SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Yang sebenarnya


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Federico dan Liliana yang ke lima puluh, terlihat Jessica sedang mempersiapkan gaunnya. Dia meletakkan gaunnya di atas tempat tidur, kemudian dia pergi mandi. Selesai mandi dia duduk di depan cermin dan mulai merias wajahnya. Pedro juga sedang bersiap siap. Dia mengambil handuk dan pergi mandi. Selesai mandi dia keluar dari kamar mandi dan melihat Jessica masih berdandan di depan cermin.


“Dear acaranya mulai jam berapa?” Tanya Pedro sambil memakai kemejanya.


“Mulai jam tujuh Pedro.” Jawab Jessica sambil memakai lipstik


Pedro melihat jam sudah menunjukkan 18:30 “Kamu masih lama dear?”


“Aku sudah selesai berdandan pedro.” Kata Jessica sambil berdiri dan mengambil gaun yang dia letakkan di atas tempat tidur kemudian dia memakainya. “Pedro tolong naikan resletingnya” Pinta Jessica pada Pedro. Pedro berdiri di belakang Jessica dan menaikkan resleting gaun Jessica.


“Hmm.. kamu terlihat sangat cantik.” Bisik Pedro di kuping Jessica.


Jessica memutar badannya dan melingkarkan tangannya di punggung Pedro


“Terima kasih suamiku.” Kata Jessica sambil mengecup bibir Pedro dan Pedro tersenyum.


“Aku semakin mencintaimu dear.”


“Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu.” Kata Jessica kepada Pedro dan dia kembali mengecup bibir Pedro.


“Dear, apakah kamu bahagia denganku?” Tanya Pedro sambil menatap mata Jessica.


Jessica juga menatap mata Pedro.


“Pedro aku sangat bahagia denganmu. Jangan kamu berpikir aku bertemu dengan Carlos di rumah Federico terus aku akan jatuh cinta lagi padanya. Tidak sama sekali Pedro. Rasa cintaku pada Carlos sudah hilang. Yang ada di hatiku saat ini hanya kamu, hanya kamu Pedro.” Kata Jessica sambil membelai wajah Pedro.


“Terima kasih dear, aku hanya takut kehilanganmu saja.”


“ Pedro hanya maut yang akan memisahkan aku dan kamu. Kamu percaya padakukan?”


“Iya dear aku percaya padamu. Maafkan aku.”


“Tidak apa apa Pedro, jangan pernah meragukan aku lagi.”


“Iya aku janji.” Kata Pedro lalu dia memeluk Jessica.


Sementara di hotel


Terlihat Carlos dan Vania juga sangat sibuk. “Sayang ayo cepat nanti kita terlambat.” Kata Carlos pada Vania Sambil mengancing lengan kemejanya.


“Iya sebentar Carlos, bantu aku untuk menaikan resleting gaunku.”


“Baiklah sayang,” Carlos mengangkat wajahnya dan dia tertegun melihat Vania dengan gaunnya.


Dia menghampiri Vania dan membelai wajah Vania.


“Sayang kamu cantik sekali.” Carlos memutar badan vania dan menaikan resleting gaunnya, kemudian dia memeluk Vania dari belakang dan menghadap cermin. “Di lihat dirimu sayang, kamu sungguh cantik sekali.


“Ah.., Carlos sudah berhenti memujiku. Kamu juga tampan.” Kata Vania pada Carlos dan Carlos tersenyum.


“Sayang aku tidak ingin kamu jauh jauh dariku. Karena semua teman bisnis daddy akan hadir.”


“Iya Carlos.” Kata Vania kemudian dia mengambil high heels dan memakainya kemudian dia mengambil tas pestanya. “Ayo Carlos kita berangkat sekarang.”


“Iya sayang sebentar.” Kata Carlos sambil merapikan dasinya dan Vania membantu Carlos mengatur dasinya.


“Sudah rapi Carlos ayo.”


“Iya sayang ayo.” Kata Carlos sambil mengambil handphonenya dan memasukkan di saku celananya. Kemudian dia dan vania keluar dari kamar hotel. Vania menggandeng lengan Carlos dan mereka masuk kedalam lift. Sampai di lobby vania dan Carlos keluar, Carlos memegang tangan Vania menuju parkiran. Dia membukakan pintu mobil pada Vania dan Vania masuk. Carlos juga masuk kedalam mobil. Dia menghidupka mesin mobil dan langsung meluncur ke kediaman Federico.


Akhirnya Carlos dan Vania tiba di kediaman Federico. Carlos memegang tangan Vania lalu mereka berdua masuk. Mereka berjalan ke halaman tempat di adakan pesta dan semua mata memandang Carlos dan Vania. Pedro juga memandang Vania, Pedro terpana dengan kecantikan Vania. “Dia sangat cantik sekali.” Kata Pedro dalam hati. “Carlos sangat hebat dalam memilih wanita.” Kata Pedro lagi.


Carlos berjalan menghampiri Liliana dan Federico. Dia memeluk lalu mencium Federico dan Liliana begitu juga Vania dia memeluk dan mencium Federico dan Liliana. Carlos langsung menarik tangan Vania dan memperkenalkannya pada rekan rekan bisnis Federico.


Acel melihat Carlos dan Vania, dia langsung menyapa mereka.


“Hi pap. Ehm.. papa terlihat tampan sekali.” Canda Acel pada Carlos.


Carlos tertawa dan memeluk Acel.


“Tentu saja sayang, papa bersama wanita cantik jadi papa harus tampan.” Balas Carlos pada Acel dan Acel tertawa.


“Vania kamu terlihat sangat cantik sekali, pantas saja papa tidak mau meninggalkanmu sendiri.” Canda Acel dan Vania tertawa.


“Terima kasih atas pujiannya Acel.” Kata Vania pada Acel


Cella hanya memperhatikan Carlos dan vVnia dari jauh. Sedangkan Jessica sibuk bebincang bincang dengan rekan rekan binisnya dan sesekali matanya melirik kepada Vania dan Carlos.


Kairos dan Tania datang membawa minuman buat Carlos dan Vania


“Pap, minum wine kan?” Tanya Kairos sambil memberikan gelas yang berisikan wine pada Carlos.


“Iya Kairos Terima kasih.”


“Vania ini milikmu.” Kata Kairos pada Vania dan Vania mengambil gelas yang berisikan wine dari tangan Kairos.


“Terima kasih Kairos.” Ucap Vania.


Carlos meninggalkan Vania dan Kairos juga Tania, dia pergi menyambut rekan bisnis Federico dan mereka berbincang bincang. Sesekali mata Carlos menatap Vania dan tersenyum. Vania juga tersenyum pada Carlos.


Dan terdengar lagu dansa Kairos berbisik pada Tania.


“Sayang aku akan mengajak vania berdansa, kamu jangan cemburu ya.”


Tania menatap kairos dan tersenyum.


“Honey aku tidak akan cemburu, lagipula Vania itu calon istri papamu.” Kata Tania pada Kairos.


“Tapi sayang aku akan memeluk Vania, aku akan membuat papa cemburu.” Kata Kairos pada Tania dan Tania tertawa.


“Honey kamu jahil ya. jangan sampai papa kamu marah.” Canda Tania


“Sayang sebentar ya aku akan mengajak vania berdansa.” Kata Kairos dan Tania menganggukan kepala sambil tersenyum.


Kairos menghampiri Vania dan berbisik pada Vania.


“Vania bagaimana kalau kita berdansa?”

__ADS_1


Vania menatap Kairos.


“ Tapi Kairos bagaimana dengan Tania?”


“Sudah Vania, berdansa saja dengan Kairos. Dia sudah minta ijin padaku.” Sela Tania


“Umm.. baiklah Kairos.”


Kairos menarik tangan Vania ke tengah dan mereka berdua berdansa, Kairos melingkarkan kedua tangannya di pinggan Vania dan dia tersenyum pada Vania.


“Vania malam ini kamu cantik sekali, papaku sangat beruntung mendapatkanmu. Kalau saja tidak ada Tania, aku akan merebutmu dari papaku.” Canda Kairos dan Vania tertawa


Dari kejauhan Jessica memperhatikan Kairos dan Vania yang lagi berdansa.


“Mereka terlihat akrab sekali.” Kata Jessica dalam hati. “Dan Vania, dia sangat cantik. Carlos memang pintar dalam memilih wanita.”


Carlos masih berbincang dengan rekan bisinis Federico dan matanya menangkap Kairos sedang berdansa dengan Vania. Dia melihat Kairos melingkarkan tangannya di pinggang Vania dengan erat. Carlos tidak konsentrasi lagi berbincang dengan rekan bisnis Federico.


Saat dia akan menghampiri Kairos, Mike menarik tangan Carlos.


“Hi Carlos, bagaimana kabarmu?” Tanya Mike


“Ehm.., aku baik baik saja Mike.” Jawab Carlos sambil matanya tetap mengawasi Kairos dan Vania.


“Hei Carlos siapa yang kamu lihat?”


“Eem.., tidak Mike. Aku hanya melihat Kairos dan calon istriku sedang berdansa.” Kata Carlos lagi sambil matanya tidak lepas dari Kairos dan Vania.


“Calon istrimu? Yang mana calon istrimu Carlos?”


“Itu Mike yang lagi berdansa dengan Kairos.” Jawab Carlos sambil tangannya menunjuk pada Kairos dan Vania.


“Ohh itu calon istrimu? Hmm.., Carlos dia cantik sekali. Kamu hebat dalam mencari wanita.” Canda Mike pada Carlos dan Carlos tertawa.


“Ayo Mike aku kenalkan kamu padanya.” Ajak Carlos pada Mike.


Sementara itu Kairos melihat carlos lagi memperhatikan dia dan Vania berdansa. Kairos melingkarkan tangannya lebih erat di pinggang Vania, mereka berdua terlihat sangat dekat. Dan dia berbisik di kuping Vania.


“Sepertinya papaku cemburu aku berdansa denganmu.”


“Bagaimana dia tidak akan cemburu, kamu berdansa dengan memelukku seperti ini.” Kata Vania dan Kairos tertawa.


Carlos melihat Kairos dan dia melototkan matanya pada Kairos serta memberi isyarat dengan menggerakan kepalanya agar Kairos berhenti berdansa dengan Vania. Tapi Kairos hanya tersenyum pada Carlos.


“Sebentar ya Mike” pamit Carlos pada Mike kemudian dia menghampiri Tania. “Ayo Tania berdansa denganku.” Ajak Carlos pada Tania dan Tania ikut dengan Carlos dan berdansa dengan Carlos. Carlos berdansa dekat dengan Kairos dengan Vania kemudian dia menarik tangan Vania dan mereka bertukar pasangan. Melihat Carlos seperti itu Kairos langsung tertawa. Kairos menarik Tania dan berdansa dengannya.


“Kamu lihat tadi mimik muka papa? Dia begitu cemburu aku bedansa dengan Vania.”


“Bagaimana papa kamu tidak cemburu, kamu berdansa dengan vania seperti itu. Kamu berdansa atau mau memeluk Vania.” Kata Tania dan Kairos tertawa lagi.


“Sayang kamu jangan ikut ikutan cemburu, aku sudah katakan padamu aku hanya ingin membuat papa cemburu.”


“Iya honey aku tahu.” Kata Tania sambil memeluk Kairos.


Sementara itu Carlos dan Vania berhenti berdansa dan mereka menghampiri Mike.


“Hi Vania senang bertemu denganmu, kamu sangat cantik sekali.” Puji Mike dan Vania tersenyum


“Terima kasih Mike, senang bisa bertemu denganmu juga.”


Mereka berbincang bincang dan tanpa Carlos sadari Jessica sedang memperhatikan dirinya dari jauh. Sekilas dia memandang dan dia mendapati Jessica sedang menatapnya, Carlos tersenyum pada Jessica dan Jessica membalas senyuman dari Carlos. Dan Carlos lanjut berbincang bincang dengan Mike, kemudian Carlos melingkarkan tangannya di pinggang Vania.


“Sayang boleh aku berdansa dengan mantan istriku?” Bisik Carlos di kuping Vania.


“Tentu saja Carlos, ajak dia untuk berdansa denganmu.”


“Kamu tidak marah sayang?”


“Carlos aku tidak marah, ayo pergi berdansa dengannya.” Kata Vania sambil tersenyum


“Terima kasih sayang.” Ucap Carlos pada Vania sambil mengecup kening Vania. “Oh ya Mike temani Vania sebentar ya.” Pinta Carlos pada Mike dan Mike menganggukan kepala.


Carlos meninggalkan Mike dan Vania kemudian dia berjalan kearah Jessica.


Sedangkan Jessica memperhatikan Carlos yang sedang berjalan ke arahnya. Jessica merasa gugup saat Carlos berdiri di hadapannya.”


“Hi jessi, malam ini kamu terlihat sangat cantik.” Puji Carlos dan Jessica tersenyum


“Terima kasih atas pujiannya Carlos, kamu juga terlihat sangat tampan.” Kata Jessica


“Terima kasih.” Ucap Carlos. “Uumm.. Pedro mana?” Tanya Carlos.


“Oh.. Pedro lagi pergi ke toilet.”


“ooohh…, umm. Bagaiman kalau kita berdansa?” Ajak Carlos pada Jessica.


“Baiklah Carlos.” Kata Jessica sambil meletakkan gelas di meja. Carlos meletakkan gelas yang ada di tangannya di atas meja, lalu dia memegang tangan Jessica dan mereka berdua pergi berdansa. Carlos melingkarkan tangannya di pinggang Jessica dan Jessica meletakkan tangannya di pundak Carlos.


“Hhmm… sudah lama aku tidak mencium aroma tubuhnya. Ternyata dia memakai terus parfum yang aku belikan untuknya. Dia tidak mengganti parfumnya.” Kata Jessica dalam hati.


“Apakah kamu bahagia bersama Pedro?” Tanya Carlos membuka percakapan.


“Hem.. Hem..” Kata Jessica sambil menganggukan kepala.


“Baguslah aku senang mendengarnya.”


“Apakah kamu mencintai Pedro?” Tanya Carlos lagi.


“Kenapa kamu tanyakan hal itu?”


“Aku hanya ingin tahu saja Jessi, apakah kamu mencintainya?”


“Sudahlah Carlos untuk apalagi kamu menanyakan itu padaku.” Kata Jessica pada Carlos.


Carlos menatap mata Jessica, apakah kamu masih mencintaiku?”


“Ah.. Carlos tidak perlu kamu menanyakan itu lagi, kamu tahu aku sudah menikah dengan Pedro.” Kata Jessica sambil mengalihkan pandangannya. Dia tidak ingin menatap mata Carlos.

__ADS_1


Carlos memegang tangan Jessica dan menarik Jessica.


“Ikut aku.” Kata Carlos pada Jessica.


“Carlos kita mau kemana?” Tanya Jessica sambil matanya mencari Pedro, Jessica tidak ingin Pedro melihat dia dan Carlos.


“Ikut saja Jessi.” Kata Carlos pada Jessica.


Carlos membawa Jessica ke pondok tempat mereka bersantai saat mereka berdua masih bersama. Carlos dan Jessica tiba di pondok dan Carlos langsung melingkarkan tangannya di pinggang Jessica. Carlos dan Jessica tidak tahu kalau Pedro melihat mereka berdua pergi ke pondok. Pedro juga menyusul ke pondok yang terletak jauh dari tempat pesta. Vania juga melihat mereka dan secara diam diam Vania menyusul ke pondok.


Dan mereka berdua mendengar percakapan Carlos dan Jessica.


“Jessi katakan sejujurnya, apakah kamu masih mencintaiku?” Kata Carlos sambil membelai wajah Jessica.


Jessica menatap mata Carlos dan dia menganggukan kepala.


“Iya aku masih mencintaimu.” Kata Jessica sambil memeluk Carlos dan dia menangis. Carlos memeluk erat tubuh Jessica.


“Aku juga masih mencintaimu sayang, aku sangat mencintaimu.” Kata Carlos sambil memeluk lebih erat tubuh Jessica.


“Carlos tolong jawab pertanyaanku, kenapa kamu mengkhianatiku.”


Carlos melepaskan pelukannya dan dia memalingkan wajahnya memandang pohon yang di tutup oleh kegelapan malam.


“Maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan itu karena aku ingin kamu membenciku. Aku ingin kamu dan anak anak membenciku.”


“Tapi kenapa Carlos? Katakan padaku!”


“Sayang waktu itu hasil laboratorium mengatakan aku sakit dan sakitku tidak bisa di sembuhkan karena tidak ada obatya dan aku berpikir aku akan mati. Aku tahu kamu sangat mencintaiku, kamu tidak bisa hidup tanpa aku begitu juga dengan anak anak. Mereka sangat menyayangiku.


“Dan kamu mengkhinatiku, untuk membuat aku membencimu?” Sela Jessica


“Iya Jessi, aku mengkhianatimu agar kamu dan anak anak membenciku, supaya di saat aku pergi meninggalkan kalian, kalian tidak bersedih. Kalian tidak berlarut larut dalam kesedihan. Tapi aku tidak menyangka kamu menceraikanku.


“Carlos kenapa kamu selalu tidak terbuka padaku, kenapa kamu menyimpan semuanya dariku Carlos, kamu selalu begitu padaku. Kamu tidak menganggap aku istrimu.” Kata Jessica sambil menangis.


Carlos memeluk Jessica.


“Maafkan aku, aku sudah sering menyakitimu. Aku memang tidak pantas untukmu. Kamu pantas berbahagia dengan Pedro.” Kata Carlos sambil melepaskan pelukannya.


“Jangan bicara seperti itu Carlos, aku juga sangat tersiksa saat jauh darimu.” Kata Jessica sambil memeluk Carlos dari belakang.” Aku sangat mencintaimu?”


Carlos memegang tangan Jessica yang melingkar di perutnya.” Kenapa waktu itu kamu meninggalkanku? Aku pikir kita akan kembali bersatu. Selama dua bulan bersamamu aku sangat bahagia dan berharap kita bisa bersatu kembali. Tapi kamu pergi meninggalkanku dan menikah dengan Andrew. Kenapa Jessi?”


“Maafkan aku Carlos, aku menikah dengan Andrew karena aku tidak ingin orang lain tahu kalau aku hamil denganmu, karena kita sudah bercerai.” Kata Jessica pada Carlos dan Carlos terkejut. Dia memutar badannya dan memegang kedua lengan Jessica.


“Jadi Isabell itu anakku bukan anak Andrew? Kenapa kamu sembunyikan dariku Jessi kenapa?”


Jessica tidak bisa menjawab.


“Maafkan aku Carlos.” Kata Jessica sambil memeluk Carlos.


“Kamu benar benar masih mencintaiku Jessi?”


“Iya Carlos. Aku sangat mencintaimu, aku sangat merindukanmu “ kata Jessica, dia memeluk erat tubuh Carlos dan menangis.


“Aku juga sangat merindukanmu. Aku sangat mencintaimu sayang. Jessi kalau kamu benar benar mencintaiku, ceraikan Pedro dan kita bersatu kembali.”


“Aku tidak bisa Carlos, pedro sangat mencintaiku. Aku tidak ingin menyakitinya.”


“Tapi kamu tidak mencintainya sayang, ceraikan dia.” Pinta Carlos pada Jessica.


Sementara itu Pedro mendengar semua percakapan Jessica dan carlos. Dia merasakan sakit di hatinya.


“Jessi kenapa kamu membohongi aku. Ternyata semua yang kamu ucapkan padaku itu semua bohong. Aku sangat kecewa padamu.” Kata Pedro dalam hati kemudian dia meninggalkan pondok. Dia kembali ketempat pesat dan mengambil minuman.


Vania juga mendengar percakapan Carlos dan Jessica dan dia tersenyum, aku memang lebih suka kalian bersatu kembali. Untung saja Carlos belum menyentuhku, Aku kasihan sama Pedro dia sudah terlanjur menikah dengan Jessica. Kata Vania dalam hati kemudian dia kembali ke pesta dan mencari Kairos tapi dia bertemu dengan Pedro. Pedro menatap Vania dan tersenyum.


“Hi Vania bagaimana kalau kita berdansa.” Ajak Pedro pada Vania


“Uumm.., tentu saja Pedro ayo.” Kata Vania dan mereka berdua pergi berdansa.


Sementara di pondok Carlos dan Jessica masih berbincag bincang.


“Baiklah Jessi aku beri kamu kesempatan untuk berpikir. Dan aku ingin jawaban itu sebelum aku dan Vania menikah, karena akhir bulan depan aku dan Vania akan menikah.


“Jangan buat aku seperti itu. Aku mencintaimu tapi aku tidak bisa menceraikan Pedro.”


“Jessi aku belum menyentuh Vania. Dia itu wanita baik baik, dia masih virgin. Kalau aku sudah menikah dengan vania, aku tidak akan pernah meninggalkannya walaupun aku tidak mencintainya tapi aku tidak akan meninggalkannya, aku akan tetap bersamanya sampai aku mati. Makanya aku ingin kamu pikirkan itu sekarang. Kamu ceraikan Pedro dan kembali hidup bersamaku atau selamanya kita tidak akan bertemu lagi. Jangan sampai terlambat.” Kata Carlos kemudian dia mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Carlos. Carlos menyandarkan Jessica di pohon dan mencium kembali bibir Jessica.


“Hmm.., sudah lama aku merindukan ciumannya.” Kata Jessica dalam hati. Dia melingkarkan tangannya di punggung Carlos dan membalas ciuman Carlos. Dan Carlos meremas dada Jessica.


“Aah…, sayang aku rindu melakukannya denganmu.” Bisik Carlos di kuping Jessica.


“Carlos kita tidak bisa melakukakannya disini.” Kata Jessica sambil mendorong pelan tubuh Carlos.


“Baiklah sayang, besok aku tunggu kamu di danau.” Kata Carlos pada Jessica.


“Tapi Carlos...”


“Jessi aku akan menunggumu sampai kamu datang.” Kata Carlos lalu dia menarik tangan Jessica dan kembali ke pesta. Sampai di pesta Jessica langsung masuk kedalam rumah dan merapikan make upnya. Kemudian dia kembali ke tempat pesta. Dia melihat Pedro lagi berbincang bincang dengan Vania.


Jessica menghampiri Pedro dan Vania lalu dia menyapa Vania.


“Hi Vania apa kabar?”


“Hi Jessi aku baik baik saja. Hmm.., kamu sangat cantik dengan gaun ini Jessi.” Puji Vania pada Jessica


“Terima kasih Vania. Kamu juga sangat cantik.” Kata Jessica dan mereka berdua berbincang bincang menggunakan Bahasa Indonesia. Pedro hanya terbengong bengong melihat Jessica dan Vania karena dia tidak mengerti Bahasa mereka.


Carlos melihat Jessica dan Vania lalu dia datang bergabung dengan mereka, tapi dia hanya berbincang bincang dengan Pedro.


Sesekali terdengar tawa Vania dan Jessica.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komen ya

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2