
Akhirnya Jessica tiba di Airport Samratulangi, dia keluar dan langsung memanggil taxi dan meminta sopir taxi untuk mengantarnya ke Tomohon. Sampai di rumah papanya, Jessica membayar taxi dan mengambil kopernya, dia meletakkan kopernya kemudian dia berlari masuk kedalam rumah. Semua mata tertuju pada Jessica. Jessica duduk di samping peti papanya. dia memegang wajah papanya dan menangis
“Pa, kenapa papa tidak pernah bilang pada Jessi kalau papa lagi sakit. Setiap kali Jessi menanyakan kabar papa, tapi papa selalu bilang papa baik baik saja.” Kata Jessica sambil menangis, dia meletakkan kepalanya disisi peti dan dia terus membelai wajah papanya sambil menangis.
Kaka laki laki Jessica yang nomor tiga menghampiri Jessica, dia memegang pundak Jessica dan Jessica mengangkat kepalanya. Melihat kakanya, Jessica langsung memeluknya.
“Ka Icad, papa sakit apa?” Tanya Jessica
“Jessi papa sakit kanker otak, kami juga baru tahu setelah sudah stadium akhir. Sel kanker sudah menyebar di kepala papa.”
Jessica melepaskan pelukkannya dan kembali duduk di samping peti, dia menatap terus papanya yang sudah terbujur kaku. Air mata tak henti mengalir di pipinya. “Orang orang yang aku cintai satu persatu pergi meninggalkanku.” Kata Jessica dalam hati sambil menyeka air matanya dengan tissue.
Akhirnya papa Jessica di makamkan, mereka kembali ke rumah dan Jessica duduk berbincang dengan kelurga besar mama dan papanya. Mereka berbincang bincang sampai larut malam dan handphone Jessica bergetar, dia mengeluarkan handphonenya dari saku celana dan melihat panggilan itu. “Cella yang menelepon.” Gumam jJessica dalam hati. Jessica berdiri dan menjauh dari keluarganya, kemudian Jessica langsung menjawab telepon dari Cella. Terdengar suara Cella lagi menangis di seberang telepon.
“Sayang kenapa kamu menangis? Ada apa?” Tanya Jessica dengan penuh kekhawatiran.
“Mama aku benci papa, aku tidak mau tinggal di rumah lagi?”
“Ada apa Cella katakan pada mama, kenapa kamu bicara begitu?” Jessica semakin bingung
" Mama tadi aku ke mall dengan Charlie dan aku melihat papa lagi jalan dengan perempuan di mall, papa memeluk perempuan itu dan menciumnya.” Kata Cella di seberang telepon sambil menangis.
Jessica terdiam dan berusaha untuk tidak menangis. “Cella Kairos dimana?” Tanya Jessica.
“Ma Kairos masih di sekolah, aku dan Acel di rumah opa sekarang.”
“Baiklah sayang, tutup dulu teleponnya nanti mama telepon lagi ya.”
“Iya mama.” Cella menutup teleponnya dan Jessica termenung di luar rumah.
“Bangsaat kamu Carlos.” Kata Jessica dalam hati. “Tega sekali kamu menyakiti anakmu.”
Jessica menelepon Kairos dan terdengar suara Kairos di seberang telepon
“Hallo mam, bagaimana kabarmu?” Aku merindukanmu mam.”
“Mama baik baik saja sayang. Oh ya, kamu masih di sekolah sayang?” Tanya Jessica
“Iya mam tapi aku sudah mau pulang.” Jawab Kairos dari seberang telepon.
“Sayang nanti kalau kamu sudah di rumah, tolong kamu atur pakaian kedua adikmu juga pakaianmu di koper ya. Mama ingin kalian ke Indonesia.”
“Ada apa mam?” Tanya Kairos lagi.
“Sudah kamu pulang saja dulu, nanti kamu ambil juga paspor kalian di kamar papa.”
“Baiklah mam, aku pulang dulu.”
“Iya sayang, hati hati ya!” Jessica menutup telepon dan mengambil laptopnya lalu menyalakannya. Jessica langsung memesan tiket untuk ketiga anaknya, kemudian dia mengirim pesan di whatsapp Carlos.
“Aku sudah tidak perduli lagi padamu, kamu mau tidur dengan seratus wanitapun aku sudah tidak peduli. Tapi jangan kamu tunjukan sifat bajingaanmu kepada anak anak, selama ini aku tutupi sifat bejatmu pada mereka karena aku tidak ingin anak anak membencimu tapi malah kamu pertontonkan sifatmu itu pada Acel dan Cela. Sekembali aku dari indonesia, aku akan segera mengurus perceraian kita.” Jessica mengirim pesan tersebut pada Carlos, pesan terkirim dan terlihat pesan sudah di baca.
Kemudian terlihat typing, tapi Jessica langsung memblockir dan menghapus nomor Carlos.
Jessica duduk di luar dan memikirkan ketiga anaknya. “Sampai di Amerika aku akan langsung mendaftarkan mereka ke kedutaan Indonesia. Aku akan menjadikan mereka warga negara Indonesia.” Kata Jessica dalam hati.
Sementara di Amerika, Carlos duduk di dalam mobil dan membaca pesan yang dikirimkan Jessica padanya. Saat dia akan membalas pesan itu, terlihat Jessica sudah memblockir nomornya. Carlos menundukkan kepalanya di stir mobil, dia menghidupkan mesin mobil dan langsung pulang kerumah. Sampai di rumah dia mengambil minuman dan pergi ke halaman belakang, dia duduk dan menuangkan minuman di gelasnya dan menyalakan rokok.
Jessica menelepon Charlie dan meminta Charlie untuk menjemput Kairos di rumah dan mengantarnya ke rumah Federico. Jessica juga meminta Charlie untuk mengantar ketiga anaknya ke Airport. Jessica juga membeli tiket ke Jakarta, dia ingin menjemput anak anaknya di Airport. Dia juga membeli tiket ke Bali, dia ingin mengajak anak anaknya jalan jalan ke Bali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jessica bersiap siap untuk ke Airport, dia pamitan kepada mama dan kakak adiknya.
__ADS_1
“Ma, Jessi harus segera ke Jakarta. Anak anak Jessi akan tiba di Jakarta nanti malam.”
“Baiklah Jessi. Oh ya walaupun papa sudah tidak ada, sering seringlah berkunjung kesini.” Kata mama Jessica.
“Tentu saja ma. Disinikan masih ada mama juga sudara sudara Jessi, Jessi pasti tetap akan mengunjugi mama.”
“Iya Jessi. Maafkan mama juga, mama sering memukulmu dan menyiksamu.” Kata mama Jessica sambil menangis.
Jessica memeluk mamanya. “Ma, sudah jangan ingat yang dulu dulu lagi. Kesuksesan yang Jessica raih berkat mama juga. Kalau mama tidak seperti itu padaku, mana mungkin Jessi akan seperti ini. Jadi lupakanlah semuanya!”
“Terima kasih Jessi kamu tidak dendam pada mama.”
“Iya ma, Jessi harus pergi sekarang. Oh ya nanti setiap bulan Jessi tetap akan mengirim uang untuk kehidupan mama sehari hari. Jessi harus pergi sekarang.”
Jessica berpamitan pada keluarga besarnya dan dia pergi ke Airport. Tiba di Airport Jessica langsung check in dan boarding kemudian dia masuk kedalam pesawat.
Jessica tiba di Jakarta malam hari karena dia mengambil penerbangan terakhir Manado – Jakarta. Jessica memanggil taxi dan memintanya untuk mengantarnya ke hotel. Jessica menginap di hotel dekat Airport. Ketiga anaknya akan tiba di Jakarta pada pukul satu malam.
“Sampai di hotel Jessica check in dan menuju kekamarnya. Dia masuk dan langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan dia terpikirkan Carlos lagi.” Tujuh belas tahun kita mengarungi rumah tangga kita penuh dengan kebahagiaan, tapi kamu mengakhiri semuanya dengan pengkhianatan dan akhirnya kita harus berpisah untuk selamanya.” Kata Jessica dalam hati dan air mata mengalir dari sudut matanya.
“Jessica melihat jam di dinding kamar hotel, dia berdiri dan keluar dari kamar kemudian dia menuju ke lobby. Dia memanggil taxi dan pergi ke Airport, tiba di airport dia duduk dan menunggu ketiga anaknya.
Tidak lama kemudian ketiga anaknya sampai, Jessica melihat Acel dan Cella sedang berlari ke arahnya sedangkan Kairos berjalan sambil menarik koper milik mereka. Jessica tersenyum melihat ketiga anaknya.
Dia langsung memeluk Cella dan Acel.
“Sayang mama sangat merindukan kalian.” Kata Jessica sambil memeluk Acel dan Cella. Dia mencium pipi Acel dan Cella.
“Aku juga rindu sama mama.” Kata Cella kemudian dia juga mencium pipi Jessica
“Aku juga sangat rindu padamu mam.” Jessica tersenyum melihat Acel dan Cella. Dia tidak ingin menunjukan kesedihannya pada mereka berdua.
Jessica melihat Kairos dan memeluknya. “Mama juga rindu padamu.”
Kairos membalas pelukan Jessica dengan erat. “Aku juga sangat merindukanmu mam.” Kairos memeluk begitu erat tubuh Jessica. “Aku sangat menyayangimu mam.” Bisik Kairos di kuping Jessica.
Mereka naik taxi pergi ke hotel, sampai dihotel Jessica memesan kamar dengan extra bed. Kemudian mereka pergi kekamar dan beristirahat.
Keesokan harinya Jessica dan ketiga anaknya pergi ke Bali. Tiba di bali mereka langsung check in di hotel dan meletakkan barang barang mereka di dalam kamar lalu mereka langsung keluar dari hotel dan mengunjugi tempat tempat wisata. Seminggu mereka berada di Bali, mereka sudah mengunjugi semua tempat tempat wisata yang ada di Bali dan akhirnya mereka kembali ke Amerika.
Mereka tiba di Amerika siang hari dan Jessica langsung membawa mereka ke villa. Sampai di villa mereka masuk dan beristirahat. Sore harinya Jessica mengajak ketiga anaknya untuk pulang kerumah Carlos, mereka masuk kedalam mobil Jessica dan Jessica menjalankan mobilnya pergi kerumah Carlos. Sampai di rumah, Jessica melihat mobil Carlos ada di depan rumah. Jessica berhenti dan ketiga anaknya turun dari mobil. Jessica turun dari mobil dan memanggil Kairos.
“Sayang kamu masuk kekamar papa dan ambil Amplop besar berwarna coklat yang ada di lemari mama. Kalau papa tanya bilang saja itu sertifikat kelulusan mama, mama menyuruhmu untuk mengambilnya. Katakan saja begitu pada papamu!”
Jessica dan kairos masuk kedalam dan Jessica menunggu Kairos di ruang tamu bersama Acel dan Cella. Kairos menuju kekamar Carlos lalu membuka pintu kamar Carlos dan dia berteriak.
“Dasar perempuan pelacuuur… Kamu perempuan iblis.” Teriak Kairos di kamar Carlos.
Jessica terkejut dengan teriakan Kairos dan dia berlari pergi kekamar Carlos dan melihat Cayla berada di kamar Carlos dengan hanya menggunakan bra dan underwear. Kairos ingin memukul Cayla tapi Jessica memeluk kairos dan membawa Kairos keluar dari kamar, Kairos meronta ronta pada Jessica.
“Lepaskan mam! Aku ingin memberi pelajaran kepada mereka berdua!”
Jessica tetap memeluk Kairos. Cella dan Acel membantu Jessica menahan Kairos. “Sayang please jangan buat keributan. Biar mama yang menyelesaikan semuanya.” Kata Jessica pada Kairos.
Acel dan Cella menangis sambil memeluk Kairos. Jessica masuk kedalam kamar Carlos dan memandang Cayla dan Carlos.
“Pakai pakaianmu Cay, nanti aku akan mengantarmu keluar dari rumah ini.” Kata Jessica dengan suara pelan. Carlos duduk di sofa dengan wajah tertunduk dan kedua tangannya memegang kepalanya. Di depan Carlos Jessica mengeluarkan handphonenya dan menghubungi pengacaranya. Panggilan tersambung dan terdengar suara pengacaranya di seberang telepon
“Selamat sore Nyonya, ada yang bisa aku bantu?”
“Iya Abram, aku ingin kamu mengurus perceraianku dengan Carlos saat ini juga.” Kata Jessica pada Abram pengacaranya.
Carlos terkejut dan menatap Jessica.
__ADS_1
“Tapi kenapa Nyonya, apakah Nyonya ada masalah dengan Carlos?” Tanya Abram dari seberang telepon.
“Abram kamu urus saja apa yang aku mintakan padamu! Urus perceraianku secepatnya!” Jessica menutup telepon dan membuka lemari dan mengambil semua dokumen dokumen miliknya dan surat pernikahan dia dan Carlos.
Carlos berdiri dan menghampiri Jessica. “Kamu tidak akan menceraikanku.” Kata Carlos pada Jessica.
“Ya aku akan menceraikanmu secepatnya!” Jessica menatap Cayla. “Cay ayo aku antar kamu sampai depan rumah.” Jessica tidak ingin Kairos memukulnya. Cayla dan Jessica keluar dari kamar Carlos dan Kairos menatap Cayla dengan penuh kebencian.
“Dasar pelacuuur, perempuan Iblis.” Caci Kairos pada Cayla.
Jessica mengantar Cayla sampai depan rumah dan dia kembali kedalam rumah lalu dia menyuruh anak anaknya untuk masuk kedalam mobil. Dan Carlos keluar dari kamar, dia menatap Jessica
“Kamu tidak bisa menceraikanku.” Kata Carlos sambil memegang tangan Jessica.
Jessica menepis tangan Carlos. “Jangan menyentuhku! Mulai saat ini kamu bukan suamiku lagi. Aku tetap akan menceraikanmu.”
Terdengar suara Kairos dari luar.
“Ayo mam, kita tinggalkan rumah ini.” Teriak Kairos dari luar.
Jessica meninggalkan Carlos di ruang tamu dan dia keluar dari rumah lalu masuk kedalam mobil.
Jessica membawa ketiga anaknya, di dalam mobil ketiga anaknya menangis. Jessica tidak ingin menangis, dia berusaha tegar di depan ketiga anaknya. Dia melihat dari kaca spion Acel dan Cella, mata mereka sedang memandang keluar jendela dan sesekali mereka menyeka air mata. Jessica melihat Kairos yang duduk disampingnya dan Jessica memegang pipi Kairos. Kairos menatap Jessica dan memegang tangan Jessica.
Jessica membawa ketiga anaknya ke rumahnya di Santa Barbara. Sampai di rumah mereka turun dari mobil.
“Mama ini rumah siapa?” Tanya Acel sambil melihat lihat sekeliling rumah.
“Sayang, rumah ini milik kita. Mama baru saja membelinya.” Kata Jessica pada Acel sambil melingkarkan tangan satunya di punggung Acel.
Mereka masuk kedalam ruma dan Jessica menujukan kamar milik mereka. Ketiga anaknya memeluk Jessica.
“Kita semua akan tinggal disini. Mama akan memindahkan sekolah kalian di Santa Barbara, agar kalian dekat dengan rumah.” Kata Jessica pada ketiga anaknya.
“Iya mama, aku tidak ingin kembali kerumah papa. Aku ingin tinggal dengan mama.” Kata cella sambil memeluk erat Jessica.
“Iya sayang, kalian istirahat dulu. Mama juga ingin istirahat, mama lelah sekali.” Kata Jessica pada anak anaknya kemudian Jessica masuk kedalam kamar.
Dia berdiri di depan kaca jendela dan menangis. “Kenapa Cayla melakukan itu padaku? Kalian semua memang pengkhianat.” Kata Jessica dalam hati. “Kamu tega sekali Carlos melakukan itu di rumah. Umurmu sudah empat puluh delapan tapi pikiranmu kemana?”
Dan kairos masuk kedalam kamar Jessica lalu memeluk Jessica dari belakang.
“Mam sudah jangan menagis, untuk apa mama tangisi pria seperti itu.”
Jessica membalikkan badannya dan memeluk Kairos dengan erat dan menangis. “Mama tidak habis pikir kenapa papa kalian seperti itu.”
Kairos memeluk erat Jessica dan menangis.
“Mam tinggalkan saja papa. Mama hanya akan menderita kalau bersama papa, aku dan kedua adiku akan selalu bersama mama. Kami akan tetap menjadi anak anak mama, kami tidak akan menjadi anak yang broken home. Kami akan tetap menjadi anak mama yang baik, Mama tidak usah khawatir!”
Jessica lebih memeluk erat Kairos dan menangis.
“Baiklah sayang, mama sudah menghubungi pengacara mama untuk segera mengurus perceraian mama dengan papa.” Kata Jessica sambil menangis.
“Bagus mam, aku senang mendengarnya. Sekarang mama istirahat, tidak usah memikirkan papa lagi. aku ingin tidur dengan mama.
“Iya sayang, mama akan istirahat. Jessica melepaskan pelukannya dan dia berbaring di tempat tidur. Kairos juga berbaring di tempat tidur dan memeluk Jessica.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komennya ya.
Terima kasih yang masih setia membaca dan memberi like juga komen
__ADS_1
Salam
Author