
Kairos memperhatikan Isabell dan Ezer yang lagi bermain di dalam box, dia tersenyum saat melihat Isabell mengajak Ezer berbincang dan Ezer menganggukan kepala seakan akan dia mengerti apa yang di katakan Isabell. Tania melingkarkan tangannya di pinggang Kairos sambil memperhatikan Ezer
Terdengar pintu kamar Jessica di ketuk, Kairos berdiri lalu membukakan pintu. Kairos melihat Teresa lalu dia tersenyum.
“Ada apa Teresa?” Tanya Kairos
“Aku ingin melihat Isabell.” Jawab Teresa sambil tersenyum.
“Ohh… masuk saja Teresa.” Kata Kairos kemudian Teresa masuk.
Dia melihat Isabell sedang bermain dengan Ezer, kemudian dia menatap Kairos
“Kairos, apakah ini anakmu?” Tanya Teresa sambil memegang pipi Ezer
“Iya Teresa, Ezer anakku bersama Tania.”
“Wahh.. Kairos, dia tampan sekali.” Kata Teresa sambil mengangkat Ezer dari box lalu dia menggendongnya.
“Teresa ayo kita bawa Ezer ke kamarku.” Kata Isabell kepada Teresa.
“Baik Isabell sayang, ayo kita ke kamarmu.” Kata Teresa kemudian Kairos mengeluarkan Isabell dari box
Teresa membawa Ezer ke kamar Isabell, lalu mereka bermain.
Tinggalah Tania dan Kairos di kamar Jessica, Kairos melingkarkan tangannya di pinggang Tania lalu dia mencium bibir Tania. Tania membalas ciuman Kairos, dia melingkarkan tangannya di punggung Kairos.
Mereka saling memainkan lidah sesekali Kairos menggigit dengan lembut bibir Tania, tangannya masuk ke dalam kaos Tania dan meremas dada Tania. Kairos melepaskan Kaos Tania lalu kembali mencium bibir Tania.
Tania menghentikan ciumannya lalu dia menatap Kairos
“Honey, apakah kita akan melakukan di kamar mama?” Tanya Tania lalu Kairos tersenyum
“Iya sayang, aku akan melakukan di kamar ini. Kalau di kamarku nanti Teresa bisa mendengar rintihanmu.” Canda Kairos lalu Tania memukul dada Kairos.
“Kita lakukan di kamarmu saja.”
“Ah.. sayang, di kamar ini saja supaya tidak ada yang bisa mendengar desahan kita berdua.” Kata Kairos lagi
Kemudia dia melepaskan pakaian Tania dan membaringkan Tania di atas tempat tidur. Kairos kembali mencium bibir Tania, kemudian dia turun ke dada Tania. Dia memainkan lidahnya di dada Tania dan menggigitnya dengan lembut. Tangannya mulai masuk di antara paha Tania.
Tania meremas rambut Kairos
“Ahh… honey sudah lama aku tidak merasakannya.” Bisik Tania sambil memegang rambut Kairos.
Kairos kembali mencium bibir Tania sambil jarinya memainkan milik Tania. Tania membuka lebar pahanya dan membiarkan jari Kairos memainkan miliknya. Terdengar desahan dari bibir Tania saat Kairos memasukan jari tengahnya kedalam miliknya.
Kairos turun ke bawah dan membuka lebar paha Tania, dia langsung menerang milik Tania dengan lidahnya. Tania menyanggah kedua tanganya di tempat tidur dan memperhatikan Kairos yang sedang memainkan miliknya dengan lidahnya. Tania menegadahkan kepalanya, kemudia dia memejamkan matanya. Dia sangat menikmati permainan lidah dari Kairos.
Kairos memainkan lidahnya sambil jari tengahnya di tusuk tusuk ke dalam milik Tania. Dia memainkan Jari tengahnya dengan cepat sehingga membuat Tania merintih kenikmatan sampai pinggangnya terangkat. Kairos tidak berhenti dia terus memainkan milik Tania sampai akhirnya Tania mengerang kenikmatan, tubuhnya tersentak.
Tania mendorong tubuh Kairos, kedua lutut Kairos bertumpu di atas tempat tidur lalu Tania melingkarkan Tangannya di punggung Kairos, dia menerjang bibir Kairos dan menggigitnya.
“Ahh.. sakit sayang.” Rintih Kairos kemudian dia menghempaskan tubuh Tania.
Kairos melepaskan Celana jeans dan underwearnya kemudian dia menarik kedua kaki Tania. Dia membuka paha Tania lalu dia langsung menerjang milik Tania.
__ADS_1
“Ahh.. Honey sakit.” Rintih Tania lalu Kairos berhenti.
Kairos menatap Tania
“Mengapa sakit sayang?” Tanya Kairos sambil memainkan miliknya agar tetap keras
“Aku tidak tahu.” Kata Tania. “Lakukan dengan pelan pelan.” Pinta Tania
“Baiklah sayang.” Kairos membuka paha Tania lalu dia mengarahkan miliknya yang panjang dan sudah keras ke dalam lubang kenikmatan milik Tania. Dia memasukkannya dengan perlahan lahan. “Ahh.. sayang, kenapa ini sempit lagi?” Goda Kairos kepada Tania lalu Tania menepuk tangan Kairos.
Kairos tertawa lalu dia mencium bibir Tania. Dia menyanggah kedua tangannya di atas tempat tidur sambil pandangannya ke bawah. Dia melihat miliknya mulai masuk ke dalam milik Tania, Kairos menekannya secara perlahan lahan. Lalu dia tersenyum kepada Tania.
“Sayang masuk semua ya.” Kata Kairos dan Tania menganggukan kepala.
Kairos lebih menekan lagi sampai benar benar miliknya masuk semua. Tania melingakarkan satu kakinya di pinggang Kairos, lalu Kairos mulai menggerakan pinggangnya naik turun. Dia memegang paha Tania dan menciumnya. Kairos masih menggerakan pingganya dengan perlahan lahan.
“Augghhh… Honey lebih cepat lagi.” Pinta Tania lalu Kairos mengikuti permintaan Tania. Dia menggerakan pinggangnya sedikit cepat.
Terdengar rintihan kenikmatan dari bibir Tania, Kairos memacu gerakannya lebih cepat
“Ahh.. sayang….” Desah Kairos sambil memegang wajah Tania, dia memacu gerakannya dengan kasar.
“Honeeyy… Ahh.. aku suka…
Kairos mengeluarkan miliknya lalu memutar tubuh Tania membelakanginya kemudia dia menindih belakang Tania.
“Kamu pasti suka dengan posisi ini.” Bisik Kairos di kuping Tania.
“Benarkah?” Ledek Tania.
Tani mengangkat kepalanya kemudian dia menarik kepala Kairos. Kairos melingkarkan tanganya di leher Tania dan mencium bibir Tania, mereka saling berciuman. Sambil berciuman Kairos menggesek gesekan miliknya di belakang Tania.
Kairos duduk di paha Tania kemudian dia mengarahkah miliknya ke dalam lubang kenikmatan milik Tania lalu dia mengapit paha Tania. Kairos menggerakkan pinggangnya secara perlahan lahan. Dia menekan miliknya sampai masuk semua. Tangan satunya memegang tengkuk Tania dan satunya memegang pinggang Tania. Kairos menekan pinggan Tania dengan tangan satunya kemudian dia memacunya dengan cepat dan kasar. Kairos bermain begitu liar sehingga membuat Tania menjerit kenikmatan. Dia menindih kembali belakang Tania dan mengangkat kepala Tania lalu dia mencium bibir Tania sambil menggerakan pinggangnya naik turun.
Kairos kembali memegang pinggang Tania dengan kedua tangannya kemudian dia menekannya dan menggerakkan pinggangnya begitu cepat. Tangan Tania menarik sprei dan meremasnya. Dia tidak tahan lagi
"Ahh.. aahh.... Homey... " Rintih Tania dan akhirnya badan Tania tersentak. Kairos kembali menindih belakang Tania dan membiarkan Tania meremas rambutnya.
“Kamu suka sayang?” Bisik Kairos di kuping Tania sambil jarinya menyelip di antara paha Tania dan memainkan milik Tania
“Iya honey, aku suka sekali.”
“Aku belum keluar sayang.” Bisik Kairos lagi. “Apakah kamu sudah lelah?”
“Belum honey, kita lakukan lagi.” Kata Tania sambil memutar tubuhnya dan mendorong tubuh Kairos. Tania langsung duduk di atas perut Kairos kemudian dia memegang milik Kairos dan memasukkan ke dalam miliknya. Tania menekan pinggangnya dia merasakan milik Kairos yang keras menusuk miliknya, kemudian dia menggerakan pinggangnya. Kairos memegang dada Tania dan memainkan dengan jarinya.
Tania menggerakkan pinggangnya dengan cepat Kairos langsung ambil posisi duduk lalu satu tangannya menyanggah di tempat tidur sedangkan tangan satunya lagi memegang pinggang Tania.
“Ahh.. sayang aku suka.” Kata Kairos
Kairos mengganti posisinya, dia membaringkan Tania lalu menindih tubuh Tania.
Sementara itu Jessica kembali kerumah, dia lupa membawa handphonenya. Tiba dirumah Jessica langsung masuk dan menuju ke kamarnya. Dia melihat pintu kamarnya sedikit terbuka dan mendengar desahan desahan dia membuka sedikit pintu kamarnya dan melihat Kairos lagi berada di atas tubuh Tania. Jessica menutup pintu kamar secara perlahan lalu dia duduk di ruang santai. Dia menunggu sampai Tania dan Kairos selesai.
Jessica menarik nafas panjang.
__ADS_1
“Mengapa mereka melakukannya di kamarku?” Kata Jessica dalam hati. “Pintunya juga tidak di kunci, bagaimana kalau Isabell masuk?” Kata Jessica lagi dalam hati.
Sementara di kamar Kairos dan Tania melakukannya denga liar, rintihan rintihan kenikmatan keluar dari bibr Tania. Terdengar Bunyi cairan milik berdua saat Kairos memacunya dengan cepat, lalu dia memeluk Tania dengan erat dan menyentakkan pinggangnya. Tania memeluk erat tubuh Kairos dia melingkarkan kakinya di pinggang Kairos. Dia merasakan cairan hangat milik Kairos mengalir di daerah kewanitaanya.
Mereka berdua saling bertatap mata kemudian Kairos mengecup bibir Tania.
Tania tersenyum dan membelai rambut Kairos.
“Aku sangat mencintaimu.” Bisik Tania.
“Aku juga sangat mencintaimu.” Balas Kairos kemudian dia turun dari atas tubuh Tania.
“Sayang aku akan melihat Ezer.” Kata Kairos sambil memakai kaos dan celananya.
“Iya honey, aku akan membersihkan tubuhku dulu.” Kata Tania lalu dia turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
Kairos keluar dari kamar Jessica dan melihat Jessica lagi duduk di ruang santai.
“Mam? Bukannya mama di ruma sakit?” Tanya Kairos
“Iya, mama kembali karena handphone mama tertinggal di kamar. Tolong ambilkan handphone mama.’ Kata Jessica kepada Kairos.
“Baik mam, aku akan mengambilkan handphone mama.” Kata Kairos kemudian dia masuk kembali ke dalam kamar dan mengambil handphone Jessica. Kairos kembali keluar dan memberikan Hanphone kepada Jessica.
Jessica tersenyum kepada Kairos.
“Sayang, berikut pintunya di tutup dan di kunci ya.” Canda Jessica kepada Kairos.
Kairos menatap Jessica lalu dia tertawa dan memeluk Jessica
“Apakah mama melihatnya?” Canda Kairos
“Umm.. sedikit.” Jawab Jessica dan Kairos tertawa lagi.
“Mamaaa..”
“Sayang mama tidak tahu kalau kalian berdua ada di kamar mama.” Sela Jessica “Hmm.. ternyata anak mama sangat pintar membuat Tania merintih.” Canda Jessica lalu Kairos tertawa.
“Mama jangan menggodaku.” Kata Kairos sambil mencium pipi Jessica
“Sudah sayang, mama harus kembali ke rumah sakit.” Kata Jessica sambil melepaskan pelukan Kairos.
“Baiklah mam, hati hati ya!”
“Terima kasih sayang.” Ucap Jessica. "Oh ya sayang, jangan lupa sprei mama di ganti ya." Canda Jessica.
"Mamaaaa...
Jessica tertawa lalu dia meninggalkan Kairos dan masuk ke dalam mobil.
Jessica kembali kerumah sakit.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
__ADS_1
Terima kasi