SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Bahagia


__ADS_3

Kairos sedang bersiap siap untuk menemui Carlos di hotel dan Acel masuk kedalam kamar Kairos.


“Kairos kamu mau bertemu dengan papa?”


“Iya Acel.” Jawab Kairos sambil menyisir rambut di depan cermin.


“Oh ya Kairos Vania itu calon istri papa?”


“Iya Acel, Vania calon istri papa dan dua bulan lagi mereka akan menikah.”


“Oh begitu. Kairos aku ingin ikut denganmu bertemu dengan papa.” Kata Acel pada Kairos.


Kairos menatap Acel


“Kalau begitu sekarang kamu bersiap siap.”


“Aku sudah selesai Kairos.” Kata Acel


“Oh.. kamu sudah selesai. Kalau begitu ayo kita pergi sekarang, aku juga akan menjemput Tania.” Kata Kairos pada Acel.


Kemudia mereka keluar dari kamar lalu Mereka pergi kekamar Jessica dan Kairos mengetuk pintu lalu pintu terbukan.


“Mam aku dan Acel mau bertemu papa.” Kata Kairos pada Jessica.


“Baiklah sayang, hati hati ya.”


“Iya mam.” Kata Kairos pada Jessica kemudian dia mencium kedua pipi Jessica. Begitu juga Acel dia memeluk Jessica dan menciumnya.


Acel dan Kairos masuk kedalam mobil kemudian Kairos langsung menjalankan mobilnya ke rumah Tania.”


“Acel, papa pasti senang melihat kamu datang bersamaku.”


“Benarkah Kairos?” Tanya Acel


“Tentu saja Acel, dia sangat merindukan kamu dan Cella. Papa berpikir kalian berdua sangat membencinya.”


“Aku tidak menbencinya Kairos. Kamu tahukan Kairos aku sangat menyayangi papa, papa selalu memanjakanku. Sebetulnya aku sangat merindukan papa.”


“Iya Acel, papa juga sangat merindukan kamu dan Cella. Dia pasti sangat senang melihatmu.” Kata Kairos dan akhirnya mereka tiba di rumah Tania. Terlihat Tania sudah menunggu mereka di teras. Kairos menghentikan mobilnya dan Acel turun lalu dia pindah duduk di belakang. Tania duduk di samping Kairos dan Kairos langsung menjalankan mobilnya menuju ke hotel. Tiba di hotel mereka turun dan masuk ke lobby.


Kairos menelepon Carlos, terdengar suara Carlos


“Kamu sudah sampai Kairos?”


“Iya pap, kami sudah di lobby.” Jawab Kairos.


“Baiklah tunggu saja, papa dan vania segera kesana.”


“Iya pap.” Kata Kairos kemudian dia menutup telepon lalu mereka duduk di sofa.


Tidak lama kemudian Carlos dan Vania datang, Carlos terkejut melihat Acel. Acel melihat Carlos, dia langsung berlari memeluk Carlos.


“Aku sangat merindukanmu pap.” Kata Acel sambil memeluk Carlos dengan erat dan menangis, Carlos juga memeluk Acel.


“Papa juga sangat merindukanmu sayang, papa sangat senang kamu datang bersama Kairos. Maafkan papa ya.” Bisik Carlos di kuping Acel.


“Iya pap, maafkan aku juga.” Kata Acel lagi, dia memeluk erat tubuh Carlos.


“Iya sayang. Sudah jangan menangis.” Carlos memegang kedua pipi Acel dan mengecup kening Acel. “Papa sangat menyayangimu sayang.”


“Aku juga sangat menyayangi papa.” Kata Acel sambil memeluk kembali tubuh Carlos.


Vania dan Kairos tersenyum melihat Acel dan Carlos.


“Oh ya Acel, kenalkan ini Vania calon istri papa. Vania ini Acel anakku yang paling jahil.” Kata Carlos pada Vania. Mendengar Carlos berkata begitu Acel menepuk perut Carlos dan Carlos tertawa.


“Hi Vania senang bertemu denganmu.”


“Terima kasih Acel, senang bertemu denganmu juga.”


“Uumm…. Papa sudah lapar bagaimana kalau kita pergi makan.”


“Iya pap, aku juga sudah lapar.” Kata Kairos

__ADS_1


“Kalau begitu ayo Kairos kita cari restoran.” Sela Acel.


“Baiklah ayo kita pergi.” Ajak Carlos.


Mereka keluar dari lobby menuju parkiran mobil.


“Ehm.., Kairos sepertinya mobilmu tidak cukup untuk kita berlima, sebaiknya papa pakai mobil papa saja.”


“Iya pap, acel kamu mau di mobil papa atau di mobilku.” Tanya Kairos pada Acel.


“Aku bersama papa saja Kairos.”


“Baiklah kalau begitu Acel ayo masuk.” Kata Carlos pada Acel


“Acel kamu duduk di depan saja.” kata Vania pada Acel


“Vania kamu saja yang di depan.”


“Tidak apa apa Acel, kamu saja yang duduk di depan.” Kata Vania lagi.


“Baiklah Vania.” Kata Acel kemudian dia masuk kedalam mobil di ikuti Carlos dan Vania. Carlos menjalankan mobilnya mengikuti Kairos.


“Oh ya Acel, apakah kamu sudah punya pacar?” Tanya Carlos dan Acel tertawa


“Belum pap.” Jawab Acel


“Kenapa belum punya.” Tanya Carlos lagi.


“Ummm.., belum saja pap.”


“Ohh.. begitu.”


Akhirnya mereka tiba di restoran. Mereka turun dan masuk kedalam restoran, pelayan mengantar mereka ke meja lalu mereka duduk. Kemudian mereka memesan makanan, mata Acel sedikit sedikit melirik Vania.


Kemudian dia berbisik pada Carlos.


“Papa, Vania sangat cantik.”


Carlos tersenyum dan melingkarkan tangannya di punggung Acel.


“Iya papa, dia cantik sekali. Papa sangat beruntung memiliki vania.” Bisik Acel lagi dan carlos tertawa sambil mengacak rambut Acel. Kairos Tania dan Vania menatap carlos yang tiba tiba tertawa.


“Kenapa pap?” Tanya Kairos penasaran


“Tidak apa apa Kairos, acel hanya melucu saja.” kata Carlos pada Kairos dan pesanan mereka datang.


“Ayo kita makan.” Kata Carlos pada mereka.


Kemudian mereka makan bersama. Sesekali Acel bercanda pada Vania dan Vania tertawa.


“Ternyata benar Carlos apa katamu, acel suka melucu.” Kata Vania pada Carlos dan Carlos tertawa.


“Iya sayang. Kalau di rumah dia yang paling berisik, dia suka mengganggu Kairos dan Cella.”


“Benar sekali Vania, adikku yang satu ini selain suka melucu tapi jahil juga.” Sela Kairos dan Acel tertawa.


“Iya Kairos karena aku seperti itu makanya kamu selalu merindukanku bukan.” Canda Acel pada Kairos dan mereka tertawa.


Selesai makan mereka kembali ke hotel. Tiba di hotel mereka turun dari mobil dan masuk kedalam hotel, Carlos mengajak mereka untuk ikut bersamanya ke kamar. Dan mereka mengikuti Carlos. Sampai di kamar mereka masuk dan acel langsung duduk di sofa begitu juga Kairos dan Tania, mereka duduk dekat Acel.


Carlos dan vania duduk di depan mereka dan mereka berbincang bincang.


“Oh ya ada yang ingin papa katakan pada kalian, ehm.., akhir bulan depan papa akan menikah dengan Vania.”


“Benarkah pap? Bukanya papa bilang dua bulan lagi?”


“Waktu itu papa hanya bercanda denganmu Kairos, tapi kamu menanggapinya dengan serius.” Kata Carlos lagi.


“Lebih cepat lebih bagus pap, supaya aku bisa punya adik lagi.” Canda Acel dan Carlos tertawa.


“Terus pernikahan papa dan Vania akan di adakan dimana?”


“Kami akan menikah di Indonesia Kairos.”

__ADS_1


“Kenapa tidak di Amerika saja pap?”


“Kairos, keluarga besar Vania di Indonesia. Jadi lebih bagus di Indonesia.” kata Carlos pada Kairos. “oh ya, apakah kalian akan hadir di pernikahan papa?”


“Tentu saja papa aku akan hadir. Aku juga ingin melihat papa bahagia.” Kata Acel pada Carlos.


“Iya pap, aku dan Tania pasti hadir di pernikahan papa.”


“Terima kasih, kalian anak anak papa yang baik.” Kata Carlos pada Kairos dan Acel.


“Oh ya pap, sudah larut malam. Kami harus kembali ke Santa Barbara.”


“Baiklah Kairos. hati hati ya!” Kata Carlos


“Iya pap.” Kairos memeluk Carlos dia juga mencium kedua pipi Vania. “Kami pergi dulu ya.”


“Iya Kairos. Hati hati.” Kata Vania.


“Terima kasih Vania.”


Acel memeluk Carlos dan mencium kedua pipi Carlos begitu juga dia mencium kedua pipi Vania. Tania juga berpamitan dan mencium kedua pipi Vania dan Carlos. Kemudian mereka meninggalkan hotel dan kembali ke Santa Barbara.


Carlos menatap Vania dan melingkarkan tangannya di pinggang Vania.” Aku sangat bahagia melihat Acel datang sayang.”


“Aku sudah katakan padamu, harus sabar. Dan mungkin sebentar lagi Cella yang akan datang padamu.”


“Iya sayang aku juga berharap begitu.” Kata Carlos sambil mengecup bibir Vania. “Ah.., sayang aku tidak sabar lagi ingin menikahimu.” Kata Carlos lagi sambil memeluk erat tubuh Vania.


“Sabar saja Carlos Akhir bulan depan tidak lama.” Canda Vania pada Carlos dan Carlos tersenyum. “ Aku mau ganti pakaian Carlos.” Kata Vania sambil melepaskan pelukan Carlos.


“Baiklah sayang” Carlos melepaskna pelukannya dan dia berbaring di tempat tidur.


Vania masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya kemudian dia keluar dari kamar mandi.


“Carlos kamu tidak mengganti pakaianmu?”


Carlos berdiri dan mendekati Vania kemudian mengecup kening Vania.” Aku akan mengganti pakaianku sayang.” Kata Carlos pada Vania sambil tangannya meremas dada Vania dan Vania menepuk tangan Carlos dan Carlos tertawa.


Carlos masuk kekamar mandi dan mandi. Selesai mandi di keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk. Dia mengambil pakaian di lemari dan memakai pakaian di depan Vania.


Vania menatap Carlos.


“Carlos kenapa tidak memakai pakaianmu di kamar mandi?”


Carlos memakai underwear boxernya dan mendekati vania, kemudian dia menarik vania ke pelukannya” Sayang aku akan menikah denganmu jadi tidak perlu malu untuk mengganti pakaian di depanmu atau kamu mengganti pakaian di depanku.


“Tapi Carlos.”


“Tapi apa sayang?” Sela carlos. “Sebentar lagi kamu akan menjadi istriku. Jadi tidak perlu lagi malu di depanku ok.” Kata Carlos sambil mengecup bibir vania kemudian dia berbaring di tempat tidur hanya menggunakan underwear boxer. Carlos melihat Vania yang masih berdiri


“Kenapa kamu hanya berdiri di situ, ayo tidur sayang.”


“Carlos kenapa kamu tidur hanya memakai begitu.” Kata Vania pada Carlos dan Carlos tertawa, dia bediri dan memeluk Vania.


“Sayang, aku sudah berjanji padamu. Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita menikah.” Kata Carlos sambil mengangkat Vania dan membaringkan Vania di tempat tidur dan dia menindih tubuh Vania. “Kamu tidak usah takut sayang, aku bisa menahan diriku.” Kata Carlos sambil membelai wajah Vania.


“Benarkah Carlos?”


“Iya sayang, aku bisa menahan diriku. Lagipula aku juga ingin melakukannya denganmu setelah menikah, karena aku ingin malam pertamaku bersamamu berkesan.”


“Oh ya?” Kata Vania sambil memegang wajah Carlos.


“Iya sayang. Aku ingin malam pertama kita berdua berkesan, aku ingin mendengar rintihanmu saat milikku menerobos kedalam milikmu dan kamu berkata. Ah.. Carlos sakit sekali please pelan pelan.” Canda Carlos dan Vania tertawa.


“Apakah sakit sekali sampai aku harus merintih?”


“Tentu saja sayang apalagi milikku besar, coba kamu lihat.” Kata Carlos sambil menunjukan miliknya pada Vania dan Vania memukul lengan Carlos dan Carlos tertawa. “Kamu sudah lihatkan sayang, dia belum keras kalau dia sudah keras kamu akan menjerit.” Canda Carlos lagi dan Vania tertawa


“Carlos cukup aku mau tidur.” Kata Vania sambil mendorong Carlos turun dari atas tubuhnya.


Carlos berbaring di samping Vania dan menarik Vania untuk tidur di dadanya.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya


Terima kasih


__ADS_2