria itu booking, keduanya tiba lalu mereka berdua turun dari mobil.


Chico mengambil kopernya kemudian mereka berdua masuk ke dalam hotel. Chico chek in lalu petugas mengantar Cella dan pria itu ke kamar.


Mereka masuk lalu Chico meletakkan kopernya kemudian mereka berdua duduk. Cella dan Chico bercakap-cakap lalu terdengar ponsel Cella berbunyi. Gadis itu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kemudian dia melihat ada satu pesan dari Logan.


“Apakah kamu sudah bertemu dengannya?” Cella membacanya kemudian dia membalas pesan dari Logan.


“Iya, aku sudah bertemu dengannya,” balas Cella kemudian dia lanjut berbincang dengan Chico. Tidak lama kemudian ponselnya berbunyi lagi. Cella menatap Chico dan tersenyum, dia melihat pesan dari kekasihnya.

__ADS_1


“Apakah dia akan tinggal di rumahmu?” Bunyi pesan Logan lalu Cella membalasnya lagi.


“Tidak, dia menginap di hotel. Aku sedang berbincang-bincang dengannya.” Cella mengirim pesan itu kemudian dia melanjutkan kembali berbincang dengan Chico. Ponselnya berbunyi lagi, dia dan Chico saling tatap kemudian mereka berdua tertawa.


“Maaf, Chico,” ucap Cella kemudian dia membaca pesan Logan.


“Apakah kamu akan tidur bersamanya?” Pesan Logan membuat gadis itu kesal, dia langsung membalas pesan Logan.


“Apakah kamu sudah gila!” Cella terlihat kesal, dia mengirim pesan itu kemudian dia mematikan ponselnya.


“Maaf, perbincangan kita terganggu terus,” canda Cella lalu Chico tertawa. “Oh ya, Chico. Apakah kamu sudah makan?” tanya Cella mengalihkan permbicaraan


“Um, aku sudah makan. Tapi kalau kamu belum makan kita cari restoran dan aku akan temani kamu makan,” canda Chico sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Cella lalu gadis itu tertawa.


“Iya, Chico. Aku belum makan perutku terasa lapar,” ujar Cella kemudian dia berdiri. “Bagaimana kalau kita cari restoran yang bagus?”


“Um ... ok, kamu pasti lebih tahu restoran apa yang bagus karena kamu tinggal disini.” sahut pria itu seraya ikut berdiri.


“Aku tahu, Chico. Ada satu restoran yang hidangannya sangat lezat, aku rasa kamu pasti akan lapar kembali,” canda Cella lalu Chico tertawa.


Mereka meninggalkan hotel dan menuju ke restoran yang diberitahukan Cella. Tidak menunggu lama Cella dan Chico tiba di restoran itu kemudian masuk.


Pelayan menyambut mereka dan mengantar kedu orang itu ke meja. Pelayan memberikan buku menu kepada mereka berdua.


Sementara di condominium terlihat Logan sangat gelisah, dia menjadi cemburu dengan kedatangan Chico. Apalagi mendengar Cella sedang berada di hotel bersama Chico, dia langsung curiga kepada gadis itu.


“Apa yang di lakukan Cella dan Chico di hotel, kenapa dia mematikan ponselnya? Apakah dia tidak ingin aku mengganggunya?” Logan mulai berpikir yang tidak-tidak kepada gadis itu.


“Apakah Cella sudah tertarik kepada Chico? Dan apakah dia akan meninggalkanku? Carlos pasti lebih menyukai Chico, dia pengusaha sukses sedangkan aku ....” Logan berdiri kemudian dia mengambil botol minuman dan menuangnya ke dalam gelas.


“Aku bukan siapa-siapa. Aku bisa gila kalau Cella meninggalkanku, aku terlalu mencintainya,” ujarnya sambil meminum minuman yang ada di dalam gelas.


“Acel pasti senang melihat Cella dan Chico.” Pikiran Logan menjadi kacau dia begitu takut kalau gadis itu meninggalkannya dan pergi bersama Chico.


“Kenapa kamu harus mematikan ponselmu,” teriak Logan kemudian dia membanting gelas di lantai. “Cella, aku mencintaimu.” Logan mengambil ponselnya kemudian dia menghubungi Cella tapi ponsel gadis itu tidak aktif. Terlihat wajah Logan berubah menjadi marah.


“Kamu pasti sedang melakukan hubungan itu bersama Chico, makanya ponsel kamu matikan.” Logan menjadi emosi, dia mengeluarkan kartu dari ponsel kemudian  membuangnya.


“Kamu juga tidak akan bisa menghubungiku,” tukas Logan dengan marah. Dia keluar dan pergi ke parkiran motor.


Logan naik ke atas motor dan memakai helmya, dia meninggalkan condominium dengan keadaan marah.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2